ADVERTISEMENT

KESEHATAN UMUM
22 Juni 2022

Kenali Nistagmus: Penyebab, Gejala, Diagnosis, dan Cara Mengatasi

Bisa saja terjadi secara permanen
Artikel ditulis oleh Nevy
Disunting oleh Karinta

Nistagmus paling sering memengaruhi kedua mata. Kondisi ini biasanya berlangsung dalam beberapa detik atau permanen.

Ada dua jenis nistagmus. Pada optokinetik, gerakan mata seperti berayun ke depan dan ke belakang.

Jenis lebih umum yaitu vestibular ditandai dengan mata yang melayang perlahan ke satu arah dan menyentak kembali ke arah lain.

Vestibular adalah kondisi yang terjadi akibat adanya gangguan pada telinga bagian dalam.

Terkait dengan penjelasan, gejala, dan langkah mengatasinya, simak ulasan lengkapnya di bawah ini!

Nistagmus pada Anak-Anak dan Orang Dewasa

Foto: Pemeriksaan Mata (Istockphoto)

ADVERTISEMENT

Penyakit ini dapat terjadi pada siapa pun, tidak terkecuali anak-anak. Pada anak-anak, kondisi terjadi akibat kelainan bawaan lahir.

Ini perbedaan penyakit yang terjadi pada anak-anak dan orang dewasa:

Anak-Anak

Penyakit disebut dengan nistagmus kongenital. Jenis ini terjadi pada bayi yang berusia antara 6 minggu hingga 3 bulan.

Anak-anak dengan kondisi ini cenderung mengalami penyakit di kedua mata, yang bergerak dari sisi ke sisi.

Penyebab pasti belum diketahui. Terkadang penyakit diwariskan atau diturunkan dari orang tua ke anak-anak.

Anak-anak dengan penyakit ini biasanya tidak melihat dengan pandangan ganda. Namun, mereka mengalami penglihatan kabur.

Orang Dewasa

Kondisi ini terjadi di kemudian hari. Sebagian besar faktor pemicunya adalah pola hidup yang dijalani, termasuk penggunaan narkoba dan alkohol.

Tidak seperti anak-anak dengan penglihatan kabur, orang dewasa sering merasakan bahwa lingkungan sekitarnya terasa berputar.

Baca juga: 9 Jenis Penyakit Mata, Dari yang Ringan hingga Parah!

Gejala Nistagmus

Gejala dapat mempengaruhi satu atau kedua mata sekaligus. Berikut ini gejala yang umum dialami oleh penderita:

  • Gerakan mata yang tidak terkendali
  • Penglihatan goyah atau kabur
  • Masalah keseimbangan
  • Pusing
  • Sensitivitas cahaya
  • Masalah penglihatan di malam hari

Jika mengalaminya, penderita mungkin memegang kepala dalam posisi miring guna meningkatkan fokus dan membantu penglihatan agar menjadi lebih jelas.

Penyebab Nistagmus

ADVERTISEMENT

Otak mengontrol gerakan mata. Mata bergerak secara otomatis untuk menyesuaikan saat menggerakkan kepala.

Ini menstabilkan gambar yang dilihat sehingga gambar menjadi lebih tajam.

Pada penderita, area otak yang mengontrol gerakan mata tidak berfungsi dengan baik.

Dalam beberapa kasus, diketahui apa yang menjadi penyebabnya. Namun, dalam kasus lain, nistagmus terkait dengan masalah mata lainnya.

Melansir dari American Academy of Ophthalmology berikut ini beberapa kondisi yang bisa dikaitkan dengan penyakit:

  • Memiliki riwayat keluarga nistagmus
  • Albinisme (kurangnya warna atau pigmentasi di kulit)
  • Berbagai macam masalah mata pada bayi dan anak-anak, termasuk katarak, strabismus dan masalah fokus
  • Masalah telinga bagian dalam, seperti penyakit Meniere
  • Sklerosis ganda
  • Stroke yang umumnya diturunkan dari kedua orang tua
  • Cedera kepala yang umumnya dialami pada remaja
  • Penggunaan obat-obatan tertentu, seperti lithium atau obat antikejang
  • Alkohol atau penggunaan narkoba

Baca juga: 6 Nutrisi untuk Mata yang Kita Butuhkan Setiap Hari, Tak Hanya Vitamin A, Lho!

Diagnosis Nistagmus

Nistagmus didiagnosis oleh dokter mata. Mereka akan memeriksa bagian dalam mata dan menguji penglihatan penderita.

Dokter mata juga akan mencari masalah mata lain yang mungkin terkait dengan penyakit.

Masalah-masalah ini dapat mencakup strabismus (mata tidak sejajar), katarak (lensa mata berkabut), atau masalah dengan retina mata atau saraf optik.

Salah satu cara untuk melihat nistagmus adalah dengan memutar tubuh seseorang selama sekitar 30 detik, berhenti, kemudian meminta mereka untuk mencoba menatap suatu objek.

Jika mereka memiliki nistagmus, mata akan bergerak perlahan ke satu arah, kemudian bergerak cepat ke arah yang berlawanan.

Tes lain yang dapat digunakan untuk mendiagnosis penyakit yaitu:

  • Rekaman gerakan mata untuk melihat detail gerakan
  • Pemeriksaan telinga
  • Pemeriksaan neurologis
  • Pencitraan untuk mendapatkan gambar otak, termasuk computerized tomography (CT) scan dan magnetic resonance imaging (MRI)

Langkah Perawatan yang Dilakukan

Foto Pemeriksaan Mata (Istockphoto)

Ada beberapa perawatan nistagmus yang umum dilakukan.

Langkah perawatan tergantung pada penyebab, riwayat kesehatan, dan preferensi pribadi.

Melansir dari Cleveland Clinic berikut ini beberapa langkah perawatan umum yang dilakukan untuk mengatasi penyakit:

Penggunaan Kacamata atau Lensa Kontak

Penglihatan yang lebih jelas dapat membantu memperlambat gerakan mata cepat yang terkait dengan penyakit.

Dengan begitu gejala berhasil dikelola tanpa prosedur lanjutan.

Konsumsi Obat-Obatan

Beberapa obat dapat mengurangi gejala nistagmus pada orang dewasa.

Obat termasuk gabapentin (antiseizure), baclofen (pelemas otot) dan onabotulinumtoxina (Botox®).

Obat-obatan hanya diperbolehkan digunakan untuk orang dewasa.

Operasi Otot Mata

Dalam kasus yang jarang terjadi, operasi otot mata mungkin direkomendasikan.

Selama prosedur ini, ahli bedah memposisikan ulang otot-otot yang menggerakkan mata.

Jenis operasi ini tidak menyembuhkan penyakit, tetapi dapat menjaga kepala dalam posisi yang lebih nyaman, sehingga membatasi gerakan mata.

Operasi Koreksi Penglihatan

Jika menderita nistagmus yang dibarengi dengan rabun jauh, operasi koreksi penglihatan laser seperti LASIK dapat membantu menunjang penglihatan.

Meskipun prosedur tidak menyembuhkan penyakit seluruhnya, tetapi bermanfaat untuk meningkatkan penglihatan penderita sehingga gejala dapat dikurangi.

Baca juga: 9 Rekomendasi Dokter Mata di Tangerang, Ada Dokter Mata untuk Anak Juga!

Pada sebagian besar pasien, nistagmus tidak dapat dicegah.

Namun, langkah pencegahan tetap dapat dilakukan dengan mengidentifikasi penyebab yang mendasarinya.

Orang yang berisiko juga disarankan sesegera mungkin mengambil langkah perawatan yang tepat.

Obat-obatan yang menyebabkan nistagmus dapat dihentikan dan pengobatan alternatif harus diresepkan.

Itulah penjelasan lengkap tentang nistagmus. Meski tidak dapat hilang sepenuhnya, perawatan yang tepat memungkinkan penderita melihat dengan lebih baik.

  • https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/nystagmus
  • https://www.aao.org/eye-health/diseases/what-is-nystagmus
  • https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/22064-nystagmus
  • https://medlineplus.gov/ency/article/003037.htm

Sebelumnya

Malabsorbsi, Kondisi Usus Kecil Tidak Dapat Menyerap Cukup Nutrisi dan Cairan
Chrismonica • 22 Jun 2022

Selanjutnya

15+ Manfaat Ikan Salmon dan Cara Pengolahan yang Lezat
Dresyamaya Fiona • 23 Jun 2022

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

Artikel Terkait
Artikel Pilihan Editor

ADVERTISEMENT