16 September 2019

Cacar Air pada Bayi, Apakah Wajar?

Cacar air pada bayi pasti membuat orang tua lebih khawatir. Yuk kita simak, serba-serbi cacar air pada bayi.

"Cacar air pada bayi jarang terjadi," kata Mary Anne Jackson, MD, Direktur Divisi Penyakit Menular di Children's Mercy Hospitals and Clinics di Kansas City, Missouri. Ia juga anggota komite American Academy of Pediatrics (AAP) tentang penyakit menular.

Mengapa? "Jika ibu bayi pernah menderita cacar air atau sudah menerima vaksin cacar air, maka bayi akan terlindungi oleh antibodi ibu. Perlindungan ini bisa bertahan selama beberapa bulan," kata dr. Jackson.

Baca juga: Mencegah Impetigo, Penyakit Kulit Menular Mirip Cacar Air yang Bisa Menyerang Bayi

Bagaimana Jika Bayi Menunjukkan Gejala Cacar Air?

Cacar Air pada Bayi Umum Enggak Sih?
Foto: Cacar Air pada Bayi Umum Enggak Sih? (Freepik.com)

Foto: freepik.com

"Jika bayi Moms mengalami ruam yang meluas dan demam, bawalah ke dokter anak," saran Rodney E. Willoughby, MD, seorang spesialis penyakit menular anak di Children's Hospital of Wisconsin, AS sekaligus profesor pediatri di Medical College of Wisconsin, dan anggota komite AAP tentang penyakit menular. "Kami menangani demam dengan sangat serius dalam tiga bulan pertama kehidupan bayi. Mungkin ada infeksi serius pada rentang usia itu yang tidak dapat kami lihat tanpa serangkaian tes," ujarnya.

Cacar Air pada Bayi Umum? 03 freepik com.jpg
Foto: Cacar Air pada Bayi Umum? 03 freepik com.jpg (freepik.com)

Foto: freepik

Demam bisa menjadi tanda untuk memeriksa bayi secara lebih saksama. Mungkin saja ada ruam yang dianggap sebagai cacar air tetapi sebenarnya bukan. Dokter anak perlu memastikan bahwa bayi Moms hanya terkena cacar air dan bukan jenis penyakit lainnya. Dia juga harus memastikan bahwa pada cacar air si bayi tidak ada tanda-tanda komplikasi.

“Jika Moms mendapati bayi terkena cacar air, hubungi dokter anak sesegera mungkin. Dokter mungkin merekomendasikan penggunaan obat yang disebut asiklovir selama masa inkubasi atau jika lesi berkembang,” kata dr. Jackson.

Baca juga: Menangani Herpes saat Hamil, Bisakah dengan Asiklovir?

Melindungi Bayi dari Cacar Air

Cacar Air pada Bayi Umum? 02 Photo by Kelly Sikkema on Unsplash.jpg
Foto: Cacar Air pada Bayi Umum? 02 Photo by Kelly Sikkema on Unsplash.jpg (Kelly Sikkema on Unsplash.com)

Foto: Kelly Sikkema on Unsplash

Menurut American Academy of Pediatrics, cara terbaik untuk melindungi bayi dari cacar air selama tahun pertama kehidupan adalah:

  • Membatasi kontak dengan pihak di luar keluarga, apalagi jika mereka diketahui sedang terinfeksi.
  • Setelah mencapai 12 hingga 15 bulan, si kecil sebaiknya mendapatkan vaksinasi cacar air. Vaksinasi lanjutan direkomendasikan antara usia 4 dan 6 tahun.
  • Selain dari antibodi ibunya, pastikan sebelum berusia 1 tahun bayi mengambil manfaat dari perlindungan "kekebalan kawanan". Perlindungan seperti ini hanya memungkinkan jika penggunaan vaksin cacar air pada anak-anak di atas usia satu tahun sudah meluas dan merata di suatu wilayah.

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan jurnal Pediatrics, para peneliti dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menemukan bahwa cacar air pada anak di bawah 1 tahun menurun hampir 90 persen antara 1995 (tahun vaksin diperkenalkan di AS) dan 2008. Hal ini membuktikan, kekebalan kolektif terhadap cacar air jelas berpengaruh terhadap penurunan risiko bayi untuk terkena penyakit ini.

Baca juga: Supaya Tidak Sakit, Tingkatkan Imunitas Tubuh Dengan 3 Bahan Ini

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.