09 November 2022

5 Jenis Doa Iftitah yang Dibaca saat Salat, Lengkap dengan Arti!

Dapat dibaca saat salat fardu ataupun sunah
5 Jenis Doa Iftitah yang Dibaca saat Salat, Lengkap dengan Arti!

Foto: Orami Photo Stock

Sudahkah Moms tahu bacaan doa iftitah yang benar? Yuk, kenali lebih lanjut bacaan dan arti yang sebenarnya.

Doa iftitah adalah bacaan yang dibaca di awal permulaan salat, setelah takbiratul ihram dan sebelum membaca surat Al-Fatihah.

Doa iftitah ini diketahui hanya dibaca pada rakaat pertama saja.

Bacaan ayat ini diawali dengan pengagungan akan kebesaran dan kemulian Allah Ta’ala, Tuhan kita, kemudian permohonan doa dengan kepasrahan hamba terhadap Rabb-Nya.

Hukumnya sunah untuk dibaca, baik pada salat fardu maupun salat sunah.

Hal ini karena sesuai apa yang telah dipraktekkan oleh Rasulullah beserta para sahabatnya.

Baca Juga: 5 Doa Mengusir Setan, Baca Doa Ini Saat Jin Mulai Mengganggu

Bacaan Doa Iftitah dan Artinya

Gerakan Salat
Foto: Gerakan Salat (Orami Photo Stock)

Ada beberapa macam jenis doa iftitah yang dibaca oleh Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam dan sahabatnya.

Berdasarkan penelitian Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani rahimahullah, doa-doa iftitah tercantum dalam kitab Sifatu Shalatin Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam.

Dilansir dari Muslim ID, berikut bacaan doa iftitah di bawah ini berdasarkan riwayat-riwayat yang sahih.

1. Bacaan Iftitah tentang Kesucian

Doa ini biasa dibaca Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam dalam salat fardu.

Doa iftitah yang dibaca di awal gerakan salat, dapat berbunyi seperti berikut ini:

اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ، كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ المَشْرِقِ وَالمَغْرِبِ، اللَّهُمَّ نَقِّنِي مِنَ الخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ، اللَّهُمَّ اغْسِلْ خَطَايَايَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالبَرَدِ

Artinya:

"Ya Allah, jauhkanlah antara aku dan kesalahanku sebagaimana Engkau telah menjauhkan antara timur dan barat.

Ya Allah, sucikanlah kesalahanku sebagaimana pakaian yang putih disucikan dari kotoran. Ya Allah, cucilah kesalahanku dengan air, salju, dan air dingin” (HR.Bukhari 2/182, Muslim 2/98)

Doa ini adalah bacaan yang paling sahih di antara doa iftitah lainnya, sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Hajar dalam Fathul Baari (2/183).

2. Bacaan Iftitah tentang Taubat

Doa ini biasa dibaca Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam dalam salat fardu dan salat sunah.

وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيفًا، وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ، إِنَّ صَلَاتِي، وَنُسُكِي، وَمَحْيَايَ، وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، لَا شَرِيكَ لَهُ، وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِينَ، اللهُمَّ أَنْتَ الْمَلِكُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ أَنْتَ رَبِّي، وَأَنَا عَبْدُكَ، ظَلَمْتُ نَفْسِي، وَاعْتَرَفْتُ بِذَنْبِي، فَاغْفِرْ لِي ذُنُوبِي جَمِيعًا، إِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ، وَاهْدِنِي لِأَحْسَنِ الْأَخْلَاقِ لَا يَهْدِي لِأَحْسَنِهَا إِلَّا أَنْتَ، وَاصْرِفْ عَنِّي سَيِّئَهَا لَا يَصْرِفُ عَنِّي سَيِّئَهَا إِلَّا أَنْتَ، لَبَّيْكَ وَسَعْدَيْكَ وَالْخَيْرُ كُلُّهُ فِي يَدَيْكَ، وَالشَّرُّ لَيْسَ إِلَيْكَ، أَنَا بِكَ وَإِلَيْكَ، تَبَارَكْتَ وَتَعَالَيْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

Artinya:

"Aku hadapkan wajahku kepada Dzat yang Maha Pencipta langit dan bumi sebagai muslim yang ikhlas dan aku bukan termasuk orang yang musyrik.

Sesungguhnya salatku, sembelihanku, hidupku dan matiku, hanya semata-mata untuk Allah Rabb semesta alam. Tidak ada sekutu bagi-Nya.

Oleh karena itu aku patuh kepada perintah-Nya dan aku termasuk orang yang aku berserah diri. Ya Allah, Engkaulah Maha Penguasa.

Tidak ada Ilah yang berhak disembah selain Engkau. Mahasuci Engkau dan Maha Terpuji. Engkaulah Tuhanku dan aku adalah hamba-Mu.

Aku telah menzalimi diriku sendiri dan akui dosa-dosaku. Karena itu ampunilah dosa-dosaku semuanya.

Sesungguhnya tidak ada yang bisa mengampuni segala dosa melainkan Engkau. Tunjukilah aku akhlak yang paling terbaik. Tidak ada yang dapat menunjukkannya melainkan hanya Engkau.

Jauhkanlah akhlak yang buruk dariku, karena sesungguhnya tidak ada yang sanggup menjauhkannya melainkan hanya Engkau.

Ajak aku patuhi segala perintah-Mu, dan akan aku tolong agama-Mu. Segala kebaikan berada di tangan-Mu.

Sedangkan keburukan tidak datang dari Mu. Orang yang tidak tersesat hanyalah orang yang Engkau beri petunjuk.

Aku berpegang teguh dengan-Mu dan kepada-Mu. Tidak ada keberhasilan dan jalan keluar kecuali dari Mu.

Maha Suci Engkau dan Maha Tinggi. Kumohon ampunan dariMu dan aku bertobat kepada-Mu” (HR. Muslim 2/185 – 186)

Baca Juga: 3+ Hadis Kasih Sayang Lengkap dengan Tulisan Arab, Latin, dan Artinya

3. Bacaan Iftitah tentang Berserah Diri

Ilustrasi Salat
Foto: Ilustrasi Salat (Freepik.com)

Doa iftitah berikut ini tentang berserah diri kepada Tuhan Yang Maha Esa. Berikut bunyi dan artinya:

اللَّهِ أَكْبَرُ وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيفًا مُسْلِمًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ، إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ لَا شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ، اللَّهُمَّ أَنْتَ الْمَلِكُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ وَبِحَمْدِكَ

Artinya:

“Aku hadapkan wajahku kepada Dzat yang Maha Pencipta langit dan bumi sebagai muslim yang ikhlas dan aku bukan termasuk orang yang musyrik.

Sesungguhnya salatku, sembelihanku, hidupku dan matiku, hanya semata-mata untuk Allah Rabb semesta alam.

Tidak ada sekutu bagi-Nya. Oleh karena itu aku patuh kepada perintah-Nya, dan aku termasuk orang yang aku berserah diri.

Ya Allah, Engkaulah Maha Penguasa. Tidak ada Ilah yang berhak disembah selain Engkau. Mahasuci Engkau dan Maha Terpuji”. (HR. An Nasa-i, 1/143. Disahihkan Al Albani dalam Sifatu Shalatin Nabi 1/251)

4. Doa Iftitah tentang Amal Kebaikan

Selain itu, terdapat doa iftitah tentang amal kebaikan yang bisa dibaca di awal gerakan salat.

إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِينَ. اللَّهُمَّ اهْدِنِي لِأَحْسَنِ الْأَعْمَالِ وَأَحْسَنِ الْأَخْلَاقِ لَا يَهْدِي لِأَحْسَنِهَا إِلَّا أَنْتَ، وَقِنِي سَيِّئَ الْأَعْمَالِ وَسَيِّئَ الْأَخْلَاقِ لَا يَقِي سَيِّئَهَا إِلَّا أَنْتَ

Artinya:

“Sesungguhnya salatku, sembelihanku, hidupku dan matiku, hanya semata-mata untuk Allah Rabb semesta alam.

Tidak ada sekutu bagi-Nya. Oleh karena itu aku patuh kepada perintah-Nya, dan aku termasuk orang yang aku berserah diri.

Ya Allah, tunjukilah aku amal dan akhlak yang terbaik. Tidak ada yang dapat menunjukkanku kepadanya kecuali Engkau.

Jauhkanlah aku dari amal dan akhlak yang buruk. Tidak ada yang dapat menjauhkanku darinya kecuali Engkau”. (HR. An Nasa-i 1/141, Ad Daruquthni 112)

Baca Juga: 10 Aplikasi Islam, Bantu Menjalankan Ibadah Sehari-hari

5. Doa Iftitah tentang Keberkahan

Terdapat juga bacaan iftitah tentang keberkahan yang diberikan Allah SWT. Berikut bunyi dan artinya:

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ تَبَارَكَ اسْمُكَ وَتَعَالَى جَدُّكَ وَلَا إِلَهَ غَيْرُكَ

Artinya

“Maha suci Engkau, ya Allah. Ku sucikan nama-Mu dengan memuji-Mu. Nama-Mu penuh berkah.

Maha tinggi Engkau. Tidak ilah yang berhak disembah selain Engkau” (HR.Abu Daud 1/124, An Nasa-i, 1/143, At Tirmidzi 2/9-10, Ad Darimi 1/282, Ibnu Maajah 1/268. Dari sahabat Abu Sa’id Al Khudri, dihasankan oleh Al Albani dalam Sifatu Shalatin Nabi 1/252)

Doa ini juga diriwayatkan dari sahabat lain secara marfu’, yaitu dari ‘Aisyah, Anas bin Malik dan Jabir Radhiallahu’anhum.

Bahkan Imam Muslim membawakan riwayat berikut:

أن عمر بن الخطاب كان يجهر بهؤلاء الكلمات يقول : سبحانك اللهم وبحمدك . تبارك اسمك وتعالى جدك . ولا إله غيرك

Artinya: “Umar bin Khattab pernah menjaharkan doa ini (ketika salat) (lalu menyebut doa di atas)” (HR. Muslim no.399)

Baca Juga: Bolehkah Puasa di Hari Jumat? Ini Penjelasannya!

Demikianlah doa iftitah yang banyak diamalkan oleh para sahabat Nabi dan para ulama untuk mengamalkan doa ini dalam salat.

Selain itu, doa ini terbilang cukup singkat dan tepat dibaca seorang imam yang memimpin golongan anak-anak dan orang tua.

Pendapat para ulama memang beragam dalam permasalahan doa iftitah dan membaca surat Al-Fatihah ini.

Hal ini karena ada perbedaan di antara mereka dalam mengkompromikan masing-masing nash.

Segera amalkan bacaan doa iftitah di atas dan kenalkan pada Si Kecil juga, ya!

  • https://muhammadiyah.or.id/bagaimana-doa-iftitah-dan-al-fatihah-ketika-menjadi-makmum/
  • https://islam.nu.or.id/shalat/macam-macam-doa-iftitah-dan-syarat-kesunnahannya-C0FMq
  • https://muslim.or.id/7934-doa-iftitah.html

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb