Scroll untuk melanjutkan membaca

KESEHATAN UMUM
28 September 2022

Moms, Kenali Gagap pada Anak dan Penanganan yang Tepat

Ketahui gejalanya yang terjadi pada anak, ya!
Moms, Kenali Gagap pada Anak dan Penanganan yang Tepat

Apakah Moms menemukan gejala gagap pada anak? Kenali lebih lanjut mengenai arti, penyebab, dan penanganannya.

Ciri-ciri atau gejalanya pada anak mudah dikenali.

Misalnya, Si Kecil kesulitan dalam memulai sebuah kata, frase, atau kalimat.

Gejala lainnya ketika anak memanjangkan kata atau suara dalam sebuah kata, pengulangan, hingga ada jeda dalam suatu kata.

Nah, pahami apa itu kondisi ini dan apa penyebabnya.

Pertanyaannya, apakah gagap bisa hilang? Artikel ini akan mencoba menjawabnya, ya!

Baca Juga: Gagap Kerap Terjadi pada Anak-Anak, Ini yang Perlu Moms Tahu

Apa Arti Gagap?

gagap

Foto: gagap (Freepik.com/user18526052)

Mengutip dari NIDCD, kondisi yang dalam Bahasa Inggris disebut stuttering.

Ini merupakan gangguan berbicara yang dicirikan dengan pengulangan suara, kata, suku kata, atau perpanjangan suara.

Orang yang mengalami gangguan ini tahu apa yang mereka katakan, tetapi mengalami permasalahan dalam menghasilkan alur wicara yang normal.

Keluhan ini sering diikuti dengan keluhan lain, seperti mata berkedip-kedip, dahi berkerut-kerut, tangan mengepal atau bergerak tak terkendali, dan tremor.

Gagap umumnya terjadi pada masa kecil saat sedang belajar berbicara.

Anak-anak mungkin akan mengalaminya saat kemampuan berbicara dan berbahasa mereka belum cukup berkembang di usia mereka.

Kondisi lain yang menyertai, yaitu Si Kecil mengalami kecemasan dalam berbicara, mata berkedip-kedip, tremor, kepala tersentak, hingga tangan yang mengepal.

Gagap juga ditemukan pada orang dewasa.

Kondisi ini dapat berpengaruh pada kepercayaan diri dan cara berinteraksi dengan orang lain.

Baca Juga: Stunting pada Anak Dipengaruhi Kebersihan Lingkungan, Benarkah?

Penyebab Gagap pada Anak

gagap

Foto: gagap (Freepik.com/rawpixel-com)

Menurut situs resmi IDAI, penyebabnya belum dipahami secara pasti dan diperkirakan merupakan gabungan antara faktor genetik dan lingkungan.

Meski penyebab utamanya belum diketahui, setidaknya ada beberapa hal yang berkontribusi pada kondisi ini.

Berikut ini penjelasannya:

1. Perkembangan Bahasa

Anak-anak yang mengalami kondisi ini, mungkin tahu persis yang ingin dikatakan, tetapi jalur motorik mereka belum cukup siap untuk mengeluarkan kata-kata.

Jika Si Kecil mengalami perkembangan bahasa yang cepat, ini membuat mereka lebih rentan terhadap ketidaklancaran.

Menurut We Stutter, ada beberapa anak yang gagap memiliki masalah tambahan.

Misalnya keterlambatan bicara dan bahasa, ADHD, dan ketidakmampuan belajar.

2. Neurofisiologi

Pada beberapa anak yang gagap, bahasa diproses di bagian otak yang berbeda dengan anak yang tidak mengalaminya.

Ini juga dapat mengganggu interaksi antara otak dan otot-otot yang mengontrol ucapan Si Kecil.

Baca Juga: 4 Manfaat Menggambar bagi Perkembangan Otak Anak

3. Riwayat Keluarga

Ada ketidaksepakatan mengenai apakah penyebab gagap adalah genetik, karena gen spesifik belum diidentifikasi.

Namun menurut WebMD, hampir 60% dari semua penderitanya memiliki anggota keluarga yang juga gagap.

4. Emosi dan Lingkungan

Ketika anak-anak menyadari ketidaklancaran mereka, perasaan negatif yang berhubungan dengan berbicara dapat meningkatkan ketegangan.

Ini tentu memengaruhi kemampuan mereka untuk berkomunikasi.

Faktor emosional tentu sulit diukur dan tidak dapat dianggap sebagai penyebab utama stuttering.

Namun, emosi negatif dapat menempatkan beban kognitif tambahan pada anak-anak yang mengalaminya selama periode kritis perkembangan bahasa.

Baca Juga: 7 Aktivitas yang Mendukung Perkembangan Kognitif Balita

5. Jenis Kelamin

Apa jenis kelamin Si Kecil juga memengaruhi faktor risiko.

Berdasarkan temuan yang selama ini terjadi, ada perbedaan pengalaman antara anak perempuan dan laki-laki.

Anak perempuan lebih mungkin untuk mengatasinya daripada anak laki-laki.

Anak laki-laki empat kali lebih mungkin untuk gagap ketimbang anak perempuan.

Apakah Gagap Bisa Hilang? Berikut Ini Penanganannya!

gagap

Foto: gagap (Freepik.com/rawpixel-com)

Moms pasti bertanya-tanya apakah gagap bisa hilang?

Semua tergantung dari kondisi Si Kecil, tetapi ada beberapa cara untuk menanganinya.

Terdapat beberapa pendekatan untuk menangani permasalahan ini, karena kebutuhan setiap anak berbeda.

Metode yang efektif untuk anak Moms belum tentu efektif untuk anak lain.

Penanganan yang diberikan mungkin tidak menghilangkannya secara total.

Namun, kita dapat mengajarkan sejumlah keterampilan yang bermanfaat.

Keterampilan tersebut, yakni untuk meningkatkan kelancaran berbicara, mengembangkan komunikasi yang efektif, serta berpartisipasi secara penuh di sekolah, pekerjaan, dan aktivitas sosial.

Berdasarkan informasi dari Mayo Clinic, berikut ini beberapa contoh pendekatan dalam penanganannya:

1. Terapi Wicara

Pendekatan terapi wicara dapat mengajarkan bagaimana berbicara secara perlahan dan belajar mengenali kapan gagap muncul.

Pada saat terapi dimulai, Si Kecil mungkin akan berbicara dengan pelan.

Seiring berjalannya waktu, ia akan dapat mengikuti pola wicara yang natural.

2. Perangkat Elektronik

Ada beberapa perangkat elektronik tersedia untuk meningkatkan kelancaran wicara.

Umpan balik pendengaran yang tertunda, mengharuskan Moms untuk memperlambat ucapan atau ucapan akan terdistorsi melalui mesin.

Metode lainnya, yaitu meniru ucapan sehingga terdengar seolah-olah berbicara secara serempak dengan orang lain.

Mintalah panduan dari ahli patologi bahasa dan wicara untuk memilih perangkat yang tepat.

3. Terapi Perilaku Kognitif

Terapi Perilaku Kognitif pada Anak

Foto: Terapi Perilaku Kognitif pada Anak (anxiety.org)

Terapi jenis ini membantu mengidentifikasi dan mengubah cara berpikir yang menyebabkan kondisi gagap memburuk.

Terapi ini juga dapat mengatasi stres, kecemasan, atau masalah kepercayaan diri yang berkaitan dengan kondisi tersebut.

4. Interaksi Orang Tua dan Anak

Keterlibatan orang tua adalah kunci penting dalam membantu anak mengatasi masalah gagap yang dialaminya.

Oleh karena itu, jika memiliki anak dengan masalah gangguan wicara, konsultasi dengan ahli patologi wicara dan bahasa.

Pahami bahwa kondisi ini merupakan proses pembelajaran pada anak, seperti belajar membaca atau menulis.

Dalam belajar berbicara, kesalahan pengucapan atau gagap adalah sesuatu yang biasa, jadi jangan marahi anak ya, Moms!

Sebaiknya latih anak untuk berbicara perlahan dengan kalimat pendek.

Hindari berbicara pada anak dengan kata-kata yang rumit.

Baca Juga: Kenali Tahapan Perkembangan Remaja Secara Fisik, Emosional, Sosial, dan Kognitif

Itulah penjelasan mengenai gagap pada anak.

Jika Moms menemukan masalah tersebut pada Si Kecil, segera konsultasi dengan ahli ya, Moms!

  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/stuttering/diagnosis-treatment/drc-20353577
  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/stuttering/symptoms-causes/syc-20353572
  • https://www.nidcd.nih.gov/health/stuttering
  • https://www.idai.or.id/artikel/klinik/keluhan-anak/gagap-pada-anak
  • https://westutter.org/causes-of-stuttering/
  • https://www.webmd.com/parenting/stuttering