Trimester 3

2 Juli 2021

Moms, Ini Penyebab dan Cara Mengatasi HPL Sudah Lewat Tapi Belum Ada Kontraksi

Jangan keburu panik ya, Moms!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Defara Millenia
Disunting oleh Adeline Wahyu

Hari perkiraan lahir sudah lewat tetapi kok belum ada tanda-tanda melahirkan? Moms mungkin panik ketika HPL sudah lewat tapi belum ada kontraksi.

Beberapa hari terakhir kehamilan adalah waktu yang menyenangkan. Tetapi ketika HPL sudah lewat tapi belum ada kontraksi, bisa membuat Moms stres.

Tak jarang calon orang tua menjadi cemas dan khawatir bayi di dalam kandungan terjadi sesuatu.

Kehamilan biasanya berlangsung selama 38 hingga 42 minggu. Kehamilan yang berlangsung lebih dari 42 minggu disebut kehamilan post-term, berkepanjangan atau terlambat.

Meskipun begitu, normal terjadi jika Moms melahirkan sebelum atau setelah HPL sudah lewat tapi belum ada kontraksi.

Faktanya, kehamilan Moms bisa berlanjut berlanjut dua minggu setelah tanggal jatuh tempo.

Mungkin Moms bertanya sebenarnya apa penyebab serta risiko HPL sudah lewat tapi belum ada kontraksi? Yuk simak penjelasannya di bawah ini.

Baca Juga: Jangan Panik, Ini 15 Tanda-tanda Mau Melahirkan yang Wajib Diketahui!

Penyebab HPL Sudah Lewat Tapi Belum Ada Kontraksi

HPL

Foto: Orami Photo Stock

Moms, ada banyak faktor ketika HPL sudah lewat tapi belum ada kontraksi.

Melansir Institute for Quality and Efficiency in Health Care (IQWiG), faktor penyebab yang sering terjadi HPL sudah lewat tapi belum ada kontraksi karena adanya predisposisi genetik (keturunan).

Tak hanya itu, Moms juga mungkin lebih rentan mengalami HPL sudah lewat tapi belum ada kontraksi, jika:

  • Ini adalah kehamilan pertama.
  • Moms pernah mengalami kehamilan terlambat sebelumnya.
  • Bayi berjenis kelamin laki-laki.
  • Moms memiliki indeks massa tubuh 30 atau lebih tinggi (obesitas).
  • Tanggal jatuh tempo dihitung secara tidak benar, mungkin karena kebingungan mengenai tanggal pasti dimulainya periode menstruasi terakhir atau tanggal jatuh tempo didasarkan pada USG akhir trimester kedua atau ketiga.

Jika lebih serius, kondisi HPL sudah lewat tapi belum ada kontraksi mungkin terkait dengan masalah dengan plasenta atau janin.

Namun, hal ini sangat jarang terjadi. Jadi, jangan terlalu mengkhawatirkan hal ini ya Moms!

Baca Juga: 5 Cara Mengatasi Rhinitis Kehamilan yang Jadi Penyebab Hidung Tersumbat saat Hamil

Risiko HPL Sudah Lewat Tapi Belum Ada Kontraksi

Pada minggu pertama setelah HPL sudah lewat tapi belum ada kontraksi, bayi dan ibu tidak berisiko lebih tinggi mengalami komplikasi jika keduanya baik-baik saja.

Bahkan setelah itu, risiko sesuatu terjadi pada bayi tidak meningkat banyak. Tetapi risiko tertentu memang sedikit meningkat.

Melansir American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), ketika kehamilan berlangsung antara 41 minggu serta 42 minggu atau lebih (kehamilan postterm), bayi mungkin berisiko lebih tinggi mengalami masalah kesehatan, seperti:

1. Makrosomia Janin

Makrosomia Dalam Kehamilan 3.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Risiko HPL sudah lewat tapi belum ada kontraksi yang pertama adalah makrosomia janin.

Makrosomia merupakan kondisi bayi baru lahir yang jauh lebih besar dari rata-rata. Seorang bayi yang didiagnosis memiliki janin makrosomia memiliki berat lebih dari 8 pon, 13 ons (4.000 gram), terlepas dari usia kehamilannya.

Kondisi ini dapat meningkatkan risiko persalinan pervaginam operatif, operasi caesar, atau bahu tersangkut di belakang tulang panggul Moms selama persalinan (distosia bahu).

2. Sindrom Postmaturitas

Sindrom Postmaturitas.jpg

Foto: practo.com

Sindrom postmaturitas mengacu pada janin yang berat badannya bertambah di dalam rahim setelah tanggal jatuh tempo telah berhenti, biasanya karena masalah dengan pengiriman darah ke janin melalui plasenta, yang menyebabkan kekurangan gizi.

Setelah lahir, bayi-bayi ini memiliki penampilan yang khas, seperti penurunan lemak di bawah kulit, kurangnya lapisan berminyak (vernix caseosa), penurunan rambut lembut, berbulu halus (lanugo), dan pewarnaan cairan ketuban, kulit dan tali pusat.

3. Kekurangan Air Ketuban

Air ketuban sedikit

Foto: Orami Photo Stock

Risiko HPL sudah lewat tapi belum ada kontraksi selanjutnya adalah air ketuban menjadi sedikit.

Cairan ketuban rendah (oligohidramnion) adalah suatu kondisi di mana jumlah cairan ketuban lebih rendah dari yang diharapkan untuk usia kehamilan bayi.

Kondisi ini dapat memengaruhi detak jantung bayi dan menekan tali pusat selama kontraksi.

Baca Juga: Stop Mual Saat Hamil. Ini Super Food yang Wajib Moms Konsumsi di Masa Kehamilan

4. Gangguan Plasenta

plasenta bayi

Foto: Orami Photo Stock

Melansir Philosophical Transactions of the Royal Society B, plasenta bisa dibilang organ tubuh yang paling penting berfungsi membangun cadangan energi dan kemudian melepaskan untuk mendukung pertumbuhan janin.

Namun, jika HPL sudah lewat tapi belum ada kontraksi, plasenta mungkin secara bertahap berhenti melakukan tugasnya dengan benar. Kondisi ini sangat membahayakan dan mengakibatkan janin tidak berkembang.

5. Infeksi Kehamilan

infeksi kehamilan

Foto: Orami Photo Stock

Selama mengalami HPL sudah lewat tapi belum ada kontraksi, beberapa infeksi umum seperti flu biasa atau infeksi kulit dapat menyerang Moms.

Tetapi infeksi lain bisa berbahaya bagi Moms dan bayi di dalam kandungan. Beberapa infeksi dapat menyebabkan kelahiran prematur dan bayi berat lahir rendah.

Risiko HPL sudah lewat tapi belum ada kontraksi juga dapat menimbulkan risiko, seperti komplikasi persalinan:

  • Robekan vagina yang parah.
  • Perdarahan postpartum.
  • Mekonium di paru-paru.
  • Masalah lain tak terduga mungkin muncul selama persalinan.

Jika bayi belum lahir 3 atau 4 minggu setelah mengalami HPL sudah lewat tapi belum ada kontraksi, risiko lahir mati (mati saat lahir) meningkat. Bayi sangat jarang lahir selambat itu, karena persalinan biasanya diinduksi paling lambat dua minggu setelah tanggal jatuh tempo.

Baca Juga: Yuk Atasi Perut Kembung Saat Menstruasi dengan 5 Ramuan Tradisional Ini!

Cara Mengatasi HPL Sudah Lewat Tapi Belum Ada Kontraksi

Moms mengalami HPL sudah lewat tapi belum ada kontraksi memang sangat mencemaskan, tetapi jika dokter mengatakan kondisi ini masih baik-baik saja dan tidak menyarakan induksi ada baiknya tetap tenang.

Ada beberapa cara mengatasi HPL sudah lewat tapi belum ada kontraksi untuk mempercepat persalinan.

1. Seks

seks saat hamil

Foto: Orami Photo Stock

Cara mengatasi HPL sudah lewat tapi belum ada kontraksi yang pertama adalah melakukan seks.

Melansir American Family Physician, air mani pria mengandung zat yang disebut prostaglandin. Zat ini mirip hormon yang dapat membantu mematangkan serviks dan karenanya membantu persalinan dimulai.

Prostaglandin tambahan dilepaskan oleh wanita saat berhubungan seks. Karena prostaglandin sintetis digunakan sebagai metode pematangan serviks untuk induksi persalinan, sehingga dapat mempercepat kontraksi.

Permainan seks juga sering termasuk merangsang payudara dan puting, yang dapat menghasilkan pelepasan oksitosin.

Pitocin adalah bentuk sintetis dari oksitosin yang digunakan untuk menyebabkan kontraksi rahim dan mempercepat persalinan.

Jadi cara alami untuk melepaskannya juga tampaknya merupakan cara yang logis untuk merangsang persalinan.

2. Berjalan

jalan kaki ibu hamil

Foto: Orami Photo Stock

Saat Moms berjalan, berat bayi memberi tekanan pada leher rahim yang dapat mendorong pelebaran.

Berjalan juga dapat membantu memindahkan bayi lebih dalam ke panggul, mempersiapkannya untuk bergerak melalui jalan lahir selama persalinan.

Hal ini karena serviks yang melebar dan posisi bayi yang tepat adalah bahan dari persalinan, berjalan dapat membantu mempercepat prosesnya.

3. Minyak Evening Primrose

Minyak Evening Primrose.jpg

Foto: medicalnewstoday.com

Beberapa bidan dan praktisi kesehatan alternatif merekomendasikan penggunaan minyak evening primrose untuk membantu mempersiapkan atau "mematangkan" serviks untuk persalinan dan untuk menginduksi persalinan.

Hal ini karena dapat merangsang produksi tubuh dari prostaglandin, hormon yang membantu mematangkan serviks dan dapat menyebabkan kontraksi.

Jika Moms ingin mengonsumsi kapsul ini, ada baiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter ya.

Baca Juga: Mengenal Retinopati Prematuritas, Risiko Kebutaan Pada Bayi Prematur

Penanganan Medis

Kenali Hal-Hal yang Terjadi Jika Ibu Hamil Kurang Gizi Berikut 01.jpg

Foto: todaysparent.com

Mengawasi kehamilan harus tetap dilakukan setelah HPL sudah lewat tapi belum ada kontraksi. Kunjungan ke dokter akan berlanjut setelah Moms melewati tanggal jatuh tempo.

Selama pemeriksaan tersebut, penyedia layanan kesehatan akan memeriksa ukuran janin , detak jantung, posisi dan bertanya tentang gerakan bayi.

Jika Moms lebih dari satu minggu setelah HPL sudah lewat tapi belum ada kontraksi, penyedia layanan kesehatan mungkin melakukan pemantauan detak jantung janin, penilaian volume cairan ketuban dan USG janin.

Dalam beberapa kasus, induksi persalinan mungkin direkomendasikan. Induksi persalinan adalah stimulasi kontraksi uterus selama kehamilan sebelum persalinan dimulai dengan sendirinya untuk mencapai kelahiran.

Moms bisa memilih proses induksi jika memang ingin melakukannya selama dokter mengizinkan. Moms mungkin diberikan obat untuk membantu mematangkan serviks.

Dokter juga akan melebarkan serviks dengan memasukkan tabung kecil (kateter) ke dalamnya dengan balon tiup di ujungnya. Mengisi balon dengan salin dan menempelkannya di bagian dalam leher rahim membantu mematangkan leher rahim.

Jika kantung ketuban masih utuh, dokter mungkin akan memecahkan air dengan membuat lubang dengan kait plastik tipis.

Baca Juga: Mengenal Induksi Ovulasi, Alternatif Program Hamil Selain Bayi Tabung

Jika perlu, Moms mungkin juga diberikan obat untuk memulai kontraksi. Pilihan umum adalah Pitocin, versi sintetis oksitosin hormon.

Hal ini dilakukan untuk menghindari komplikasi (misalnya, bayi tumbuh sangat besar sehingga sulit melahirkan pervaginam) atau gawat janin. Gawat janin terjadi ketika bayi tidak mendapatkan cukup oksigen.

Kondisi ini menyebabkan detak jantung bayi turun dan bayi tidak dapat mentolerir tekanan persalinan. Banyak dokter akan menginduksi persalinan jika Moms dua minggu HPL sudah lewat tapi belum ada kontraksi.

Ingatlah bahwa dokter akan memberikan pilihan yang aman untuk Moms. Tetap tenang dan mencari dukungan juga penting dalam menghadapi kondisi ini.

Apakah Moms pernah mengalami HPL sudah lewat tapi belum ada kontraksi? Share pengalaman Moms juga, yuk.

  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK279571/
  • http://acog.org/womens-health/faqs/when-pregnancy-goes-past-your-due-date
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4305167/
  • https://www.aafp.org/afp/2003/0515/p2123.html
  • https://www.whattoexpect.com/pregnancy/labor-and-delivery/what-to-do-past-your-due-date/
  • https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/pregnancy-week-by-week/in-depth/overdue-pregnancy/art-20048287
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait