13 Mei 2022

5 Cara Mengobati Iritasi pada Kemaluan Bayi agar Tidak Lagi Rewel

Iritasi pada kemaluan bayi umum terjadi. Begini cara mengobatinya, Moms dan Dads!

Moms, sudah tahu cara mengobati iritasi pada kemaluan bayi? Jika belum, Moms perlu tahu hal ini, lho!

Pasalnya, masalah kesehatan ini sangat umum terjadi mengingat kulit bayi yang sensitif dan kerap kali terpapar air kencing dan feses.

Untuk lebih jelasnya, Moms bisa menyimak ulasan berikut ini.

Cara Mengobati Iritasi pada Kemaluan Bayi

artikel_HERO Kapan Saat Terbaik Beralih dari Popok Bayi Ke Popok Celana.jpg
Foto: artikel_HERO Kapan Saat Terbaik Beralih dari Popok Bayi Ke Popok Celana.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Bayi rewel sering kali disebabkan adanya gangguan pada tubuhnya. Salah satunya adalah iritasi di sekitar kemaluan bayi.

Agar bayi tidak semakin rewel, Moms dan Dads perlu mengatasi iritasi tersebut.

Jangan khawatir, berikut ini adalah berbagai cara mengobati iritasi pada kemaluan bayi.

Baca juga: Asal Muasal Kereta Bayi

1. Kompres Air Dingin

Iritasi pada area kemaluan bayi biasanya diikuti rasa gatal, kemerahan, dan nyeri.Gejala inilah yang membuat bayi jadi terus-menerus menangis.

Untuk meredakan gejala tersebut, Moms dan Dads bisa menempelkan kompres air dingin. Caranya, celupkan handuk lembut dan bersih ke dalam air es.

Diamkan hingga handuk basah dan terasa dingin. Kemudian, peras dan tempelkan pada area kemaluan bayi yang teriritasi.

Bisa juga dengan membungkus es batu dengan handuk lembut dan langsung ditempelkan ke kulit bayi.

Cara mengobati iritasi pada kemaluan bayi ini bisa Moms gunakan sesuai kebutuhan.

Namun, ketika menggunakan bungkus es batu, baiknya tidak mendiamkannya dalam waktu lama.

Lakukan gerakan "tap-tap" yakni menempelkannya sebentar-sebentar dan berpindah area agar kulit bayi tidak mati rasa.

Baca juga: Dikenal Sebagai Bayi Mahal, Berapa Biaya Bayi Tabung?

2. Hindari Hal-hal yang Bisa Memperparah Iritasi

Cara Memandikan Bayi Baru Lahir, Panduan untuk Ibu Baru.jpg
Foto: Cara Memandikan Bayi Baru Lahir, Panduan untuk Ibu Baru.jpg

Foto: Orami Photo Stock

The Royal Children's Hospital Melbourne menyebutkan ada beberapa hal yang perlu dihindari ketika kulit area kemaluan bayi mengalami iritasi, di antaranya:

  • Tidak membersihkan area yang mengalami iritasi secara berlebihan.
  • Jangan mandi dengan air panas, tapi air hangat suam-suam kuku.
  • Sementara waktu tidak menggunakan sabun bayi yang mengandung pewangi dan pengawet. Cukup bersihkan dengan air saja.
  • Tidak menggunakan tisu basah, sebaiknya handuk basah yang lembut.
  • Jangan memakai celana yang sempit agar kulitnya tidak berkeringat dan lembap.
  • Biarkan area kemaluannya bebas dari popok bayi atau celana untuk meningkatkan peradaran udara di sekitar kulit yang terinfeksi.

Baca juga: Produk Perawatan Bayi Organik vs Low Hazard, Mana yang Lebih Baik untuk Baby Newborn dan Si Kecil yang Sensitif?

3. Jaga Kebersihan Area Kemaluan Bayi

Sebelumnya disebutkan jika cara mengobati iritasi pada kemaluan bayi adalah tidak membersihkan area kulitnya secara berlebihan.

Namun, aturan ini bukan berarti tidak memperbolehkan area tersebut untuk dibersihkan.

Sebaliknya, Moms dan Dads perlu menjaga kebersihan area tersebut agar infeksi tidak semakin bertambah parah.

Ya, jadi Moms tetap harus membersihkan area yang teritasi dengan syarat dibersihkan dengan pelan dan hati-hati.

Jadi, jangan menggosok permukaan kulitnya karena bisa menambah rasa sakit.

Lebih baik mengusapnya pelan secara merata atau menepuk-nepuk pelan area tersebut dengan handuk.

4. Periksa Ke Dokter

dokter anak
Foto: dokter anak

Foto: Orami Photo Stock

Jika kulit bayi tidak membaik dalam beberapa hari dengan cara mengobati iritasi pada kemaluan bayi di atas, segera periksa ke dokter.

Moms bisa mempertimbangkan pemeriksaan ke dokter jika bayi menunjukkan tanda-tanda berikut ini.

  • Keluar cairan dari kulit yang teritasi
  • Kondisinya terlihat semakin parah
  • Bayi terus-menerus menangis
  • Terjadi perubahan kebiasaan buang air kecil
  • Kemunculan gejala disertai demam

Dokter akan memeriksa kondisi kemaluan bayi yang teriritasi.

Lewat pemeriksaan, dokter dapat menyimpulkan penyebab yang mendasarinya lalu menentukan pengobatan mana yang paling tepat untuk dilakukan.

5. Oleskan Obat

Setelah mendapatkan diagnosis, biasanya dokter akan meresepkan obat-obatan yang dapat mengobati iritasi pada kemaluan bayi.

Beberapa obat yang mungkin dokter berikan sebagai berikut.

  • Krim hidrokortison (steroid) ringan, yakni kandungan 1 persen
  • Krim antijamur, jika bayi Anda mengalami infeksi jamur
  • Antibiotik topikal atau oral, jika bayi Anda mengalami infeksi bakteri

Gunakan krim atau salep dengan steroid hanya jika dokter anak atau dokter kulit merekomendasikannya.

Obat steroid yang kuat atau penggunaan yang sering dapat menyebabkan masalah tambahan pada bayi.

Oleh karena itu, gunakan obat ini sesuai dengan saran dokter.

Baca juga: Ini Manfaat Penggunaan Kelambu Bayi dan Rekomendasi Produknya

Selain deretan obat di atas, Moms juga bisa menggunakan witch hazel atau krim yang mengandung calendula dan gel aloe vera.

Akan tetapi, penggunaannya harus dengan izin dokter.

Jadi, jika ingin menambahkan produk tersebut sebagai perawatan, baiknya tanyakan lebih dahulu kepada dokter agar tidak menimbulkan masalah tambahan nantinya.

  • https://www.rch.org.au/kidsinfo/fact_sheets/Penis_and_foreskin_care/
  • https://www.rch.org.au/kidsinfo/fact_sheets/Vulval_skin_care_for_children/
  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/diaper-rash/diagnosis-treatment/drc-20371641

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.