Kesehatan

14 April 2021

Ini 8 Dampak Buruk Body Shaming, Jangan Anggap Remeh!

Menerima hinaan secara fisik dapat membuat orang membenci tubuh mereka
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Defara Millenia
Disunting oleh Adeline Wahyu

Body shaming merupakan tindakan mempermalukan seseorang berdasarkan bentuk tubuhnya.

Umumnya, body shaming dilakukan dengan membuat pernyataan kritis atau mengejek tentang kekurangan tubuh seseorang.

Pernyataan kritis atau ejekan karena “terlalu gemuk” atau “terlalu kurus”.

Mengomentari secara negatif tentang ukuran atau bentuk tubuh seseorang dapat menyakiti, menyebabkan seseorang merasa harga dirinya rendah, serta gangguan kesehatan mental.

Tidak dapat dipungkiri bahwa body shaming bisa terjadi pada siapa saja, baik laki-laki maupun wanita.

Bahkan pelaku body shaming pun tidak memandang usia karena sering kali dilakukan kepada anak usia remaja bahkan orang tua sekalipun.

Mengutip National Library of Medicine, body shaming lebih banyak ditunjukkan oleh wanita daripada laki-laki. Selain itu, body shaming lebih sering dilakukan melalui media sosial.

Body shaming sering dilontarkan dengan nada bercanda. Meskipun seringkali hanya sedang bercanda, tapi mengejek fisik orang lain bisa merusak mental orang tersebut.

Ciri-Ciri Body Shaming

Cara Mengatasi Kesedihan Karena Kehilangan Kehamilan 2.jpg

Foto: Orami Foto Stock

Nah Moms, ini ciri-ciri body shaming yang sering sekali dilakukan tindak sadar.

1. Mengkritik Penampilan Diri Sendiri.

Body shaming tidak hanya diungkapkan kepada orang lain. Namun, tindakan body shaming bisa dilakukan terhadap diri sendiri.

Tindakan ini seperti membandingkan diri sendiri dengan orang lain.

2. Mengkritik Penampilan Orang Lain

Tindakan body shaming ini sering dilakukan secara sengaja maupun tidak sengaja.

Body shaming yang secara tidak sengaja sering dianggap bercandaan oleh pelaku.

Meski tujuannya adalah bercanda atau agar mereka memulai kebiasaan sehat, nyatanya hal ini bisa menimbulkan efek negatif.

3. Mengkritik Penampilan Orang Lain Tanpa Sepengetahuan Mereka

Tindakan ini bisa disebut menyindir dengan membandingkan orang lain. Body shaming ini bisa memberikan dampak buruk salah satunya membuat seseorang kurang percaya diri di depan umum.

Tidak peduli bagaimana tindakan body shaming terwujud, sering kali mengarah pada perbandingan dan rasa malu.

Tahukah Moms bahwa body shaming atau menghina fisik seseorang memiliki dampak buruk?

Baca Juga: 3 Jenis Olahraga yang Bisa Hilangkan Depresi

Dampak Buruk Body Shaming

Ternyata,-Ini-Gejala-Fisik-yang-Terlihat-saat-Alami-Depresi.jpg

Foto: Orami Foto Stock

Dampak akibat dari tindakan body shaming akan membawa pengaruh negatif kepada korban. Berikut ini dampak buruk dari body shaming.

1. Membuat Seseorang Membenci Tubuhnya

Menerima hinaan secara fisik dapat membuat orang membenci tubuh mereka.

Menurut sebuah penelitian, mempermalukan fisik akan mengarah pada citra tubuh yang buruk dan harga diri yang rendah.

Pada akhirnya, orang-orang tidak termotivasi untuk merawat tubuhnya dan merasa tidak percaya diri untuk tampil di depan umum.

Kondisi ini terjadi karena korban merasa malu terhadap bentuk tubuhnya.

2. Menyebabkan Depresi

Perasaan malu karena tubuhnya bisa menyebabkan depresi dan efek psikologis negatif lainnya.

Studi menunjukkan bahwa diskriminasi dapat meningkatkan depresi dan bahkan memicu pikiran dan perilaku bunuh diri.

Tak hanya itu, penelitian juga menunjukkan bahwa orang yang depresi mengalami kenaikan berat badan lebih cepat daripada mereka yang tidak mengalami depresi.

Baca Juga: Anak Ussy Sulistiawaty Dibully di Medsos, Begini 7 Cara Hadapi Cyberbullying Pada Anak

3. Meningkatkan Risiko Sindrom Metabolik

Sindrom metabolik tidak selalu memperlambat metabolisme tetapi dapat menyebabkan tekanan darah tinggi, lemak perut, dan kadar gula darah tinggi.

Penelitian menunjukkan bahwa orang yang menerima hinaan terkait berat badan memiliki risiko sindrom metabolik tiga kali lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang tidak didiskriminasi.

Orang yang mengalami sindrom metabolik rentan terkena penyakit jantung, stroke, dan gangguan pembuluh darah lainnya.

4. Memicu Makan Berlebihan

Mengutip One Plus, para peneliti menemukan bahwa wanita yang kelebihan berat badan berlebihan dan kurang memiliki kontrol atas kebiasaan makan mereka ketika mereka merasa malu.

Melakukan body shaming menyebabkan kerusakan emosional, serta memicu asupan kalori lebih banyak sehingga menghasilkan penambahan berat badan tambahan.

5. Kecemasan Sosial

Gangguan kecemasan sosial, juga disebut fobia sosial.

Fobia sosial adalah ketakutan jangka panjang dan luar biasa terhadap situasi sosial.

Saat korban diintimidasi di depan umum, respons alami adalah menghindari menempatkan diri dalam situasi tersebut. Hal itu dapat berujung pada mengisolasi diri sendiri dan menghindari interaksi sosial.

Baca Juga: Ternyata Kecemasan Berlebih Bisa Jadi Penyebab Diare! Kenali Penyebab Lainnya dan Cara Mencegahnya

6. Merasa Kesepian

Seseorang yang terkena body shaming menjadi merasa tidak mendapatkan dukungan dari dalam dirinya dan siapapun.

Mereka merasa dirinya memiliki banyak kekurangan karena bentuk tubuh yang dimilikinya.

7. Menjadi Tertutup

Antisosial atau yang kerap disebut ansos sering kali ditujukan untuk orang yang menutup diri dan tidak mau bergaul dengan orang lain.

Korban body shaming akan merasakan hal tersebut karena mulai tidak percaya diri dan kesulitan menerima lingkungan baru karena trauma terhadap kritikan yang menyakitkan.

8. Menyakiti Diri Sendiri

Self-injury adalah perilaku menyakiti dan melukai diri sendiri yang dilakukan secara sengaja.

Kondisi ini dapat terjadi pada korban body shaming karena merasa dirinya tidak pantas dan malu terhadap bentuk badannya.

Baca Juga: Jangan Anggap Remeh, Kenali 10 Gejala Depresi yang Dapat Dialami

Mengatasi Body Shaming

sulam lesung pipi

Foto: Orami Foto Stock

Jika Moms pernah mengalami body shaming secara langsung maupun tidak langsung. Ingatlah bahwa Moms tidak sendiri dan masih banyak cara untuk mengatasinya.

Cobalah untuk mengikuti tips-tips di bawah ini:

1. Mengganti Topik

Jika Moms sedang berkumpul atau berbicara dengan seseorang dan mereka melakukan body shaming.

Langkah awal yang harus dilakukan adalah tetap tenang dan mengganti topik pembicaraan.

Moms bisa mengalihkan pembicara sehingga mereka akan berhenti mengkritik. Jika mereka tidak berhenti, Moms bisa meninggalkan perkumpulan tersebut.

2. Setiap Orang Unik

Percayalah setiap orang memiliki ciri khas masing-masing, entah kepribadian atau bentuk tubuh.

Moms harus menunjukkan bahwa keunikan yang ada pada diri merupakan kelebihan yang tidak ada pada diri orang lain.

3. Menjadi Diri Sendiri

Jangan mengubah penampilan Moms karena apa yang dikatakan atau dipikirkan orang lain. Jadilah diri sendiri dan tidak menyalahkan bentuk tubuh yang Moms miliki.

Jika Moms dipermalukan karena berat badan, pertimbangkan cara sehat untuk mengelola kesehatan fisik dan jangan terlalu memaksakan untuk mengurangi maupun menaikkan berat badan.

Baca Juga: Sedang Sedih? Dengarkan Saja 10 Lagu Paling Bahagia Di Dunia

4. Pergi ke Profesional

Moms bicaralah dengan profesional tentang perasaan yang dirasakan. Moms bisa mendapatkan dukungan emosional dan mendapatkan bimbingan sehingga Moms lebih tenang.

Moms ternyata body shaming memberikan dampak buruk yang berbahaya. Mulai sekarang belajar lebih berhati-hati untuk berbicara ya terutama menyangkut fisik seseorang.

Jangan pernah berpikir ketika kita mengomentari tubuh seseorang adalah cara untuk memotivasi karena kita tak pernah tahu bahwa hal itu mungkin saja akan menjadi beban bagi yang menerimanya.

  • https://claritychi.com/body-shaming-in-elderly/
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4167901/
  • https://journals.plos.org/plosone/article?id=10.1371/journal.pone.0070048
  • https://www.healthline.com/nutrition/fat-shaming-makes-things-worse
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait