Kesehatan

KESEHATAN
1 April 2021

Waspada, Ini 7 Penyebab Vagina Sakit

Bisa jadi karena vagina kering, atau malah karena endometriosis
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Floria Zulvi
Disunting oleh Intan Aprilia

Saat merasakan vagina sakit, Moms tentu bingung apa yang sebenarnya terjadi.

Beberapa rasa sakit di vagina bisa jadi merupakan gejala penyakit, namun bisa jadi karena sebab yang tidak perlu terlalu dikhawatirkan.

Di bawah ini ada beberapa alasan mengapa vagina terasa tidak nyaman atau sakit;

Baca Juga: Vagina Berdarah Saat Berhubungan Intim, Wajar Atau Malah Berbahaya?

Faktor Penyebab Vagina Sakit

vagina sakit

Foto: Orami Photo Stock

1. Vagina Kering

Secara umum, vagina sakit yang disebabkan oleh keringnya vagina disebabkan oleh perubahan hormon yang terjadi pada tubuh.

Dalam jurnal Treating vaginal dryness, hormon esterogen adalah hormon yang menjaga prodyksi pelumas alami di dinding rahim. Nah, ketika vagina kering terjadi, hal itu disebabkan oleh turunnya kadar esterogen.

Ketika kadar esterogen mengalami penurunan, produksi pelumas vagina pun turun dan menyebabkan vagina kering.

Senada dengan pernyataan di atas, dilansir health.com, menurut Prudence Hall, seorang ginekolog dan pendiri The Hall Center in Santa Monica, vagina kering bisa menjadi penyebab vagina sakit.

Cairan vagina yang tidak cukup akan menyebabkan rasa sakit saat berhubungan karena gesekan yang dilakukan saat berhubungan bisa saja membuat luka lecet.

  • Merokok

Perempuan yang merokok kerap mengalami vagina sakit karena kekeringan. Dilansir dari Mayo Clinic, merokok bisa memengaruhi aliran darah ke jaringan tubuh termasuk vagina.

  • Minum alkohol

Alkohol diketahui bisa membuat tubuh jadi dehidrasi dan tentu saja hal tersebut memengaruhi vagina.

Ketika tubuh memiliki sedikit air secara keseluruhan, maka pelumas yang akan dihasilkan di area vagina pun bisa berkurang dan membuat vagina sakit ketika berhubungan seksual.

Pil KB

Penggunaan kontrasepsi KB atau hormonal lainnya bisa juga menyebabkan kurangnya pelumas pada vagina karena hormon estrogen yang berkurang.

Baca Juga: Keputihan Setelah Berhubungan Seks, Apakah Berbahaya? Ini Penjelasannya!

Menurut Dr. Hall, beberapa wanita yang telah menggunakan kontrasepsi hormonal selama bertahun-tahun tidak menyadari bahwa mereka sebenarnya mengalami kekeringan vagina.

Jika ini terjadi dengan Moms, segera berkonsultasi dengan dokter untuk mengganti kontrasepsi.

Premenopause dan menopause juga bisa menjadi penyebab vagina kering karena kadar esterogen yang menurun.

"[Perimenopause] dimulai lima hingga sepuluh tahun sebelum menopause, jadi pada usia akhir tiga puluhan hingga awal empat puluhan, kekeringan menjadi suatu yang terjadi,” kata Hall.

2. Vagina Mengecil

shutterstock_1150901036.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Saat menopause bukan hanya kekeringan namun juga menyebabkan masalah lain.

Menurut Dr. Hall, jadar hormon juga bisa membuat diameter vagina mengecil, apalagi jika jarang berhubungan seks. Hal ini bisa jadi menyebabkan rasa sakit saat berhubungan seksual.

Baca Juga: Selain Hamil, Ini 6 Penyebab Telat Menstruasi yang Harus Diwaspadai

3. Menstruasi

vagina sakit

Foto: Orami Photo Stock

Ketika wanita sebelum atau sedang menstruasi, kadang ada kram daerah vagina. Hal ini karena ada penumpukan cairan pada otot sekitar vagina.

Vagina sakit saat mens adalah hal yang wajar. Selain itu, ketika sedang haid, biasanya juga disertai dengan nyeri perut bagian bawah dan juga otot sendi di sekitarnya.

Bahkan bagian payudara pun bisa terasa sangat sakit ketika sedang menstruasi. Jangan khawatir, hal tersebut dikarenakan hormon yang di dalam tubuh dan luruhnya jaringan rahim akibat sel telur yang tidak dibuahi.

Ketika vagina sakit saat menstruasi, hal ini bukanlah sebuah penyakit namun mekanisme dan siklus menstruasi. Jadi, tidak perlu khawatir berlebihan ya!

Meski demikian, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika mengalami vagina sakit secara berlebihan.

Terdapat kondisi yang perlu mendapatkan perhatian dan menyebabkan Moms harus segera memeriksakannya ke dokter. Kondisi tersebut adalah.

  • Endometriosis

Kondisi adalah saat adanya infeksi pada dinding harim. Hal ini juga bisa berhubungan dengan infeksi yang terjadi di area kelamin.

  • Radang panggul

Ketika ini terjadi dan tidak ditangani dengan baik akan memiliki risiko mengganggi kesuburan.

Baca Juga: 13 Cara Menghilangkan Bau Vagina Tak Sedap, Alami dan Aman

4. Fibroid

shutterstock_1175155351.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Salah satu hal yang membuat vagina sakit adalah fibroid. Fibroid adalah pertumbuhan jaringan non-kanker di rahim.

Fibroid ini bisa tumbuh satu atau lebih pada rahim. Pertumbuhan jaringan yang tidak normal ini menimbulkan nyeri kronis.

Rasa nyeri ini dirasakan seperti tekanan sesuatu secara terus menerus.

Namun juga dapat menyebabkan rasa nyeri saat melakukan hubungan seks, terutama jika fibroid tumbuh di dekat serviks atau ujung atas vagina.

Menurut Dr. Hall, tidak semua fibroid harus dihilangkan terutama jika tidak terus bertumbuh dan tidak menimbulkan masalah.

Dalam banyak kasus, mereka bahkan bisa menyusut dengan sendirinya ketika seorang wanita mendekati menopause.

Baca Juga: 11+ Penyebab Vagina Gatal, Bikin Enggak Nyaman!

5. Endometriosis

vagina sakit

Foto: Orami Photo Stock

Endometriosis merupakan kondisi di mana jaringan endometrium (lapisan rahim) keluar dari rahim dan melekat ke bagian lain dari rongga panggul, seperti saluran tuba, kandung kemih, dan ovarium.

Rasa sakit kadang-kadang dirasakan saat menstruasi datang dan bisa saja tidak hilang dengan obat pereda nyeri yang dijual bebas. Rasa sakit juga bisa datang saat berhubungan seks.

Jika jaringan endometrium tumbuh di tuba falopi, hal tersebut bisa menyebabkan luka, penyumbatan atau lilitan di dalam tabung yang berefek pembatasan kemampuan telur untuk dibuahi.

“Darah (dari endometriosis) merupakan zat yang menyakitkan untuk bagian dalam perut dan darah yang dilepaskan dapat menyebabkan perlekatan atau guratan yang membuat perempuan sulit hamil,” ungkap dokter bedah ginekolog di Mayo Clinic, Minnesota, Gretchen Glaser, MD.

Selain itu, lokasi endometriosis juga dapat berdampak pada kesuburan. Sebagai contoh, wanita yang mengalami endometriosis pada ovarium mungkin mengalami lebih banyak masalah untuk hamil dibanding wanita dengan lokasi endometriosis di tempat lain.

Jadi, ketika seseorang mengalami kondisi ini, maka bisa kesulitan untuk hamil. Hati-hati ya, Moms!

6. Penyakit Seksual

shutterstock_1095607307 (1).jpg

Foto: Orami Photo Stock

Banyak penyakit seksual yang menimbulkan rasa nyeri, seperti genital, herpes, virus yang ditularkan secara seksual yang menyebabkan berjerawatnya lesi pada atau di sekitar vagina.

Trikomoniasis, suatu penyakit menular seksual (PMS) yang disebabkan oleh parasit, dapat menyebabkan kemerahan dan nyeri pada alat kelamin.

Penyakit menular seksual seperti klamidia bisa menyebabkan peradangan pada vagina yang tentunya membuat vagina sakit.

Dilansir dari Planned Parenthood, perempuan yang terkena klamidia akan merasakan sakit disertai dengan pendarahan saat berhubungan seksual.

Klamidia sendiri biasnya tak memiliki gejala yang jelas sehungga banyak pengidap kondisi ini tidak dapat mendeteksinya sejak awal.

Nah, agar tidak mengidap penyakit menular seksual yang satu ini, rajinlah untuk melakukan tes penyakit menular seksual setidaknya setahun sekali ya!

7. Vulvodynia

vagina sakit

Foto: Orami Photo Stock

Vulvodynia ditandai dengan pembengkakan vulva kronis yang apabila disentuh atau duduk dalam jangka waktu lama menimbulkan sakit.

Menurut Dr. Hall, hanya menyentuh bagian luar vulva saja dapat menyebabkan rasa sakit.

Para ahli tidak tahu persis penyebab vulvodynia, tetapi mungkin disebabkan oleh cedera saraf, alergi terhadap bahan kimia, perubahan hormon, obat-obatan, atau respons abnormal terhadap infeksi atau trauma.

Dilansir womanhealth.mag.com, menurut Mary Jane Minkin, ahli kandungan dan pendiri MadameOvary.com, hal ini terkait dengan anatomi pasangan Moms.

Baca Juga: Catat, Ini Cara Mengatasi Vagina Gatal Saat Hamil yang Aman

Harus dicari tahu apakah rasa nyeri itu bersumber vagina atau hanya pada saat penetrasi.

Jika nyeri terjadi hanya saat penetrasi, bisa saja itu karena penis milik pasangan terlalu besar atau mengenai dinding rahim.

Jika hal ini terjadi, Moms bisa mengubah posisi atau memakai pelumas saat melakukan hubungan seks.

Moms, masalah daerah kewanitaan merupakan hal yang sensitif, banyak sekali wanita yang merasakan keluhan namun tidak memeriksakan kepada dokter karena malu.

Semoga beberapa kasus di atas bisa menjadi informasi untuk Moms dan bisa segera datang ke dokter untuk melakukan pemeriksaan jika mengalami rasa sakit pada vagina. Jangan sampai diremehkan dan malah menjadi masalah di kemudian hari ya, Moms!

  • https://www.elcaminohealth.org/services/womens-health/specialty-programs/menopause-care/treating-vaginal-dryness
  • https://www.mayoclinic.org/symptoms/vaginal-dryness/basics/definition/sym-20151520
  • https://www.hindawi.com/journals/jpr/2019/2069672/
  • https://www.plannedparenthood.org/learn/stds-hiv-safer-sex/chlamydia

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait