Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Tanya Pakar | Mar 5, 2018

Apa Gejala dan Penyebab Anxiety (Kecemasan)?

Bagikan


Tanya:

Kenapa saya selalu seperti orang ketakutan kalau pergi keluar dari rumah dok? Saya tidak berani pergi sendirian, tadinya sama sekali saya tidak bisa bawa motor maupun mobil tapi sekarang sudah mulai berani dok walau tetep tidak bisa ke mana-mana sendiri.

Perasaan seperti takut kenapa-kenapa dengan saya, ketika saya mulai ketakutan mulai napas sesak, dada kiri terasa penuh, mata terasa ngeblur seperti mau pingsan. Tapi tidak pernah sampai pingsan.

Ketika saya lawan malah semakin jadi, tapi ketika saya rileks jadi lumayan mereda gejalanya. Ketika sepulang dari luar atau saat sudah dekat dengan rumah mulai perlahan-lahan saya membaik lagi. Apa yang saya alami sebenernya? Dan apa yang harus saya lakukan?

Jawab:

Anxiety atau kecemasan adalah emosi normal manusia yang dialami oleh setiap orang. Banyak orang merasa cemas, atau gugup, ketika menghadapi masalah di tempat kerja, sebelum mengambil ujian, atau membuat sebuah keputusan penting, namun gangguan kecemasan adalah berbeda.

Kecemasan dapat menyebabkan distres sedemikian rupa sehingga mengganggu kemampuan seseorang untuk menjalani hidup normal. Terdapat beberapa jenis gangguan kecemasan, diantaranya gangguan panik, gangguan obsesif kompulsif, gangguan stress pasca trauma, gangguan kecemasan sosial, fobia spesifik, dan gangguan kecemasan umum.

Gangguan kecemasan merupakan penyakit mental yang serius. Seseorang yang mengalami kecemasan memiliki kekhawatiran dan ketakutan yang konstan dan luar biasa bahkan dapat membuat lumpuh.

Gejala Anxiety (Kecemasan)

Beberapa gejala yang termasuk gangguan kecemasan adalah :

• Takut luar biasa tiba-tiba

• Berkeringat

• Gemetar

• Sesak napas

• Rasa tersedak

• Nyeri dada

• Mual

• Pusing

• Sebuah perasaan terlepas dari dunia (derealisasi)

• Takut mati

• Mati rasa atau kesemutan di anggota badan atau seluruh tubuh

• Kedinginan atau muka memerah

Penyebab Anxiety (Kecemasan)

Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan kecemasan, diantaranya :

• Stres di tempat kerja

• Stres di sekolah

• Stres dalam hubungan pribadi seperti pernikahan

• Stres terhadap keuangan

• Stres akibat trauma emosional seperti kematian orang yang dicintai

• Stres akibat penyakit medis yang serius

• Efek samping pengobatan

• Penggunaan obat terlarang, seperti kokain

• Gejala dari penyakit medis (seperti serangan jantung, stroke panas, hipoglikemia)

• Kekurangan oksigen - Dalam keadaan beragam seperti penyakit ketinggian tinggi, emfisema, atau emboli paru (bekuan darah dengan pembuluh paru-paru)

Kecemasan biasanya dapat dihilangkan dengan berbagai cara, diantaranya seperti :

• Terapi

• Meditasi

• Hipnotis

Mungkin Anda dapat mencoba beberapa tips untuk mengatasi serangan panik dan gangguan cemas yang Anda alami, seperti :

-Cobalah untuk menarik napas dalam dan perlahan-lahan saat serangan

-Ingatkan diri Anda bahwa Anda tidak sedang dalam keadaan bahaya

-Cobalah untuk membiasakan diri menghadapi hal-hal yang menjadi sumber ketakutan Anda, hingga Anda dapat mengontrol perasaan takut tersebut

-Carilah hobi yang mampu membuat Anda melupakan kecemasan

-Melatih ketrampilan interpersonal dalam berhubungan dengan orang lain

-Berolahraga

-Meditasi

Pengobatan gangguan cemas memang memerlukan waktu. Pada tahapan awal pasien biasanya diberikan obat antidepresan dan terkadang diberikan sejenis obat penenang

Hal ini karena pada minggu-minggu awal antidepresan belum bekerja secara optimal untuk menghilangkan kecemasan yang dialami. Dua minggu biasanya mulai ada perbaikan dan terapi biasanya dinilai setelah dua bulan apakah ada kemajuan atau tidak. Jika tidak ada kemajuan, dokter bisa menambah dosis antidepresan atau menggantinya dengan antidepresan golongan lain.

Pengobatan gangguan kecemasan biasanya ditargetkan sampai gejala bisa hilang sama sekali atau terkontrol dengan pengobatan, pada beberapa kasus obat diteruskan sampai 6 bulan lepas gejala atau sampai 18 bulan (sumber dari berbagai literatur pengobatan gangguan kecemasan).

Pemakaian obat lama dalam kedokteran jiwa memang hal yang biasa. Kita pahami memang gangguan kejiwaan tidak hanya berhubungan dengan faktor biologis di otak sehingga selain obat juga dapat dilakukan terapi lain seperti relaksasi, meditasi, hipnosis medik atau psikoterapi. Tentunya dokter yang menangani yang bisa mendapatkan sekiranya pengobatan yang cocok.

Jika saat ini kondisi belum stabil, maka lihat apakah pengobatan sudah dilakukan dengan benar, artinya apakah makan obatnya teratur, lalu bagaimana kondisi lingkungan, apakah ada faktor-faktor pemicu yang masih signifikan memicu cemas. Hal ini perlu dibicarakan dengan dokter yang merawat.

Dijawab oleh dr. Adnan Yusuf

Sumber: meetdoctor.com

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.