26 Maret 2023

8 Jenis Gangguan Mental, Cari Tahu Penyebab dan Perawatannya

Pahami jenis gangguan mental serta penyebab, gejala, dan perawatan yang bisa dilakukan

Penyakit psikologis yang ditandai dengan gangguan mental merupakan masalah serius di Indonesia.

Tercatat, 14 juta penduduk Indonesia memiliki masalah dengan kesehatan mentalnya.

Gangguan mental merupakan masalah serius sehingga Moms perlu memahami penyebab, gejala, dan cara mengatasinya.

Baca Juga: 15 Manfaat Air Garam untuk Kesehatan dan Kecantikan

Apa Itu Gangguan Mental?

Ilustrasi Gangguan Kecemasan
Foto: Ilustrasi Gangguan Kecemasan (Freepik.com/jofreepik)

Sebelum mengetahui lebih lanjut, ada baiknya bagi Moms untuk mengetahui sebenarnya maksud dan pengertian dari gangguan mental tersebut.

Gangguan mental adalah penyakit mental yang juga disebut dengan mental health disorder atau gangguan kesehatan mental. Ini mengacu pada berbagai kondisi kesehatan mental.

Gangguan ini dapat memengaruhi suasana hati, pemikiran, dan perilaku. Contohnya seperti depresi, gangguan kecemasan, skizofrenia, gangguan makan dan perilaku adiktif.

Banyak orang memiliki masalah kesehatan mental dari waktu ke waktu. Tetapi ini dapat menjadi penyakit ketika terdapat tanda dan gejala yang berkelanjutan.

Bahkan, kondisi sering menyebabkan stres dan memengaruhi kemampuan seseorang untuk berprilaku.

Dalam kebanyakan kasus, gejalanya dapat dikelola dengan kombinasi obat-obatan dan psikoterapi.

Sekitar 1 dari 5 orang dewasa memiliki gangguan mental pada tahun tertentu, menurut data dari National Institute of Mental Health (NIMH).

Penyakit ini dapat dimulai pada usia berapa pun, dari masa kanak-kanak hingga dewasa.

Baca Juga: 7 Dampak Malas Mandi pada Kesehatan, Mudah Terserang Penyakit!

Gejala Gangguan Mental

Ilustrasi Depresi dan Gangguan Makan
Foto: Ilustrasi Depresi dan Gangguan Makan (Orami Photo Stock)

Biasanya, tanda dan gejala gangguan mental dapat bervariasi, tergantung pada gangguan, keadaan dan faktor lainnya.

Contoh tanda dan gejalanya antara lain:

  • Merasa sedih yang berlarut-larut.
  • Pikiran bingung atau kemampuan berkonsentrasi berkurang.
  • Ketakutan dan kekhawatiran berlebih, atau perasaan bersalah yang ekstrem.
  • Perubahan suasana hati yang ekstrem.
  • Penarikan diri dari lingkungan sosial.
  • Lelah, kekurangan energi, dan gangguan tidur.
  • Delusi, paranoia atau halusinasi.
  • Perubahan nafsu makan.
  • Perubahan gairah seks.
  • Pikiran untuk bunuh diri.

Selain itu, terkadang juga gejalanya muncul sebagai masalah fisik, seperti sakit perut, sakit punggung, sakit kepala, atau sakit dan nyeri lain yang tidak dapat dijelaskan.

Baca Juga: Tak Disangka, Mata Sipit Bisa Menjadi Tanda Gangguan Kesehatan

Faktor Penyebab Gangguan Mental

Minum Alkohol
Foto: Minum Alkohol (Independent.co.uk)

Penyakit gangguan mental secara umum, diperkirakan disebabkan oleh berbagai faktor genetik dan lingkungan, seperti:

  • Terdapat riwayat gangguan mental pada keluarga, seperti orang tua atau saudara kandung.
  • Situasi kehidupan yang penuh tekanan, seperti masalah keuangan, kematian orang yang dicintai atau perceraian.
  • Kondisi medis (kronis) yang sedang berlangsung, seperti diabetes.
  • Kerusakan otak akibat cedera serius, seperti pukulan keras di kepala.
  • Pengalaman traumatis, seperti peperangan.
  • Penggunaan alkohol atau obat-obatan.
  • Riwayat pelecehan atau penelantaran di masa kecil.
  • Memiliki sedikit teman.
  • Pernah terkena gangguan mental sebelumnya

Baca Juga: 13 Manfaat Air Mawar bagi Kesehatan yang Sayang untuk Dilewatkan

Jenis-Jenis Gangguan Mental

Ilustrasi Gangguan Mental
Foto: Ilustrasi Gangguan Mental (Freepik.com/rawpixel-com)

Lebih dari 17 juta orang Amerika memiliki setidaknya satu episode depresi besar pada tahun 2018, menurut Substance Abuse and Mental Health Services Administration (SAMHSA).

Gejalanya menetap dan mengganggu kehidupan sehari-hari.

Sebenarnya, ada banyak kondisi berbeda yang dikenali sebagai gangguan mental. Jenis yang lebih umum meliputi:

1. Gangguan Kecemasan (Anxiety Disorders)

Nama lain dari gangguan kecemasan yang mungkin sering Moms dengar adalah anxiety disorder.

“Biasanya, penderita akan merespons benda atau situasi tertentu dengan sangat ketakutan, disertai gejala panik seperti detak jantung yang cepat dan berkeringat,” kata Dr. Timothy Scarella, instruktur psikiatri di Harvard Medical School.

Moms mungkin pernah mengalami panik saat ujian atau wawancara kerja. Namun, gangguan kecemasan berbeda dengan pengalaman Moms saat melakukan ujian tersebut.

Anxiety disorder merupakan gangguan mental, yang membuat penderitanya hidup dengan penuh kecemasan, ketakutan, serta kekhawatiran berlebih.

2. Gangguan Suasana Hati (Mood Disorders)

Disebut juga gangguan afektif, yang melibatkan perasaan sedih atau perasaan merasa terlalu bahagia, atau fluktuasi dari kebahagiaan dan kesedihan ekstrem.

Beberapa contoh yang termasuk dalam gangguan suasana hati adalah bipolar, depresi jangka panjang, gangguan afektif musiman, perubahan suasana hati dan iritabilitas yang terjadi selama fase pramenstruasi, serta depresi karena penyakit fisik.

3. Gangguan Psikotik (Psychotic Disorders)

Gangguan psikotik melibatkan kesadaran dan pemikiran yang menyimpang.

"Gejala paling umum dari kelainan psikotik adalah halusinasi, seperti mendengar suara dan khayalan yang tidak bisa dilihat orang lain,” kata Dr Scarella.

Mengutip dari WebMD, beberapa penyakit psikologi yang termasuk dalam gangguan psikotik ini, di antaranya:

  • Skizofrenia

Seseorang dengan penyakit ini mengalami perubahan perilaku dan gejala lain, seperti delusi dan halusinasi yang berlangsung lebih dari 6 bulan.

Gangguan mental ini biasanya memengaruhi kehidupan penderitanya di tempat kerja atau sekolah, serta hubungan mereka dengan orang lain.

  • Paraphrenia

Gangguan ini memiliki gejala yang mirip dengan skizofrenia dan biasanya dimulai pada usia lanjut, ketika orang sudah tua.

  • Gangguan skizofreniformis

Gangguan mental ini termasuk gejala skizofrenia, tetapi gejalanya berlangsung lebih singkat, antara 1 dan 6 bulan.

  • Gangguan skizoafektif

Gangguan ini merupakan gangguan di mana seseorang yang memiliki gejala skizofrenia dan gangguan mood, seperti depresi atau gangguan bipolar.

  • Gangguan psikotik singkat

Seseorang dengan penyakit ini biasanya mengalami perilaku psikotik yang singkat secara tiba-tiba, seringkali sebagai respons terhadap peristiwa yang sangat menegangkan, seperti kematian dalam keluarga.

Pemulihannya cenderung cepat, biasanya kurang dari sebulan.

  • Gangguan psikotik bersama (folie à deux)

Biasanya terjadi ketika satu orang dalam suatu hubungan memiliki delusi dan orang lain dalam hubungan tersebut juga mengalami delusi tersebut.

  • Gangguan delusi

penderitanya mengalami delusi (kepercayaan yang salah dan tetap) yang melibatkan situasi kehidupan nyata yang mungkin benar tetapi sebenarnya tidak, seperti diikuti, diplot, atau menderita penyakit.

Khayalan berlangsung setidaknya selama 1 bulan.

  • Gangguan psikotik yang diinduksi zat

Kondisi ini disebabkan oleh penggunaan atau penarikan dari obat-obatan, seperti halusinogen dan kokain, yang menyebabkan halusinasi, delusi, atau kebingungan bicara.

  • Gangguan psikotik akibat kondisi medis lain

Halusinasi, delusi, atau gejala gangguan psikotik lain dapat terjadi karena penyakit lain yang memengaruhi fungsi otak, seperti cedera kepala atau tumor otak.

4. Gangguan Makan (Eating Disorders)

Ilustrasi Gangguan Makan
Foto: Ilustrasi Gangguan Makan (Orami Photo Stock)

Biasanya diakibatkan emosi ekstrem, sikap, dan perilaku yang melibatkan berat badan dan makanan.

Gangguan mental yang termasuk dalam gangguan makan paling umum, yaitu:

  • Anoreksia

penolakan untuk mempertahankan berat badan yang sehat dan rasa takut yang berlebihan terhadap peningkatan berat badan akibat pencitraan diri yang menyimpang

  • Bulimia

Makan secara berlebihan kemudian mencoba mengeluarkan kembali apa yang telah mereka makan, seperti dimuntahkan

  • Binge eating disorder

Makan dalam jumlah banyak dan sulit dihentikan.

5. Gangguan Kontrol Impuls dan Kecanduan

Penyakit psikologis lainnya adalah gangguan kontrol impuls dan kecanduan.

Penderita gangguan kontrol impuls tidak dapat menahan dorongan untuk melakukan tindakan yang dapat membahayakan dirinya sendiri atau orang lain.

Contoh gangguan ini adalah pyromania (gangguan mental yang ditandai muncul dorongan kuat untuk sengaja menyulut api untuk meredakan ketegangan dan biasanya menimbulkan perasaan lega atau puas setelah melakukannya) dan kleptomania (mencuri).

Orang dengan gangguan kontrol impuls dan kecanduan memiliki keterlibatan sangat dalam dengan objek kecanduan mereka sehingga mereka mulai mengabaikan tanggung jawab dan hubungan dengan orang lain.

6. Gangguan Kepribadian (Personality Disorders)

Gangguan kepribadian adalah masalah kesehatan mental yang memengaruhi sikap, kepercayaan, dan perilaku. Dua jenis gangguan kepribadian antara lain:

  • Borderline personality disorder

Yaitu perubahan suasana hati yang intens, ketakutan akan ditinggalkan, perilaku impulsif, dan tidak stabil.

  • Antisocial personality disorder

Ini merupakan tindakan di mana seseorang mengalami hal-hal seperti mengabaikan perasaan dan kebutuhan orang lain, memanipulasi orang lain untuk keuntungan diri sendiri.

Selain itu, penderitanya juga sulit mempertahankan hubungan, tidak merasa bersalah atas tindakan kurang menyenangkan yang dilakukan, serta merasa mudah bosan atau agresif.

7. Gangguan Obsesif-Kompulsif (Obsessive-Compulsive Disorder/OCD)

Ragam penyakit psikologi selanjutnya adalah OCD atau obsessive-compulsive disorder yaitu sering mengalami pikiran obsesif dan perilaku kompulsif.

Ada pikiran, gambar, atau dorongan yang tidak diinginkan dan tidak menyenangkan memasuki pikiran dan menyebabkan rasa cemas, jijik atau tidak senang.

“Contohnya, bila seseorang takut rumahnya dirampok, ia merasa perlu semua jendela dan pintu terkunci beberapa kali sebelum mereka dapat meninggalkan rumah. Contoh lain saat seseorang mencuci tangan berulang kali karena takut kuman,” kata Dr Scarella.

8. Gangguan Stres Pasca-Trauma (Post-Traumatic Stress Disorder/PTSD)

Post-traumatic stress disorder (PTSD) adalah kondisi yang dapat berkembang setelah kejadian traumatis, seperti pelecehan seksual, kekerasan, kecelakaan, bencana alam, atau kematian seseorang yang dicintai.

Mengutip American Psychiatric Association, orang dengan PTSD memiliki pikiran atau perasaan yang intens dan mengganggu terkait dengan pengalaman mereka yang berlangsung lama setelah peristiwa traumatis berakhir.

Penderita PTSD mungkin menghidupkan kembali peristiwa itu melalui kilas balik atau mimpi buruk, mereka mungkin merasa sedih, takut atau marah, dan merasa terpisah atau terasing dari orang lain.

Biasanya, orang dengan PTSD juga akan menghindari situasi atau orang yang mengingatkan mereka pada peristiwa traumatis.

Selain itu, mereka mungkin memiliki reaksi negatif yang kuat terhadap sesuatu yang dianggap biasa oleh orang lain. Misalnya, suara keras atau sentuhan yang tidak disengaja.

Baca Juga: Ternyata, Ini Waktu Berjemur yang Baik untuk Kesehatan, Sudah Tahu?

Perawatan Gangguan Mental

Minum Obat
Foto: Minum Obat (Shutterstock.com)

Jika orang yang Moms cintai menunjukkan tanda-tanda gangguan mental, ajak diskusi untuk mendengarkan perasaannya dan jujur ​​dengannya tentang kekhawatiran yang Moms rasakan.

Meski mungkin tidak dapat memaksa seseorang untuk mendapatkan perawatan profesional, tetapi Moms dapat memberikan dorongan dan dukungan.

Meski begitu, perawatan gangguan mental tergantung pada jenis penyakit mental yang dimiliki, dan tingkat keparahannya.

Dalam banyak kasus, kombinasi beberapa perawatan sering menjadi pilihan. Ada beberapa cara untuk mengatasi penyakit tersebut, seperti:

1. Mengonsumsi Obat-obatan

Meskipun obat-obatan psikiatri tidak menyembuhkan penyakit mental, ini sering kali dapat menangani gejalanya.

Obat psikiatri juga dapat membantu efektivitas perawatan lain, seperti psikoterapi agar lebih efektif.

Beberapa resep obat psikiatri yang paling umum digunakan meliputi:

  • Antidepresan
  • Obat anti kecemasan
  • Obat penstabil suasana hati
  • Obat antipsikotik

2. Psikoterapi

Psikoterapi adalah tindakan terapi yang akan melibatkan pembicaraan tentang kondisi dan masalah terkait dengan profesional kesehatan mental.

Selama psikoterapi, seseorang akan belajar tentang kondisi dan suasana hati, perasaan, pikiran, dan perilaku.

Dengan begitu, orang yang mengalami gangguan mental dapat mempelajari kemampuan mengatasi dan mengelola stres.

Itulah ulasan mengenai gangguan mental yang dapat mengganggu kehidupan normal seseorang.

Perhatikan selalu kesehatan mental Moms, keluarga, dan orang-orang terdekat Moms, ya, karena kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik.

  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/mental-illness/symptoms-causes/syc-20374968#:~:text=Mental%20illness%2C%20also%20called%20mental,eating%20disorders%20and%20addictive%20behaviors.
  • https://www.webmd.com/mental-health/mental-health-types-illness
  • https://www.nimh.nih.gov/health/statistics/mental-illness
  • https://www.drugwatch.com/health/mental-health/mental-illness/
  • https://www.mhanational.org/conditions/panic-disorder
  • https://www.samhsa.gov/data/sites/default/files/cbhsq-reports/NSDUHNationalFindingsReport2018/NSDUHNationalFindingsReport2018.pdf
  • https://jamanetwork.com/journals/jama/fullarticle/183325
  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/mental-illness/diagnosis-treatment/drc-20374974

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.