03 Oktober 2023

Mengenal Fibroadenoma, Benjolan Payudara yang Tidak Nyeri

Sering dialami wanita berusia di bawah 30 tahun

Fibroadenoma adalah benjolan di payudara yang umumnya bukan kanker. Kondisi ini cukup sering dijumpai pada wanita sejak usia 20 tahun.

Namun, tidak menutup kemungkinan jika kondisi ini bisa dialami oleh usia lainnya, seperti usia 15 hingga 35 tahun atau perempuan di segala usia yang sudah mengalami menstruasi.

Kondisi ini tidak menimbulkan rasa sakit, Moms. Biasanya benjolannya berbentuk bulat seperti kacang atau bisa juga berbentuk datar seperti uang koin.

Nah, fibroadenoma bisa saja terasa tidak nyaman, tapi bukan berarti semua benjolan mengarah pada keganasan atau kanker, lho Moms.

Jadi, yuk mari kenali apa saja gejala, penyebab, dan cara mengatasi benjolan ini pada wanita.

Baca Juga: 10 Tempat Deteksi Kanker Payudara di Jabodetabek, Catat ya!

Apa Itu Fibroadenoma?

Ilustrasi Payudara
Foto: Ilustrasi Payudara (Orami Photo Stocks)

FAM atau fibroadenoma adalah salah satu jenis tumor jinak paling umum yang terdapat pada payudara. Seringnya, ditemukan pada wanita yang berusia di bawah 30 tahun.

Kondisi ini juga dijelaskan langsung oleh dr. Rachmawati, Sp. B, Subsp. Onk. (K), Dokter Spesialis Bedah Subspesialis Bedah Onkologi RS Pondok Indah, Bintaro Jaya.

"Fibroadenoma mammae adalah tumor jinak yang terbentuk di payudara. Sebanyak 20 persen kasus fibroadenoma mammae terjadi secara multiple.

Baik di salah satu payudara maupun kedua payudara. Kondisi ini paling sering terjadi pada wanita usia 15-35 tahun," jelas dr. Rachmawati kepada Orami.

Selain itu, menurut American Society of Breast Surgeons Foundation, sekitar 10% wanita di Amerika Serikat memiliki diagnosis fibroadenoma.

Diketahui, sejumlah ras tertentu dapat meningkatkan risiko terkena benjolan pada payudara ini.

Kondisi ini terbilang tidak terlalu mengkhawatirkan sehingga gejala yang dirasakan hilang timbul dalam beberapa waktu.

Bahkan, untuk sebagian orang bisa hilang sendiri apabila benjolannya masih berukuran kecil.

Meskipun begitu, biasanya dokter merekomendasikan untuk mengangkat tumor jinak bagi mereka dengan gejala yang mengganggu.

Apa Itu Tumor Mammae Sinistra?

Nah, mungkin Moms sering bertanya-tanya tentang perbedaan fibroadenoma dengan fibroadenoma mammae, bukan?

Menurut dr. Rachmawati, fibroadenoma mammae adalah tumor jinak payudara seperti yang telah dijelaskan sebelumnya.

Tumor mammae sinistra ini adalah tumor payudara kiri. Sementara tumor payudara kanan disebut dengan tumor mamma dekstra.

Nah, jika ingin mengetahui tingkat keganasan tumor, perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut ke dokter.

Baca Juga: 15 Cara Mengatasi Payudara Bengkak ketika Menyapih

Gejala Fibroadenoma (FAM)

Ilustrasi Gejala Fibroadenoma
Foto: Ilustrasi Gejala Fibroadenoma (Indianexpress.com)

Sebenarnya gejala dari fibroadenoma bisa bervariasi pada setiap orang.

Umumnya, mereka merasakan sejumlah tanda atau gejala, seperti:

  • Benjolan tidak terasa sakit
  • Berbentuk bundar dan bisa diraba
  • Mudah digerakkan ketika disentuh
  • Benjolan yang bisa terasa kenyal atau agak keras

Gejala dari FAM ini bisa timbul sewaktu-waktu atau saat menstruasi terjadi. Sejumlah perempuan ada juga yang tidak merasakan gejala sama sekali.

Biasanya, mereka baru menyadari ketika melakukan pemeriksaan payudara mandiri atau SEDARI.

Lalu, hal ini bisa berkembang di salah satu payudara atau bahkan keduanya ya, Moms.

Baca Juga: ASI Bertahan Berapa Jam Setelah Dipompa? Cari Tahu Yuk!

Penyebab Fibroadenoma

Ilustrasi Payudara
Foto: Ilustrasi Payudara (Pixabay.com)

Hingga saat ini, tak diketahui secara pasti penyebab fibroadenoma.

"Penyebab pasti munculnya tumor jinak di payudara tidak diketahui, tetapi kondisi ini berkaitan erat dengan hormon, terutama saat usia reproduktif," kata dr. Rachmawati.

Sejumlah ahli mengira ini dipicu dari hormon estrogen yang memicu pertumbuhan dan perkembangan tumor.

Mengonsumsi pil kontrasepsi sebelum usia 20 tahun pun, telah dikaitkan dengan risiko lebih tinggi terkena fibroadenoma (FAM).

Di luar itu, ada beberapa faktor pemicu timbulnya fibroadenoma, yakni meliputi:

Benjolan jinak ini dapat tumbuh dengan ukuran membesar, terutama selama kehamilan. Ketika menopause, ini seringnya akan menyusut.

"Benjolan biasanya membesar ketika hamil dan ketika seseorang menjalankan terapi hormon estrogen.

Sementara ketika seseorang memasuki masa menopause, benjolan akan beregresi atau mengecil," jelas dr. Rachmawati.

Untuk beberapa kasus, bahkan bisa sembuh dengan sendirinya.

Menyusui dan perubahan hormon saat kehamilan pun bisa membuat benjolan ini hilang dengan tiba-tiba.

Baca Juga: 7 Inspirasi Padu Padan Lace Bra, Ini Rekomendasi Produknya!

Jenis Benjolan Fibroadenoma

Ilustrasi Payudara
Foto: Ilustrasi Payudara (Shutterstock.com)

Breast Cancer Now menjelaskan, ada beberapa jenis dari fibroadenoma yang kerap ditemui.

Benjolan pada payudara ini meliputi:

  • FAM simpel atau remaja

Kebanyakan fibroadenoma simpel berukuran sekitar 1-3 cm dan sering terjadi pada wanita usia 10-20 tahunan.

Ini adalah jenis benjolan payudara yang paling umum dan sebagian besar menyusut seiring waktu.

  • FAM kompleks

Ini adalah pertumbuhan sel yang berlebihan (hiperplasia) yang dapat tumbuh dengan cepat.

Biasanya, dibutuhkan pengambilan jaringan atau biopsi untuk menentukan benjolan ini bersifat kanker atau non kanker.

  • FAM besar

Ini bisa tumbuh lebih besar dari 2 inci (5 cm).

Ini mungkin perlu diangkat karena dapat menekan atau mengganggu jaringan payudara lainnya.

  • Tumor filodes

Umumnya, ini bersifat jinak.

Namun, beberapa tumor filodes bisa menjadi kanker (ganas).

Dokter biasanya menyarankan agar ini diangkat melalui tindakan operasi.

Baca Juga: 13+ Pantangan Makanan untuk Ibu Menyusui, Catat Moms!

Jika menemukan benjolan di payudara, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter.

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb