Trimester 1

26 November 2020

Bolehkah Ibu Hamil Makan Telur Asin? Ini Jawabannya!

Kandungan garam cukup tinggi pada telur asin dapat mengganggu kesehatan janin
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dresyamaya Fiona
Disunting oleh Amelia Puteri

Ibu hamil memang membutuhkan protein lebih tinggi dibandingkan biasanya. Sebuah penelitian melansir Nutrition Research menyebutkan bahwa ibu hamil saat memasuki trimester ketiga kebutuhan protein meningkat 73%.

Protein ini dapat diraih dengan mengonsumsi daging, tahu, susu, makanan laut, kacang-kacangan dan telur.

Bicara soal telur, telur mengandung protein cukup tinggi.

Telur adalah makanan yang hampir disukai oleh semua orang. Kandungan nutrisinya yang baik untuk kesehatan membuat telur menjadi makanan yang bisa diolah menjadi varian yang beragam.

Salah satu jenis telur yang juga menarik perhatian orang Indonesia adalah telur asin. Telur asin atau salted egg bahkan kini bisa diolah menjadi keripik atau dicampurkan dengan ayam dan makanan lainnya.

Meskipun rasanya yang gurih, ibu hamil mungkin bertanya-tanya bolehkah ibu hamil makan telur asin?

Mengingat kandungan natriumnya yang tinggi, nyatanya ibu hamil tidak dapat sembarangan mengonsumsi makanan yang asin. Lengkapnya, simak ulasan berikut ini.

Baca Juga: 4 Bahaya Ibu Hamil Kelebihan Makan Telur Asin

Bolehkah Ibu Hamil Makan Telur Asin?

Bolehkah ibu hamil makan telur asin

Foto: Orami Photo Stock

Telur asin, terbuat dari telur bebek yang diasinkan. Telur asin ini baik dikonsumsi dalam waktu satu bulan. Telur asin mengandung garam cukup tinggi dan perlu diperhatikan ibu hamil.

Orang dewasa setidaknya membutuhkan kurang dari 1 gram garam per hari untuk fungsi tubuh yang normal.

World Population Food mengungkapkan, telur asin memiliki kandungan baik untuk kesehatan seperti protein, lemak, potasium, vitamin B12, dan vitamin A.

Kelebihan dari telur asin lainnya adalah sebagai sumber antioksidan yang baik untuk menangkal radikal bebas dalam tubuh.

Selain itu, telur asin juga membentuk sel-sel baru dan meregenerasi sel-sel yang rusak dari tubuh. Hal ini mengartikan, telur asin dapat meningkatkan metabolisme dalam tubuh.

Namun, dari sekian banyak manfaat telur asin, harus dipahami bahwa telur asin mengandung natrium dan kolesterol yang tinggi.

“Makan telur asin akan berpotensi meningkatkan kadar kolesterol tubuh. Setiap harinya, seseorang tidak harusnya mengonsumsi lebih dari 300 mg kolesterol. Sedangkan, telur asin memiliki kolesterol 300-600 mg per satu,” ujar Dr. Kalpana Bhaskaran, ahli nutrisi dari Temasek Polytechnic.

Selain itu, jumlah natrium dalam telur asin juga cukup tinggi. Sehingga, bila ibu hamil makan telur asin sebaiknya memperhatikan hal ini sebelum memutuskan untuk makan telur asin.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) membatasi asupan garam sebaiknya hanya 5 gram atau setara dengan natrium 2.000 mg per hari.

Ibu hamil yang kekurangan asupan natrium dapat berpengaruh pada janin dan berpotensi berat badan lahir rendah pada bayi. Hal ini akan berpengaruh pada tingginya masalah kesehatan ke depannya.

Namun, perlu dipahami kandungan natrium pada sebutir telur asin adalah 10 gram garam. Artinya, sebutir telur asin sudah melebihi kebutuhan garam setiap harinya.

Jika Moms memiliki kebiasaan makan telur asin, maka dapat meningkatkan asupan natrium di dalam tubuh. Hal ini juga dapat berpengaruh untuk kesehatan Moms dan perkembangan janin di dalam kandungan.

Baca Juga: Makan Garam Berlebihan saat Hamil, Ini Bahayanya

Apa Saja Manfaat Telur Asin Bagi Ibu Hamil?

bolehkah ibu hamil makan telur asin

Foto: Orami Photo Stock

Telur asin dengan rasa gurih ini juga berdampak bagi kesehatan ibu hamil. Selain mengandung kalsium yang tinggi, berikut ini manfaat ibu hamil makan telur asin.

  1. Membentuk dan mempertahankan kepadatan jaringan tulang dan gigi. Mengonsumsi telur asin dapat mencegah osteoporosis dan mempercepat proses pembekuan darah.
  2. Ibu hamil makan telur asin memberikan protein dan energi cukup tinggi. Sehingga dapat menunda lapar.
  3. Bagi ibu hamil, telur asin dapat meminimalisir kram perut karena asupan fosfor dan potasium yang dibutuhkan tubuh terpenuhi.
  4. Regenerasi sel. Telur asin dapat membantu regenerasi sel dalam tubuh secara optimal.
  5. Telur asin mengandung antioksidan yang dapat menangkal radikal bebas dalam tubuh. Ini membantu tubuh untuk tetap sehat dan mencegah kanker.
  6. Kaya akan kandungan vitamin E untuk menjaga kesehatan kulit. Vitamin E pada tubuh berfungsi untuk melawan penyakit kulit seperti jamur, eksim, iritasi dan kulit bersisik.
  7. Ibu hamil makan telur asin dapat menyehatkan mata karena mengandung vitamin A dan vitamin B yang membuat penglihatan menjadi lebih jernih.
  8. Telur asin dapat mengatasi masalah anemia. Kandungan zat besi cukup tinggi dapat mengatasi anemia defisiensi besi. Gejala anemia seperti mual, pusing, kelelahan dapat diatasi dengan mengonsumsi telur asin.

Baca Juga: Konsumsi Garam dan MSG Saat Menyusui, Ketahui 5 Hal Ini

Apa Dampak Buruk Telur Asin Bagi Ibu Hamil?

ibu hamil makan telur asin

Foto: Orami Photo Stock

Namun, meskipun ibu hamil makan telur asin dapat memberikan manfaat untuk ibu hamil, ia juga menimbulkan penyakit bagi tubuh jika dikonsumsi secara berlebihan.

Normalnya, telur asin dikonsumsi setengah butir per harinya agar kadar garam tidak terlalu banyak dikonsumsi tubuh. Mengonsumsi telur asin berlebihan tidak baik bagi kesehatan tubuh.

Telur asin juga berpotensi meningkatkan kadar kolesterol dalam tubuh. Studi dari Diabetes Care Journal pada tahun 2014 lalu mengungkapkan, kadar kolesterol dapat mempengaruhi kehamilan.

Kadar kolesterol yang tinggi meningkatkan risiko preeklamsia pada wanita. Preeklamsia dapat menyebabkan berbagai masalah pada ibu hamil karena mempengaruhi fungsi organ dan aliran darah ke plasenta.

Jadi, pertanyaan "bolehkah ibu hamil makan telur asin" sebaiknya hindari makan telur asin saat hamil. Kalau Moms ngidam dan ingin mencoba sesekali, tidak masalah asalkan tetap memperhatikan porsi yang tepat.

Selain itu, perhatikan asupan makanan lainnya agar tidak mengandung tinggi natrium

Selain kolesterol, telur asin mengandung cukup tinggi garam yang akan menyebabkan kehausan. Dengan banyaknya konsumsi air dan garam, maka ini akan menyebabkan air dan garam menumpuk di dalam tubuh.

Ini cukup berbahaya dan melebihi kapasitas ekskresi ginjal, sehingga menyebabkan edema pada ibu hamil.

Menurut US National Library of Medicine, endema adalah pembengkakan pada anggota tubuh akibat penimbunan cairan berlebihan di dalam tubuh. Biasanya dapat ditemukan daerah lengan tangan dan kaki.

Perubahan endema selama kehamilan dapat menyebabkan cairan bergeser ke jaringan lain, tungkai kaki bawah dan menyebabkan rahim yang membesar menekan vena panggul.

Sehingga ini cukup membahayakan kondisi untuk ibu hamil dan janin.

Bukan hanya itu saja, dengan mengonsumsi telur asin pada ibu hamil juga bisa menyebabkan hipertensi, jantung, struk dan ginjal.

Ibu hamil makan telur asin secara berlebihan dapat memicu kanker lambung karena kadar garam yang terlalu tinggi. Ini menyebabkan pertumbuhan bakteri helicobacter pylori, yakni bakteri yang menyebabkan peradangan hingga kanker lambung.

Baca Juga: Amankah Ibu Hamil Makan Telur Ikan?

Nah, itu dia Moms, jawaban dari pertanyaan "bolehkah ibu hamil makan telur asin?"

Mengonsumsi makanan dengan kadar garam tinggi dapat merusak lapisan lambung dan rentan terpapar zat karsinogen. Zat karsinogen adalah adalah zat yang dapat menimbulkan pertumbuhan sel kanker.

Pastikan Moms sebelum makan telur asin, tingkat kematangannya telah sempurna, ya.

Ibu hamil usahakan tidak makan makanan mentah atau setengah matang karena dapat meningkatkan pertumbuhan bakteri dalam lambung. Tidak hanya itu, asupan nutrisi juga tidak tercukupi optimal bagi tubuh.

Ingat, setiap makanan yang Moms konsumsi dapat berpengaruh pada Si Kecil dalam kandungan. Daripada makan telur asin, lebih baik konsumsi telur yang sudah terbukti baik untuk kesehatan Moms dan janin.

Produk Rekomendasi

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait