Kesehatan

KESEHATAN
5 Desember 2020

3 Jenis Terapi Mata Minus dan Gaya Hidup Sehat Dianjurkan

Ada beberapa jenis terapi mata minus yang bisa dilakukan beserta gaya hidup sehat yang disarankan.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Rizky
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Rabun jauh (miopi) atau lebih dikenal dengan mata minus merupakan gangguan penglihatan yang cukup umum. Kondisi ini menyebabkan seseorang dapat melihat objek di dekat dengan jelas, tetapi objek yang jauh terlihat kabur.

Mengutip American Optometric Association, mata minus terjadi ketika bentuk mata menyebabkan sinar cahaya membengkok (membias) secara tidak benar, dan memfokuskan gambar di depan retina, padahal seharusnya tepat di retina.

Rabun jauh dapat berkembang secara bertahap atau cukup cepat, kondisi ini juga seringkali memburuk selama masa kanak-kanak dan remaja. Kasus rabun jauh juga cenderung terjadi dalam keluarga.

Pemeriksaan mata dasar dapat memastikan apakah Moms mengalami rabun jauh. Untuk mengatasi keburaman pun, Moms bisa menggunakan kacamata, lensa kontak, operasi refraksi, atau melakukan terapi mata minus sesuai anjuran medis lainnya.

Selain itu, banyak juga kasus mata minus yang terjadi dengan mata silinder atau astigmatisme. Mata silinder sendiri mengacu pada kondisi mata yang mengalami penglihatan kabur dan berbayang akibat bentuk kornea atau lensa mata tidak mampu cembung sempurna.

Pengidap mata silinder juga kerap mengeluhkan beberapa gejala lain seperti sakit kepala, mata tegang, dan lelah setelah membaca atau menggunakan gadget. Namun untung ya terapi mata minus dan silinder tak jauh berbeda sehingga kondisi ini bisa diatasi.

Meski banyak jenis terapi mata minus dan silinder, akan tetapi Moms tak boleh sembarangan memilih. Terapi yang tepat dapat menghindarkan pengidapnya dari komplikasi mata minus. Sebaliknya, terapi mata minus yang tidak sesuai anjuran dokter malah bisa membahayakan mata.

Baca Juga: Mata Minus pada Balita, Apa Penyebabnya dan Solusinya?

Mengenal Jenis Terapi Mata Minus dan Silinder

Mengenal Jenis Terapi Mata Minus dan Silinder

Foto: Orami Photo Stock

Untungnya ada banyak pilihan terapi mata minus sesuai anjuran medis atau bahkan terapi mata minus pada anak yang bisa dilakukan.

Terapi mata minus berikut ini juga biasanya dipilih oleh mereka yang merasa tidak nyaman menggunakan kacamata atau lensa kontak yang harus dipakai setiap hari. Beberapa jenis terapi mata minus dan silinder yang bisa Moms pertimbangkan antara lain:

Orthokeratology atau Terapi Refraktif Kornea

Terapi mata minus yang satu ini tidak ditempuh melalui pembedahan, namun pengidapnya harus memakai lensa kontak khusus. Lensa khusus ini dibuat untuk memperbaiki lengkungan kornea mata dengan cara menekan kornea secara bertahap.

Berkat metode ini, cahaya kemudian bisa jatuh tepat di retina dan pengidapnya bisa melihat benda yang terletak jauh dengan lebih jelas. Untuk menggunakannya, lensa kontak ini akan digunakan pada malam hari dan dipakai seperti layaknya lensa kontak biasa.

Laser Mata

Terapi mata minus sesuai anjuran medis satu ini memiliki prinsip memperbaiki bentuk kornea mata menggunakan sinar laser. Kornea mata tersusun dari dua lapisan, yakni lapisan dalam (stroma) dan lapisan luar (epitel).

Mata minus bisa disebabkan oleh bentuk kornea mata yang terlalu cembung. Berkat terapi laser, kornea mata bisa dibuat lebih pipih, sehingga cahaya dapat jatuh tepat pada retina. Ada tiga jenis operasi laser mata yang bisa dilakukan berdasarkan caranya dalam memperbaiki kornea, yakni:

  • PRK (Photorefractive Keratectomy). Tindakan laser satu ini dilakukan dengan cara mengangkat lapisan luar atau epitel kornea. Kemudian, lapisan dalam atau stroma kornea akan dikikis menggunakan sinar laser. Dengan cara ini, maka kornea bisa menjadi lebih pipih, sehingga dapat mengatasi mata minus. Lapisan epitel kemudian bisa tumbuh dengan sendirinya seiring waktu dan akan menyesuaikan bentuknya dengan bentuk stroma kornea yang sudah diperbaiki berkat bantuan sinar laser.
  • LASEK (Laser Epithelial Keratomileusis). LASEK juga memiliki prinsip yang mirip dengan PRK, yakni dengan mengangkat lapisan epitel kornea, kemudian memipihkan lapisan stroma kornea menggunakan sinar laser. Namun bedanya dengan metode PRK adalah lapisan epitel yang diangkat dari kornea mata tidak dibuang, tetapi ditempelkan kembali di tempat semula.
  • LASIK (Laser In Situ Keratomileusis). LASIK bisa dilakukan dengan cara membuat irisan tipis pada lapisan epitel dan lapisan stroma, tanpa perlu melepasnya dari kornea mata. Kemudian, lapisan stroma akan diperbaiki menggunakan sinar laser, dan irisan tipis tersebut ditempelkan kembali ke tempatnya semula.

Dengan terapi laser, umumnya minus bisa berkurang, sehingga ukuran kacamata atau lensa kontak dapat berkurang atau bahkan pengidapnya tak perlu menggunakannya lagi.

Implan Lensa

Mengutip Web MD., ini adalah jenis terapi mata minus yang bisa dikatakan cukup baru. Lensa intraokular yang ditanamkan atau diimplan ke dalam bola mata bisa memfokuskan cahaya tepat pada retina, alhasil penglihatan bisa jadi lebih jelas.

Sama dengan terapi refraktif kornea dan laser, terapi mata minus jenis ini cukup aman. Namun, implan lensa sayangnya masih tergolong jarang, terbatas, dan umumnya diutamakan bagi pengidap rabun jauh yang sudah sangat parah.

Baca Juga: Adakah Cara Mengurangi Minus Mata pada Anak? Ini Kata Dokter Mata

Terapi Mata Minus untuk Memperlambat atau Menghentikan Perkembangan Rabun Jauh

Terapi Mata Minus untuk Memperlambat atau Menghentikan Perkembangan Rabun Jauh

Foto: Orami Photo Stock

Peneliti dan praktisi klinis hingga kini terus mencari pendekatan yang lebih efektif untuk menghentikan rabun jauh menjadi lebih buruk dari waktu ke waktu.

Beberapa pilihan ini juga biasanya menjadi terapi mata minus untuk anak yang baik karena bisa mencegah mereka mengalami gejala yang makin buruk. Mengutip Mayo Clinic, beberapa terapi mata minus yang paling menjanjikan hingga saat ini antara lain:

1. Obat Topikal, Atropin

Tetes atropin topikal biasanya digunakan untuk melebarkan pupil mata, seringkali sebagai bagian dari pemeriksaan mata atau sebelum dan sesudah operasi mata.

Obat tetes mata atropin dalam berbagai dosis juga bisa membantu memperlambat perkembangan rabun jauh. Namun sayangnya mekanisme pasti untuk efek dari obat ini masih belum diketahui.

2. Perbanyak Waktu di Luar Ruangan

Salah satu terapi mata minus pada anak yang tepat adalah membiarkannya menghabiskan waktu di luar rumah hingga masa remaja dan awal masa dewasa.

Cara ini diyakini bisa menurunkan risiko rabun jauh seumur hidup. Para peneliti berpikir paparan sinar ultraviolet matahari (UV) dapat mengubah struktur molekul sklera dan kornea serta membantu mempertahankan bentuk normalnya.

3. Lensa Kontak Fokus Ganda

Jenis baru lensa kontak fokus ganda telah terbukti memperlambat perkembangan rabun jauh pada anak-anak berusia antara 8 dan 12 tahun.

4. Orthokeratology

Metode ini selain bisa menjadi terapi untuk mengatasi mata minus dan silinder tetapi juga bisa membantu mencegahnya.

Baca Juga: Benarkah Mata Minus Tinggi Harus Melahirkan Caesar?

Gaya Hidup untuk Pengidap Mata Minus

Gaya Hidup untuk Pengidap Mata Minus

Foto: Orami Photo Stock

Sayangnya hingga saat ini belum ditemukan metode terbaik untuk mencegah mata minus. Namun Moms mungkin bisa memperlambat perkembangannya dengan mengikuti beberapa tips berikut ini:

  • Periksakan Mata. Lakukan ini secara teratur bahkan meski Moms memiliki penglihatan yang masih baik.
  • Kendalikan Kondisi Penyakit. Kondisi tertentu, seperti diabetes dan tekanan darah tinggi, dapat memengaruhi penglihatan. Oleh karena itu, lakukan perawatan untuk kondisi medis yang Moms alami agar terhindar dari masalah gangguan mata.
  • Lindungi Mata dari Sinar Matahari. Meski lebih banyak waktu di luar ruangan baik dilakukan sebagai terapi mata minus pada anak, namun Moms tetap perlu mengenakan kacamata hitam yang menghalangi radiasi ultraviolet.
  • Hindari Cedera Mata. Kenakan kacamata pelindung saat melakukan hal-hal tertentu, seperti berolahraga, memotong rumput, mengecat atau menggunakan produk lain dengan asap beracun.
  • Makan Makanan Sehat. Cobalah makan banyak sayuran berdaun hijau, sayuran dan buah-buahan lainnya. Mata akan mendapat manfaat jika Moms juga memasukkan ikan yang tinggi kandungan asam lemak omega-3, seperti tuna dan salmon ke dalam makanan harian.
  • Jangan Merokok. Sama seperti merokok tidak baik untuk bagian tubuh lainnya, merokok juga dapat berdampak buruk pada kesehatan mata.
  • Gunakan Lensa Korektif yang Tepat. Lensa yang tepat mengoptimalkan penglihatan. Tes mata rutin juga akan memastikan bahwa resep kacamata benar. Ada bukti bahwa memakai resep yang terlalu lemah (undercorrecting) dapat meningkatkan perkembangan rabun jauh.
  • Gunakan Pencahayaan yang Bagus. Naikkan atau tambahkan cahaya untuk penglihatan yang lebih baik.
  • Kurangi Kelelahan Mata. Berpaling dari komputer atau pekerjaan yang hampir tugasnya, termasuk membaca, setiap 20 menit - selama 20 detik - pada jarak 20 kaki.

Temui dokter segera jika Moms mengalami salah satu dari gejala gangguan mata, seperti kehilangan penglihatan mendadak pada satu mata dengan atau tanpa nyeri; penglihatan kabur atau kabur tiba-tiba penglihatan ganda; atau melihat kilatan cahaya, bintik hitam, atau lingkaran cahaya di sekitar lampu. Pasalnya ini bisa menjadi gejala kondisi medis yang serius.

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait