20 Juni 2019

Keracunan Makanan? Redakan dengan 5 Bahan Alami Berikut Ini

Cukup dengan menggunakan bahan alami dari dapur ini!

Apakah itu makanan sisa dari yang dimakan semalam, atau sisa makanan beberapa jam lalu, ada kemungkinan Moms bisa mengalami keracunan makanan.

Jika Moms merasa terlalu sering menggunakan kamar mandi, dan ini disertai gejala lain seperti mual, muntah, dan diare. Saat itulah Moms telah keracunan makanan dan perlu mencari solusi untuk mengobatinya.

Keracunan makanan bisa terjadi karena seseorang menelan makanan yang terkontaminasi, kedaluwarsa, atau beracun. Ini disebabkan oleh kontaminasi bakteri, virus, atau parasit. Berdasarkan National Health Service, berikut beberapa gejala keracunan makanan:

  • Nyeri perut atau kram
  • Kehilangan selera makan
  • Demam
  • Kelelahan dan kelemahan
  • Sakit kepala
  • Diare
  • Mual dan muntah

Bila Moms mengalami keracunan makanan, jangan khawatir dan panik. Ada beberapa bahan alami yang bisa digunakan untuk mengatasi keracunan makanan.

Baca Juga: Ini 8 Makanan yang Ramah Jantung

Bahan Alami Mengatasi Keracunan Makanan

1. Jahe dan Madu

obat alami keracunan makanan-1.jpg
Foto: obat alami keracunan makanan-1.jpg (oleaoil.ca)

Tambahkan 2 ruas jahe yang diiris ke dalam secangkir air dan didihkan dalam panci. Didihkan selama 5 menit dan saring.

Biarkan teh jahe mendingin sedikit, lalu tambahkan sedikit madu ke dalamnya. Langsung minum selagi hangat. Untuk mengatasi keracunan makanan dengan cepat, Moms bisa mengunyah jahe ukuran kecil langsung. Minum teh ini setidaknya tiga kali sehari sampai gejala mereda.

2. Bawang Putih

bawang putih
Foto: bawang putih

Cara ini cukup mudah, siapkan 2-3 siung bawang putih kupas, lalu kunyah. Jika terlalu sulit, Moms bisa mencincang bawang putih terlebih dahulu dan mengonsumsinya dengan madu. Lakukan setidaknya sekali sehari.

3. Jus Lemon

obat alami keracunan makanan-2.jpg
Foto: obat alami keracunan makanan-2.jpg (medicalnewstoday.com)

Cara selanjutnya untuk mengatasi keracunan makanan adalah dengan air lemon. Peras air dari setengah buah lemon, dan campur dengan segelas air. Untuk memberikan rasa, Moms bisa menambahkan madu. Moms bisa minum larutan jus lemon ini sebanyak 2 hingga 3 kali sehari.

Baca Juga: Hati-hati, Keracunan Makanan Bisa Disebabkan Bakteri yang Menempel Lap Dapur

4. Vitamin C

suplemen vitamin c
Foto: suplemen vitamin c

Jika Moms memiliki suplemen vitamin C 1000, ini juga dapat dikonsumsi untuk memulihkan keracunan makanan. Caranya, cukup larutkan suplemen vitamin C dengan air, minum larutan 3 hingga 4 kali sehari.

Cara ini berguna karena vitamin C adalah antioksidan, dan membantu mengatasi keracunan makanan dengan cara menghilangkan bakteri dan racun dari tubuh.

5. Pisang

pisang matang
Foto: pisang matang

Cara mengatasi keracunan makanan ini juga terbilang mudah untuk dilakukan dalam memulihkan tubuh akibat keracunan makanan. Moms hanya perlu mengonsumsi pisang setiap hari.

Moms juga bisa mencampur pisang dengan madu. Lakukan sebanyak 2-3 kali dalam sehari.

Pisang kaya akan serat dan kalium, mengonsumsinya dapat mengisi kalium yang hilang dalam tubuh sehingga dapat memberi energi kembali dan membantu mengurangi gejala keracunan makanan.

Baca Juga: 5 Mitos dan Fakta Seputar Alergi Makanan Pada Anak

Makanan yang Perlu Dihindari Saat Keracunan Makanan

0.76344000_1538114581_milk2.jpg
Foto: 0.76344000_1538114581_milk2.jpg

Perlu diingat, ada beberapa makanan yang sebaiknya tidak dikonsumsi selama Moms masih mengalami gejala keracunan makanan.

Berikut ini makanan dan minuman yang harus dihindari karena bisa bereaksi keras pada perut seperti:

  • Alkohol
  • Kafein
  • Makanan pedas
  • Produk susu
  • Makanan berlemak atau digoreng
  • Nikotin
  • Makanan berbumbu dan olahan

Kasus keracunan makanan ringan sampai sedang dapat dengan mudah diobati di rumah, dengan mengikuti pengobatan dalam artikel ini. Namun, kasus yang parah mungkin memerlukan perhatian medis.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention, Moms harus segera ke dokter bila sudah terjadi demam di atas 38 derajat Celcius, muntah terus menerus hingga terjadi dehidrasi, serta diare yang berlangsung lebih dari 3 hari.

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.