Scroll untuk melanjutkan membaca

KESEHATAN UMUM
27 Mei 2022

Adakah Bahaya Jahe untuk Asam Lambung?

Benarkah tidak diperbolehkan dikonsumsi untuk penderita asam lambung?
Adakah Bahaya Jahe untuk Asam Lambung?

Banyak orang menyukai aroma dan manfaatnya, tapi ada juga yang menganggapnya bahaya, terutama para penderita asam lambung. Benarkah berbahaya dan apa bahaya jahe untuk asam lambung?

Jahe banyak digunakan sebagai salah satu bumbu dapur untuk beberapa jenis masakan, salah satunya masakan khas Cina.

Namun, jahe juga banyak digunakan sebagai salah satu obat herbal dalam pengobatan tradisional Cina untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit.

Jenis herbal dari akar yang satu ini memiliki sifat anti-inflamasi serta kaya akan antioksidan dan beberapa senyawa kimia lainnya.

Inilah yang membuat jahe menjadi salah satu obat herbal yang dipercaya paling mujarab.

Melansir Healthline, biasanya para tabib Cina memanfaatkan sifat anti-inflamasinya dalam dosis yang kecil.

Karena rupanya, kondisi atau gejala pasien bisa memburuk jika mengonsumsi jahe terlalu banyak.

Jahe juga mengandung senyawa fenoliknya dikatakan dapat meredakan iritasi gastrointestinal dan mengurangi kontraksi lambung.

Ini artinya, jahe dapat digunakan untuk mengurangi kemungkinan asam lambung naik hingga ke kerongkongan.

Jahe juga dapat mengurangi mual, mencegah nyeri otot, dan meredakan pembengkakan. Jadi sebenarnya apa bahaya jahe bagi asam lambung? Simak terus ulasan berikut, ya Moms.

Baca juga: 8+ Manfaat Minum Jahe untuk Kesehatan, Bisa Atasi Perut Kembung, Nyeri Sendi, Hingga untuk Diet, Lho!

Bahaya Jahe untuk Asam Lambung dan Faktanya

Bahaya Jahe untuk Asam Lambung - Medical News Today

Foto: Bahaya Jahe untuk Asam Lambung - Medical News Today (medicalnewstoday.com)

Foto: medicalnewstoday.com

Banyak orang dapat dengan aman menggunakan jahe segar atau teh celup yang dibeli di toko. Karena pada umumnya, jahe memang aman dikonsumsi oleh sebagian orang.

Namun, beberapa orang mungkin dapat mengalami efek samping ringan, termasuk mulas, diare, gas, dan sakit perut, setelah mengonsumsinya.

Kondisi itulah yang mungkin menjadi pemicu munculnya banyak opini tentang bahaya jahe untuk asam lambung.

Namun, sebelum membahas lebih lanjut tentang hal itu, yuk kenalan lebih jauh dengan jahe.

Jahe memiliki sejarah panjang dalam penggunaannya sebagai obat tradisional.

Tanaman jenis akar ini telah digunakan untuk membantu mengatasi masalah pencernaan, mengatasi mual, dan membantu melawan flu dan pilek.

Jahe juga dikenal dengan aromanya yang khas dan rasanya yang unik. Semua dia dapatkan dari minyak alaminya.

Tapi, di samping itu kandungan paling penting dalam jahe adalah gingerol atau senyawa bioaktif utama yang bertanggung jawab atas sifat obat pada jahe.

Jahe juga dapat mengurangi peradangan. Melansir Healthline, sebuah studi 2011 menemukan bahwa peserta yang mengonsumsi suplemen jahe selama satu bulan mengalami pengurangan gejala peradangan.

Sifat anti-inflamasi ini sangat menarik bagi para peneliti, terutama dalam hal refluks asam. Ini karena peradangan di kerongkongan adalah karakteristik utama dari kondisi tersebut.

Meskipun sifat anti-inflamasi jahe dapat membuatnya efektif melawan refluks asam, namun sampai saat ini belum ada keterangan medis yang dapat mendukung kondisi tersebut.

Bahkan, keterangan medis tentang bahaya jahe untuk asam lambung pun belum ada. Para peneliti masih menyelidiki keamanan umum jahe dan khasiat obat apa pun yang mungkin dimilikinya.

Saat ini, penelitian tentang jahe terutama terbatas pada kemampuannya untuk mengurangi rasa mual.

Selain itu, jahe juga diketahui mengandung antioksidan dan senyawa kimia lainnya yang baik untuk kesehatan.

Melansir WebMD, jahe segar bahkan mengandung banyak nutrisi yang baik untuk tubuh. Seperempat cangkir irisan jahe segar mengandung:

  • Kalori: 19
  • Protein: Kurang dari 1 gram
  • Lemak: Kurang dari 1 gram
  • Karbohidrat: 4 gram
  • Serat: Kurang dari 1 gram
  • Gula: 0 gram

Jahe segar juga mengandung sedikit zat besi, selain vitamin C.

Sementara 1 sendok teh jahe kering mengandung:

  • Kalori: 6
  • Protein: 0 gram
  • Lemak: Kurang dari 1 gram
  • Karbohidrat: 1 gram
  • Serat: Kurang dari 1 gram
  • Gula: 0 gram

Jahe kering juga mengandung sedikit zat besi.

Baca Juga: 6 Ragam Manfaat Jahe Untuk Kesehatan

Bahaya Jahe untuk Asam Lambung Selama Masa Kehamilan

Amankah Minum Jahe Merah Saat Hamil 2.jpg

Foto: Amankah Minum Jahe Merah Saat Hamil 2.jpg (https://parenting.firstcry.com/)

Foto: Orami Photo Stock

Selain banyak digunakan sebagai bumbu dapur, jahe juga banyak dimanfaatkan untuk mengatasi beberapa masalah kesehatan. Salah satunya sebagai obat alami asam lambung.

Beberapa metode biasanya digunakan untuk mengatasi masalah tersebut, di antaranya jahe bisa dikupas, lalu diparut, diiris, dipotong dadu, dan digeprek lalu dimasak.

Selain itu, jahe juga bisa dimakan mentah, direndam dalam air untuk membuat teh jahe, atau ditambahkan ke sup, tumis, salad, atau makanan lainnya.

Jahe juga tersedia dalam bentuk bubuk, kapsul, minyak, atau teh.

Meski begitu, beberapa ahli mengganggap jahe tidak cukup aman digunakan oleh para ibu hamil.

Para ahli khawatir penggunaan jahe sebagai obat dapat meningkatkan risiko keguguran, terutama jika digunakan dalam dosis tinggi.

Namun, melansir Medical News Today, sebuah studi telah memeriksa sebanyak 1.020 partisipan yang menggunakan jahe selama kehamilan.

Hasil dari studi tersebut menemukan fakta lain, bahwa menggunakan jahe selama kehamilan tidak meningkatkan berbagai kemungkinan:

Namun, ibu hamil tetap harus berkonsultasi dengan penyedia layanan kesehatan sebelum mengonsumsi jahe.

Selain itu diketahui jahe juga dapat menimbulkan beberapa efek samping seperti:

  • Gas
  • Maag
  • Sakit perut
  • Iritasi mulut

Namun, efek samping ini dapat dihindari jika jahe dikonsumsi dalam dosis kecil. Setidaknya, gunakan jahe untuk pengobatan tidak lebih dari 5 gram per hari.

Baca Juga: Amankah Minum Jahe Merah Saat Hamil? Simak Penjelasannya di Sini

Itulah informasi yang bisa Moms ketahui tentang jahe. Yang penting untuk diingat adalah, sampai saat ini belum ada penelitian atau bukti medis tentang bahaya jahe untuk asam lambung.

Bahkan, jahe banyak digunakan untuk mengatasi masalah asam lambung.

Secara umum, jahe sangat bermanfaat jika digunakan dalam dosis kecil, bahkan bisa digunakan sebagai pengobatan aman dan efektif.

Seperti banyak pengobatan alternatif, buktinya agak kurang. Diperlukan lebih banyak penelitian untuk mengevaluasi kemanjuran yang sebenarnya.

  • https://www.healthline.com/health/digestive-health/ginger-for-acid-reflux#takeaway
  • https://www.webmd.com/vitamins-and-supplements/ginger-uses-and-risks#:~:text=Studies%20found%20that%20taking%20ginger,miscarriage%2C%20especially%20in%20high%20doses.
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/ginger-tea-side-effects#summary
  • https://www.webmd.com/diet/health-benefits-ginger

Copyright © 2023 Orami. All rights reserved.