19 Februari 2019

Ingin Menggunakan Nebulizer Untuk Bayi? Perhatikan 5 Hal Ini

Jika Moms ingin mencoba menggunakan nebulizer pada bayi untuk pertama kali, perhatikan dahulu hal-hal berikut ini!

Nebulizer adalah alat khusus yang menghangatkan atau mengubah larutan cair menjadi kabut halus yang mudah dihirup. Fungsi dari alat yang satu ini adalah untuk mengobati kondisi pernapasan tertentu.

Dokter seringkali menggunakannya pula untuk bayi, karena memungkinkan bayi untuk menjalani pengobatan sambil bernapas seperti biasanya.

Ketika bayi menghirup kabut dari nebulizer, obat itu bisa masuk jauh ke paru-paru mereka di mana dapat bekerja untuk membantu melancarkan pernapasan.

Dokter meresepkan obat nebulasi dan Moms dapat belajar bagaimana cara memberikan obat-obatan tersebut pada si kecil di rumah jika diperlukan.

Namun, jika Moms ingin menggunakan nebulizer untuk si kecil, jangan lupa untuk memperhatikan beberapa hal penting di bawah ini:

1. Ikuti Petunjuk yang Diberikan Oleh Dokter

Hal terpenting yang harus diingat ketika ingin melakukan proses nebulasi untuk bayi adalah memahami dan mengikuti instruksi yang diberikan oleh dokter. Hal-hal yang belum Moms pahami harus ditanyakan kembali pada dokter dan proses nebulasi hanya boleh dilakukan sesuai dengan instruksi yang diberikan tanpa kesalahan apa pun.

Ingat! Jangan pernah memberikan nebulizer pada bayi tanpa instruksi atau petunjuk dari dokter.

2. Ketahui Kondisi Bayi yang Membutuhkan Nebulasi

Untuk bayi dengan kesulitan bernapas yang parah karena pilek atau batuk, nebulisasi adalah pilihan yang tepat. Namun, Moms tidak boleh menggunakan nebulizer untuk segala macam dugaan masalah pernapasn pada bayi.

Selain itu, jangan pernah menggunakan obat nebulisasi, kecuali dokter sudah menyarankan untuk menggunakannya. Selalu gunakan air saline untuk meredakan kondisi ringan seperti pilek, batuk, dan lain-lain. Nebulisasi sangat efektif ketika bayi tidak dapat minum obat karena obat-obatan terhirup sampai ke paru-paru dan segera meringankan kondisi bayi.

Baca Juga: Gastroesophageal Reflux alias GER Pada Bayi, Bagaimana Cara Mengobatinya?

3. Posisi Tubuh Bayi Harus Tetap Tegak Ketika Nebulasi

Pangku si kecil dengan nyaman dan pastikan posisi tubuhnya tegak selama nebulasi. Duduk tegak akan membantu memudahkan masuknya obat-obatan ke dalam paru-paru karena si kecil dapat bernapas lebih dalam. Jika perlu, gendong si kecil selama nebulasi ketika ia kurang nyaman dipangku.

4. Nebulasi Memiliki Efek Samping Penggunaan

Menurut John P. Cunha, DO, FACOEB, Certified Emergency Medicine Physician dari The State University of New Jersey, beberapa  efek samping yang biasa dan normal terjadi dalam penggunaan nebulizer untuk bayi antara lain:

  • Tenggorokan kering atau rasa aneh di mulut.
  • Rasa gatal di hidung
  • Rasa obat dapat menyebabkan rasa mual atau mulas.
  • Dalam kasus pengobatan serius, kasus-kasus tertentu mungkin muncul di mana termasuk mimisan, sakit perut atau pusing.

Baca Juga: Bayi Susah Tidur di Malam Hari? Kenali 5 Penyebabnya

5. Tidak Harus Selalu Digunakan Secara Rutin

Nebulizer dapat digunakan sesuai saran dokter, yang tentunya bervariasi sesuai dengan tingkat keparahan masalah pernapasan masing-masing bayi. Dokter cenderung meresepkan penggunaan nebulizer satu kali sebelum tidur untuk batuk dan pilek. Sementara nebulisasi akan diresepkan beberapa kali sehari untuk masalah pernapasan akut.

Bayi yang memiliki asma mungkin membutuhkan nebulizer lebih sering karena mereka lebih sering mengalami pilek, flu, dan masalah alergi. Begitu kekebalan tubuh bayi berkembang dan nafasnya lebih teratur, penggunaan nebulizer bisa dihentikan. Tetapi sampai saat itu, nebulisasi dapat menjadi cara yang sangat efektif untuk membuat obat-obatan mencapai sistem pernapasan bayi.

Tanyakan mengenai penggunaan nebulizer untuk bayi pada dokter untuk mendapatkan arahan yang lengkap dan jelas. Jika Moms memiliki pengalaman dalam menggunakan nebulizer untuk bayi, jangan lupa bagikan melalui kolom komentar yang ada di bawa artikel ini ya, Moms.

(RGW)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.