03 April 2024

Istidraj: Pengertian, Tanda, Bahaya, dan Cara Menghindarinya

Kemungkinan azab sedang ditangguhkan, hati-hati!

Pernahkah Moms mendengar istilah istidraj?

Ternyata, istidraj ini berbahaya sekali Moms karena bisa mendorong manusia masuk neraka jika tidak segera disadari.

Agar terhindar dari sikap istidraj, kenali pengertian, tanda-tanda, dan bahayanya, yuk!

Baca Juga: Childfree dalam Islam, Bagaimana Hukumnya Menurut Agama?

Apa Itu Istidraj?

Minum Alkohol
Foto: Minum Alkohol (Freepik.com/tirachardz)

Ada banyak sekali tafsiran terhadap makna istidraj oleh para ahli tafsir.

Melansir Journal of Qur'anic Studies, menurut Hasbi ash-Shiddieqy, istidraj adalah pemanjaan agar terjerumus kepada kehinaan.

Pemanjaan ini terjadi secara berangsur-angsur, setapak demi setapak, dan didekatkan dengan azab dalam keadaan mereka tidak menyadarinya.

Sama halnya dengan penjelasan Quraish Shihab, bahwa istidraj adalah memindahkan dari satu tahap ke tahap berikutnya, hingga mencapai puncak dengan jatuhnya siksa.

Istidraj bisa terjadi dalam bentuk limpahan nikmat yang diduga kebaikan, atau merasa terhindar dari hukuman.

Padahal, ini merupakan pancingan untuk melakukan pelanggaran yang lebih besar, sehingga sanksi yang diterima juga lebih besar. Allah SWT membiarkan dan tidak disegerakan azabnya.

Baca Juga: 12 Hadis dan Ayat Alquran tentang Zina, Termasuk Dosa Besar!

Sementara itu, menurut Al-Thabari, istidraj adalah tipuan halus kepada orang yang diberi tenggang waktu.

Ia merasa bahwa yang memberikan tenggang waktu telah berbuat baik kepadanya, sehingga pada akhirnya ia terjerumus dalam hal yang tidak disenangi.

Kemudian, Wahbah al-Zuhaili menjelaskan istidraj adalah penahapan, artinya membawa turun seseorang dari satu tingkat ke tingkat selanjutnya, karena ingin menjerumuskannya.

Maksud di sini, adalah Allah SWT akan mendekatkan azab kepada mereka secara bertahap dengan bentuk:

  • Pengabaian
  • Selalu diberi kesehatan
  • Ditambah kenikmatan

Namun, mereka tidak mengetahui bahwa itu adalah istidraj, Moms.

Intinya, menurut para mufasir, yang dimaksud dengan istidraj adalah pemberian sebuah nikmat untuk menjadikan seseorang lalai dan durhaka.

Tanda-Tanda Istidraj

Banyak Uang
Foto: Banyak Uang (Freepik.com/drobotdean)

Seperti yang tertera dalam pengertiannya, tanda utama dari istidraj adalah ketika seseorang terus dibiarkan berbuat dosa tetapi terus diberikan kenikmatan oleh Allah SWT.

Dalam Surah Al-An'am ayat 44 dicontohkan mengenai istidraj.

Yaitu ketika seseorang berbuat dosa akan ditambah kesenangannya supaya mereka lupa untuk memohon ampun kepada Allah SWT.

فَلَمَّا نَسُوا مَا ذُكِّرُوا بِهِ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ أَبْوَابَ كُلِّ شَيْءٍ حَتَّىٰ إِذَا فَرِحُوا بِمَا أُوتُوا أَخَذْنَاهُمْ بَغْتَةً فَإِذَا هُمْ مُبْلِسُونَ

Artinya:

"Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka.

Sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa," (QS. Al-An'am: 44).

Oleh karenanya, ketika Moms merasa sudah banyak berbuat maksiat, tapi Allah tak menimpakan sengsara, hati-hati ya, Moms.

Karena bisa jadi Allah sedang membiarkan Moms tenggelam dalam dosa karena tidak pernah mengingatnya.

Baca Juga: Tata Cara Mandi Tobat dengan Urutan yang Benar dan Detail

Bahaya Istidraj

Pesta
Foto: Pesta (Freepik.com/freepik)

Berikut ini bahaya istidraj yang perlu diketahui:

1. Siksaan atau Azab hanya Ditangguhkan

Hakikat istidraj adalah sebuah siksaan, bukan sebuah nikmat meskipun dalam penerimaannya berupa nikmat.

Siksaan tersebut ditangguhkan dalam waktu yang lama, sehingga sampai batas waktu yang telah ditetapkan.

Mengenai kapan terlaksananya tangguhan siksaan atau azab Allah SWT, ulama tafsir berbeda pendapat dan pandangan.

Ada yang berpendapat bahwa tangguhan azab dan siksaan bisa terjadi di dunia terlebih dahulu, kemudian disempurnakan di akhirat.

Ada pula mufasir yang berpendapat bahwa tangguhan azab dan siksaan Allah SWT akan terlaksana di akhirat kelak.

Tujuan Allah SWT menimpakan azab atau siksaan-Nya secara langsung saat di dunia kepada umat terdahulu adalah untuk menjadikannya sebagai peringatan dan pelajaran.

Baca Juga: 15 Rekomendasi Film Islami Indonesia yang Layak Ditonton

2. Semakin Tenggelam dalam Dosa dan Maksiat

Allah SWT akan memberikan kepada mereka segala kenikmatan dan kebahagiaan di dunia agar terus melakukan dosa dan kemaksiatan.

Apabila tiba hari akhir, Allah SWT akan mengazab mereka dengan penuh siksa.

Selain itu, melansir dari BDK Aceh Kementerian Agama Republik Indonesia, ada banyak tafsir dan hadis lain yang menyebutkan bahaya istidraj.

Dalam Tafsir Al Jalalain (hal. 141) disebutkan:

“Ketika mereka meninggalkan peringatan yang diberikan pada mereka, tidak mau mengindahkan peringatan tersebut, Allah buka pada mereka segala pintu nikmat sebagai bentuk istidraj pada mereka.

Sampai mereka berbangga akan hal itu dengan sombongnya.

Kemudian Kami siksa mereka dengan tiba-tiba. Lantas mereka pun terdiam dari segala kebaikan.”

Selanjutnya, berdasarkan hadis dari ‘Uqbah bin ‘Amir ra, Rasulullah SAW bersabda:

إِذَا رَأَيْتَ اللهَ تَعَالَى يُعْطِي الْعَبْدَ مِنَ الدُّنْيَا مَا يُحِبُّ وَهُوَ مُقِيمٌ عَلَى مَعَاصِيْهِ فَإِنَّمَا ذَلِكَ مِنهُ اسْتِدْرَاجٌ

Mengenai kapan terlaksananya tangguhan siksaan atau azab Allah SWT, ulama tafsir berbeda pendapat dan pandangan.

"Dalam kemaksiatan kepada-Nya, maka (ketahuilah) bahwa hal itu adalah istidraj (jebakan berupa nikmat yang disegerakan) dari Allah,”

(HR. Ahmad 4: 145. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini hasan adilihat dari jalur lain).

Syekh Zarruq berkata, ‘Wahai para murid, takutlah pada karunia-Nya untukmu berupa kesehatan, kelapangan, kucuran deras rezeki, dan aliran deras kekuatan baik material maupun spiritual di tengah kedurhakaanmu terhadap-Nya berupa kelalaian dan keteledoran',”

(Lihat Syekh Ibnu Ajibah, Iqazhul Himam fi Syarhil Hikam, Beirut, Darul Fikr, halaman 101).

3. Terlalu Terlena dengan Kenikmatan hingga Tidak Bertobat

Jika seseorang terjebak dalam istidraj, mereka mungkin tidak merasa perlu atau tidak memiliki keinginan untuk bertobat.

Hal ini dapat menghambat pertobatan dan perbaikan diri yang penting dalam agama Islam.

4. Kehilangan Hidayah

Istidraj dapat membuat seseorang merasa puas dengan kehidupan mereka yang salah atau dosa, dan mereka mungkin kehilangan kesadaran akan kebenaran dan konsekuensi perbuatan mereka.

Mereka mungkin tidak lagi mencari kebaikan atau menjaga hubungan yang benar dengan Allah.

Istidraj dapat mengarah pada kehilangan petunjuk ilahi dan kesadaran spiritual.

Seseorang yang terjebak dalam istidraj mungkin tidak lagi merasakan dorongan untuk memperbaiki diri, mencari kebenaran, atau mengikuti jalan yang benar.

Baca Juga: Memaknai Kisah Nabi Adam beserta Hikmah yang Dapat Diambil

Istidraj merupakan bentuk pengelabuan sementara berupa ujian dengan membiarkan orang terjebak dalam...

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb