Kesehatan

13 Februari 2021

9 Cara Merawat Telinga, Jangan Menggunakan Cotton Buds!

Telinga merupakan salah satu organ terpenting di dalam tubuh.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Istihanah
Disunting oleh Adeline Wahyu

Telinga merupakan salah satu dari lima indera yang ada di tubuh. Fungsinya juga sangat penting, yaitu sebagai alat pendengaran.

Penting untuk mengetahui cara merawat telinga agar fungsi pendengaran Moms tetap terjaga.

Gangguan pendengaran bisa jadi disebabkan oleh cara merawat telinga yang salah.

Saat telinga mengalami gangguan, biasanya akan bersifat sementara atau selamanya. Jadi Moms harus lebih meningkatkan kesadaran akan cara merawat telinga yang baik.

Baca juga: Jangan Anggap Sepele Sakit Telinga pada Anak, Ini Cara Mengatasinya

Penyebab Gangguan Pada Telinga

telinga merah.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Telinga terdiri dari tiga bagian, luar, tengah dan dalam. Semua bagian ini berfungsi untuk pendengaran.

Gelombang suara masuk melalui telinga luar, kemudian berjalan menuju telinga tengah dan membuat getaran di dalam gendang telinga yang ada di bagian dalam.

Getaran tersebut ditransmisikan melalui tiga tulang kecil, yang disebut ossicles, di telinga tengah Moms. Getaran berjalan ke telinga bagian dalam, organ berbentuk siput.

Telinga bagian dalam membuat impuls saraf yang dikirim ke otak. Otak akan mengenalinya sebagai suara. Telinga bagian dalam juga mengontrol keseimbangan.

Berbagai kondisi dapat mempengaruhi fungsi pendengaran Moms. Salah satunya adalah saat Moms salah memilih cara merawat telinga sehingga fungsi ini akan mengalami gangguan.

Berikut gangguan telinga yang perlu Moms ketahui.

1. Infeksi Telinga

Penyakit telinga yang paling umum ini, biasanya terjadi pada bayi dan anak kecil.

Gangguan ini biasanya terjadi karena cara merawat telinga yang kurang tepat.

2. Tinnitus

Kondisi ini terjadi ketika terdengar suara menderu di telinga Moms. Penyebabnya bisa jadi akibat karena suara keras, obat-obatan atau berbagai penyebab lainnya.

Journal of Clinical Neurology menjelaskan tinnitus persepsi suara tanpa adanya suara eksternal yang sebenarnya dan merupakan gejala kondisi yang mendasari daripada penyakit tunggal.

3. Penyakit Meniere

Penyakit ini mungkin disebabkan oleh masalah cairan di telinga bagian dalam.

Gejala yang ditimbulkan meliputi tinitus dan pusing.

4. Barotrauma

Barotrauma adala keadaan dimana telinga mengalami cedera karena perubahan barometrik (udara) atau tekanan air.

Jurnal SeatPearls menjelaskan, kondisi ini terjadi akibat adanya kerusakan jaringan fisik yang disebabkan oleh perbedaan tekanan yang tidak dapat dihilangkan antara gas atau cairan di sekitarnya dan rongga tubuh yang tidak terhalang (misalnya, sinus, paru-paru), atau di bidang jaringan.

Baca juga: Kenapa Telinga Berdenyut Seperti Ditusuk-tusuk?

Cara Merawat Telinga

cara merawat telinga

Foto: Orami Photo Stock

Moms yang ingin memiliki pendengaran sehat, sebaiknya cari tahu cara merawat telinga yang baik.

Konsultasi ke dokter juga bisa Moms lakukan saat menyadari bahwa telinga Moms mengalami gangguan.

Mengetahu cara merawat telinga yang baik juga bisa mencegah terjadinya gangguan pendengaran atau tuli.

Nah Moms, biar tidak salah lagi yuk cari tahu cara merawat telinga yang baik.

1. Menutup Telinga di Tengah Kebisingan

Sekitar 15% orang Amerika mengalami gangguan pendengaran yang disebabkan oleh kebisingan pekerjaan atau lingkungan.

Moms yang senang pergi ke klub, konser atau bekerja di lingkungan yang menyebabkan suara bising dapat mengalami gangguan telinga lebih tinggi.

Lingkungan dengan suara bising dapat menyebabkan kerusakan di telinga karena orang sekitar akan berbicara secara berteriak di telinga Moms.

Moms sebaiknya menggunakan penyumbat telinga saat berada di tengah suara bising. Hal ini merupakan cara merawat telinga agar tidak mengalami kerusakan.

Pastikan Moms memilih penyumbat telinga yang nyaman saat dipakai. Moms juga bisa berkonsultasi dengan penyedia layanan kesehatan pendengaran yang ada di sekitar Moms.

Penyumbat telinga musisi adalah penyumbat telinga khusus dengan filter yang memungkinkan seseorang mendengar percakapan dan musik, tetapi tetap mengurangi tingkat suara berbahaya dengan tetap mempertahankan kualitas suara aslinya semaksimal mungkin.

2. Jangan Dengarkan Musik Terlalu Keras

Mendengarkan musik dengan volume rendah merupakan salah satu cara merawat telinga yang bisa Moms lakukan.

Menurut data WHO, 1,1 juta remaja dan dewasa muda di seluruh dunia berisiko mengalami gangguan pendengaran akibat kebisingan akibat penggunaan perangkat audio yang tidak aman.

Jika Moms suka menikmati musik melalui headphone atau earbud, sebaiknya mengikuti aturan 60/60 agar kesehatan telinga tetap terjaga.

Disarankan untuk mendengarkan dengan headphone dengan volume tidak lebih dari 60% selama tidak lebih dari 60 menit sehari.

Penggunaan earbud dianggap berbahaya karena berada tepat di sebelah gendang telinga. Sebaiknya, pilih headphone over-the-ear saat mendengarkan musik.

Jangan lupa bahwa musik keras apa pun, tidak hanya musik yang diputar melalui headphone, dapat menimbulkan risiko gangguan pendengaran yang disebabkan oleh kebisingan.

Jika Moms mengadakan acara, pastikan volume music pengiring tidak memaksa orang berteriak untuk mengadakan percakapan.

3. Beri Waktu Telinga untuk Istirahat

Cara merawat telinga salah satunya adalah dengan membiarkannya istirahat. Para peneliti telah menemukan bahwa rata-rata waktu istirahat telinga yang ideal adalah 16 jam.

Jumlah ini disarankan untuk Moms yang sering berada di lingkungan bising atau sering mendengarkan musik keras.

Baca juga: Telinga Bayi Bau, Ini Yang Harus Diwaspadai

4. Berhenti Menggunakan Cotton Buds untuk Membersihkan Telinga

Sudah bukan rahasia lagi, kalau banyak orang menggunakan cotton buds untuk membersihkan kotoran di liang telinga. Sayangnya hal ini adalah cara merawat telinga yang salah.

Telinga adalah organ yang membersihkan diri sendiri, dan lilin mencegah debu dan partikel berbahaya lainnya memasuki saluran.

Selain itu, memasukkan apa pun ke dalam saluran telinga berisiko merusak organ sensitif seperti gendang telinga.

Saat Moms merasa memiliki lilin, cukup gunakan handuk lembap untuk membersihkannya. Moms juga bisa menggunakan larutan pembersih kotoran telinga selama beberapa malam.

Cara ini dapat melembutkan lilin sehingga pada akhirnya akan mengalir keluar dengan sendirinya. Solusi terbaik adalah selalu mencari opini dan perhatian profesional jika memungkinkan.

5. Konsumsi Obat Sesuai Petunjuk

Obat-obatan tertentu, seperti obat antiinflamasi non steroid (NSAIDS) seperti aspirin, ibuprofen, dan naproxen, terkadang dapat menyebabkan gangguan pendengaran.

Penting untuk Moms mendiskusikan dengan dokter mengenai obat-obatan tersebut saat merasa ada gangguan di pendengaran. Hal ini bisa menjadi salah satu cara merawat telinga Moms agar tidak mengalami gangguan yang lebih parah.

6. Jaga Telinga Agar Selalu Kering

Menjaga kelembapan telinga merupakan cara merawat telinga yang disarankan oleh para ahli, karena kelembapan yang berlebihan memungkinkan bakteri masuk dan menyerang saluran telinga.

Hal ini dapat menyebabkan telinga perenang atau jenis infeksi telinga lainnya, yang dapat membahayakan kemampuan pendengaran.

Pastikan telinga selalu dalam kering dengan handuk setelah mandi atau berenang.

Jika Moms bisa merasakan ada air di telinga, miringkan kepala ke samping dan tarik perlahan cuping telinga untuk mengeluarkan air.

Moms juga dapat memastikan telinga tetap kering dan sehat dengan menggunakan penyumbat telinga khusus untuk perenang, yang menghalangi air masuk ke saluran telinga.

Cara ini dianggap sangat efektif untuk anak-anak dan dewasa karena alat ini dapat bekerja sangat baik dalam mencegah telinga perenang.

Buatlah janji temu dengan ahli kesehatan pendengaran setempat untuk mendapatkan kebugaran.

Baca juga: 5+ Cara Membersihkan Telinga Bayi yang Aman, Yuk Coba Moms!

7. Olahraga

Cara merawat telinga juga bisa dilakukan dengan selalu berolahraga.

Latihan kardio seperti jalan kaki, lari, atau bersepeda membuat darah terpompa ke seluruh bagian tubuh, termasuk telinga.

Hal ini membantu bagian dalam telinga tetap sehat dan bekerja secara maksimal.

Pastikan untuk tetap aman! Saat bersepeda, selalu kenakan helm. Karena saat jatuh dan kepala terbentur, gegar otak dapat merusak pendengaran Moms.

8. Mengelola Stress

Stres dan kecemasan telah dikaitkan dengan tinnitus sementara dan permanen.

Tingkat stres yang tinggi dapat menyebabkan tubuh merasa kesal atau ingin menghindari sesuatu.

Hal ini merupakan merupakan reaksi instingtual yang mengisi tubuh dengan adrenalin untuk membantu melawan atau melarikan diri dari bahaya.

Proses ini memberi banyak tekanan pada saraf, aliran darah, panas tubuh, dan lainnya.

Biasanya tekanan dan stres ini diperkirakan dapat menjalar ke telinga bagian dalam dan berkontribusi pada gejala tinitus.

9. Periksa Kesehatan Secara Rutin

Melakukan pemeriksaan telinga ke dokter THT merupakan cara merawat telinga Moms.

Minta kepada dokter untuk melakukan perawatan pendengaran hingga ke dalam saat pemeriksaan rutin, karena gangguan pendengaran berkembang secara bertahap.

Baca juga: Ada Benjolan di Belakang Telinga Bayi, Yuk Cek Penyebab dan Cara Mengatasinya!

Moms juga disarankan untuk melakukan konsultasi pendengaran tahunan dengan ahli kesehatan pendengaran.

Dengan begitu, Moms akan lebih mudah mengenali tanda-tanda gangguan pendengaran dan segera mengambil tindakan.

Mengambil tindakan penting karena gangguan pendengaran yang tidak diobati dapat terjadi secara permanen.

Selain itu, hal ini juga dapat mengganggu kesehatan lain, seperti depresi, demensia, dan penyakit jantung.

Moms, demikian penjelasan mengenai cara merawat telinga yang perlu diketahui. Mulai sekarang jangan sampai salah lagi untuk merawat telinga ya Moms.

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait