12 Januari 2024

10+ Cara Menyapih Anak, Mudah dan Bisa Moms Coba Segera

Moms juga harus mengikuti kemauan anak, ya!

Masa-masa pemberian ASI akan berakhir setelah Si Kecil menginjak usia 2 tahun. Ketika Si Kecil memasuki usia tersebut Moms perlu tahu cara menyapih anak yang benar.

Di saat tersebut, Moms harus mulai mempersiapkan proses menyapih anak.

Masa-masa ini merupakan salah satu tantangan berat, khususnya untuk para ibu baru.

Ada yang merasa tidak tega, tak sedikit juga yang merasa bingung cara menyapih anak yang benar.

Tenang, tidak perlu bingung. Simak cara menyapih anak yang benar di bawah ini, yuk!

Baca Juga: 5 Resep Ikan Asin Jambal Roti, Pendamping Nasi yang Nikmat

Kenali Tanda Anak Siap Disapih

Menyusui Anak
Foto: Menyusui Anak (Orami Photo Stocks)

Sebelum memilih cara menyapih anak, ada baiknya Moms mengetahui terlebih dahulu, apa arti menyapih.

Singkatnya menyapih adalah proses berhentinya masa menyusui berangsur-angsur atau sekaligus pada anak.

Selain itu, menyapih juga dapat diartikan sebagai proses peralihan pemberian makanan dari ASI ke sumber nutrisi lain untuk Si Kecil.

Biasanya proses ini memiliki tanda-tanda kesiapan Si Kecil untuk disapih, di antara lainnya:

  • Anak tidak ingin menyusu atau rewel ketika menyusu
  • Waktu menyusu semakin singkat
  • Si Kecil mudah terdistraksi ketika menyusu
  • Bermain-main dengan payudara ketika disusui, seperti menarik atau menggigit payudara ibu
  • Hanya menyusu untuk mendapatkan rasa nyaman (mengisap puting, tapi tidak sampai mengeluarkan susu).

Proses menyapih umumnya bisa dimulai ketika bayi berusia 6 bulan, yaitu saat masa ASI eksklusif telah selesai.

Pada masa ini, anak sudah memasuki waktu untuk mencoba makanan padat sebagaipendamping ASI.

Namun kembali lagi, keputusan untuk menyapih anak adalah hal yang sifatnya pribadi dan tergantung dari kesiapan anak serta ibu.

Banyak ibu menyapih anaknya saat ia menginjak usia 2 tahun.

Baca Juga: Ketahui Jarak Pemberian ASI dan Susu Formula untuk Bayi

Cara Menyapih Anak dengan Benar

Menyapih Si Kecil
Foto: Menyapih Si Kecil (Orami Photo Stocks)

Ada beberapa cara menyapih anak atau cara memberhentikan anak minum ASI yang dianggap efektif, seperti:

1. Lakukan Secara Bertahap

Cara menyapih anak yang pertama adalah secara bertahap.

Menyapih saat bayi telah siap berpindah dari ASI dan memulai MPASI.

Menyapih bayi adalah proses yang membutuhkan kesabaran dan pengertian dari ibu dan juga anaknya.

Menyapih akan terasa lebih mudah jika dilakukan secara bertahap, selama beberapa minggu atau bulan.

Menghentikan pemberian ASI secara mendadak dan tiba-tiba, sebaiknya hanya dilakukan pada saat tertentu, sesuai kondisi Moms dan Si Kecil.

2. Kenalkan Cara Minum dengan Gelas

Cara menyapih anak yang selanjutnya adalah mengenalkan cara minum dengan gelas.

Transisi dari ASI eksklusif ke proses menyapih akan lebih mudah, jika Moms mengenalkan Si Kecil dengan gelas terlebih dahulu dibandingkan botol.

Anak yang diberikan ASI secara langsung, umumnya lebih mudah belajar minum dari gelas, dan bisa dimulai sejak usia 6 bulan.

American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan pemberian ASI hanya pada bayi selama 6 bulan pertama kehidupan.

Setelah itu mulai menerapkan penyapihan dengan kombinasi makanan padat dan ASI sampai bayi berusia minimal 1 tahun. Kemudian, bayi dapat mulai minum susu sapi utuh.

Kebanyakan ahli setuju bahwa menyusui tetap dilanjutkan untuk kebutuhan Si Kecil.

Banyak wanita memilih untuk menyapih setelah usia 1 tahun.

Di usia ini, bayi sudah mulai bisa berjalan, berbicara, dan makan lebih banyak makanan padat.

Jadi mereka secara alami mungkin kehilangan minat dalam menyusui.

Baca Juga: Sakit Kepala Sampai ke Mata, Ini Kata Dokter Spesialis

3. Lewati Jadwal Menyusu

Cara menyapih anak yang selanjutnya adalah melewati jadwal menyusu.

Coba lihat reaksi anak, ketika Moms mengganti ASI dengan susu formula atau susu sapi cair (jika anak sudah berusia satu tahun dan tidak menunjukkan alergi susu sapi), saat jadwal menyusunya.

Melewatkan jadwal pemberian ASI secara bertahap membantu anak menyesuaikan diri dengan kebiasaan barunya.

Selain itu, cara ini juga membantu produksi ASI Anda berkurang sedikit demi sedikit.

Sehingga, Moms bisa terhindari dari kondisi seperti mastitis, atau pembengkakan payudara.

Baca Juga: Kata Dokter soal Efek Samping Susu Formula Soya pada Bayi

4. Perpendek Waktu Menyusu

Menyusui
Foto: Menyusui (Orami Photo Stocks)

Mengutip Kids Health, cara menyapih anak lain yang bisa dicoba adalah dengan memperpendek waktu Si Kecil menyusu.

Jika biasanya anak menyusu selama 10 menit, kali ini coba perpendek menjadi hanya 5 menit.

Moms juga bisa memberikan kudapan yang sehat untuk anak setelah menyusu, yang sesuai dengan umurnya.

Namun, cara ini mungkin akan sedikit sulit dilakukan saat malam hari, sebelum anak tidur.

5. Tunda Waktu Menyusui dan Berikan Distraksi

Cara menyapih anak yang selanjutnya adalah menunda waktu menyusui dan memberikan distraksi.

Moms bisa menunda proses menyusui.

Caranya dengan mengurangi intensitas menyusui dalam sehari.

Metode ini umumnya akan berhasil dengan baik, jika usia anak sudah bisa diajak bernegosiasi.

Jika anak meminta untuk menyusu, katakan padanya, Moms akan memberikannya nanti.

Lalu, mulai ajak anak melakukan kegiatan lain, sebagai distraksi.

Jika anak minta untuk menyusu saat sore hari, berikan pengertian padanya, bahwa Moms baru bisa memberikannya saat malam hari, sebelum tidur.

6. Beri Beberapa Tetes ASI Saat Minum Melalui Botol

Tips Menyapih Anak
Foto: Tips Menyapih Anak (Orami Photo Stocks)

Cara menyapih anak yang selanjutnya adalah beri beberapa tetes ASI saat minum melalui botol.

Untuk mempermudah proses menyapih, juga bisa mencoba untuk memberikan beberapa tetes ASI ke bibir atau lidah anak, sebelum anak mengisap dot di botol susu.

Selain itu, Moms juga bisa mencoba memberikan sedikit ASI menggunakan botol untuk Si Kecil, beberapa jam setelah ia menyusu langsung.

Namun, perhatikan waktunya, dan berikan sebelum ia merasa kelaparan.

7. Ikuti Kemauan Anak

Cara menyapih anak selanjutnya yakni dengan mengikuti keinginannya.

Hal yang dimaksud di sini adalah ketika anak sudah tidak menyusui, lalu memiliki kebiasaan seperti mengisap jempol, biarkanlah.

Ikuti apa keinginannya, ini merupakan bentuk penyesuaian diri mereka dari proses cara menyapih anak.

Seiringnya waktu berjalan, orang tua boleh memberitahu mereka atau mendistraksi perhatiannya dengan tindakan lain.

Bayi tampaknya sering kehilangan minat menyusu antara 8 dan 10 bulan.

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb