04 November 2022

Misoprostol: Fungsi, Dosis, dan Efek Sampingnya

Bisa juga digunakan sebagai induksi persalinan

Misoprostol termasuk salah satu obat yang punya banyak fungsi.

Selain untuk mengatasi masalah pada pencernaan, obat ini juga kerap digunakan untuk induksi persalinan, aborsi, hingga mengobati perdarahan postpartum.

Kenali lebih lanjut, yuk!

Fungsi Misoprostol

Ilustrasi Obat Misoprostol
Foto: Ilustrasi Obat Misoprostol (Orami Photo Stock)

Melansir Reviews in Obstetric and Ginecology, misoprostol adalah prostaglandin buatan yang digunakan untuk mencegah dan mengobati kerusakan lambung akibat penggunaan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID).

NSAID ini milsanya aspirin, ibuprofen (Advil, Motrin), naproxen (Aleve), celecoxib, diklofenak, indometasin, meloxicam, dan lainnya.

Namun, di luar itu, obat ini juga sering digunakan untuk mengatasi berbagai kondisi, seperti:

Meski misoprostol tidak disetujui oleh FDA untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan tersebut, pada tahun 2002, hal ini telah dihapus dari label sebagai kontraindikasi penggunaan obat.

Dibandingkan prostaglandin buatan lainnya, misoprostol memiliki berbagai keuntungan yaitu:

  • Harganya yang murah
  • Umur simpan yang lama
  • Mudah didapatkan

Baca Juga: Kuret, Prosedur yang Umumnya Diperlukan Setelah Keguguran

Dosis Misoprostol

Dosis Misoprostol
Foto: Dosis Misoprostol

Misoprostol harus dikonsumsi menurut arahan dokter, Moms. Selain itu, dosisnya akan disesuaikan dengan kondisi dan tujuannya.

1. Cegah Sakit Maag

Sebagai obat yang digunakan untuk mencegah sakit maag selama pengobatan dengan aspirin atau NSAID, obat ini dikonsumsi berdasar resep dokter.

Dosis biasanya didasarkan pada kondisi medis Moms dan respons terhadap pengobatan.

Jika Moms menggunakan obat ini untuk mencegah sakit maag, dosis misoprostol umunya 4 kali sehari.

Rinciannya yaitu setelah makan dan sebelum tidur, atau sesuai arahan dokter.

Untuk membantu mencegah maag, terus minum obat ini selama Moms masih meminum NSAID. Sebaiknya, minumlah di waktu yang sama setiap hari untuk memaksimalkan efeknya.

2. Aborsi dan Induksi Persalinan

Sementara jika digunakan untuk aborsi karena kandungan bermasalah, obat diminum sesuai arahan dokter. Dosisnya bisa berbeda tiap orangnya.

Sementara itu, jika untuk menginduksi persalinan, dokter atau bidan akan memasukkannya ke dalam vagina dan menggunakan jenis supositoria.

Saat minum obat ini, hindari mengonsumsi antasida yang mengandung magnesium karena dapat memperburuk diare yang dialami.

Namun, jika Moms membutuhkan antasida, konsultasikan dengan dokter atau apoteker.

Baca Juga: 4 Posisi Tidur saat Maag Kambuh, Bisa Redakan Sakit!

Efek Samping Misoprostol

Efek Samping Misoprostol
Foto: Efek Samping Misoprostol

Meski aman, misoprostol sama seperti obat lain yang punya beragam efek samping, yaitu:

  • Diare
  • Sakit perut
  • Mual
  • Perut bergas atau kembung
  • Bercak pada vagina atau justru menstruasi yang semakin deras
  • Kram menstruasi

Biasanya beragam efek samping ini akan hilang dalam beberapa hari.

Namun, tidak menutup kemungkinan akan muncul juga gejala yang lebih parah, yaitu:

  • Gatal-gatal
  • Sulit bernapas
  • Pembengkakan pada wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan
  • Muncul gejala dehidrasi seperti merasa sangat haus, tidak bisa buang air kecil, banyak berkeringat, kulit panas dan kering

Jika gejala di atas tidak kunjung hilang, segera konsultasikan ke rumah sakit terdekat. Jangan tunda untuk pergi ke dokter jika mengalami berbagai gejala di atas.

Peringatan sebelum Minum Obat

Peringatan sebelum Minum Obat
Foto: Peringatan sebelum Minum Obat (dicasdemulher.com.b)

Moms tidak disarankan untuk menggunakan misoprostol jika memiliki kondisi sebagai berikut:

  • Alergi terhadap obat ini atau jenis prostaglandin lainnya
  • Memiliki penyakit radang usus (IBD), sindrom iritasi usus besar (IBS), atau masalah usus lainnya
  • Penyakit jantung
  • Jika sedang mengalami dehidrasi parah
  • Sedang hamil

Pada ibu hamil, misoprostol dapat menyebabkan cacat lahir, kelahiran prematur, ruptur uteri, keguguran, dan perdarahan rahim yang berbahaya.

Gunakan alat kontrasepsi untuk mencegah kehamilan saat sedang meminum obat ini setidaknya sampai 1 bulan setelah pengobatan berakhir.

Namun, belum diketahui secara pasti apakah misoprostol bisa masuk ke dalam ASI dan membahayakan bayi.

Untuk itu, beri tahu dokter saat berobat bahwa Moms sedang menyusui.

Baca Juga: Ini Ciri dan Penyebab Janin Tidak Berkembang, Bumil Wajib Tahu!

Selain itu, beberapa obat mungkin dapat berinteraksi negatif dengan misoprostol, termasuk obat resep, obat bebas, vitamin, dan produk herbal.

Oleh karenanya, selain menyampaikan riwayat kesehatan, beri tahu dokter obat dan vitamin apa saja yang sedang Moms konsumsi.

Penting untuk diingat bahwa berbagai informasi ini bukanlah pengganti saran dari dokter.

Selalu konsultasikan ke dokter dan jangan ragu menanyakan informasi yang kurang jelas sebelum Moms diberikan misoprostol untuk tujuan apa pun.

  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2760893/
  • https://www.webmd.com/drugs/2/drug-6111/misoprostol-oral/details
  • https://www.plannedparenthood.org/learn/abortion/the-abortion-pill/how-does-the-abortion-pill-work

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.