08 Juni 2021

5 Cara Menanam Timun di Polygbag dengan Praktis!

Yuk intip cara menanamnya, Moms

Timun adalah salah satu sayuran yang biasa disantap sebagai penutup makanan. Tak jarang, makanan satu ini juga diolah sebagai acar untuk pendamping menu utama, seperti soto.

Pernahkah Moms berpikir untuk mencoba cara menanam timun? Yuk coba sesuatu yang baru, Moms!

Sayuran berwarna hijau ini tinggi akan antioksidan yang membantu mengobati dan bahkan mencegah berbagai penyakit.

Selain itu, mentimun juga rendah kalori dan mengandung banyak air dan serat larut, yang membuatnya ideal untuk hidrasi tubuh dan membantu menurunkan berat badan.

Namun, selain membeli di supermarket, ada cara mudah untuk menanam timun di rumah, lho!

Mari ikuti cara menanam timun di polybag dengan praktis dengan peralatan cocok tanam yang Moms miliki.

Cara Menanam Timun di Polybag

manfaat--dan-cara-menanam-timun-rebus.jpg
Foto: manfaat--dan-cara-menanam-timun-rebus.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Sayuran satu ini memerlukan perawatan mudah, timun dapat tumbuh dengan baik dan subur. Timun menyukai matahari dan air, serta tumbuh begitu cepat apabila rajin menyiramnya.

Jangan biarkan mentimun menjadi terlalu besar sebelum Moms memetiknya, atau mentimun akan terasa sedikit pahit.

Polybag atau media tanam pot menjadi solusi tepat dalam tempat ia tumbuh kembang hingga panen.

Yuk lihat cara menanam timun dan memanennya.

1. Siapkan Media Tanam

Langkah pertama yang perlu dilakukan dalam cara menanam timun adalah memilih media tanam.

Media tanam adalah tanah atau pupuk kandang yang dipakai untuk cara menanam timun.

Setelah itu, siapkan top soil secukupnya untuk tempat timun tumbuh. Top soil adalah tanah yang digunakan pada lapisan paling atas atau tanah yang biasa berada di tempat pembakaran sampah.

Sebelum itu, bersihkan media tanam dari sisa-sisa akar, plastik atau batu. Hal ini agar timum dapat tumbuh dengan sempurna.

Campurkan tanah, pupuk kandang atau kompos, arang sekam dan sekam mentah.

Pupuk kandang yang baik adalah pupuk kandang yang sudah kering dan sudah lama. Jangan menggunakan pupuk kandang yang baru atau masih basah, karena masih bersifat panas dan bisa menyebabkan tanaman gagal tumbuh.

Tambahkan dolmit atau kapur pertanian, sekitar 1 sendok makan untuk 1 ember ukuran 10 liter. Campurkan dan biarkan selama 7-10 hari.

Proses cara menanam timun ini untuk mendinginkan media tanam dan agar campuran lebih rata.

Baca Juga: 5 Tanaman Indoor yang Tidak Gampang Mati, Cantik Untuk Pemanis Ruangan Rumah

2. Menyiapkan Pot atau Polybag

Setelah langkah memilih media tanam, cara menanam timun selanjutnya adalah menyiapkan polybag atau pot.

Moms bisa memilih pot atapun polybag, keduanya sama bagusnya.

Siapkan pot atau polybag berdiameter 25 cm atau lebih. Ukuran polybag ini juga disesuaikan dengan media tanamnya ya. Komposisinya seimbang dan tidak terlalu sedikit ataupun terlalu banyak.

Kemudian, masukkan media tanam ke dalam polybag sambil dipadatkan, namun jangan terlalu padat.

Jangan terlalu penuh saat mengisi polybag dengan media tanam, sisakan kurang lebih 5 cm agar air tidak tumpah saat proses penyiraman.

Moms bisa memberikan butiran insektida ke dalam polybag untuk mencegah hadirnya hama atau serangga.

Tempatkan pada ruangan yang terkena sinar matahari langsung, minimal 8 jam per hari.

3. Menanam Benih Timun

Cara menanam timun selanjutnya yakni mulai menanam benih-benih.

Moms bisa mendapatkan benih timun dengan mudah. Saat ini sudah banyak penjual benih online yang bisa didapatkan.

Nah, cara menanam timun ini yakni Moms pastikan sebelum benih ditanam, siram media tanam hingga basah. Buat bolongan terbuka pada bagian bawah pot atau polybag agar mendapatkan oksigen.

Kemudian, tanam satu benih pada satu polybag.

Untuk menghindari gangguan serangga, tutup benih yang sudah ditanam dengan botol ataupun wadah plastik.

Biarkan hingga 5 hari sampai benih tumbuh. Jika ia sudah tmbuh, wadah penutup tadi tak perlu diambil, ya Moms.

Baca Juga: 7 Tanaman yang Cocok untuk Kamar Mandi, Hadirkan Suasana Segar!

4. Proses Penyiraman

Masuk ke dalam langkah cara menanam timun dan teknik penyiraman.

Pada masa awal menanam, penyiraman dilakukan pagi dan sore hari saja. Sedangkan jika memasuki masa generatif, cuku sore saja dengan pertimbangan pertumbuhan beni dalam polybag.

Ingat Moms, jangan sampai kekeringan atau kebanyakan air. Media tanam yang terlalu basah akan membuat tanaman mudah terserang jamur dan mati.

5. Masa Pemupukan dan Panen

Pemupukan pertama pada usia 10 hari larutkan 1 sendok makan pupuk dengan 5 liter air.

Alirkan larutan pupuk tersebut sebanyak 250 ml. Lakukan setiap 3 hari sekali.

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, lakukan pemupukan susulan. Moms bisa juga menggunakan pupuk kandang, caranya dengan menaburkan segenggam pupuk kandang per tanaman.

Tanaman timun ini bisa dipanen pada usia 35 atau 40 hari setelah tanam (tergantung varietas dan kondisi tanaman).

Baca Juga: Tanaman Feng Shui yang Harus Ada di Depan Rumah

Manfaat Timun untuk Kesehatan

Pengobatan Rumahan Sakit Tulang Ekor Saat Hamil
Foto: Pengobatan Rumahan Sakit Tulang Ekor Saat Hamil

Foto: Orami Photo Stocks

Selain mengetahui cara menanam timun, Moms perlu tahu manfaat yang ia miliki untuk kesehatan.

Adapun beberapa manfaatnya, antara lain:

1. Kesehatan Tulang

Vtamin K membantu pembekuan darah, dan dapat mendukung kesehatan tulang.

MengutipU.S Department of Agriculture, ini dapat diperoleh dari tanaman timun, lho.

Hanya dalam satu cangkir irisan mentimun, Moms akan mendapatkan 14 hingga 19 persen vitamin K yang dibutuhkan per harinya.

Selain vitamin K, Moms juga mendapatkan vitamin B dan C bersama dengan mineral seperti tembaga, fosfor, kalium, dan magnesium.

Sehingga jangan lewati makan timun setiap hari ya.

2. Menurunkan Kadar Gula

Timun juga berperan dalam mengendalikan dan mencegah diabetes. Ini mengandung zat yang dapat membantu menurunkan gula darah atau menghentikan glukosa darah agar tidak naik terlalu tinggi.

Para ahli mengatakan bahwa cucurbitacins dalam mentimun membantu mengatur pelepasan insulin dan metabolisme glikogen hati, pengatur hormon dalam pemrosesan gula darah.

Sebuah studi menemukan bahwa kulit mentimun membantu mengelola gejala diabetes karean kandungan antioksidannya.

Serat pada timun juga dapat membantu pengobatan diabetes tipe-2, lho.

3. Anti Inflamasi

Mentimun juga memiliki berbagai manfaat anti-inflamasi. Peradangan atau inflamasi adalah fungsi dari sistem kekebalan.

Para ahli percaya peradangan dapat membantu memicu timbulnya berbagai kondisi kesehatan, antara lain:

Sehingga dengan mengonsumsi timun, akan berisiko kecil terkena masalah tersebut.

Baca Juga: Manfaat Semangka untuk Ibu Hamil

4. Kesehatan Kulit

Selain cara menanam timun, Moms perlu tahu manfaat timun untuk kesehatan kulit.

The Journal of Aging Research & Lifestyle menunjukkan bahwa nutrisi mentimun dapat memberikan manfaat bagi kesehatan kulit.

Memakai irisan mentimun langsung ke kulit dapat membantu mendinginkan dan menenangkan kulit serta mengurangi pembengkakan dan iritasi.

Ia juga dapat meredakan kulit terbakar akibat matahari.

Moms bisa mengompres timun di mata, untuk membantu mengurangi bengkak di pagi hari.

Cara mengolah timun sebagai masker, antara lain:

  • Haluskan dan saring mentimun untuk untuk toner alami. Biarkan di kulit selama 30 menit, lalu bilas. Mentimun mungkin memiliki khasiat astringent, dan dapat membantu membersihkan pori-pori.
  • Campurkan mentimun dan yogurt dalam jumlah yang sama untuk membuat masker wajah yang membantu mengurangi kulit kering dan komedo.

Timun aman digunakan oleh kebanyakan orang pada kulit. Jika kulit Moms sensitif, sebaiknya hindari masker timun ini, ya.

5. Menurunkan Berat Badan

Manfaat timun berpotensi membantu menurunkan berat badan dengan beberapa cara berbeda.

Hal ini karena timun rendah kalori yang baik untuk Moms yang menjalani program diet.

Setiap satu cangkir timun (104 gram) hanya mengandung 16 kalori.

Ini berarti Moms bisa makan banyak mentimun tanpa mengemas kalori ekstra yang menyebabkan penambahan berat badan.

Moms bisa mengolah timun untuk pendamping salad, sandiwch ataupun lauk pauk lainnya.

Sebuah studi menemukan bahwa makan makanan dengan kandungan air tinggi (timun) dan rendah kalori dikaitkan dengan penurunan berat badan yang signifikan.

Baca Juga: Ketahui 12 Manfaat Buah Melon untuk Kesehatan

Banyak keuntungan yang bisa didapatkan jika Moms berkebun dirumah.

Keuntungan yang dirasakan yakni menyalurkan hobi menanam, penghilang penat dari pekerjaan sehari-hari, serta mengurangi biaya belanja sayuran.

Semoga cara menanam timun dengan polybag di rumah berhasil ya, Moms!

  • https://fdc.nal.usda.gov/fdc-app.html#/food-details/342612/nutrients
  • http://www.jarcp.com/3050-evaluating-the-potential-benefits-of-cucumbers-for-improved-health-and-skin-care.html

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.