25 Agustus 2022

Surat Al Anam Ayat 48 Tentang Berita Gembira bagi Orang Mukmin

Para rasul diutus untuk menyampaikan berita gembira dan peringatan

Surat Al Anam ayat 48 menjelaskan tentang berita gembira yang disampaikan oleh para nabi dan rasul kepada orang-orang yang beriman.

Salah satunya yaitu dihindarkan dari rasa sedih dan khawatir bagi kehidupan di dunia maupun di akhirat.

Ada pula tafsir yang menyebutkan bahwa ayat ini membawa peringatan bagi orang kafir.

Yuk, simak isi dan tafsir surat Al Anam ayat 48 berikut ini, lengkap dengan bacaan Arab, latin, dan artinya!

Baca Juga: Waktu Pelaksanaan Puasa Arafah di Bulan Dzulhijjah, Lengkap dengan Ketentuan dan Keutamanaannya

Mengenal Surat Al Anam Ayat 48

Mengenal surat al anam ayat 48
Foto: Mengenal surat al anam ayat 48 (Orami Photo Stock)

Foto Surat Al Anam Ayat 48 (Orami Photo Stock)

Surat Al Anam berasal dari bahasa Arab “al an’am” yang berarti “binatang ternak”.

Disebut demikian lantaran surat ini membahas adat istiadat kaum musyrik yang berhubungan dengan hewan ternak dan hukum-hukumnya.

Surat ke-6 dalam Al-Qur’an ini terdiri dari 165 ayat dan termasuk golongan surat Makkiyah, yaitu surat yang diturunkan di Kota Mekkah.

Wahyu Allah yang ke-55 ini juga mengandung doa iftitah di ayat ke-79 dan ke-163. Doa ini dibaca setelah takbir dan sebelum surat Al-Fatihah.

Selain membahas tentang hewan ternak, ada pula penjelasan tentang kabar gembira bagi orang beriman dan peringatan bagi orang kafir di surat Al Anam ayat 48.

Baca Juga: Bacaan Surat Yusuf Ayat 4 untuk Jodoh Lengkap dengan Tafsirnya

Kabar gembira tersebut berupa dihilangkannya rasa sedih dan khawatir terhadap kehidupan di dunia dan akhirat.

Kabar gembira ini juga berupa surga bagi orang-orang yang menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.

Kebalikannya dengan peringatan bagi orang kafir yaitu neraka yang menunggu mereka karena telah melanggar aturan Allah SWT.

Selain isi pokok tersebut, para ahli tafsir juga punya pandangannya sendiri terkait ayat ini. Simak selengkapnya di bagian penafsiran di bawah ini ya Moms!

Bacaan Surat Al Anam Ayat 48 dan Artinya

Bacaan surat al anam ayat 48 dan artinya
Foto: Bacaan surat al anam ayat 48 dan artinya

Foto Bacaan Surat Al Anam Ayat 48 dan Artinya (Orami Photo Stock)

Berikut ini bacaan surat Al Anam ayat 48 dalam bahasa Arab, latin, dan artinya.

وَمَا نُرْسِلُ ٱلْمُرْسَلِينَ إِلَّا مُبَشِّرِينَ وَمُنذِرِينَ ۖ فَمَنْ ءَامَنَ وَأَصْلَحَ فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

Bacaan latin: "Wamaa nursilul mursaliina ilaa mubasy-syiriina wamundziriina faman aamana wa-ashlaha falaa khaufun ‘alaihim walaa hum yahzanuun(a)"

Artinya: “Para rasul yang Kami utus itu adalah untuk memberi kabar gembira dan memberi peringatan. Barangsiapa beriman dan mengadakan perbaikan, maka tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih.” (QS. Al Anam: 48)

Tafsir Surat Al An’am Ayat 48

Tafsir surat al anam ayat 48
Foto: Tafsir surat al anam ayat 48 (freepik.com)

Foto tafsir surat Al Anam ayat 48 (Orami Photo Stock)

Menurut tafsir Kementerian Agama (Kemenag), ayat ini menjelaskan tentang tujuan Allah mengutus para Rasul ke bumi.

Para Rasul diutus untuk menyampaikan berita gembira, memberi peringatan, dan menyampaikan ajaran-ajaran Allah kepada manusia.

Dengan demikian, manusia punya pedoman hidup untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.

Berita gembira ini antara lain dihilangkannya rasa khawatir bagi orang-orang yang mengikuti Rasul dan mengamalkan amal saleh.

Allah SWT tidak akan menimpakan azab dunia kepada mereka, seperti halnya azab kaum-kaum terdahulu yang mendustakan Rasul.

Selain tidak ada kekhawatiran dalam hati mereka, orang-orang beriman juga tidak akan merasa sedih dan putus asa dengan kehidupan di dunia dan akhirat.

Pasalnya, mereka yakin bahwa Allah selalu menjaga dan melindungi mereka.

Orang-orang mukmin ini tidak bersedih ketika ditimpa musibah, misalnya keluarga meninggal, hartanya hilang, mengidap penyakit, dan sebagainya.

Mereka cenderung tabah dan sabar dalam menghadapi cobaan tersebut karena yakin bahwa segala sesuatu terjadi karena Allah.

Jalaluddin Al-Mahalli dan Jalaluddin As-Suyuthi dalam tafsir Jalalain menyebutkan kalau kabar gembira yang dimaksud adalah surga bagi orang-orang yang beriman.

Baca Juga: Tafsir Surat Ali Imran 134, Ini 4 Sifat Orang Bertaqwa Menurut Alquran

Sementara itu, peringatan yang dimaksud di ayat ini adalah agar tidak mempersekutukan Allah dengan hal apapun dan tidak membuat kerusakan di muka bumi.

Orang-orang kafir juga lebih mudah sedih, putus asa, dan khawatir dalam menghadapi segala sesuatu, sekalipun itu adalah musibah kecil.

Kendati demikian, manusia hendaknya tetap rendah hati terhadap amalan baik yang telah mereka kerjakan.

Jangan sampai muncul rasa sombong, tinggi hati, dan merasa lebih baik dari umat muslim lainnya.

Allah SWT tidak menyukai hamba dengan sifat tercela ini. Dalam surat Al Hadid ayat 22-23, Allah berfirman:

“Setiap bencana yang menimpa di bumi dan yang menimpa dirimu sendiri, semuanya telah tertulis dalam Kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami mewujudkannya. Sungguh, yang demikian itu mudah bagi Allah.

Agar kamu tidak bersedih hati terhadap apa yang luput dari kamu, dan jangan pula terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong dan membanggakan diri.” (QS. Al-Hadid: 2-3)

Itulah pembahasan lengkap mengenai surat Al Anam ayat 48. Semoga pembahasan ini bermanfaat!

https://tafsirweb.com/2172-surat-al-anam-ayat-48.html

https://tafsirq.com/6-Al-An%27am/ayat-48

https://risalahmuslim.id/quran/al-an-aam/6-48/

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.