19 Januari 2021

5 Fakta Rabun Senja pada Anak, Bisa Terjadi karena Diabetes!

Simak fakta-faktanya di sini yuk, Moms!

Apakah Si Kecil terlihat sering mengeluhkan pandangannya kabur saat berada di ruangan dengan cahaya yang remang-remang? Bisa jadi ini gejala dari rabun ayam atau rabun senja pada anak.

Rabun senja atau nyctalopia tak hanya bisa dialami orang dewasa, Si Kecil juga bisa mengalaminya. Terutama jika ia memiliki gangguan pada matanya.

"Malam hari memang gelap, tetapi saat berada di bawah kondisi cahaya yang redup pupil akan membesar. Tapi, penderita rabun senja justru mendapatkan gelombang seperti lampu depan atau lampu jalan yang membuatnya lebih sulit untuk melihat," jelas dokter Mei Fleming, O.D., pendiri dan dokter mata utama di Luminance Vision Optometry.

Fakta Rabun Senja pada Anak

Rabun senja bukanlah sebuah penyakit melainkan kondisi kegagalan mata untuk beradaptasi segera dari cahaya ke kegelapan yang ditandai dengan berkurangnya kemampuan untuk melihat dalam cahaya redup atau di malam hari.

Ini terjadi sebagai gejala dari berbagai penyakit retina bawaan atau sebagai akibat dari kekurangan vitamin A.

Berikut ini fakta-fakta lain rabun senja pada anak yang perlu orang tua pahami.

Baca Juga: Jangan Sepelekan Mata Belekan Pada Anak!

1. Tidak Sepenuhnya Buta

rabun senja
Foto: rabun senja (rd.com)

Foto: pexels.com

Berbeda dengan kondisi tidak bisa melihat sama sekali, rabun senja merupakan kondisi ketika mata tidak dapat menyesuaikan diri dengan kegelapan atau pencahayaan redup.

Hal ini dapat terlihat ketika anak memiliki ketakutan yang kuat akan kegelapan, kesulitan berjalan di ruangan yang remang-remang tanpa tersandung, atau menabrak benda-benda, dan kesulitan tidur sepanjang malam.

2. Sulit Mengenali Wajah

rabun senja pada anak
Foto: rabun senja pada anak

Foto: Orami Photo Stock

Anak yang mengalami rabun senja akan mengalami kesulitan mengenali wajah dalam lingkungan yang gelap.

Mata yang normal membutuhkan waktu hingga 30 menit untuk sepenuhnya menyesuaikan dengan ruangan yang gelap, tetapi anak dengan rabun senja bisa jadi membutuhkan waktu yang sangat lama dan bakan tidak juga mendapatkan hasil penglihatan yang baik.

3. Terjadi Karena Kerusakan Retina

terjadi kerusakan pada retina mata
Foto: terjadi kerusakan pada retina mata

Foto: Orami Photo Stock

Semua jenis rabun senja disebabkan oleh sel-sel retina di mata yang tidak bekerja dengan baik. Kerusakan sel ini bisa terjadi karena banyak hal.

Pada anak-anak, penyebab paling umum adalah kekurangan nutrisi Vitamin A (keratomalacia), dan juga dalam beberapa kasus ini terjadi karena kelainan bawaan genetik (retinitis pigmentosa).

Baca Juga: Pahami 5 Faktor yang Dapat Menjaga Kesehatan Mata Anak Ini

4. Bisa Juga Dipicu karena Diabetes

diabetes bisa jadi pemicu rabun senja
Foto: diabetes bisa jadi pemicu rabun senja

Foto: thetimes.co.uk

Anak-anak yang mengalami diabetes cukup parah dapat mengalami rabun senja.

Seiring waktu, kadar gula darah yang tinggi dari diabetes dapat menyebabkan kerusakan retina yang disebut dengan Retinopati diabetik.

Retinopati diabetik akan berkembang tergantung pada seberapa tinggi kadar gula darah dan berapa lama mereka telah berada di atas batas targetnya.

5. Bisa Memburuk Seiring Pertambahan Usia

rabun senja pada anak
Foto: rabun senja pada anak

Foto: libreshot.com

“Biasanya masalahnya bertambah seiring pasien bertambah dewasa dan juga kerusakan retina. Penglihatan malam mereka benar-benar menjadi buruk di mana pasien hanya memiliki sedikit penglihatan seperti melihat melalui terowongan," ujar dokter Valentina Constance Ideh, dokter spesialis mata dan Direktur Medis, Prime Optical Eye Center, Benin.

Baca Juga: Makanan yang Baik untuk Kesehatan Mata Anak, Tidak Hanya Wortel!

Walau dalam beberapa kasus rabun senja pada anak tidak dapat dicegah, Moms tetap bisa memberikan perawatan yang terbaik untuknya.

Berikan anak nutrisi vitamin A dan periksakan pada ahlinya untuk mendapatkan solusi terbaik.

Makanan untuk Mencegah Rabun Senja

Menurut jurnal dalam African Vision and Eye Health, anak-anak dilahirkan dengan sistem visual yang belum matang.

Agar perkembangan visual normal terjadi, maka kesehatan mata anak perlu dijaga.

Wortel sudah dikenal sebagai salah satu makanan yang paling baik untuk mata karena mengandung banyak vitamin A. Padahal, ada makanan lain yang kandungan betakarotennya lebih tinggi daripada wortel lho, Moms.

Selain vitamin A alias betakaroten, zat seperti lutein dan asam lemak omega 3 juga dibutuhkan untuk menjaga kesehatan mata dan mengindari rabun senja pada anak.

Apa saja makanan yang tinggi kandungan betakaroten, lutein, dan asam lemak omega 3 untuk mencegah rabun senja?

Baca Juga: 4 Cara Mencegah Penularan Sakit Mata

1. Sayuran Hijau

sayur bayam
Foto: sayur bayam

Sayuran hijau mengandung lutein yang memiliki nutrisi penting bagi kesehatan mata, terutama bagian lensa dan retina.

Lutein memiliki fungsi sebagai pelindung mata dari bahaya sinar UV. Salah satu jenis sayuran hijau yang paling tinggi kandungan luteinnya adalah bayam.

Dengan rutin konsumsi bayam, anak bisa terlindungi dari rabun senja.

2. Buah-buahan

buah apel serat
Foto: buah apel serat

Retina mata membutuhan vitamin A untuk melihat di malam hari. Vitamin yang juga disebut betakaroten ini banyak terkandung dalam buah.

Apa saja buah yang bagus untuk mata? Buah yang mengandung vitamin A paling tinggi di antaranya ada melon, pepaya, semangka, markisa, dan apel.

Baca Juga: Bayi Ngeces, Tanda Gangguan Kesehatan?

3. Ikan

ikan salmon untuk menjaga kesehatan mata anak
Foto: ikan salmon untuk menjaga kesehatan mata anak

Foto: Orami Photo Stock

Ternyata ikan salmon dan tuna mengandung asam lemak omega 3 yang berfungsi menormalkan sel retina yang lemah.

Usahakan Si Kecil bisa mengonsumsi satu porsi salmon atau tuna setiap minggunya untuk melengkapi kebutuhan asam lemak omega 3 agar matanya tetap sehat dan terhindar dari risiko rabun senja.

Menjaga kesehatan matapun bisa dilakukan dengan cara alami yang lebih bervariasi. Kalau Moms, bagaimana cara menjaga kesehatan mata selain dengan mengonsumsi makanan sehat?

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.