Parenting Islami

24 Desember 2021

3+ Hadis tentang Niat dan Maknanya, Wajib Tahu!

Ketahui hadis tentang niat untuk memantapkan ibadah
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Fia Afifah R
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Ada ungkapan popular di masyarakat tentang niat, misalnya segala hal tergantung niatnya. Dalam Islam, terdapat pula hadis tentang niat yang menjelaskan hal tersebut.

Secara umum, niat adalah amalan hati (amaliyah qolbiyah), sehingga hanya Allah SWT dan orang tersebut yang tahu soal niat atau motif seseorang dalam berbuat, atau beribadah.

Baca Juga: 3 Tanda Sakaratul Maut Sudah Mendekat dalam Islam

Makna Niat dalam Islam

Hadits Tentang Niat -1.jpg

Foto: Cheapumrahpackage.us

Kata niat (نية) dalam Bahasa Arab berarti keinginan dalam hati untuk melakukan suatu tindakan. Tidak terdapat definisi khusus untuk niat.

Karena itu, banyak ulama yang memberikan makna niat secara bahasa. Misalnya Imam Nawawi berkata, niat adalah bermaksud melakukan sesuatu dan bertekad mengerjakannya.

Rasulullah SAW bersabda:

إنما الأ عمال بالنيات، وإنما لكل امرئ ما نوى

Artinya: "Sesungguhnya amalan itu tergantung niatnya dan seseorang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang ia niatkan." (HR Bukhari dan Muslim)

Maksud dari perbuatan yang berbentuk ibadah adalah bahwa perbuatan tersebut merupakan sebuah bagian dari ibadah yang memiliki ketentuan khusus.

Misalnya seperti shalat, yang di dalam terdapat ruku’ dan sujud. Atau shaum yang terikat dengan aturan tertentu seperti waktu sahur dan waktu berbuka.

Sedangkan maksud dari perbuatan selain ibadah adalah perbuatan manusia yang tidak berbentuk ibadah, misalnya makan, minum, berjalan, dan sebagainya.

Fungsi dan Keutamaan Niat

Hadits Tentang Niat -2.jpg

Foto: Muslimaid.org

Dalam Islam, niat berfungsi sebagai pembeda amalan. Niat membedakan antara satu ibadah dengan ibadah lainnya atau membedakan antara ibadah dengan kebiasaan.

Niat juga membedakan tujuan seseorang dalam beribadah. Itu yang menjadi sebab niat menjadi rukun atau syarat sah semua amal ibadah.

وَمَا أُمِرُوا إِلا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ وَذَلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ

(Wa mā umirū illā liya'budullāha mukhliṣīna lahud-dīna ḥunafā`a wa yuqīmuṣ-ṣalāta wa yu`tuz-zakāta wa żālika dīnul-qayyimah)

Artinya: "Padahal mereka tidak disuruh, kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya, dalam (menjalankan) agama yang lurus,

dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus." (QS Al-Bayyinah: 5)

Niat menempati posisi pertama dalam setiap rukun atau syarat sah ibadah. Namun, masih ada perbedaan mengenai hal ini dari para ulama.

Misalnya hasil penelitian Institutional Repository UIN Suska yang menunjukkan bahwa ada perbedaan pendapat terkait niat dari Imam Suyuthi dan Ibn Nujaim.

Imam Suyuthi berpendapat bahwa niat dalam ibadah harus ada di dalamnya seperti rukun. Sedangkan menurut Ibn Nujaim, niat tidak harus ada dan bisa disebut syarat.

Niat dilakukan bersamaan dengan perbuatan, bukan dikerjakan sebelumnya. Dan hal yang sudah dilakukan maka posisinya bukan syarat, tetapi rukun.

Ada beberapa keutamaan yang bisa diambil dalam hadis tentang niat tersebut, di antaranya:

  • Tidak ada amalan yang diterima kecuali berdasarkan niat. Misalnya, tidak sah melakukan wudhu atau sholat jika tidak diawali dengan niatnya masing-masing.
  • Manusia akan diberi pahala dan siksa menurut niatnya. Sebab jika niatnya baik, maka amalnya akan baik. Jika niatnya buruk, maka amalnya buruk walaupun bentuknya baik.
  • Segala perbuatan manusia terdiri atas tiga bagian yaitu; keta’atan, kemaksiatan dan perkara mubah. Perbuatan maksiat tidak bisa diubah sama sekali dengan niat baik. Misalnya saat seseorang yang mencuri harta orang lain dengan niat untuk sedekah ke fakir miskin, maka hukumnya tetap dosa dan haram.

Baca Juga: Potong Rambut Saat Haid, Bolehkah dalam Islam?

Hadis tentang Niat

Hadits Tentang Niat -3.jpg

Foto: Moslemmatters.org

Hadis tentang niat ini perlu diketahui semua oleh umat Muslim. Ini akan menjadi patokan apakah ibadah yang dilaksanakannya sudah sesuai dengan niatnya atau tidak.

Sebab, niat merupakan salah satu pembeda antara perbuatan yang bernilai ibadah dan bukan ibadah.

Inilah beberapa hadis tentang niat dalam Islam:

1. Hadis tentang Niat, Amalan, dan Pahala

إنَّمَا الأعمَال بالنِّيَّاتِ وإِنَّما لِكُلِّ امريءٍ ما نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إلى اللهِ ورَسُولِهِ فهِجْرَتُهُ إلى اللهِ ورَسُوْلِهِ ومَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُها أو امرأةٍ يَنْكِحُهَا فهِجْرَتُهُ إلى ما هَاجَرَ إليهِ

(Innamal a’malu binniyyat, wainnamaa likullimri yinmaanawa, waman kanat hijrotuhu illaahi wa rasululihi wa hijrotuhu illalai warusulluhu, waman kanat hijrotuhu illa dunyaa yushiibuhaa iw imro ati yatazawwajuhaa, wahijrotuhu illa maa haajaro ilayhi)

Artinya: “Sesungguhnya amal seseorang itu tergantung dengan niatnya, dan bagi setiap orang balasannya sesuai dengan apa yang di niatkannya.

Barangsiapa berhijrah dengan niat kepada Allah dan Rasul-Nya, maka ia mendapatkan balasan hijrahnya kepada Allah dan RasulNya,

dan barangsiapa berhijrah dengan niat kepada keuntungan dunia yang akan diperolehnya, atau wanita yang akan dinikahinya, maka (ia mendapatkan balasan) hijrahnya kepada apa yang ia niatkan tersebut.” (HR Bukhari dan Muslim)

2. Hadis tentang Niat dan Motif

لَكَ مَا نَوَيْتَ يَا يَزِيدُ ، وَلَكَ مَا أَخَذْتَ يَا مَعْنُ

Artinya: “Engkau dapati apa yang engkau niatkan wahai Yazid. Sedangkan, wahai Ma’an, engkau boleh mengambil apa yang engkau dapati.” (HR Bukhari)

3. Hadis tentang Niat Mencari Ilmu

Anas bin Malik RA berkata:

مَنْ طَلَبَ الْعِلْمَ لِيُجَارِىَ بِهِ الْعُلَمَاءَ أَوْ لِيُمَارِىَ بِهِ السُّفَهَاءَ أَوْ يَصْرِفَ بِهِ وُجُوهَ النَّاسِ إِلَيْهِ أَدْخَلَهُ اللَّهُ النَّارَ

Artinya: “Barangsiapa menuntut ilmu hanya ingin digelari ulama, untuk berdebat dengan orang bodoh, supaya dipandang manusia, Allah akan memasukkannya dalam neraka.” (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah)

4. Hadis tentang Niat dan Riya

Dari Abu Sa’id Al-Khudri RA, dia berkata:

خَرَجَ عَلَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- وَنَحْنُ نَتَذَاكَرُ الْمَسِيحَ الدَّجَّالَ فَقَالَ « أَلاَ أُخْبِرُكُمْ بِمَا هُوَ أَخْوَفُ عَلَيْكُمْ عِنْدِى مِنَ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ ». قَالَ قُلْنَا بَلَى. فَقَالَ « الشِّرْكُ الْخَفِىُّ أَنْ يَقُومَ الرَّجُلُ يُصَلِّى فَيُزَيِّنُ صَلاَتَهُ لِمَا يَرَى مِنْ نَظَرِ رَجُلٍ »

Artinya: “Rasulullah SAW pernah keluar menemui kami dan kami sedang mengingatkan akan (bahaya) Al-Masih Ad Dajjal.

Lantas beliau bersabda, “Maukah kukabarkan pada kalian apa yang lebih samar bagi kalian menurutku dibanding dari fitnah Al-Masih Ad-Dajjal?” “Iya”, para sahabat berujar demikian kata Abu Sa’id l- Khudri.

Beliau pun bersabda, “Syirik khafi (syirik yang samar) di mana seseorang shalat lalu ia perbagus shalatnya agar dilihat orang lain.” (HR Ibnu Majah)

Baca Juga: Hukum dan Bahaya Ujub dalam Islam, Waspada!

Inilah penjelasan mengenai hadis tentang niat, agar menjadi pelajaran sebelum mengerjakan ibadah yang telah disyariatkan.

  • http://repository.uin-suska.ac.id/7215/
  • https://www.risalahislam.com/2015/10/pengertian-hakikat-niat-dalam-islam.html
  • https://umma.id/article/share/id/1002/327045
  • https://www.giwangkara.com/khazanah/pr-851914053/hadits-tentang-niat-dan-3-keutamaan-serta-pengertiannya?page=all
  • https://worldquran.com/
  • https://penaungu.com/hadits-tentang-niat/
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait