18 March 2022

Jangan Sembarangan! Begini Cara Pasang Regulator Oksigen dengan Benar

Simak juga tips penting lainnya

Selama masa pandemi COVID-19, penggunaan tabung oksigen jadi meningkat. Namun, sudahkah Moms tahu cara pasang regulator oksigen yang benar?

Regulator oksigen adalah alat yang berfungsi untuk mengatur tekanan oksigen yang diberikan pada pasien.

Memasang regulator dengan benar sangat penting, agar oksigen yang diterima pasien aman. Sebab, oksigen dari tabung memiliki tekanan yang tinggi.

Baca juga: Hiperkalemia: Gejala, Faktor Risiko, dan Cara Mengatasinya

Begini Cara Pasang Regulator Oksigen yang Benar

cara pasang regulator oksigen
Foto: cara pasang regulator oksigen (mhoxygen.com)

Foto: mhoxygen.com

Bagi yang masih bingung bagaimana cara pasang regulator oksigen yang benar, berikut ini langkah-langkahnya:

  1. Lepaskan penutup plastik dari leher silinder.
  2. Pastikan ada washer pada pin terbesar regulator atau oxygen conserving device (OCD).
  3. Pasang regulator dengan menggesernya ke leher silinder hingga 3 pin sejajar dengan 3 lubang pada silinder.
  4. Lalu, kencangkan sekrup pada regulator, dan buka silinder dengan memutar katup berlawanan arah jarum jam.
  5. Jika dipasang dengan benar, pengukur tekanan pada regulator akan menunjukkan seberapa penuh tangki.
  6. Hubungkan selang atau kanula hidung dengan aman pada regulator.
  7. Atur aliran ke pengaturan yang ditentukan dengan memutar kenop pada regulator. Tabung oksigen siap digunakan.
  8. Saat digunakan, periksa pengukur isi tabung secara berkala.
  9. Sebelum melepas regulator, tutup katup silinder.
  10. Lalu, buang oksigen yang tersisa sebelum melepas regulator. Hal ini terkadang dapat menimbulkan suara mendesis.
  11. Nyalakan kembali kenop aliran setelah katup silinder ditutup untuk melepaskan oksigen yang tersisa.
  12. Lalu, matikan kenop aliran sebelum melepas regulator.

Fungsi Regulator dan Tabung Oksigen

terapi oksigen
Foto: terapi oksigen (manometcurrent.com)

Foto: Orami Photo Stock

Setelah mengetahui cara pasang regulator oksigen, Moms sudah tahu belum apa fungsinya sebenarnya?

Regulator oksigen memiliki fungsi utama sebagai pengatur seberapa banyak oksigen yang dikeluarkan dari tabung atau tangki penyimpanan.

Ini penting karena oksigen di dalam tabung memiliki tekanan yang tinggi, sehingga perlu diatur agar aman dihirup manusia.

Kebanyakan regulator oksigen perlu diatur agar mengeluarkan oksigen sebanyak 0-25 liter per menit.

Dokter biasanya menyarankan untuk menyetel regulator pada 15 liter oksigen per menit, di setiap sesi terapi oksigen.

Ada juga regulator yang bisa disetel dengan tekanan hingga lebih dari 25 liter per menit (oksigen tekanan tinggi).

Namun, alat ini hanya ada di rumah sakit dan hanya digunakan pada kondisi tertentu, dalam pengawasan dokter.

Lantas, apa sih gunanya terapi oksigen? Udara yang kita hirup mengandung sekitar 21 persen oksigen.

Bagi kebanyakan orang dengan paru-paru yang sehat, 21 persen oksigen sudah cukup. Namun, pada pengidap penyakit tertentu, jumlah oksigen yang diperoleh melalui pernapasan normal tidak cukup.

Pengidap penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) adalah salah satu yang membutuhkan terapi oksigen. Hal ini diungkapkan dalam studi pada 2018 di jurnal Current Opinion in Pulmonary Medicine.

