Kesehatan

16 Maret 2020

Beragam Fungsi Zat Besi, Sangat Dibutuhkan si Kecil yang Tidak Cocok Susu Sapi

Sudahkah Bunda memberi vitamin zat besi untuk si Kecil?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dresyamaya Fiona
Disunting oleh Adeline Wahyu

Zat besi dibutuhkan untuk tubuh karena fungsinya untuk berbagai kesehatan. Misalnya, fungsi zat besi adalah bagian dari hemoglobin, protein yang membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh kita.

Ini membantu tubuh kita menyimpan dan mengirim oksigen. Sehingga fungsi zat besi ini juga bermanfaat untuk pertumbuhan anak-anak.

Namun bagi anak yang tidak cocok susu sapi, ada kemungkinan rentan kekurangan zat besi. Lantas bagaimana mengatasi anak yang kekurangan zat besi? Mari simak penjelasan lengkapnya serta fungsi zat besi untuk kesehatan.

Anak Rentan Kekurangan Zat Besi

Jangan Sampai Terjadi, Ini 4 Dampak Anak Kekurangan Fungsi Zat Besi.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Tahukah, menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), anemia defisiensi besi atau kekurangan fungsi zat besi pada anak di Indonesia cukup tinggi, yaitu 48,1 persen mengidap anak berdasarkan data Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) tahun 2001.

Mengutip dalam Michigan Medicine, anak yang kekurangan fungsi zat besi dipicu dari mereka yang tidak cocok susu sapi. Ini menjadi penyebab lain dari kurang asupan makanan zat besi seperti sayuran berdaun hijau dan daging merah.

Anak tidak cocok susu sapi, merupakan salah satu alergi makanan yang paling umum terjadi dan biasanya muncul rentang usia 1 - 5 tahun.

Terkadang anak tidak cocok susu sapi disalahartikan sebagai intoleransi laktosa, sedangkan ini dua hal berbeda. Anak tidak cocok susu sapi biasanya dipicu karena imunitas yang rendah.

"Orang tua bisa memberi anak stik tiga kali sehari tapi anak mungkin masih belum mendapatkan fungsi zat besi cukup untuk tubuhnya," kata Dr. George Buchanan, profesor pediatri di Pusat Medis Universitas Texas Barat Daya, Dallas.

Seperti yang diungkapkan Dr. George, makanan kaya zat besi sekalipun ternyata masih belum cukup memenuhi zat besi pada anak.

Terkait hal itu, maka IDAI menganjurkan agar anak mengkonsumsi vitamin zat besi tambahan, terutama bagi anak yang menerima ASI penuh.

Baca Juga: Bolehkah Anak yang Tidak Alergi Minum Susu Kedelai?

Kenali 3K dan Gejala Tidak Cocok Susu Sapi

anak tidak cocok susu sapi

Foto: Orami Photo Stock

Sebelum mengenal lebih jauh tentang fungsi zat besi untuk anak, adapun cara mengetahui gejala anak yang tidak cocok susu sapi.

Bagi anak yang tidak cocok susu sapi adapun langkah-langkah dalam mengatasinya. Berikut cara yang bisa dilakukan di rumah, antara lain:

1. Kenali Gejalanya

Alergi pada anak pemicunya cukup banyak, begitu juga dengan anak yang tidak cocok susu sapi.

Gejala anak tidak cocok susu sapi bermacam-macam dan setiap anak berbeda. Nah gejala untuk mengetahui anak yang tidak cocok susu sapi biasanya timbul ruam-ruam dan kulit menjadi kemerahan.

Selain itu ada gejala umum lainnya yang bisa dipelajari, seperti berikut:

Gangguan Pencernaan: sakit perut berulang, muntah-muntah, hingga diare yang disertai darah.

Reaksi Kulit: timbulnya ruam merah, biduran, gatal, dan bengkak pada mata, telinga, dan bibir.

Syok Anafilaksis: ini disebabkan oleh reaksi alergi yang berat. Biasanya mengakibatkan penurunan tekanan darah secara drastis sehingga aliran darah ke seluruh jaringan tubuh terganggu. Akibatnya, muncul gejala berupa sulit bernapas, bahkan kehilangkan kesadaran.

Ciri dan gejala anak tidak cocok susu sapi biasanya akan terlihat dalam durasi antara 30 menit sampai 1 jam setelah mengonsumsi protein susu sapi.

Pada kelompok anak tertentu, gejala bisa muncul lebih lambat, yaitu sekitar 1-3 jam setelahnya. 

2. Konsultasikan ke Dokter

Setelah mengetahui gejala anak tidak cocok sapi, langkah berikutnya adalah konsultasi ke dokter anak.

Hal ini untuk memastikan diagnosis tepat dan penanganan pada anak tidak cocok susu sapi.

Dokter biasanya akan melakukan berbagai pemeriksaan seperti uji alergi kulit, pemeriksaan darah, serta uji eliminasi dan provokasi protein susu sapi.

Biasanya, dokter juga akan melihat kemungkinan terjadinya kekurangan zat besi dalam tubuh, sehingga adapun cara tepat untuk meningkatkan fungsi zat besi.

Baca Juga: Anemia Defisiensi Besi pada Anak: Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Cara Mencegah

3. Kendalikan Nutrisi Tepat

Mengutip Better Health, fungsi zat besi untuk anak tidak cocok susu sapi perlu ditingkatkan.

Karena anak tidak cocok sapi memicu terjadinya anemia, maka kebutuhan nutrisi tepat perlu dilakukan sesuai anjuran dokter.

Biasanya kendalikan nutrisi anak tidak cocok sapi dengan perubahan pola makan, seperti meningkatkan jumlah makanan kaya zat besi.

Pastikan si Kecil makan 3 kali sehari dengan menu makan sehat yang mengandung karbohidrat, lemak, protein, vitamin, dan mineral.

Alternatif lain misalnya mengonsumsi suplemen zat besi. Serta pengobatan untuk infeksi, karena infeksi terkadang menjadi penyebab anemia ringan pada anak-anak.

4. Kembangkan Potensi si Kecil

Langkah berikutnya adalah kembangkan potensi si Kecil agar ia tumbuh maksimal.

Stiap orang tua pasti menginginkan si Kecil tumbuh dan berkembang dengan optimal. Untuk mendukungnya, orang tua perlu mengenal 5 aspek penting tumbuh kembang pada si Kecil

Di antaranya adalah sebagai berikut:

  • Percaya diri
  • Cerdas kreatif
  • Tumbuh tinggi dan kuat
  • Supel
  • Mandiri

Dengan memupuk potensi anak ini sejak dini, ia akan menjadi anak yang cerdas dan sehat seiring pertumbuhannya.

Baca Juga: 5 Cara Menjaga Kesehatan Pencernaan Anak, Gampang Kok!

Fungsi Zat Besi untuk Tumbuh Kembang Anak

6 Langkah Menuju Gaya Hidup Sehat Anak demi Pertumbuhan Maksimal.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Dilansir dari American Academy of Family Physicians, merekomendasikan agar anak yang diberi ASI eksklusif juga diberikan vitamin zat besi pada usia empat bulan sampai mereka sudah mulai mengenal MPASI.

Anak 1-5 tahun yang diberi susu formula seringkali menerima jumlah zat besi yang cukup (rata-rata susu formula mengandung 10 hingga 12 mg per L zat besi) sehingga jarang memerlukan tambahan fungsi zat besi lebih lanjut.

Jika lebih dari separuh pemberian makanan harian adalah dari susu ibu dan anak tidak menerima makanan pendamping yang mengandung zat besi, maka anak mulai dari umur 4 bulan perlu diberikan vitamin zat besi tambahan.

Begitu juga pada kasus anak yang tidak cocok susu sapi. Fungsi zat besi dibutuhkan untuk tumbuh kembangnya.

Berikut fungsi zat besi bagi tumbuh kembang anak yang tidak cocok susu sapi.

1. Mencegah Anemia

Fungsi zat besi yang pertama bagi anak adalah mencegah anemia. Seperti kita tahu, anak tidak cocok susu sapi cenderung terkena anemia.

Anemia adalah salah satu kondisi tubuh yang kekurangan nutrisi, salah satunya zat besi.

Anemia terjadi ketika hemoglobin berada di bawah kisaran normal. Gejala anemia bisa berupa kelelahan, pusing, sesak napas, detak jantung cepat, dan perasaan mual dan lemah secara keseluruhan.

2. Meningkatkan Stamina Tubuh

Zat besi yang tidak mencukupi dalam makanan dapat mempengaruhi efisiensi penggunaan energi tubuh.

Anak tidak cocok sapi, cenderung kekurangan nutrisi sehat untuk tubuh. Nah, dari asupan fungsi zat besi, ini sangat penting untuk kinerja mental dan fisik.

Kadar zat besi yang rendah dapat menyebabkan kurangnya fokus, meningkatkan lekas marah, dan mengurangi stamina.

Sehingga asupan zat besi yang cukup dapat membuat anak kembali berenergi.

3. Mendukung Pertumbuhannya

DalamIndian Journal of Hematology & Blood Tranfusion, kekurangan zat besi ditemukan menyebabkan beberapa gangguan perilaku pada anak-anak.

Anak-anak akan mudah emosional, memiliki rentang perhatian yang pendek dan kurang tertarik pada lingkungan sekitar.

Sehingga, fungsi zat besi dapat mendukung pertumbuhan anak yang baik.

Idealnya, perkiraan kebutuhan zat besi harian adalah 7 mg untuk anak-anak usia satu hingga tiga tahun.

Jumlah itu harus dipenuhi melalui konsumsi makanan kaya zat besi.

Baca Juga: 11+ Cara Mengatasi Anak Batuk saat Tidur, Catat ya Moms!

Meskipun vitamin zat besi dapat mencapai kebutuhan zat besi yang dibutuhkan anak, tapi sebenarnya anak-anak cenderung lebih mentoleransi makanan yang diperkaya zat besi dibandingkan vitamin.

Jadi setelah umur 1 tahun, akan lebih baik jika anak diberikan makanan yang mengandung zat besi tinggi.

Hindari konsumsi teh, karena ia juga dipercaya membuat zat besi pada makanan yang dimakan, akan sulit terserap oleh tubuh.

SGM Eksplor Soya 1+ Pro-gress Maxx dengan Iron C Dukung Kebutuhan Zat Besi Anak

Untuk atasi anak yang tidak cocok sapi, asupan fungsi zat besi harus terpenuhi. Salah satunya dengan SGM Eksplor Soya Pro-gress Maxx dengan Iron C.

SGM Eksplor Soya Pro-gress Maxx mengandung IronC mengandung Isolat Protein Soya berkualitas, serta Minyak Ikan dan Omega 3&6, bantu penyerapan nutrisi penting secara maksimal.

Telah diformulasikan khusus untuk anak tidak cocok susu sapi dengan Minyak Ikan Omega 3 & 6, tinggi Protein, Kalsium, dan Vitamin D.

Ia juga dilengkapi Sumber Serat Pangan dan tinggi Vitamin C dan Zinc.

Sehingga tak hanya fungsi zat besi yang tercukupi, anak juga tumbuh lebih cerdas dan potensi si Kecil dapat tercapai.

Baca Juga: Jangan Sampai Terjadi, Ini 4 Dampak Anak Kekurangan Zat Besi

Nah, jadi sekarang tak perlu sulit lagi mencari solusi anak tidak cocok sapi. Fungsi zat besi dapat terpenuhi dari asupan susu yang tepat dan pemberian vitamin zat besi.

Bicarakan dengan dokter anak terkait hal in lebih lanjut ya!

  • http://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/perlukah-suplementasi-vitamin-dan-mineral-pada-bayi-dan-anak
  • https://www.mottchildren.org/posts/your-child/iron-deficiency-anemia
  • https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/conditionsandtreatments/iron-deficiency-children
  • https://www.aafp.org/afp/2016/0215/p270.html#afp20160215p270-b22
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3136663/

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait