23 Maret 2023

3+ Cara Menyimpan Jamur Agar Nutrisinya Terjaga, Yuk Coba!

Mengeringkan jamur adalah cara terbaik menyimpan jamur

Sudah jadi rahasia umum kalau jamur hadir dalam berbagai jenis, bentuk, ukuran, dan warna yang berbeda. Itu artinya, cara menyimpan jamur pun akan berbeda pada masing-masing jenis jamur.

Jamur tersedia mulai dari yang jamur beracun hingga yang bisa dikonsumsi manusia dengan segala nutrisi yang menyehatkan. Selain itu, tentu saja rasanya yang kerap menggoda lidah.

Dikutip dari Healthline, ternyata jamur sudah digunakan selama bertahun-tahun karena kemampuan uniknya yang bisa menambahkan cita rasa untuk berbagai masakan.

Selain itu, jamur juga dikelompokkan dalam kategori sayuran untuk keperluan memasak, yang memungkinkan menambah rasa ekstra tanpa natrium atau lemak pada masakan Moms.

Itu artinya, cara menyimpan jamur patut Moms ketahui sebagaimana jamur adalah bagian dari kelompok bumbu dapur.

Meski begitu, sebaiknya Moms tidak memburu jamur dari alam liar karena jamur beracun sulit diidentifikasi. Moms harus selalu membeli dari toko bahan makanan atau pasar yang andal.

Beberapa jenis yang paling umum ditemukan di toko grosir adalah shitake, portobello, crimini, kancing atau jamur putih, tiram, enoki, pohon beech, maitake.

Masing-masing memiliki tampilan dan rasa yang unik.

Saat memilih jamur, pastikan juga jamur terasa keras, tidak lembap saat disentuh, dan bebas jamur.

Jamur juga dapat disimpan dalam kantong kertas di dalam lemari es selama sekitar lima hari. Bersihkan kotoran dan bilas perlahan saat Moms siap menggunakannya.

Seperti dikutip dari WebMD, jamur kaya akan sumber serat, protein, dan antioksidan yang rendah kalori.

Mengonsumsi jamur dipercaya dapat mengurangi risiko mengembangkan kondisi kesehatan yang serius, seperti Alzheimer, penyakit jantung, kanker, dan diabetes.

WebMD mencatat, jamur juga merupakan sumber yang bagus untuk selenium, tembaga, thiamin, magnesium dan fosfor. Satu cangkir jamur cincang dianggap sebagai ukuran porsi khas.

Berkat tekstur umami-nya, jamur dapat digunakan sebagai pengganti daging di banyak hidangan.

Berapa Lama Dapat Menyimpan Jamur

Ragam Jenis Jamur
Foto: Ragam Jenis Jamur (eatright.org)

Jamur seperti kebanyakan sayuran segar lainnya yang tidak memiliki tanggal penjualan, tanggal penggunaan, atau tanggal terbaik untuk menyimpan jamur.

Itu artinya, Moms harus pintar-pintar memilih jamur yang akan dikonsumsi.

Namun jika Moms menyimpan jamur dengan baik dan benar, Moms bisa menggunakannya selama beberapa hari.

Untuk jamur segar yang masih utuh, Moms dapat menyimpan jamur hingga bertahan selama 7-10 hari.

Jangka waktu menyimpan jamur juga berlaku untuk jamur yang sudah dimasak atau diolah. Sementara jamur yang sudah diiris, hanya memiliki usia simpan selama 5-7 hari.

Moms juga bisa menggunakan jamur kering. Cara menyimpan jamur kering lebih mudah dan lebih lama atau sekitar 2-3 tahun.

Baca Juga: Inilah 5 Manfaat Baik Jamur Bagi Kesehatan Anak

Cara Menyimpan Jamur

Cara Menyimpan Jamur
Foto: Cara Menyimpan Jamur (southpack.com)

Meski sudah mengetahui berapa lama dapat menyimpan jamur, tetapi yang masih mengganjal dalam pikiran Moms mungkin adalah bagaimana cara menyimpan jamur yang benar, supaya tetap segar saat dimasak.

Sebenarnya, menyimpan jamur dan membuatnya tetap segar saat akan diolah bukanlah hal yang sulit, Moms.

Ada beberapa cara yang bisa digunakan untuk menyimpan jamur supaya tidak menjadi busuk dan berakhir di tempat sampah.

1. Cara Menyimpan Jamur di Lemari Es

Moms bisa langsung menyimpan jamur yang dibeli dengan kemasan di dalam lemari es.

Termasuk jamur kancing atau champignon dan jamur tiram. Banyak supermarket yang menyediakan jamur dalam kemasan satu paket.

Jika sudah begitu, Moms tidak perlu repot.

Masukkan jamur dengan kemasannya dalam lemari es dan maka Moms dapat menyimpan jamur selama satu minggu.

Namun yang perlu diperhatikan, hindari meletakkan jamur di dekat makanan dengan bau atau rasa yang kuat karena jamur akan menyerapnya seperti spons.

Berhati-hatilah untuk tidak menumpuk makanan lain di atasnya. Jamur yang remuk akan terlihat tidak menggugah selera.

Selain itu, mereka juga tidak akan bertahan lama dan menyimpan jamur menjadi sia-sia.

Beberapa jamur lebih tahan lama di lemari es daripada yang lain. Untuk menghindari pemborosan, cobalah untuk membeli jamur hanya saat Moms akan menggunakannya.

Jika perlu menyimpan jamur selama lebih dari seminggu, pertimbangkan untuk membekukan atau mengeringkannya.

Baca Juga: Makan Jamur saat Hamil, Bolehkah?

2. Cara Menyimpan Jamur dengan Wadah Sendiri

Jika Moms membeli jamur kiloan, dikutip dari Eat This, maka meletakkan di dalam mangkuk atau wadah kecil bisa menjadi salah satu cara menyimpan jamu yang efektif.

Jangan gunakan wadah yang dapat ditutup rapat untuk memberikan udara pada jamur.

Moms, bisa menutupnya dengan plastik dan membuat beberapa lubang pada plastik tersebut. Setelah itu, Moms bisa menyimpan jamur di lemari es dan gunakan dalam waktu satu minggu.

Menurut The Spurce Eat, Moms juga bisa menyimpan jamur yang masih utuh dan belum dicuci ke dalam kantung kertas.

Lipat bagian atas kantung, kemudian letakkan plastik di kompartemen utama lemari es.

Trik ini dilakukan karena kantung kertas dapat menyerap kelembapan berlebih dari jamur untuk menghindari basah atau berjamur.

3. Cara Menyimpan Jamur dengan Kantung Plastik

Moms juga dapat menyimpan jamur dengan membungkus menggunakan handuk kertas dan memasukkannya ke dalam kantong plastik yang menggunakan klip dengan bagian atas terbuka.

Simpan di lemari es dan gunakan dalam satu minggu.

Baca Juga: Ini 4 Manfaat Kesehatan Jamur Shiitake, Moms Harus Tahu

4. Cara Menyimpan Jamur dengan Membekukan dan Mengeringkan Jamur

Membekukan dan mengeringkan jamur adalah cara lain untuk menyimpan jamur lebih lama.

Selain bisa bertahan lebih lama, Moms juga bisa lebih berhemat karena jamur kering dapat bertahan selama 2-3 tahun. Bukan hanya itu, trik atau cara menyimpan jamur ini cukup sederhana dan juga bisa Moms lakukan sendiri di rumah.

  • Cara Membekukan Jamur

Jamur membeku dengan baik, tetapi yang terbaik adalah memasukkannya ke dalam freezer secepat mungkin. Jangan menunggu jamur mulai membusuk di lemari es sebelum memutuskan untuk membekukannya.

Jika jamur yang harus disimpan dalam jumlah banyak, pertimbangkan untuk menyisihkan sebagian untuk dimakan saat ini juga dan sebagian lagi untuk dimakan nanti.

Pastikan berapa jamur yang akan Moms gunakan hari ini, hingga sisanya dibekukan untuk disimpan sebelum membusuk.

Selain itu, yang perlu Moms ingat, jamur harus dimasak dulu sebelum dibekukan. Ini akan menghentikan kerja enzim, dengan demikian menjaga kualitasnya, jadi penting untuk tidak melewatkan langkah ini.

Baca Juga: Wajib Tahu, Ini 5 Fakta Jamur Enoki yang Jadi Penyebab Wabah Listeria

  • Cara Mengeringkan Jamur

Mengeringkan jamur juga menjadi alternatif menyimpan jamur untuk jangka waktu lama. Terutama jika freezer di rumah Moms tidak memiliki banyak ruang.

Jamur kering dapat dihidrasi kembali sesuai kebutuhan, dan sementara itu, jamur ini hanya memakan sedikit ruang di dapur.

Gunakan oven suhu rendah atau pengering makanan untuk mengeringkan jamur. Kemudian simpan dalam wadah kedap udara sampai Moms membutuhkannya.

Jika belum pernah menyimpan jamur dengan teknik mengeringkan, Moms bisa mencobanya sedikit untuk mempelajarinya. Ketika sudah mengerti tekniknya, Moms mungkin tahu bahwa jamur kering sama baiknya dengan jamur segar.

Hal paling penting untuk diingat sebelum menyimpan jamur adalah, semua jamur menyerap air seperti spons.

Bilaslah hanya jika Moms menggunakannya untuk membuat salad atau memasaknya menjadi sup.

Sementara jika akan menggunakannya untuk di-pan fry atau ditumis, Moms hanya perlu menggosoknya dengan tisu basah atau sikat dengan kuas kue.

Selain itu, khusus untuk jamur shitake dan portobello, keduanya memiliki batang berkayu yang terlalu berserat untuk dimakan. Sebaiknya buang batangnya atau Moms bisa menggunakannya untuk kaldu.

Jamur portobello juga memiliki insang yang bisa dimakan.

Tetapi yang menjadi masalah, insang tersebut akan membuat warna masakan Moms menjadi cokelat tua. Untuk menghindarinya, Moms bisa mengikis insang dengan sendok teh.

Baca Juga: 2 Resep Jamur Shiitake yang Lezat dan Menggoda

Moms mungkin sudah menguasai semua teknik menyimpan jamur, tetapi masih tidak yakin apa yang harus Moms lakukan dengan jamur-jamur itu.

Jangan khawatir, Moms bisa mengolahnya dengan berbagai macam menu masakan yang pastinya bisa menggugah selera makan.

Moms bisa menggunakan jamur-jamur di rumah untuk memasak pasta, menggunakannya sebagai topping di atas pizza, menambahkannya ke sup, atau menumisnya dengan mentega dan tumpuk di atas burger.

Jamur tumis juga merupakan pendamping steak yang lezat.

Moms hanya perlu melihat-lihat koleksi resep untuk mengeksplorasi masakan yang akan terasa lebih enak dengan menambahkan segenggam jamur.

Pastinya hal itu juga akan membuat koleksi resep makanan Moms bertambah.

Itu dia Moms, cara menyimpan jamur agar kualitas dan nutrisinya tetap terjaga. Selamat mencoba!

  • https://www.healthline.com/health/food-nutrition/are-mushrooms-good-for-you#Nutritional-benefits-of-eating-mushrooms
  • https://www.webmd.com/diet/health-benefits-mushrooms
  • https://www.eatthis.com/best-way-store-mushrooms/
  • https://www.thespruceeats.com/how-to-store-mushrooms-1389342

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.