Dalam hal ini, pengidap PPOK memerlukan oksigen tambahan untuk mempertahankan fungsi tubuh yang normal.

Menurut studi peer-review pada 2016 di jurnal PLoS ONE, pasien PPOK yang menggunakan oksigen lebih dari 15 jam sehari mengalami peningkatan tingkat kelangsungan hidup.

Orang dengan penyakit paru-paru lainnya yang parah juga harus mengetahui cara pasang regulator oksigen.

Sebab, terapi oksigen dalam kondisi paru-paru yang parah dapat membantu mencegah gagal jantung.

Menurut American Lung Association, penggunaan oksigen tambahan juga memiliki banyak manfaat lain.

Termasuk meningkatkan kualitas tidur, suasana hati, kewaspadaan mental, dan stamina.

Baca juga: Bronkitis: Gejala, Penyebab, Komplikasi, hingga Pengobatannya

Tips Menggunakan Regulator dan Tabung Oksigen dengan Aman

cara pasang regulator oksigen
Foto: cara pasang regulator oksigen (aarc.org)

Foto: aarc.org

Selain mengetahui cara pasang regulator oksigen dengan benar, Moms juga perlu tahu tips aman menggunakannya. Berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  • Jauhkan tabung oksigen setidaknya 3 meter dari sumber api. Misalnya rokok, korek api, lilin, kompor, atau hal lain yang bisa memicu kebakaran.
  • Jauhkan tabung oksigen setidaknya 1,5 meter dari sumber panas. Misalnya pemanas ruangan, dan pemanas listrik dan gas.
  • Biarkan pintu kamar tetap terbuka. Ini membantu untuk memastikan ada sirkulasi udara dan membuat ruangan tidak pengap.
  • Lindungi tabung oksigen agar tidak terjatuh.
  • Simpan tabung oksigen tegak lurus di perangkat penyimpanan yang aman dan disetujui.
  • Matikan tabung segera jika terguling dan mengeluarkan suara mendesis.
  • Jika regulator rusak dan tidak dapat mematikan tabung dengan aman, lepaskan selang, tinggalkan ruangan, dan segera panggil bantuan pemadam kebakaran.
  • Taruhlah tabung di tempat yang aman dan tidak membuat orang tersandung.
  • Jangan gunakan losion atau krim yang mengandung petroleum jelly. Ini dapat menyalakan api ketika bercampur dengan oksigen.
  • Matikan oksigen saat tidak digunakan.
  • Ikuti petunjuk penggunaan yang aman dari perusahaan pembuat tabung.
  • Tahu apa yang harus dilakukan dalam keadaan darurat. Cari tahu dan catat nomor darurat yang perlu dihubungi, termasuk rumah sakit.
  • Cuci tangan sebelum dan sesudah menggunakan oksigen.
  • Jangan menyentuh unit oksigen jika tangan basah karena menggunakan hand sanitizer berbasis alkohol.
  • Jaga regulator dan tabung oksigen tetap bersih. Ini membantu mencegah menghirup kuman.

Baca juga: Mengenal Cedera Clavicula, Patah Tulang Selangka yang Sering Dialami Atlet

Nah, itulah pembahasan mengenai cara pasang regulator oksigen, dan hal-hal penting lain yang perlu diketahui. Semoga bermanfaat!

  • https://journals.lww.com/co-pulmonarymedicine/Abstract/2018/03000/Supplemental_oxygen_in_patients_with_stable.12.aspx
  • https://doi.org/10.1371/journal.pone.0163293
  • https://www.healthline.com/health/oxygen-therapy
  • https://www.verywellhealth.com/facts-about-oxygen-therapy-914699
  • https://www.fairview.org/Patient-Education/Articles/English/u/s/i/n/g/Using_an_Oxygen_Tank_at_Home_86967
  • https://www.drugs.com/cg/using-oxygen-safely.html
  • https://homecaremedical.com/pages/oxygen-regulator-instructions

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb