Gratis Ongkir minimum Rp 300.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Persiapan Melahirkan | Aug 3, 2018

Alasan Metode Persalinan Water Birth Tidak Disarankan di Indonesia

Bagikan


Alasan Metode Persalinan Water Birth Tidak Disarankan di Indonesia

Water birth atau persalinan dalam air kembali popular beberapa tahun belakangan ini. Selain dipercaya bisa mengurangi rasa sakit saat melahirkan, juga karena banyak artis dan penyanyi melahirkan dengan metode ini, kemudian membagikan pengalamannya lewat media sosial sehingga membuat para calon ibu tertarik.

Seperti yang dilakukan penyanyi jazz Andien pada tahun 2017 saat melahirkan Anaku Askara Biru. Selain Andien, artis Shareena juga menggunakan metode water birth untuk persalinan anak pertamanya, Ry, 4 tahun yang lalu.

Baca Juga : 4 Artis yang Memilih Melahirkan dengan Cara Water Birth

Secara singkat, metode water birth digunakan oleh beberapa ibu hamil karena beberapa alasan, seperti.

  • Dapat mengurangi rasa sakit saat kontraksi, karena tubuh ibu berada di kolam air hangat yang membuat rileks.
  • Tidak perlu pemberian anestesi atau obat-obatan lain. Beberapa ibu bahkan menggunakan metode water birth di rumah.
  • Dipercaya mempercepat proses persalinan.

Namun, tahukah Mom bahwa water birth tidak disarankan di Indonesia?

Direktur Kesehatan Keluarga Kementrian Kesehatan Eni mengatakan bahwa water birth berisiko membuat ibu dan bayi terkena infeksi, karena air yang digunakan tidak steril.

“Kami tidak merekomendasikannya,” ujar Eni.

Senada dengan Kemenkes, Perkumpulan Obstetri dan Ginekolog Indonesia (POGI) juga tidak menganjurkan metode persalinan water birth. Ini karena belum ada penelitian yang cukup tentang keamanannya,” jelas dr. Andon Hestiantoro, SpOG(K) yang menjabat ketua fertilitas endokrinologi reproduksi.

Pada 2015, Ikatan Bidan Indonesia (IBI) juga mengeluarkan surat edaran yang tidak merekomendasikan water birth karena belum ada SOP terkait metode ini.

Wah, ternyata cukup banyak pihak yang tidak menyarankan water birth, Moms.

Baca Juga : Mengerikan! Melahirkan di Rumah dengan Tutorial dari Youtube, Perempuan Ini Meninggal

Apa Saja Bahaya Persalinan Water Birth?

Ada beberapa alasan kenapa water birth tidak disarankan. Tentunya semua demi keselamatan serta kesehatan ibu dan bayi.

Berikut risiko dari melakukan persalinan water birth.

1. Infeksi

Saat mengejan di dalam kolam, ada kemungkinan Moms akan buang air besar dalam kolam tersebut.

Bayi yang lahir dapat menelan sebagian air yang sudah kotor tersebut, sehingga berisiko terkena infeksi.

“Secara genetis dan fisiologis, bayi akan langsung mengambil nafas. Bayi juga memiliki reflek untuk menutup jalur nafas saat berada dalam air. Tapi kemungkinan ia menelan air tetap cukup besar." 

Sementara itu, sulit membuat air kolam steril, karena begitu Moms masuk, air akan terkontaminasi oleh vagina saat proses bukaan.  

Baca juga: Hypnobirthing, Metode Melahirkan Tanpa Rasa Sakit

2. Pneumonia

Untuk mencegah pneumonia, suhu air harus cukup hangat dan bayi harus segera diangkat dari air setelah keluar dari tubuh ibu.

Pneumonia dapat terjadi 24 – 48 jam setelah persalinan. Salah satu penyebabnya adalah bakteri dari dalam kolam. Namun, belum ada penelitian tentang jumlah pasti kasus pneumonia dari water birth.

Baca Juga : Yuk Rencanakan Persalinan Normal Dengan 6 Cara Ini!

3. Tenggelam

Mungkin Moms bingung, bagaimana bayi bisa tenggelam dalam kolam dengan tenaga medis di sekitarnya?

Tenggelam yang dimaksud adalah kondisi paru-paru bayi terisi air layaknya orang tenggelam.

Untuk mencegah hal tersebut, tenaga medis yang membantu akan langsung mengangkat bayi ke permukaan agar segera mendapat oksigen.

4. Memotong Tali Pusat

Walaupun jarang terjadi, saat bayi diangkat ke permukaan, ada kemungkinan tali pusat putus dan mengakibatkan pendarahan yang cukup banyak.

Baca Juga : Mengenal Lotus Birth

Syarat Water Birth

Karena banyak risiko dari metode ini, jika tetap ingin menggunakannya, pastikan syarat di bawah ini terpenuhi.

  • Usia Moms berada di antara 17-35 tahun
  • Tidak hamil dengan risiko seperti diabetes atau preeklampsia
  • Tidak hamil kembar
  • Tidak sungsang
  • Bayi tidak terlalu besar
  • Tidak prematur

Masih tertarik menggunakan metode ini, Moms?

(HIL)

Sumber: parents.com, webmd.com

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.