14 Mei 2023

Anak di Aceh Mengidap Polio, Yuk Ketahui Pentingnya Vaksin Polio untuk Pencegahan Moms!

Kasus polio di Aceh membuat pemerintah menetapkan status KLB
Anak di Aceh Mengidap Polio, Yuk Ketahui Pentingnya Vaksin Polio untuk Pencegahan Moms!

Foto: Orami Photo Stocks

Polio adalah penyakit yang melumpuhkan dan berpotensi mematikan. Kondisi ini disebabkan oleh virus polio. Maka dari itu, vaksin polio harus diberikan kepada Si Kecil.

Terlebih, saat ini terjadi satu kasus polio di Kabupaten Pidie, Aceh, berdasarkan penelusuran RT-PCR.

Terdapat pasien berusia 7 tahun 2 bulan dengan gejala kelumpuhan pada kaki kiri. Mulanya, ia demam di tanggal 6 Oktober 2022, kemudian 18 Oktober 2022 masuk RSUD TCD sigil.

Lalu, tanggal 21 hingga 22 Oktober 2022, dokter mencurigai polio dan mengambil 2 spesimen. Tanggal 7 November 2022, RT-PCR keluar dan hasilnya dikonfirmasi polio tipe 2.

Walaupun baru tedeteksi satu kasus, Kejadian Luar Biasa telah ditetapkan oleh pemerintah lho, Moms.

Karena menurut Dr. Arifianto, Sp.A, Dokter Anak penulis buku Berteman dengan Demam di Instagram pribadinya, @dokterapin, polio bukanlah penyakit ringan.

"Polio bukanlah penyakit ringan, pada sebagian kasus! Meskipun mayoritas orang yang memiliki virus ini di dalam tubuhnya tidak bergejala;

tetapi dari 200 anak yang terinfeksi, 1 bisa mengalami kelumpuhan permanen sepanjang hidupnya, dan 8 anak bisa mengalami meningitis (radang selaput otak)," jelasnya.

Dokter Apin juga menambahkan bahwa polio adalah penyakit masa lalu yang sudah pernah menelan banyak korban jiwa.

"Polio adalah penyakit masa lalu yang menelan banyak korban jiwa, dan mereka yang bertahan hidup memiliki kecacatan menetap.

Di awal abad 20, betapa beratnya beban penyakit ini sehingga para ahli berlomba-lomba mencari vaksinnya, dan berhasil dibuat pada tahun 1960-an.

Vaksin sudah tersedia gratis! Tinggal memastikan semua anak di negeri ini mendapatkannya, dengan cakupan imunisasi tinggi," tutupnya.

Nah, jadi pahami yuk soal vaksin polio di sini, Moms!

Baca Juga: Penyakit Polio: Gejala, Penyebab, dan Pencegahan dengan Vaksinasi

Apa Itu Polio?

Polio pada Anak
Foto: Polio pada Anak (Orami Photo Stocks)

Seperti yang sudah disinggung di atas, polio disebabkan oleh virus polio.

Virus ini menyebar dari orang ke orang dan dapat menyerang otak dan sumsum tulang belakang sehingga menyebabkan kelumpuhan atau tidak dapat menggerakkan bagian tubuh.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention, polio bisa dicegah dengan vaksin atau imunisasi.

Vaksin ini diberikan dengan suntikan di lengan atau tungkai, tergantung usia orang tersebut.

Hampir semua anak (99 dari 100) yang mendapatkan semua dosis vaksin polio akan terlindungi dari penyakit polio, lho!

Jadi, jangan lupa untuk memberikan vaksin polio untuk Si Kecil.

Baca Juga: Jika Anak Terlambat Imunisasi di Era Pandemi, Haruskah Khawatir?

Pentingkah Vaksin Polio untuk Anak?

Vaksin Polio
Foto: Vaksin Polio (Orami Photo Stocks)

Vaksin polio menjadi salah satu bagian dari jadwal wajib imunisasi anak menurut IDAI.

Sangat penting untuk anak melengkapi jadwal imunisasi karena untuk meningkatkan kekebalan pada tubuhnya dalam melawan penyakit.

Mengutip dari laman Kemkes, vaksin polio perlu diberikan sebanyak 4 kali, yaitu:

  • Saat bayi baru lahir atau berusia 1 bulan
  • Ketika bayi berusia 2 bulan
  • Ketika bayi berusia 3 bulan
  • Ketika bayi berusia 4 bulan

Jenis imunisasi polio pertama yang dianjurkan bagi bayi baru lahir adalah OPV. Kemudian, untuk imunisasi selanjutnya, diberikan OPV kembali atau berbeda dalam bentuk IPV.

Sebagai tambahan informasi, pada 2017 vaksin polio hanya dianjurkan satu kali.

Perubahan ini terjadi karena berdasarkan riset penelitian, satu dosis kurang mampu untuk melindungi tubuh dalam melawan polio tipe 2.

Hal ini juga didukung oleh World Health Organization (WHO), akan ada perubahan pada tahun 2023 untuk mewajibkan semua negara melakukan imunisasi polio atau IPV sebanyak 2 kali.

Polio adalah penyakit yang mematikan menyerang saraf otak, maka sangat penting untuk orang tua segera melakukan vaksin polio untuk anaknya agar terlindungi dari penyakit mematikan ini.

Vaksin polio 0 (nol) sebaiknya diberikan segera setelah bayi baru lahir. Apabila lahir di fasilitas kesehatan berikan bOPV-0 saat bayi pulang atau pada kunjungan pertama.

Selanjutnya berikan bOPV atau IPV bersama DTwP atau DTaP. Vaksin polio atau IPV sebaiknya minimal diberikan 2 kali sebelum berumur 1 tahun bersama DTwP atau DTaP.

Baca Juga: Nutrisi Tepat Pangkal Daya Tahan Tubuh Kuat!

Usia Anak yang Wajib Vaksin Polio

Vaksin Polio
Foto: Vaksin Polio (Orami Photo Stock)

Sebagian Moms mungkin masih ragu soal usia tepat memberikan vaksin polio kepada anak. Sebab, setiap vaksin memiliki karakteristik yang berbeda.

Centers for Disease Control and Prevention menyebutkan, anak-anak di Amerika Serikat harus mendapatkan vaksin polio yang dinonaktifkan (IPV) untuk melindungi dari polio, atau poliomyelitis.

Setiap anak yang telah menerima tiga dosis IPV sebelum usia 4 tahun harus menerima dosis keempat pada usia 4 sampai 6 tahun, sebelum atau saat masuk sekolah.

Orang dewasa di Amerika Serikat memerlukan vaksinasi polio jika mereka tidak menerima dosis yang dianjurkan saat masih anak-anak dan memiliki faktor risiko tertentu.

Dokter mungkin merekomendasikan vaksinasi untuk orang dewasa, apabila:

  • Bepergian ke negara-negara di mana polio lebih umum.
  • Bekerja di laboratorium tempat menangani virus polio.
  • Bekerja di bidang kesehatan dengan orang yang mungkin menderita polio.

Baca Juga: Kenali Jenis Vaksin Apa yang Aman untuk Anak Alergi Telur

Vaksin Polio Suntik dan Tetes (Oral)

Vaksin Tetes Polio
Foto: Vaksin Tetes Polio (Unicef.org)

Vaksin polio memiliki 2 jenis yaitu suntik dan tetes atau oral. Mulanya, bayi akan menerima vaksin oral dan secara perlahan pindah ke suntik.

Lalu, apa saja yang menjadi pembedanya?

1. Jadwal Vaksin

Nah, seperti yang sudah disebutkan di atas, vaksin oral diberikan pada bayi sebanyak 4 kali sebelum berusia 6 bulan.

Sedangkan, vaksin suntik diberikan sebanyak 5 kali pada usia 2 bulan, 3 bulan, dan 4 bulan.

Kemudian, dilanjutkan pada usia 3 - 4 tahun atau booster pada prasekolah dan usia 13 - 18 tahun atau booster saat remaja.

2. Kandungan Vaksin

Perbedaan selanjutnya terletak pada kandungan vaksin. Vaksin yang diberikan oral memiliki kandungan virus hidup yang dilemahkan.

Sedangkan, vaksin polio suntik berisi kandungan virus yang sudah mati.

3. Reaksi Tubuh

Vaksin oral bisa langsung masuk ke saluran cerna dan tubuh, kemudian merangsang sistem kekebalan tubuh untuk membentuk antibodi.

Virus yang sudah dilemahkan tersebut kemudian diikat oleh sistem imun anak.

Sedangkan, vaksin injeksi, kekebalan tubuh dibentuk melalui darah. Virus masih bisa berkembang biak dalam usus.

4. Vaksin Polio Oral Memiliki Rasa Manis

Mengingat vaksin ini diberikan sejak bayi sebelum usia 6 bulan, jadi kebanyakan bayi biasanya takut dengan jarum suntik.

Hal inilah yang membuat vaksin polio hadir dalam bentuk tetes dengan rasa manis sehingga membuat anak-anak lebih bisa menerima vaksin.

Jadi, kedua vaksin baik dalam jenis oral atau tetes dan injeksi, tetap memberikan manfaat baik untuk mencegah polio pada anak, ya Moms.

Efek Samping Vaksin Polio

Ilustrasi Bayi Menangis
Foto: Ilustrasi Bayi Menangis

Salah satu efek samping serius utama setelah vaksin polio adalah reaksi alergi, meskipun ini sangat jarang.

Centers for Disease Control and Prevention memperkirakan bahwa sekitar 1 dari 1 juta dosis vaksin polio, menyebabkan reaksi alergi.

Reaksi ini biasanya terjadi dalam beberapa menit atau jam setelah menerima vaksinasi.

Beberapa anak setelah vaksin IPV juga merasa sakit di tempat di mana suntikan itu diberikan.

IPV belum diketahui menyebabkan masalah serius, dan kebanyakan orang tidak memiliki efek samping yang mematikan.

Namun, beberapa anak mungkin mengalami gejala seperti di bawah ini:

  • Pingsan. Beberapa orang mengalami kehilangan kesadaran dari efek samping vaksinasi polio. Duduk atau berbaring selama sekitar 15 menit dapat membantu mencegah pingsan dan cedera akibat jatuh. Bicarakan ke dokter terkait jika merasa pusing, atau penglihatan berubah atau telinga berdenging.
  • Nyeri bahu. Ada yang mengalami nyeri bahu dan cukup lama. Namun, ini sangat jarang terjadi.
  • Alergi. Obat apa pun dapat menyebabkan reaksi alergi yang parah. Reaksi semacam itu dari vaksin sangat jarang, diperkirakan sekitar 1 dalam sejuta dosis, dan akan terjadi dalam beberapa menit hingga beberapa jam setelah vaksinasi.
  • Mengantuk, rewel ringan, hingga muntah.

Jadi apakah Moms sudah memberikan vaksin polio untuk anak? Segera dilengkapi, Moms!

Yuk, gunakan tools Imunisasi dari Orami Apps berikut ini agar jadwal vaksin anak Moms dan Dads terpantau secara tepat.

Jangan lupa imunisasi lengkap sesuai dengan usia Si Kecil, ya

  • https://www.kemkes.go.id/article/view/18043000011/berikan-anak-imunisasi-rutin-lengkap-ini-rinciannya.html#:~:text=Imunisasi%20Polio%20tetes%20diberikan%204,bulan%20untuk%20mencegah%20lumpuh%20layu.
  • https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20221119/1841809/pemerintah-bergerak-cepat-tangani-kasus-polio-di-kabupaten-pidie/

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.