23 Maret 2023

Gangguan Ortopedi Wanita (Muskuloskeletal), Cari Tahu, Yuk!

Selalu waspada ya!

Permasalahan ortopedi wanita, yaitu sistem gerak atau muskuloskeletal (otot, tulang dan sendi) lebih rentan terjadi di segala usia.

Dokter Spesialis Ortopedi dan Traumatologi Konsultan Foot and Ankle di RS Pondok Indah, Dr. Astuti Pitarini, Sp.OT (K) mengatakan, risiko-risiko permasalahan ortopedi akan berbeda, tergantung dari fase yang dialami wanita.

“Wanita pada usia dewasa, bisa mengalami fase kehamilan, menyusui. Menjelang lansia, akan mengalami menopause. Dari situ risiko problema ortopedi akan berbeda di fase tersebut,” ujar Astuti dalam gelaran Diskusi bersama Media di Jakarta, Rabu (22/2/2023).

Sayangnya, masalah ortopedi wanita sering diabaikan sehingga saat terjadi, keadaannya sudah parah.

Untuk itu, yuk simak penjelasan lebih lanjut mengenai ortopedi wanita di bawah ini!

Baca Juga: 6 Jenis Makanan untuk Miss V Kering yang Bisa Moms Konsumsi!

Apa Itu Masalah Ortopedi Wanita atau Muskuloskeletal?

Sakit Tulang Belakang (Orami Photo Stock)
Foto: Sakit Tulang Belakang (Orami Photo Stock)

Melansir National Center for Biotechnology Information, gangguan ortopedia wanita atau muskuloskeletal adalah suatu kondisi yang mengganggu fungsi sendi, ligamen, otot, saraf dan tendon, serta tulang belakang.

Sistem muskuloskeletal atau sistem gerak Moms melibatkan struktur yang mendukung anggota tubuh, termasuk leher dan punggung.

Gangguan muskuloskeletal seringnya merupakan penyakit degeneratif, penyakit yang menyebabkan jaringan tubuh lama-kelamaan mengalami kerusakan.

Hal ini dapat mengakibatkan rasa sakit dan mengurangi kemampuan Moms untuk bergerak, yang dapat mencegah dalam melakukan kegiatan sehari-hari seperti biasa.

Gangguan muskuloskeletal dapat memengaruhi setiap area dalam tubuh.

Bagian utama termasuk leher, bahu, pergelangan tangan, punggung, pinggul, lutut, dan kaki.

dr Astuti mengatakan, umumnya, gangguan atau kelainan muskuloskeletal yang rentan dialami oleh wanita adalah plantar fasciitis, bunion, achilles tendinitis, osteoporosis, dan osteoarthritis.

Tanda dan Gejala Gangguan Muskuloskeletal

Kesemutan
Foto: Kesemutan (Orami Photo Stock)

Gejala gangguan ortopedi wanita atau muskuloskeletal dapat berupa:

  • Nyeri berulang atau tidak kunjung membaik
  • Nyeri yang terasa tumpul
  • Kaku sendi
  • Pembengkakan
  • Gangguan tidur
  • Sendi yang tampak kemerahan
  • Kesemutan
  • Kelemahan

Faktor Risiko Gangguan Muskuloskeletal

Wanita Pakai Heels
Foto: Wanita Pakai Heels

Gangguan ortopedi wanita atau muskuloskeletal terjadi ketika Moms terlalu sering menggunakan atau menyalahgunakan sekelompok otot atau tulang dalam waktu yang lama tanpa beristirahat.

Ada beberapa beberapa hal yang mungkin bisa meningkatkan risiko Moms mengalami gangguan sistem gerak ini, di antaranya:

1. Gerakan tertentu

Ini termasuk membungkuk atau berjongkok, mengangkat benda berat, mendorong atau menarik benda berat, meregangkan otot berlebihan.

Moms juga mungkin kesulitan dalam meraih suatu benda yang jaraknya jauh, melakukan pekerjaan fisik terlalu lama, serta melakukan gerakan mengulang menggunakan anggota tubuh yang sama terus-menerus.

Berkendara dengan kendaraan yang berat, melakukan perjalanan jauh, atau berkendara di jalanan yang berat juga termasuk faktor risiko gangguan muskuloskeletal.

2. Stres

Tidak hanya aktivitas fisik, ternyata stres dan terlalu banyak pikiran dapat menyebabkan munculnya gangguan ortopedi wanita atau muskuloskeletal.

3. Kondisi Kesehatan Tertentu

Jika Moms memiliki penyakit, masalah kesehatan tertentu, atau baru saja mengalami cedera, bisa saja mengalami gangguan ortopedi wanita atau muskuloskeletal.

Tak hanya itu, kehamilan juga meningkatkan risiko Moms mengalaminya.

Bahkan, saat Moms merasa lelah dan kurang fit, akan lebih mudah mengalami gangguan sistem gerak dibanding saat sedang dalam kondisi sehat dan bugar.

4. Sepatu Hak Tinggi

dr Astuti menjelaskan salah satu contoh masalah ortopedi pada wanita yang sering sekali muncul terjadi akibat memakai sepatu yang terlalu sempit atau hak yang terlalu tinggi.

Sepatu yang bentuknya mengerucut ke depan dapat menyebabkan munculnya bunion atau kondisi dimana ibu jari kaki pertama bertumpang tindih dengan ibu jadi kaki kedua.

Dengan begitu, tulang pada ibu jari pertama keluar dari sendi yang terhubung.

5. Keturunan

Anak dari orang tua dengan masalah kesehatan tulang, punya risiko lebih besar mengalami masalah tulang dibandingkan dengan anak dari orang tua bertulang sehat.

"Faktor genetik (seperti) punya riwayat ibu atau ayah punya patah tulang, anak kemungkinan besar (bisa) kena osteoporosis,” jelas dr. Astuti.

“Jadi kalau di keluarganya punya riwayat orangtua, ibu atau ayah yang mengalami patah tulang, dibandingkan orang tua yang mempunyai tulang sehat," imbuhnya.

Baca Juga: Urutan Layering Skincare yang Benar Menurut Dokter Kulit

Cara Mengobati Gangguan Ortopedi Wanita atau Muskuloskeletal

Olahraga Skipping
Foto: Olahraga Skipping (Orami Photo Stock)

Cara mengobati gangguan ortopedi wanita atau muskuloskeletal tergantung pada penyebab yang mendasarinya dan tingkat keparahan gejala yang dialami oleh pasien.

Terapi juga tergantung pada lokasi terjadinya gangguan ini, baik di tulang, otot, ligamen (jaringan penghubung antartulang), maupun tendon (jaringan penghubung otot dan tulang).

Beberapa penanganan gangguan muskuloskeletal meliputi:

1. Olahraga

Untuk mengatasi rasa nyeri hilang dan timbul, dr Astuti akan menyarankan olahraga intensitas sedang.

"Sementara untuk olahraga yang direkomendasikan untuk wanita biasanya mengangkat beban atau boleh ke gym. Atau olahraga seperti sepeda juga boleh tapi kalau bisa yang sedikit ada beban untuk membentuk," kata dr Astuti.

2. Obat-obatan

Untuk nyeri yang tergolong ringan atau muncul sesekali, Moms bisa menggunakan obat pereda nyeri yang dijual secara bebas di apotek seperti ibuprofen atau paracetamol.

Sementara, obat-obatan seperti obat anti-inflamasi (NSAID) dapat digunakan untuk mengobati peradangan dan nyeri.

Untuk sakit yang lebih parah, Moms mungkin perlu penghilang rasa sakit yang lebih kuat yang akan memerlukan resep dari dokter.

Baca Juga: Obstruksi Usus: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati

3. Terapi Fisik

Pada beberapa kasus, dokter juga bisa merekomendasi fisioterapi, terapi okupasi, atau keduanya.

Terapi-terapi ini dapat membantu pasien dalam:

  • Mengatasi rasa nyeri yang dialami
  • Menjaga kekuatan dan rentang gerak
  • Menyesuaikan aktivitas sehari-hari yang berhubungan dengan gangguan muskuloskeletal.

4. Penanganan Lain

Langkah penanganan gangguan muskuloskeletal lainnya bisa berupa:

  • Penggunaan splint untuk membatasi gerak sendi yang terlibat dan membantu pemulihan
  • Terapi panas atau dingin
  • Mengurangi beban kerja dan banyak istirahat
  • Mengurangi stres dengan teknik relaksasi, seperti yoga dan meditasi
  • Akupuntur
  • Pemberian obat anestesi atau obat antiinflamasi nonsteroid melalui suntikan pada area yang nyeri
  • Olahraga untuk menguatkan organ muskuloskeletal
  • Olahraga peregangan muskuloskeletal
  • Terapi chiropractic

Baca Juga: Kurang Darah Bisa Bikin Lemas, Cari Tahu Penyebabnya, Yuk!

Cara Mencegah Gangguan Ortopedi Wanita atau Muskuloskeletal

Olahraga Yoga
Foto: Olahraga Yoga

Risiko terjadinya gangguan ortopedi wanita atau muskuloskeletal dapat meningkat seiring bertambahnya usia.

Oleh karena itu, menjaga kondisi kesehatan fisik (termasuk sendi, tulang, dan otot) sejak usia muda bisa mencegah terjadinya penyakit ini.

Beberapa upaya gaya hidup sehat dapat Moms terapkan, diantaranya:

  • Olahraga dan peregangan untuk membantu dalam menjaga kekuatan tulang, otot, dan sendi.
  • Berhati-hati dalam melakukan aktivitas sehari-hari guna menghindari cedera.
  • Menerapkan postur tubuh yang baik, misalnya posisi duduk dan berdiri yang benar
  • Berhati-hati saat mengangkat beban berat
  • Membatasi gerakan repetitif atau berulang

Baca Juga: Cara Mengobati Gondongan dengan Jahe, Yuk Dicoba Moms!

Itu dia Moms penjelasan mengenai ortopedi wanita atau muskuloskeletal.

Dokter Astuti menyarankan penting untuk menjaga kepadatan tulang sejak dini agar terhindar dari masalah kesehatan tulang.

Penting dicatat, waktu paling ideal untuk meningkatkan kepadatan tulang yaitu sekitar pada masa anak-anak, remaja, dan dewasa muda kurang dari 30 tahun melalui makanan yang bernutrisi dan rajin berolahraga.

  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK559512/
  • https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/musculoskeletal-conditions
  • https://www.hse.gov.uk/msd/msds.htm
  • https://www.healthline.com/health/musculoskeletal-disorders
  • https://www.webmd.com/pain-management/guide/musculoskeletal-pain

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.