16 Juni 2022

Gagap Kerap Terjadi pada Anak-Anak, Ini yang Perlu Moms Tahu

Meski bisa terjadi pada siapa saja, gagap lebih sering dialami oleh anak-anak

Gagap adalah salah satu jenis gangguan bicara yang bisa terjadi pada anak-anak, maupun orang dewasa.

Gangguan ini membuat seseorang mengulangi atau memperpanjang kata, suku kata, atau frasa.

Orang yang gagap juga dapat berhenti saat berbicara dan tidak mengeluarkan suara untuk suku kata tertentu.

Menurut National Institute on Deafness and Other Communication Disease (NIDCD), kondisi ini memengaruhi sekitar 5-10% anak-anak, paling sering terjadi antara usia 2-6 tahun.

Kebanyakan anak tidak akan terus gagap saat dewasa. Biasanya, seiring perkembangan anak, kegagapan akan berhenti.

Namun, sekitar 25% anak yang tidak sembuh dari kondisi ini akan terus mengalaminya saat dewasa.

Baca juga: 40 Kata Mutiara untuk Anak Perempuan yang Beranjak Dewasa

Gejala Gagap

gagap
Foto: gagap (todaysparent.com)

Foto: todaysparent.com

Seperti dikatakan di awal, orang yang gagap sering mengulang kata atau bagian kata, dan cenderung memperpanjang bunyi ujaran tertentu.

Mereka mungkin juga merasa lebih sulit untuk memulai beberapa kata. Saat anak berbicara gagap, biasanya mereka akan menjadi tegang saat mulai berbicara. Selain itu, mereka akan:

  • Berkedip dengan cepat
  • Bibir atau rahang mungkin bergetar

Menurut American Speech-Language-Hearing Association, beberapa orang yang gagap tampak sangat tegang atau kehabisan napas saat berbicara.

Terkadang, pembicaraan mereka bisa jadi benar-benar terhenti selama beberapa detik. Beberapa tanda dan gejala umum yang terkait dengan gagap adalah:

  • Sering mengalami masalah dalam memulai kata, frasa, atau kalimat
  • Merasa ragu sebelum suara tertentu harus diucapkan
  • Sering mengulangi bunyi, kata, atau suku kata
  • Suara bicara tertentu memanjang
  • Terkadang kata-kata keluar dengan sangat cepat
  • Kata-kata dengan bunyi tertentu diganti dengan yang lain (circumlocution)

Pada beberapa kasus, orang dengan kondisi ini juga melakukan beberapa hal tanpa sadar saat berbicara, seperti:

  • Berkedip cepat
  • Bibir bergetar
  • Ketukan kaki
  • Rahang gemetar
  • Wajah atau tubuh bagian atas mengencang

Hal-Hal yang Menyebabkan Gagap

Ciri-ciri Anak dengan Rasa Percaya Diri Rendah 7.jpg
Foto: Ciri-ciri Anak dengan Rasa Percaya Diri Rendah 7.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Penyebab pasti dari gagap sebenarnya tidak sepenuhnya diketahui. Namun, ada beberapa faktor yang bisa memicu atau meningkatkan risiko gangguan bicara ini, yaitu:

1. Faktor Genetik

Banyak anak dengan kondisi gagap yang memiliki anggota keluarga dengan kondisi yang sama.

Menurut studi pada 2013 di jurnal Annals of Medical & Health Sciences Research, sekitar 70% dari kasus gagap disebabkan oleh faktor genetik.

Baca juga: Hiperakusis, Kondisi Pendengaran yang Terlalu Peka Menangkap Suara

2. Kemampuan Bicara yang Tidak Berkembang dengan Baik

Ketika anak-anak belajar berbicara, mereka sering gagap, terutama sejak dini, saat kemampuan bicara dan bahasa mereka tidak berkembang dengan baik.

Sebagian besar anak-anak mengalami gejala yang semakin sedikit seiring dengan perkembangan, sampai mereka dapat berbicara dengan lancar.

3. Masalah pada Otak

Ketika sinyal antara otak dan saraf bicara dengan otot tidak bekerja dengan baik, ini dapat menyebabkan terjadinya kondisi gagap.

Ini juga dapat memengaruhi anak-anak, dan juga orang dewasa setelah stroke atau cedera otak.

Selain stroke dan cedera otak, masalah lain juga bisa menyebabkan gagap adalah:

4. Faktor Psikologis

Sebenarnya, masih jadi perdebatan apakah faktor psikologis bisa jadi penyebab gagap. Namun, faktor ini dapat memperburuk kondisi bagi orang yang sudah mengalaminya. Misalnya:

  • Stres
  • Rasa malu
  • Kecemasan

Hal ini dapat membuat gagap menjadi lebih jelas. Namun, hal-hal ini umumnya tidak dilihat sebagai penyebab yang mendasari kondisi ini.

Baca juga: 12 Fakta Anak Perempuan, Pendengar yang Baik dan Perhatian

5. Usia

Gagap lebih rentan terjadi pada anak-anak, ketimbang orang dewasa. Namun, anak-anak yang mulai mengalami kondisi ini sebelum usia 3,5 tahun cenderung tidak gagap di kemudian hari.

Semakin awal kegagapan dimulai, semakin kecil kemungkinannya untuk berlanjut dalam jangka panjang.

Pada beberapa kasus, kondisi gagap pada anak bisa berhenti dengan sendirinya, terutama dalam 1 atau 2 tahun tanpa terapi wicara.

Namun, semakin lama kegagapan berlanjut, semakin besar kemungkinan masalahnya akan menjadi jangka panjang tanpa bantuan profesional.

6. Jenis Kelamin

Kondisi ini jauh lebih umum terjadi pada anak laki-laki dibanding anak perempuan. Para ahli percaya mungkin ada alasan neurologis untuk ini.

Namun, ada juga yang menduga hal ini dipicu oleh cara anggota keluarga bereaksi terhadap kegagapan anak laki-laki dibandingkan dengan kegagapan anak perempuan.

Namun, tidak ada yang benar-benar yakin apa alasannya.

Cara Mengatasi Gagap

Perawatan untuk kondisi ini bervariasi berdasarkan usia dan tujuan komunikasi seseorang. Namun, segera membawa anak ke dokter saat menyadari ada gejala gagap bisa sangat membantu.

Dokter dapat membantu menentukan terapi yang terbaik. Secara umum, berikut ini beberapa pilihan pengobatan yang biasa dilakukan untuk mengatasi gagap:

1. Perawatan untuk Anak-Anak

anak terlambat bicara-3.jpg
Foto: anak terlambat bicara-3.jpg (completechildrenshealth.com.au)

Foto: Orami Photo Stock

Perawatan dini dengan dokter dan terapis dapat sangat membantu dalam mencegah gagap jangka panjang.

Moms dapat membantu anak di rumah dengan cara:

  • Bersikap sabar saat berkomunikasi dengannya
  • Mendengarkan dengan seksama alih-alih menyela
  • Serta memeriksa perkembangan dan perasaan mereka

Baca juga: Anak Menelan Pasta Gigi saat Menyikat Gigi, Berbahayakah?

2. Terapi

Ini Pentingnya Terapi Wicara pada Anak dengan Langit dan Bibir Sumbing
Foto: Ini Pentingnya Terapi Wicara pada Anak dengan Langit dan Bibir Sumbing

Foto: Orami Photo Stock

Teknik pernapasan, relaksasi, belajar berbicara lebih lambat, dan mengatasi masalah kecemasan.

Itu semua adalah beberapa teknik yang dapat digunakan untuk membantu mengatasi gagap pada anak-anak dan orang dewasa.

3. Obat-obatan

Mengenal Sindrom PANDAS Pada Anak Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya 3.jpg
Foto: Mengenal Sindrom PANDAS Pada Anak Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya 3.jpg (Orami Photo Stock)

Foto: Orami Photo Stock

Sebenarnya, hingga kini belum ada obat tertentu yang bisa menyembuhkan gagap. Namun, dokter dapat meresepkan beberapa obat untuk mengatasi kondisi lain yang terkait.

4. Perangkat Medis

bingung-pilih-dokter-anak--x-hal-ini-layak-jadi-pertimbangan--Hero.jpg
Foto: bingung-pilih-dokter-anak--x-hal-ini-layak-jadi-pertimbangan--Hero.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Menurut studi pada 2018 di jurnal Brain, para peneliti sedang mencari perangkat medis yang dapat membantu berbicara dengan lancar.

Seperti yang dapat masuk ke telinga, atau menggunakan stimulasi otak untuk membantu komunikasi. Namun, penelitian lebih lanjut dibutuhkan mengenai hal ini.

Membantu Orang Terdekat

4 hal yang bisa moms lakukan untuk menenangkan anak yang sedang sedih 4
Foto: 4 hal yang bisa moms lakukan untuk menenangkan anak yang sedang sedih 4

Foto: Orami Photo Stock

Seperti dijelaskan, gagap bisa terjadi pada siapa saja, termasuk anak-anak dan orang dewasa. Kondisi ini mungkin dialami oleh orang terdekat Moms.

Lantas, apa yang bisa dilakukan untuk membantunya di kehidupan sehari-hari?

Jika Moms berbicara dengan orang yang gagap, penting untuk membiarkan mereka berbicara dengan kecepatannya sendiri.

Mencoba untuk mempercepat tuturannya hanya akan mempersulit mereka untuk menyelesaikan kalimat yang ada di pikiran.

Orang yang gagap sangat menyadari seperti apa ucapan mereka. Mereka tahu betul bahwa mereka membutuhkan waktu lebih lama untuk mengucapkan kata demi kata.

Kenyataannya, kesadaran ini terkadang memperburuk kegagapan. Penting agar pendengar memberikan perasaan sabar, tenang, dan damai.

Pendengar yang tidak sabar, atau tampak tidak sabar, dapat mempersulit orang yang gagap untuk berbicara.

Baca juga: Ingin Anak Tumbuh Optimal? Pahami dan Penuhi Hak Anak di Rumah Berikut Ini

Mencoba mengisi kekosongan (misalnya, mengucapkan kata-kata yang hilang) seringkali dikira sebagai upaya untuk membantu.

Namun, hal ini dapat dianggap oleh orang yang gagap sebagai bentuk ketidaksabaran.

Memberitahu orang yang gagap untuk rileks, atau menarik napas dalam-dalam, mungkin memiliki niat yang membantu.

Namun, hal ini dapat membuat mereka lebih stres (walaupun itu mungkin membantu beberapa orang).

Gagap tidak mudah diatasi hanya dengan beberapa tarikan napas dalam-dalam.

Jika Moms benar-benar tidak yakin bagaimana harus bersikap saat sedang berbicara dengan orang yang gagap, cobalah tanyakan padanya cara terbaik untuk menanggapinya.

Itulah pembahasan mengenai gagap dan hal-hal yang perlu Moms ketahui. Gagap dapat dikelola secara efektif.

Menjalani terapi, melatih teknik bicara dan meminta kesabaran dari pendengar dapat membantu mengurangi kegagapan seiring waktu.

  • https://www.nidcd.nih.gov/health/stuttering
  • https://www.asha.org/public/speech/disorders/stuttering/
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3793466/
  • https://doi.org/10.1093/brain/awy011
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/10608
  • https://www.healthline.com/health/how-to-stop-stuttering

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.