Newborn

8 Mei 2021

7 Tips Mengatur Jarak Pemberian ASI dan Susu Formula untuk Bayi, Catat!

Pemberian ASI diselingi susu formula berdampak pada tubuh Moms dan bayi
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Fia Afifah R
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Pernahkah Moms bertanya-tanya bagaimana jarak pemberian ASI dan susu formula untuk bayi? Yuk cari jawabannya di bawah ini.

Salah satu bagian penting tentang menyusui adalah dia bekerja menggunakan sistem supply and demand. Dengan kata lain, tubuh Moms akan belajar berapa banyak kebutuhan ASI untuk bayi, dan akan menghasilkan ASI sebanyak yang dibutuhkan.

Ini juga dipengaruhi faktor-faktor lain, seperti genetika, diet, stres, atau adanya penyakit.

Namun, ada kalanya beberapa Moms merasa perlu menambahkan susu formula dengan alasan pribadi. Tapi, apa pun alasan Moms, saat memutuskan pemberian ASI dengan diselingi susu formula, salah satunya akan memberikan dampak pada tubuh Moms untuk beradaptasi.

Susu formula mengandung semua nutrisi yang dibutuhkan bayi, dan mengenalkannya untuk bayi tidak selalu menandakan bahwa Moms harus segera mengakhiri pemberian ASI.

"Anda harus merasa nyaman dengan apa pun yang Anda lakukan. Karena setiap hal kecil membuat perbedaan bagi bayi Anda," kata Freda Rosenfeld, konsultan laktasi bersertifikat di Brooklyn, New York.

Baca Juga: Moms, Perhatikan Waktu Pemberian ASI Agar Si Kecil Tidak Rewel

Jarak Pemberian ASI dan Susu Formula

Tips Pemberian ASI yang Diselingi Susu Formula untuk Bayi -4.jpg

Foto: Whattoexpect.com

Berbicara soal pemberian ASI dan susu formula, banyak Moms kebingungan. Meski hampir semua Moms ingin memberikan full ASI pada Si kecil, namun pada kenyataannya tidak semua Moms bisa melakukannya. Ada beberapa kondisi yang mungkin membuat Moms tidak bisa memberikan full ASI kepada Si Kecil.

Dalam kasus ini, susu formula menjadi salah satu solusi. Beberapa Moms tetap ingin memberikan ASI bersama dengan susu formula. Jika seperti ini, lantas bagaimana aturan pemberian ASI dan susu formula? Bagaimana dengan jarak pemberian ASI dan susu formula?

Dikutip dari NCT.org.uk, jika Moms ingin mengurangi pemberian ASI untuk memperkenalkan susu formula, Moms dan bayi akan lebih mudah menyesuaikan diri jika Moms mengurangi jumlah menyusu secara bertahap.

Moms dapat menawarkan susu formula sebelum, selama, setelah atau sebagai pengganti menyusui. Bicarakan dengan dokter Moms atau konselor laktasi tentang hal ini, karena pilihan yang berbeda akan sesuai dengan keadaan yang berbeda. Dan juga akan tergantung pada apa yang ingin Moms capai pada akhirnya.

Ada beberapa kasus ketika susu formula mungkin diberikan sebelum menyusui (misalnya, pada bayi yang sakit atau rentan yang tidak menyusu dengan baik). Dalam kasus lain, susu formula mungkin diberikan sebagai pengganti ASI. Ini mungkin terjadi jika Moms tidak bersamaSi Kecil dan tidak dapat berada di sana untuk menyusui.

Mengurangi pemberian ASI secara bertahap akan mengurangi kemungkinan payudara Moms membengkak dan bocor dengan tidak nyaman. Ini juga akan mengurangi risiko terkena mastitis. Ini membantu untuk mengurangi frekuensi menyusui. Jika Moms mengganti ASI dengan susu formula, mungkin diperlukan waktu sekitar lima hingga tujuh hari bagi payudara Moms untuk menyesuaikan diri dengan mengurasi satu sesi menyusui dalam sehari.

Baca Juga: 5 Kesalahan dalam Menyiapkan Susu Bubuk Formula

Jika Moms mengganti beberapa sesi menyusui dengan memberikan susu formula, ini kemungkinan akan memperpanjang jarak pemberian ASI. Ini juga akan memberi sinyal pada payudara untuk membuat lebih sedikit ASI. Moms dapat secara bertahap mengurangi frekuensi menyusui.

Namun, jika Moms memberikan susu formula sebagai tindakan sementara dan berencana memberikan ASI eksklusif nantinya, Moms bisa memerah ASI di waktu Moms seharusnya menyusui untuk meningkatkan jumlah ASI. Dengan cara ini, Moms bisa tetap menjaga suplai ASI.

Mengenai jarak pemberian ASI dan susu formula, ternyata ada perbedaan Moms. Jarak pemberian ASI dan susu formula cukup berbeda satu sama lain. Perbedaan jarak pemberian ASI dan susu formula ini terjadi karena kedua susu ini punya durasi yang berbeda untuk dicerna oleh Si Kecil.

Dikutip dari Beingparent.com, jarak pemberian antar ASi bisa lebih panjang dari jarak pemberian susu formula.

Setelah pemberian susu formula, bayi bisa bertahan lebih lama hingga sesi minum susu selanjutnya. Sementara jarak pemberian ASI ternyata lebih pendek karena ASI dicerna bayi dengan lebih cepat.

Dampak Pemberian ASI dan Susu Formula

Tips Pemberian ASI yang Diselingi Susu Formula untuk Bayi -3.jpg

Foto: Everydayfamily.com

Setelah mengetahui jarak pemberian ASI dan susu formula, lantas, apa dampak pemberian ASI dan susu formula untuk Si Kecil? Dampaknya, Si Kecil akan menikmati manfaat ASI, meskipun Moms tidak menyusui secara eksklusif. Misalnya, mereka masih mendapatkan beberapa antibodi yang akan melindunginya dari infeksi.

Satu hal yang perlu dipertimbangkan adalah bahwa suplai ASI umumnya didorong oleh pemberian ASI yang sering dan efektif. Ini berarti memberi menyusui Si Kecil sesering mungkin akan membuat suplai ASI meningkat.

Memberikan susu formula kepada bayi dapat memengaruhi suplai ASI Moms. Artinya bayi Moms lebih jarang menyusu sehingga tubuh Moms menghasilkan lebih sedikit ASI.

Dampak lain pemberian ASI dan susu formula adalah kemungkinan Si Kecil mengalami bingung puting karena sudah mengenal botol susu. Namun, hal ini bisa dicegah dengan cara Moms tetap memberikan ASI secara langsung setiap hari saat memungkinkan.

Baca Juga: Waspadai Tanda-tanda Bayi Alergi Susu Formula

Tips Mengatur Jarak Pemberian ASI dan Susu Formula

Tips Pemberian ASI yang Diselingi Susu Formula untuk Bayi -2.jpg

Foto: Derbytelegraph.co.uk

Apa saja yang perlu diperhatikan dalam mengatur jarak pemberian ASI dan susu formula? Yuk simak ulasannya di bawah ini.

1. Prioritaskan Pemberian ASI

Tips mengatur jarak pemberian ASI dan susu formula yang pertama adalah prioritaskan pemberian ASI. Bahkan jika Moms berniat menambahkan susu formula sebagai selingan suatu hari nanti, yang terbaik adalah memberikan ASI eksklusif terlebih dahulu.

Ini tidak hanya akan memastikan bahwa bayi belajar cara menyusui secara efektif, tetapi juga akan menghasilkan persediaan susu yang cukup untuk Si Kecil.

Jauh lebih mudah untuk mengurangi pemberian ASI saat mulai mengenalkan susu formula pada bayi. Jika Moms terlalu cepat mengenalkan susu formula, tubuh Moms mungkin tidak menghasilkan cukup ASI, sehingga bayi mungkin tidak cukup menyusu, yang selanjutnya akan menghambat produksi ASI. Ini mungkin akan membuat Moms dan bayi merasa frustrasi.

2. Buat Jadwal Pemberian ASI dan Susu Formula

Tips mengatur jarak pemberian ASI dan susu formula yang selanjutnya adalah buat jadwal pemberian ASI dan susu formula. Setelah bayi telah mengenal rasa susu formula, Moms bisa membuat jadwal pemberian ASI yang diselingi susu formula. Misalnya, Moms dapat menghilangkan satu kali jadwal menyusui dan menggantinya dengan memberikan susu formula.

Cara ini akan membuat Moms merasa nyaman, karena juga bisa memberi waktu untuk Dads memberikan susu pada bayi. Saat Dads melakukannya, Moms bisa sedikit beristirahat.

Martha Snyder, MD, asisten profesor pediatri di Duke University School of Medicine, di Durham, North Carolina mengatakan, banyak ibu baru yang membutuhkan tidur lebih banyak.

"Menyusui adalah pekerjaan yang sangat sulit, dan kami melihat banyak depresi pada perempuan yang mengalami masalah dalam menghadapinya," kata dia.

Untuk mencegah pembengkakan, Moms bisa memerah ASI namun tetap berhati-hati untuk tidak terlalu merangsang payudara. Karena hal itu malah bisa membuat Moms menghasilkan lebih banyak ASI.

Baca Juga: 5 Masalah Umum Dalam Pemberian ASI Eksklusif dan Solusinya

3. Berikan Susu Formula sebagai Hidangan Penutup

Tips mengatur jarak pemberian ASI dan susu formula yang selanjutnya adalah berikan susu formula sebagai hidangan penutup. Dengan opsi ini, Moms memberi bayi semua ASI yang Moms miliki untuk disusui dan kemudian menawarkannya susu formula setelah botol ASI jika dia masih lapar. Dengan cara ini, Moms akan meminimalkan pemberian susu formula karena Si Kecil sudah terlebih dahulu kenyang minum ASI.

Dengan cara ini juga, Moms bisa mengontrol pemberian ASI tetap lebih utama dan lebih banyak ketimbang susu formula.

Namun, dengan cara ini, Moms juga harus menyiapkan diri untuk sedikit kerepotan karena harus menyusui langsung atau memberikan ASI dalam botol dan membuat susu formula dalam botol. Ini tentu tidak praktis.

4. Kombinasikan ASI dan Susu Formula dalam Satu Botol

Tips mengatur jarak pemberian ASI dan susu formula yang selanjutnya adalah kombinasikan ASI dan susu formula dalam satu botol. Moms juga bisa mencampurkan ASI dan susu formula dalam satu botol. Dengan cara ini, Si Kecil yang sudah terbiasa dengan rasa ASI kemungkinan besar akan mudah menerima campuran ASI dan susu formula ini. Moms juga bisa menghemat botol karena hanya perlu menggunakan satu botol.

Dengan opsi ini, Moms harus bekerja sedikit keras sata melakukan persiapan. Moms tidak bisa mencampur ASI dan susu formula begitu saja. Moms harus memastikan suhu ASI dan susu formula sama saat dicampurkan agar bisa tercampur dengan baik. Moms mungkin perlu menghangatkan ASI atau sedikit mendinginkan susu formula. Agak merepotkan memang.

Sayangnya lagi, jika Si Kecil tidak menghabiskan satu botol itu, Moms mau tidak mau harus membuang sisa susunya. Padahal, di dalamnya terdapat ASI yang telah Moms perah dengan penuh perjuangan. Sunggu menyakitkan jika harus membuat ASI ya Moms.

5. Bersiaplah untuk Perubahan pada Bayi

Tips mengatur jarak pemberian ASI dan susu formula yang selanjutnya adalah bersiapkan untuk perubahan pada bayi. Karena komposisi ASI dan susu formula sangat berbeda, pemberian susu formula kepada bayi yang mendapatkan ASI ekslusif sebelumnya dapat menyebabkan beberapa perubahan dalam pergerakan usus bayi.

Menurut penelitian yang dietrbitkan Frontiers Cellular and Infection Microbiology, ASI memiliki susunan mikroba yang jauh berbeda dari susu formula. Jadi jangan khawatir jika kotoran bayi tiba-tiba berubah warna.

Perhatikan juga jika bayi tampak tidak nyaman, lebih sering muntah, atau tampak sembelit. Sebaiknya Moms berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan diagnosa yang tepat. Bisa jadi mengganti susu formula untuk Si Kecil adalah solusinya.

6. Berikan Secara Bertahap

Tips mengatur jarak pemberian ASI dan susu formula yang selanjutnya adalah berikan secara bertahap. Dilansir dari National Health Service, biasanya bayi tidak menyusui dengan baik saat pembiasaan pemberian ASI yang diselingi susu formula karena percedaan cara menghisap yang berbeda.

Tak jarang ada juga bayi yang malah bingung putting. Hal ini dapat membuat menyusui menjadi lebih sulit, terutama dalam beberapa minggu pertama penyesuaian.

Yang terbaik adalah melakukannya secara bertahap. Selain untuk memberi tubuh Moms waktu adaptasi guna menghindari peluang payudara bengkak atau mastitis, juga agar Si Kecil menyesuaikan diri dengan proses mengisap yang berbeda.

7. Berikan Beberapa Minggu sebelum Kembali Masuk Kerja

Tips mengatur jarak pemberian ASI dan susu formula yang selanjutnya adalah berikan beberapa minggu sebelum kembali bekerja. Beberapa Moms merupakan ibu bekerja yang akan kembali ke kantor setelah cuti melahirkan. Jika Moms berencana memberikan ASI dan susu formula pada Si Kecil saat kembali bekerja, lakukan pengenalan terlebih dahulu.

Kenalkan Si Kecil pada susu formula beberapa minggu sebelum Moms kembali masuk kerja. Ini akan membuat Si Kecil beradaptasi dengan rasa baru dari susu formula sehingga saat hari H Moms kembali bekerja, ia sudah terbiasa.

Baca Juga: Mari Mencegah Pneumonia Bayi Lewat Pemberian ASI Seperti Ini!

Itulah beberapa tips mengatur jarak pemberian ASI dan susu formula. Moms bisa membantu pengenalan tersebut dengan memberikan botol saat bayi senang dan santai, bukan ketika Si Kecil sangat lapar. Posisikan bayi seperti saat Moms akan memberikan ASI dengan menggendongnya, dan mendekatkannya ke payudara agar tercium aroma ASI.

Pemberian ASI dengan diselingi susu formula membutuhkan waktu untuk beradaptasi bagi Moms dan Si Kecil. Jika semua untuk kebaikan bayi, tetap semangat ya Moms.

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait