ADVERTISEMENT

KESEHATAN UMUM
17 Oktober 2022

10 Cara Meredakan Nyeri Haid dengan Ampuh dan Efektif

Bantalan hangat bisa redakan kram
Artikel ditulis oleh Defara Millenia
Disunting oleh Adeline Wahyu

Selama menstruasi, otot-otot rahim akan berkontraksi. Terkadang Moms akan mengalami kram. Kondisi ini membuat Moms mencari cara meredakan nyeri haid.

Nyeri haid yang tak tertahankan atau disebut juga dismenore merupakan sesuatu yang normal dialami perempuan saat periode menstruasi.

Beberapa wanita mungkin mengalami mual, muntah, sakit kepala, atau diare juga.

Untuk kram ringan hingga sementara, beberapa pengobatan rumahan menjadi cara meredakan nyeri haid.

Penyebab Nyeri Haid

Foto: Ilustrasi Nyeri Haid

Beragam faktor yang membuat nyeri haid terasa sangat sakit, di antaranya:

  • Mengalami aliran darah yang deras.
  • Berusia di bawah 20 tahun, atau baru saja memulai menstruasi.
  • Memiliki produksi berlebih atau kepekaan terhadap prostaglandin, hormon yang mempengaruhi rahim.
  • Faktor lain termasuk pertumbuhan di rahim, endometriosis (pertumbuhan jaringan rahim yang tidak normal), dan penggunaan alat kontrasepsi.

ADVERTISEMENT

Baca Juga: Begini Cara Menghitung Masa Subur setelah Haid, Wajib Tahu!

Cara Meredakan Nyeri Haid

Ada beberapa cara meredakan nyeri haid yang tak tertahankan yang bisa Moms lakukan. Berikut ulasannya.

1. Jaga Konsumsi Makanan Jelang dan Selama Menstruasi

ADVERTISEMENT

Foto: Makanan selama Menstruasi (medicalnewstoday.com)

Cara meredakan nyeri haid yang pertama adalah menjaga konsumsi makanan jelang dan selama menstruasi.

Hindari konsumsi kafein, alkohol, dan makanan yang mengandung banyak garam sebelum periode menstruasi.

Selain itu, jaga tubuh agar tetap terhidrasi dengan baik dengan menambah asupan air putih.

ADVERTISEMENT

Hal tersebut dapat memperkecil kemungkinan terjadinya kram saat menstruasi.

Dianjurkan pula untuk makan makanan sehat dan minum minuman non-alkohol pada saat menjelang hingga menstruasi hingga berakhir.

Jessica Shepherd, M.D., asisten profesor obstetrics dan ginekologi klinis di The University of Illinois College at Chicago, menyatakan menerapkan pola makan tersebut bantu cegah kram perut.

2. Tempelkan Bantalan Hangat

Foto: Bantalan Hangat

Cara meredakan nyeri haid yang selanjutnya adalah tempelkan bantalan hangat.

Tempelkan bantalan yang hangat di perut bagian bawah dapat membantu meringankan dismenore.

Sensasi panas pada bagian bawah perut tersebut dapat membantu otot rahim lebih rileks, artinya mengurangi kram.

ADVERTISEMENT

"Ketika saya sedang bepergian, saya menempelkan bantalan pemanas perekat atau mengoleskan balsem ke perut bagian bawah," kata Julie Levitt, MD, dokter kandungan Women’s Group of Northwestern.

Jika kram pada malam hari, bisa mencoba mandi air hangat.

3. Konsumsi Pil KB

Foto: Pil KB

Cara meredakan nyeri haid yang selanjutnya adalah konsumsi pil KB.

Konsumsi pil KB atau penggunaan IUD hormon melakukan terbilang efektif, sebab menjaga lapisan rahim agar tidak menebal sehingga mengurangi aliran darah dan kram.

Penggunaan IUD atau konsumsi pil KB dapat memperpendek lamanya menstruasi dan volume menstruasi dalam setiap periodenya.

“Pil KB dan IUD hormon melakukan sesuatu yang sangat luar biasa, mereka menjaga lapisan rahim agar tidak menebal seperti biasanya,” ujar Vivian Clark, M.D., dokter kandungan Chapel Hill Obstetrics and Gynecology.

ADVERTISEMENT

Penelitian yang diterbitkan National Center for Biotechnology Information, U.S. National Library of Medicine menemukan efektivitas pil KB.

Ditemukan bahwa kombinasi pil KB dengan estrogen dosis rendah (35 mcg) dan progesteron terbukti lebih efektif mengatasi nyeri haid ketimbang obat pereda nyeri haid yang ada di pasaran.

Namun, untuk penggunaan pil KB sebaiknya Moms tanyakan terlebih kepada dokter mengenai kontrasepsi yang paling cocok untuk kondisi Moms.

Baca Juga: Catat, Begini Cara Membedakan Kram Perut Menstruasi dengan Tanda Awal Kehamilan

4. Minum Obat Anti Inflamasi

Foto: Obat Anti Inflamasi

Cara meredakan nyeri haid yang selanjutnya adalah minum obat anti inflamasi.

Jika kram terasa sangat nyeri bisa mengkonsumsi nonsteroidal ant-inflammatory (NSAID), seperti ibuprofen atau naproxen.

ADVERTISEMENT

Obat-obatan ini adalah anti-prostaglandin, yang bekerja untuk menghentikan efek kram, membantu meringankan ketidaknyamanan saat dismenore, dan aliran lebih lancar.

NSAID dapat pula diminum 1-2 hari sebelum menstruasi.

"Sekitar 12 jam sebelum menstruasi, saya mengkonsumsi ibuprofen dosis rendah," kata Jaime Goldstein, M.D., dokter kandungan di Bronx-Lebanon Hospital Center.

5. Memijat Menggunakan Minyak Esensial

Foto: Minyak Esensial

Terapi pijat selama kurang lebih 20 menit merupakan salah satu cara meredakan nyeri haid.

Melansir Iranian Journal of Nursing and Midwifery Research para peneliti menemukan pijatan secara signifikan mengurangi rasa nyeri haid.

Terapi pijat untuk menstruasi melibatkan penekanan titik-titik tertentu. Moms dapat memijat di sekitar perut dan punggung menggunakan minyak esensial.

ADVERTISEMENT

6. Konsumsi Teh Kamomil

Foto: Teh Kamomil (Orami Photo Stock)

Cara meredakan nyeri haid yang satu ini dianggap efektif dan alami. Minumlah dua cangkir teh kamomil per hari seminggu sebelum menstruasi.

Moms bisa mendapatkan keuntungan lebih jika meminumnya setiap bulan.

Sebuah penelitian melaporkan bahwa teh kamomil meningkatkan kadar glisin dalam urin, yang membantu meredakan kejang otot. Glisin juga bertindak sebagai relaksan saraf.

7. Minum Air Hangat

Foto: Air Hangat (Orami Photo Stock)

Minum air membuat tubuh menghindari perut kembung yang dapat menyakitkan selama menstruasi.

Minum air hangat merupakan salah satu cara meredakan nyeri haid.

Air hangat atau panas lebih baik untuk mengatasi kram, karena cairan panas meningkatkan aliran darah ke kulit dan dapat mengendurkan otot yang kram.

8. Hindari Camilan Tidak Sehat

Foto: Ilustrasi Camilan Tidak Sehat

Cara meredakan nyeri haid selanjutnya, yaitu hindari konsumsi camilan tidak sehat.

Meskipun brownies atau kentang goreng mungkin terdengar enak, makanan tinggi gula, lemak trans, dan garam dapat menyebabkan kembung dan pembengkakan.

Bahan-bahan inilah yang membuat nyeri otot dan kram semakin parah.

Jika Moms ingin ngemil, sebaiknya konsumsi camilan sehat seperti seperti buah pisang.

9. Yoga

Foto: Yoga untuk Kesehatan

Latihan yoga secara teratur merupakan salah satu cara meredakan nyeri haid.

Baik peregangan otot atau efek relaksasi dari gerakan yoga dapat memperlancar aliran darah saat menstruasi.

10. Akupunktur

Foto: Akupunktur

Melansir Cochrane Library para ahli telah mengamati efek akupunktur sebagai salah satu cara meredakan nyeri haid.

Akupunktur dapat membantu meredakan kram. Metode ini dianggap dapat merilekskan sistem saraf, memungkinkan lebih banyak darah mengalir ke organ dalam, dan meredakan peradangan.

Baca Juga: Waspadai Kram Perut Selama Kehamilan!

Kapan Harus ke Dokter?

Foto: Konsultasi Dokter (Health3-0.com)

Moms harus menghubungi dokter, jika mengalami nyeri parah dan pendarahan yang sangat berat.

Temui dokter jika rasa sakit secara konsisten menghalangi Moms untuk melakukan aktivitas sehari-hari dan rasa sakit semakin memburuk, atau pendarahan semakin berat, seiring waktu.

Baca Juga: Kenali Tipe Dismenore, Nyeri Rahim Saat Menstruasi

Jelang periode menstruasi, meringankan gejala nyeri haid menjadi tantangan tersendiri.

Namun, informasi cara meredakan nyeri haid di atas semoga bermanfaat bagi Moms untuk mengurangi gejala dismenore pada periode menstruasi berikutnya.

Selamat mencoba di rumah ya, Moms!

  • https://www.everydayhealth.com/treatment/womens-health/ways-to-relieve-period-cramps/
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/11687142
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3093183/
  • https://www.healthline.com/health/womens-health/menstrual-cramp-remedies
  • https://www.cochranelibrary.com/cdsr/doi/10.1002/14651858.CD007854.pub3/full

Sebelumnya

Ada 3 Jenis Buta Warna dan Ragam Penyebabnya, Yuk Cari Tahu!
Amelia Riskita • 17 Okt 2022

Selanjutnya

17 Minuman Pembersih Paru-Paru untuk Hilangkan Lendir, Bernapas Jadi Lebih Mudah!
Defara Millenia • 17 Okt 2022

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

Artikel Terkait
Artikel Pilihan Editor

ADVERTISEMENT