12 Juni 2024

Ini Hukum Akad Nikah Bahasa Arab dan Bacaan Ijab Qabulnya

Apakah memengaruhi sahnya pernikahan?
Ini Hukum Akad Nikah Bahasa Arab dan Bacaan Ijab Qabulnya

Foto: Orami Photo Stock

Seperti apa hukum melakukan akad nikah bahasa Arab?

Menyatukan suami istri dalam hubungan pernikahan merupakan sesuatu yang sakral.

Hal tersebut bermula saat calon suami berjabat tangan dengan calon mertua laki-laki dan mengucapkan akad nikah bahasa Arab maupun dalam bahasa Indonesia.

Ada yang beranggapan bahwa akad nikah bahasa Arab lebih baik karena beralasan telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW.

Namun ada juga yang menggunakan bahasa Indonesia supaya kedua mempelai memahami kalimat yang sedang dibacakan.

Sebenarnya, apakah akad nikah bahasa Arab lebih baik daripada bahasia sendiri atau bahasa Indonesia? Bagaimana pelafalannya?

Apakah mempengaruhi sahnya pernikahan? Bagi calon pengantin, hal ini perlu mendapatkan perhatian sebagai bentuk persiapan menuju pernikahan dan ijab qabul yang sah.

Baca Juga: 5+ Doa Setelah Akad Nikah, Memohon Keberkahan Rumah Tangga!

Makna Pernikahan

Akad Nikah Bahasa Arab (Orami Photo Stock)
Foto: Akad Nikah Bahasa Arab (Orami Photo Stock)

Sebelum membahas akad nikah bahasa Arab, mengetahui makna pernikahan juga merupakan hal yang penting. Sebab, pernikahan pada dasarnya adalah fitrah manusia.

Allah SWT berfirman: “Dan segala sesuatu kami jadikan berpasang-pasangan, supaya kamu mengingat kebesaran Allah.” (QS Adz-Dzariyaat: 49).

Allah SWT juga akan memberikan jodoh untuk setiap hamba-Nya. Pernikahan adalah upacara suci yang bertujuan mempersatukan antara laki-laki dan perempuan dalam menjalin ikatan suci yang halal di hadapan Allah SWT.

Pernikahan juga merupakan sarana berkasih sayang yang diridhai.

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.” (QS Ar-Rum: 21).

Dari ayat ini dapat ditafsirkan bahwa Allah SWT memilki kekuasaan untuk menciptakan suami untuk istri dan sebaliknya agar sealing melengkapi dan saling memberikan ketenangan.

Selain itu, manfaat lain dari pernikahan adalah menumbuhkan kecintaan dan kasih sayang antara suami dan istri.

Penelitian dari Current Directions in Psychological Science mencatat, pernikahan yang bahagia akan terkait dengan kesehatan psikologis dan fisik yang lebih baik.

Besarnya kaitan kualitas pernikahan dengan kesehatan sama dengan diet atau aktivitas fisik yang dilakukan oleh seseorang.

Dengan melakukan janji suci yang direstui oleh orang tuanya serta adanya saksi, maka pasangan suami istri yang sah secara lahir dan batin.

Prosesi janji suci antara laki-laki dan perempuan ini tergantung dalam sah dan tidaknya sebuah akad nikah.

Akad nikah dalam Islam merupakan prosesi yang sakral.

Sebab, akan ada seorang laki-laki yang dinikahkan secara sah oleh bapak dari pengantin perempuan dengan mengucapkan kalimat ijab qabul.

Proses inilah yang menunjukkan penyerahan dan perjanjian lahir dan batin seorang perempuan di hadapan Allah SWT.

Baca Juga: Contoh Mahar Pernikahan dalam Islam dan Ketentuannya

Akad Nikah Bahasa Arab

Akad Nikah Bahasa Arab (Bincangmuslimah.com)
Foto: Akad Nikah Bahasa Arab (Bincangmuslimah.com)

Perjanjian yang dilakukan dalam sebuah pernikahan yang digunakan sebagai ikatan antara mempelai pria dan perempuan disebut dengan akad nikah.

Perjanjian tersebut dilakukan dengan menggunakan sighat atau kalimat ijab dan qabul.

Dalam Islam, akad nikah merupakan salah satu rukun nikah.

Ibnu Taimiyah mengatakan bahwa ijab-qabul boleh dilakukan dengan bahasa, kata-kata, atau perbuatan apa saja yang oleh masyarakat umum dianggap sudah menyatakan terjadinya pernikahan.

Para ulama fiqh juga sependapat bahwa dalam qabul, boleh menggunakan kata-kata dalam bahasa apapun.

Tidak terikat satu bahasa atau dengan kata-kata khusus, asalkan dapat dimengerti dan menunjukkan rasa ridha dan setuju.

Meski begitu, ada yang berpendapat bahwa akad nikah bahasa Arab lebih afdhal.

Namun sebenarnya, yang terpenting dalam ijab qabul adalah niat dan tidak disyaratkan menggunakan kata-kata khusus.

Maka, semua lafal yang dianggap cocok dengan maknanya dan dapat dimengerti, hukumnya sah.

Sementara itu, dalam ijab, harus dengan kata-kata nikah dan atau tazwij atau bentuk lain dari dua kata tersebut seperti:

‘ankahtuka’, ‘zawwajtuka’, yang keduanya secara jelas menunjukkan pengertian nikah yang memang dimaksudkan dalam akad tersebut.

Baca Juga: 20 Arti Mimpi Menikah, Bisa Jadi Tanda Transisi dalam Hidup

Susunan Acara Akad Nikah

Prosesi Pernikahan
Foto: Prosesi Pernikahan (Freepik.com/freepik)

Berikut contoh susunan acara akad nikah di rumah atau di gedung yang bisa jadi referensi.

1. Pembukaan

Susunan acara akad nikah di rumah atau di gedung akan dimulai dengan pembukaan.

Pada sesi ini, pembawa acara atau MC akan mengajak semua orang membaca basmalah.

2. Pembacaan Ayat Suci Alquran

Setelah acara dibuka, dilanjutkan dengan sesi pembacaan ayat suci Al-Qur'an.

Umumnya, pihak keluarga yang menentukan siapa orang yang akan membacakan Al-Qur'an.

Biasanya keluarga akan memilih orang yang dapat membaca Alquran dengan fasih dan bersuara merdu.

Ayat-ayat yang dibacakan pada saat acara akad nikah berhubungan dengan pernikahan dan keluarga.

3. Penerimaan dan Sambutan

Susunan acara akad nikah di gedung atau dirumah berikutnya adalah memberikan seserahan.

Pada sesi ini, pihak keluarga laki-laki akan datang membawa seserahan.

Pihak laki-laki akan memberikan sambutan sebelum menyerahkan barang yang dibawa.

4. Khutbah Nikah

Susunan acara akad nikah berikutnya adalah penyampaian khutbah nikah.

Sesi ini dapat diisi oleh penghulu dari KUA atau ustaz yang berkompeten dalam bidang pernikahan.

Khutbah nikah ini merupakan pemberian pembekalan kepada calon pengantin dalam menjalani pernikahan.

5. Ijab Kabul

Ijab kabul merupakan sesi puncak dari susunan acara akad nikah di rumah atau di gedung.

Pada sesi ini wali nikah pengantin perempuan akan menyerahkan tanggung jawabnya kepada calon mempelai pria.

Sesi ini menjadi momen paling sakral, sebab wali nikah akan melepaskan anak perempuannya untuk dinikahi.

Saat akan memasuki proses ijab kabul, kedua mempelai didampingi dengan walinya diarahkan untuk duduk di depan meja ijab kabul.

Penghulu beserta para saksi dihadirkan dalam proses tersebut. Penghulu berkewajiban untuk memimpin jalannya pelaksanaan.

Setelah akad selesai, maka kedua calon mempelai dinyatakan sah sebagai pasangan suami istri di hadapan agama yang diperkuat juga oleh pernyataan para saksi yang hadir saat itu.

6. Doa Nikah

Saat akad selesai, penghulu akan memimpin pembacaan doa akad nikah.

Doa setelah akad nikah ini dilakukan agar pernikahan tersebut senantiasa mendapatkan berkah.

Untuk sesi ini, keluarga boleh diundang khusus oleh keluarga pengantin atau diberikan oleh penghulu.

7. Penandatanganan Dokumen Pernikahan

Susunan acara akad nikah selanjutnya adalah penandatanganan dokumen pernikahan.

Sesi ini menjadi tanda bahwa pernikahan sudah sah di mata negara.

Kedua mempelai akan menandatangani semua dokumen, termasuk buku nikah.

Susunan acara akad nikah berikutnya adalah mempelai pria menyerahkan mahar ke mempelai perempuan.

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.