28 Mei 2023

Balita Makan Daging Kambing, Amankah untuk Pencernaan?

Lebih baik daging kambing disajikan bukan sebagai hidangan utama

Daging kambing memang jadi salah satu bahan yang bisa dibuat beragam menu lezat. Lalu, amankah balita makan daging kambing?

Daging kambing mengandung beberapa nutrisi yang dibutuhkan bagi tubuh.

Dinilai lebih sehat lantaran rendah lemak jenuh dan kolesterol dibandingkan daging ayam dan sapi.

"Daging kambing adalah alternatif daging yang sehat dari daging sapi dan ayam, karena mengandung lebih sedikit kalori, lemak, dan kolesterol," kata ahli diet Anar Allidina, dikutip Global News.

"Daging kambing memiliki lebih banyak zat besi, protein yang sebanding. Daging kambing jelas mengandung nutrisi yang lebih unggul," tambahnya.

Namun, mungkin menjadi sebuah kebingungan tersendiri bagi Moms, apakah aman balita makan daging kambing atau daging merah?

Simak jawaban balita makan daging kambing dalam artikel ini untuk menjawab keraguan Moms, ya!

Baca Juga: Menggugurkan Kandungan dengan Jeruk Nipis, Mitos atau Fakta?

Amankah Balita Makan Daging Kambing?

Balita Makan Daging Kambing
Foto: Balita Makan Daging Kambing (foodbusinessnews.net)

Penting diketahui, bahwa anak perlu mendapatkan asupan zat besi yang cukup per harinya.

Zat besi adalah nutrisi penting untuk tumbuh kembang Si Kecil.

Nutrisi ini membantu memindahkan oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh dan membantu otot menyimpan serta menggunakan oksigen.

Namun, banyak orang tua menganggap bahwa kandungan zat besi tinggi hanya bisa didapatkan dengan makan daging merah, termasuk daging kambing.

Padahal, daging merah mungkin sulit untuk dikonsumsi balita.

Faktanya, balita bisa mendapatkan banyak zat besi tanpa mengonsumsi daging merah.

"Banyak sumber zat besi dari makanan vegetarian, dan daging bisa sulit dikunyah oleh anak-anak," kata Kathleen Zelman, MPH, ahli diet terdaftar dan juru bicara Asosiasi Diet Amerika, mengutip Parents.

Meskipun daging merah mengandung zat besi yang mudah diserap, balita dapat memenuhi kebutuhan zat besi lainnya.

Selain balita makan daging kambing, berikut sumber zat besi yang juga bisa dipertimbangkan:

  • Sereal dan roti
  • Bayam
  • Kacang-kacangan
  • Telur
  • Ikan jenis tertentu
  • Daging unggas gelap

Dengan demikian, balita makan daging kambing dibolehkan namun dengan diimbangi sumber zat besi lainnya yang mudah dicerna.

Baca Juga: 7 Resep Bumbu Sate yang Enak untuk Sate Kambing, Sapi, dan Ayam!

Dampak Konsumsi Daging Merah Berlebihan

Anak sedang Makan (Orami Photo Stock)
Foto: Anak sedang Makan (Orami Photo Stock)

Ask Dr. Sears, sebuah situs yang dikelola oleh para dokter dan ahli kesehatan dari keluarga Sears, mengatakan bahwa masalah lain dari mengonsumsi daging merah adalah kandungan seratnya yang rendah.

Balita dan anak-anak prasekolah sering memiliki masalah sembelit, sehingga mereka butuh makanan tinggi serat yang tidak ada pada daging merah.

"Bahkan kualitas protein dalam daging merah kurang dibanding putih telur, ikan, dan produk susu," jelas situs tersebut.

Sedangkan, menurut Healthy Children, anak usia 2 tahun harus makan 28 g daging per hari.

Hal ini termasuk daging merah yang sebaiknya rendah atau tanpa lemak, sebagai sumber protein dan vitamin, terutama zat besi, untuk anak.

Hati-hati terhadap kekurangan zat besi setelah anak-anak mencapai usia 1 tahun.

Ini dapat mempengaruhi perkembangan fisik, mental, perilaku anak, dan juga dapat menyebabkan anemia.

Baca Juga: 5 Resep MPASI Ayam untuk Bayi, Mudah dan Bergizi!

Cara Menyajikan Daging Kambing untuk Balita

Balita Makan di Kursi Makan
Foto: Balita Makan di Kursi Makan (parents.com)

Tidak ada salahnya bila Moms sesekali memberikan anak sedikit daging merah, untuk menambah asupan zat besinya.

Apalagi, dalam studi di Journal of Pediatric Gastroenterology and Nutrition, risiko anemia pada anak-anak berusia 1,5-3 tahun karena konsumsi daging merah yang rendah.

Namun, cobalah menyajikan daging merah dalam porsi kecil dan bukan sebagai hidangan utama.

Pastikan untuk memilih potongan yang paling kecil dan singkirkan semua lemak yang Moms lihat.

"Pilih potongan daging sapi dengan jumlah total lemak jenuh terendah," jelas Dr. Sears.

Selain itu, saat memasak daging, gunakan metode dibakar ketimbang digoreng untuk menghilangkan lebih banyak lemak.

Baca Juga: Bolehkah Ibu Menyusui Makan Sate Kambing? Berikut Penjelasan Lengkapnya

Jadi, balita makan daging merah aman-aman saja asal tidak berlebihan dan mudah dicerna ya, Moms.

Pada akhirnya, konsumsi zat besi yang paling sehat untuk anak-anak atau orang dewasa adalah sayur-sayuran dan aneka makanan laut, lho!

  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/24280989/
  • https://kidshealth.org/en/parents/anemia.html
  • https://www.healthychildren.org/English/ages-stages/toddler/nutrition/Pages/Serving-Sizes-for-Toddlers.aspx
  • https://www.parenting.com/baby/ask-dr-sears-red-meat-consumption/
  • https://www.parents.com/toddlers-preschoolers/feeding/healthy-eating/10-facts-you-must-know-about-feeding-your-kids/
  • https://globalnews.ca/news/4616275/goat-meat-healthy/

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.