19 Desember 2022

5+ Alasan Ibu Hamil Diminta Bedrest, Salah Satunya karena Risiko Persalinan Prematur!

Disarankan karena dapat mengurangi komplikasi kehamilan tertentu

Ternyata ada berbagai macam alasan ibu hamil diminta bedrest. Alasan ibu hamil diminta bedrest sendiri penting agar kesehatan Moms dan calon buah hati tetap terjaga.

Moms, bila kehamilan tumbuh secara sehat dan normal tanpa komplikasi, tentu akan disarankan untuk tetap aktif dan bugar.

Akan tetapi, bila Moms memiliki kehamilan yang berisiko tinggi, ada kemungkinan akan diresepkan bedrest.

Baca Juga: Seperti Ini Peran Endometrium Pada Kehamilan dan 3 Masalah yang Bisa Terjadi Padanya

Hal ini berarti pembatasan aktivitas selama beberapa waktu oleh permintaan dokter. Bahkan, ada juga ibu hamil diminta bedrest hingga waktu persalinan.

Namun, menurut American Pregnancy Association, tak perlu khawatir ibu hamil bed rest adalah hal yang biasa.

Jadi sebenarnya apa sih Alasan ibu hamil diminta bedrest?

Baca Juga: Tidak Ingin Melahirkan Caesar, Ini 3 Persiapan Melahirkan Normal yang Harus Dilakukan

Alasan Ibu Hamil Diminta Bedrest

Ibu hamil dengan kondisi tertentu akan mengalami bedrest. Termasuk mereka yang memiliki kondisi kronis, lalu apa alasan ibu hamil diminta bedrest?

1. Preeklamsia

Alasan Ibu Hamil Diminta Bedrest
Foto: Alasan Ibu Hamil Diminta Bedrest

Dilansir March of Dimes, preeklamsia atau dikenal sebagai hipertensi yang diinduksi kehamilan (tekanan darah tinggi), preeklamsia terjadi pada hingga 8 persen kehamilan.

Nah, karena satu-satunya obat yang pasti adalah persalinan, maka alasan ibu hamil dinta bedrest hanyalah memperpanjang kehamilan untuk bertahan lama guna memastikan waktu persalinan yang aman.

Menurut Harvard Health, para ahli masih belum sepenuhnya yakin tentang apa yang menyebabkan preeklamsia.

Tetapi, hipotesis terbaik dari penelitian yang telah dilakukan adalah bahwa preeklamsia terjadi ketika plasenta tidak melekat sedalam yang diharapkan dalam dinding rahim selama trimester pertama.

Apa yang menyebabkan penahan yang abnormal ini juga tidak jelas, tetapi mungkin dipengaruhi oleh gen ibu atau ayah atau sistem kekebalan ibu, dan kondisi medis yang mungkin dimiliki ibu, seperti diabetes atau hipertensi.

Baca Juga: 15 Manfaat Brokoli untuk Kesehatan dan Ibu Hamil, Salah Satunya Mencegah Risiko Cacat Janin!

2. Persalinan Prematur

Alasan Ibu Hamil Diminta Bedrest untuk Menghindari Persalinan prematur
Foto: Alasan Ibu Hamil Diminta Bedrest untuk Menghindari Persalinan prematur (https://nhpr.org/)

Alasan ibu hamil diminta bedrest lainnya adalah kontraksi yang teratur sebelum minggu ke-37 kehamilan atau menunjukkan tanda-tanda persalinan dini lainnya.

Alasan ibu hamil bedrest ketika menghadapi hal ini adalah menunda persalinan setidaknya 48 jam sehingga steroid yang mempercepat perkembangan paru-paru Si Kecil dalam kandungan dapat diberikan.

Baca Juga: Mengenal Psikosis Postpartum, Kondisi Ibu Baru yang Lebih Berbahaya dari Depresi Pascamelahirkan

3. Perubahan Serviks

Alasan Ibu Hamil Diminta Bedrest
Foto: Alasan Ibu Hamil Diminta Bedrest (Orami Photo Stock)

Salah satu alasan ibu hamil diminta bedrest selanjutnya adalah ketika Moms mengalami kondisi perubahan serviks.

Dokter kandungan akan memantau panjang serviks Moms selama pemeriksaan rutin dengan USG transvaginal secara rutin bila Moms memiliki riwayat serviks yang tidak kompeten.

Bila serviks memendek lebih awal ada kemungkinan menjadi alasan ibu hamil diminta bedrest.

Baca Juga: Masa Nifas Setelah Melahirkan Tidak Berhenti Usai 2 Bulan, Ketahui Penyebabnya

4. Kehamilan Kembar

Ibu Hamil Kembar
Foto: Ibu Hamil Kembar

Tentunya, Moms yang memiliki bayi kembar dua, tiga, atau banyak akan diminta bedrest hanya karena kehamilan cenderung lebih menantang.

Berdasarkan jurnal keluaran Bed Rest with and Without Hospitalisation in Multiple Pregnancy for Improving Perinatal Outcomes, bila Moms berakhir di rumah sakit, Moms akan diposisikan sedikit miring (kaki lebih tinggi dari kepala) sehingga gravitasi dapat membatnu menjaga Si Kecil tumbuh dalam rahim selama mungkin

5. Perdarahan di Trimester Pertama

Perdarahan di Trimester Pertama
Foto: Perdarahan di Trimester Pertama

Salah satu alasan ibu hamil diminta bedrest adalah ketika mengalami perdarahan di trimester pertama.

Biasanya, asalan ibu hamil diminta bedrest karena terjadinya perdarahan. Kondisi perdarahan ini pun hal yang umum terjadi pada trimester pertama kehamilan.

Meski demikian, bedrest saja ternyata tidak cukup untuk mengembalikan kesehatan dan kondisi Moms seperti semula.

Moms harus tetap memeriksakan diri ketika ada flek atau perdarahan. Hal ini berguna supaya Moms mendapatkan penanganan yang tepat dari dokter.

Perdarahan di trimester pertama pun bisa terjadi bukan dari kondisi kehamilan. Hal ini bisa dikarenakan polip rahim atau kutil yang ada di mulut rahim.

Jika hal itu yang dialami, tentu bedrest tak bisa menghilangkan polip dan perdarahan akan tetap terjadi.

Polip yang dibiarkan begitu saja bisa membahayakan kondisi kesehatan, Moms. Jadi, polip harus segera diangkat agar perdaharahan bisa berhenti.

Baca Juga: 9 Penyebab Ibu Meninggal setelah Melahirkan, Salah Satunya Mungkin Dialami oleh Istri Chico Hakim

6. Plasenta Previa

Alasan Ibu Hamil Diminta Bedrest
Foto: Alasan Ibu Hamil Diminta Bedrest (https://hellosehat.com/)

Salah satu alasan ibu hamil diminta bedrest selanjutnya adalah plasenta previa.

Ibu hamil bedrest apabila terjadi beberapa kondisi yang akan membahayakan kondisi janin dan ibu hamil.

Seperti misalnya saat terjadi flek pada kondisi kandungan akibat plasenta previa. Plasenta previa adalah sebuah kondisi ketikaplasenta menutupi jalan lahir untuk janin.

Namun, apabila Moms mengalami kondisi ini, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan Moms yang mengetahui lebih pasti kondisi ibu yang sedang hamil dan janin dalam kandungan.

Baca Juga: Kenali Kondisi Apa Saja yang Menyebabkan Ibu Hamil Trimester 3 Harus Bedrest

Efek Samping Ibu Hamil Bedrest Berkepanjangan

Efek Samping Ibu Hamil Bedrest Berkepanjangan
Foto: Efek Samping Ibu Hamil Bedrest Berkepanjangan

Setelah membahas mengenai alasan ibu hamil diminta bedrest, ternyata ada efek samping yang bisa terjadi, Moms.

Perlu diperhatikan, ibu hamil yang diminta bedrest untuk waktu yang panjang memiliki efek samping.

Ibu hamil bedrest dalam jangka waktu yang lama pun memiliki kekurangan sehingga banyak dokter kandungan cenderung berhati-hati dalam memberitahukan hal tersebut.

Ketidakaktifan yang berkepanjangan dapat menyebabkan nyeri pinggul dan punggung, atrofi otot sehingga membuat sulit bangkit setelah persalinan, iritasi kulit, keropos tulang, hingga pembekuan darah di kaki.

Baca Juga: 7 Jenis Stres yang Dapat Menyebabkan Masalah Kehamilan, Apa Saja?

Selain itu, penelitian Biological Research for Nursing telah membangun hubungan antara penurunan nafsu makan (yang dapat terjadi ketika ibu hamil bedrest), sehingga terjadi pula penurunan berat badan ibu dan bayi berat lahir rendah.

Dengan kata lain, jika Moms tidak memiliki nafsu makan dan karenanya tidak mendapatkan cukup makan, ada kemungkinan Si Kecil dalam kandungan pun tidak.

Sebuah publikasi dari Society for Maternal Fetal Medicine juga telah memperingatkan bahwa ibu hamil bedrest yang berkepanjangan dapat menyebabkan depresi dan bahwa depresi kadang terjadi setelah bayi lahir. Waspadai tanda-tanda:

  • Perasaan sedih yang tak tergoyahkan
  • Kehilangan nafsu makan
  • Perubahan suasana hati yang besar.

Baca Juga: Balita Harus Bed Rest, Hibur dengan 4 Aktivitas Ringan Ini

Setiap wanita hamil dapat mengalami masing-masing gejala ini pada berbagai waktu, tetapi berbicara dengan dokter kandungan jika gejala ini terasa sulit untuk dikelola.

Jika dokter kandungan meminta Moms untuk bedrest, minta dia untuk membahas alasannya. Sementara itu, fokuslah untuk tetap sehat hingga hari Moms dapat menggendong Si Kecil.

  • https://americanpregnancy.org/pregnancy-complications/bed-rest/
  • https://www.marchofdimes.org/complications/preeclampsia.aspx
  • https://www.health.harvard.edu/a_to_z/preeclampsia-and-eclampsia-a-to-z
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/28262917
  • zhttps://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/14737918
  • https://www.smfm.org/publications/173-activity-restriction-in-pregnancy

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.