15 Maret 2022

8 Alat Musik Bali, Yuk Kenalan dengan Gamelan, Ceng-ceng, Genggong, dan Lainnya

Mari perkaya wawasan kita tentang alat musik tradisional yang jadi kekayaan bangsa

Selain memiliki keindahan alam yang luar biasa, Bali juga memiliki kultur dan budaya yang tak kalah eksotisnya. Hal ini bisa dilihat dari seni arsitektur bangunan, upacara keagamaan, tarian tradisional, sampai alat musik Bali.

Tak jarang nilai-nilai kultur dan budaya ini juga menjadi daya tarik bagi para wisatawan untuk berlibur ke Pulau Dewata ini. Nuansa Hindu yang kental mewarnai warisan budaya di sini.

Ingin tahu alat musik Bali apa saja yang sampai sekarang masih digunakan para penduduk asli Pulau Dewata?

Yuk, Moms simak penjelasan selengkapnya di bawah ini!

Baca Juga: Rekomendasi Liburan Akhir Tahun: 4 Pantai di Bali yang Jarang Dikunjungi!

Beragam Jenis Alat Musik Bali

Selain tarian tradisionalnya, seni musik Bali juga telah menjadi salah satu bagian penting dari budaya pulau dengan mayoritas penduduk beragam Hindu ini.

Seni ini telah diwariskan dari generasi ke generasi dan menjadi bagian yang tak bisa dilepaskan dari budaya tradisional.

Jenis-jenis musik tradisional di Bali telah muncul sejak zaman Bali Kuno, yaitu mulai abad ke-8 sampai 14 Masehi.

Persebaran alat musik Bali umumnya terjadi di kota Denpasar, yaitu mulai dari Denpasar Timur, Denpasar Barat, Denpasar Utara, dan Denpasar Selatan.

Angklung, gender wayang, gong bhari, dan gambang menjadi alat musik Bali tertua yang diperkirakan mulai dikenal pada tahun 913 Masehi.

Baca Juga: 4 Alasan Anak Harus Bergaul Dengan Teman Dari Beragam Latar Belakang Budaya

1. Gamelan Bali

gamelan-Bali.jpg
Foto: gamelan-Bali.jpg

Foto: bisnis-wisata.co.id

Meskipun secara letak geografis terpisah dari Pulau Jawa, gamelan juga terdapat dalam budaya dan bagian dari alat musik Bali.

Gamelan sendiri merupakan sekumpulan instrumen musik yang terdiri dari gambang, gong, gendang, kempul, bonang dan yang lainnya.

Penyebaran gamelan sendiri telah cukup meluas sebenarnya, mulai dari Jawa, Madura, Bali, sampai ke Nusa Tenggara.

Hanya saja setiap daerah memiliki gamelan dengan ciri khasnya masing-masing yang telah terakulturasi dengan budaya setempat.

Gamelan Bali ini sudah ada sejak lama dan berdasarkan catatan pada Prasasti Bebetin, alat musik Bali ini sudah ada di Bali sejak tahun 896 M atau saat Raja Ugrasena berkuasa di Bali.

Saat ini terdapat sekitar 25 jenis gamelan yang berkembang di Bali, beberapa di antaranya terbuat dari bambu dan sisanya terbuat dari logam.

Gamelan Bali sendiri bisa dibagi menjadi 3 bagian besar, yaitu Gamelan Tua, Gamelan Madya, dan Gamelan Baru.

Pembagian ini berdasarkan perkembangan musik tradisional Bali itu sendiri.

2. Genggong Bali

Genggong Bali.jpg
Foto: Genggong Bali.jpg

Foto: Perpustakaan Budaya Indonesia

Genggong adalah alat musik Bali yang mengeluarkan suara khas dan unik.

Agar menghasilkan suara, genggong dimainkan dengan cara ditiup, pada bagian yang disebut dengan palayah.

Caranya, pegang ujung alat di bagian sebelah kiri menggunakan tangan kiri, dan gunakan tangan kanan untuk memegang tangkai bambu.

Tiup bagian palayah secara perlahan dan genggong pun akan berbunyi.

Genggong dimainkan untuk merayakan ritual adat di beberapa pedesaan Bali.

Baca Juga: Penuh Akan Makna, Begini Rangkaian Prosesi Pernikahan Adat Bugis

3. Rindik

Rindik.jpg
Foto: Rindik.jpg

Foto: goodnewsfromindonesia.com

Alat musik Bali yang dimainkan dengan cara dipukul ini mirip seperti gamelan, hanya material yang digunakannya berbeda.

Rindik menggunakan bilah-bilah bambu yang disusun dan setiap bambu tersebut mewakili nada-nada tertentu dalam tangga nada pentatonis.

Cara memainkan Rindik adalah dengan memukul bambu-bambu tersebut dengan alat khusus.

Rindik identik dengan kesenian yang bernama Joged Bumbung, sebuah tarian yang termasuk ke dalam hiburan rakyat.

Sampai saat ini, rindik juga kerap digunakan sebagai alat musik pelengkap pada acara pernikahan dan penyambutan tamu penting.

4. Ceng-ceng

Ceng ceng.jpg
Foto: Ceng ceng.jpg

Foto: dictiocommunity.co.id

Alat musik Bali yang satu ini bisa dibilang menghasilkan karakter suara yang khas dari musik-musik tradisional Bali.

Efek suara yang dihasilkan begitu dinamis karena merupakan hasil perpaduan 8 buah logam bundar yang diadu satu sama lain.

Dari segi bentuk, ceng-ceng memiliki nilai budaya yang kental.

Bentuknya seperti kura-kura dan bagian tempurungnya menjadi tempat diletakkannya logam-logam bundar tersebut.

Pada kebudayaan Bali sendiri, kura-kura dipercaya mengandung nilai magis yang kuat.

Baca Juga: 10 Fakta Midodareni, Rangkaian Upacara Adat Jawa sebelum Pernikahan

5. Gangsa

Gangsa.jpg
Foto: Gangsa.jpg

Foto: pinterest.com

Gangsa merupakan salah satu instrumen gamelan Bali.

Alat musik Bali ini terbuat dari perunggu dan biasanya dimainkan bersama gong gede, gong kebyar, dan jenis gong lainnya.

Menurut sejarahnya, alat musik gangsa dimainkan sebagai penentu matra-matra lagu.

Setiap lantunan yang berasal dari pukulan gangsa melengkapi kekentalan suara musik gamelan Bali.

6. Gender

Gender.jpg
Foto: Gender.jpg

Foto: explorebali.com

Alat musik Bali yang satu ini merupakan variasi dari gangsa dengan jumlah bilah dan bentuk selewah yang berbeda.

Ciri khas lainnya yang menjadi pembeda adalah gangsa dimainkan dengan 2 alat pukul sehingga cara bermainnya pun sedikit berbeda.

Alat pukul gender pun berbeda dengan gangsa. Bentuknya lebih menyerupai palu yang bagian ujung atasnya mengecil dan tangkainya terbuat dari bambu pipih.

Pada bagian kepalanya berbentuk bundar pipih dan terbuat dari kayu yang tidak begitu keras.

Moms bisa menemukan alat ini saat ritual adat Bali dan dimainkan di awal atau pembukaan upacara.

Baca Juga: 10 Es Tradisional Indonesia yang Belum Banyak Dikenal, Pernah Coba?

7. Suling Gambuh

Suling gambuh.jpg
Foto: Suling gambuh.jpg

Foto: pinterest.com

Berbeda dengan suling pada umumnya, alat musik tiup dari Bali ini memiliki bentuk yang besar dan panjang.

Di bagian badannya terdapat 6 buah lubang nada dan sebuah rongga tiup di bagian ujungnya.

Alat musik Bali ini dimainkan dengan posisi diagonal untuk mengakomodasi dimensinya dan saat memainkannya pun suling ini disandarkan di lantai.

Suling ini termasuk dari rangkaian alat musik Gamelan Gambuh.

Terdapat 3 suling gambuh yang menjadi inti gamelan dan fungsinya adalah untuk memainkan bagian-bagian melodi.

Untuk mengiringi melodi ini, Gamelan Gambuh dilengkapi dengan gendang kecil, ceng-ceng ricik, gong kecil, beberapa rebab, dan alat musik perkusi lainnya sebagai alat musik ritmisnya.

Baca Juga: Ini 10 Resep Minuman Segar Tradisional Indonesia, Cocok untuk Cuaca Panas

8. Kendang Bali

kendang bali
Foto: kendang bali (Orami Photo Stocks)

Foto: pinterest.com

Sebagai alat musik ritmis, kendang memegang peranan penting dalam barungan gamelan Bali.

Namun, ada juga beberapa barungan gamelan yang tidak melibatkan kendang sebagai rangkaian instrumennya.

Secara umum, dalam sebuah ensambel gamelan, kendang dibagi menjadi 2 jenis, yaitu kendang tunggal dan kendang berpasangan.

Kendang tunggal hanya dimainkan oleh seorang penabuh, sedangkan pada kendang ganda terdapat 2 buah kendang dan 2 orang penabuh.

Dari segi bentuk, kendang terbagi menjadi 2 jenis, yaitu kendang lanang yang berukurang lebih kecil dan kendang wadon yang berukuran lebih besar.

Nah itu dia Moms ragam alat musik Bali yang perlu untuk Moms ketahui.

Alat musik tradisional inilah yang membuat alunan musik khas Bali yang sering kita dengar ketika mengunjungi Pulau Dewata.

Bagaimana Moms, tertarik untuk mempelajarinya?

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.