18 Mei 2022

4 Penyakit yang Disebabkan Jamur Candida Albicans Baeserta Cara Mengatasinya

Jaga kesehatan kulit dengan baik, yuk!

Beberapa spesies Candida dapat menyebabkan infeksi pada manusia, dan yang paling umum adalah jamur Candida albicans.

Melansir dari Centers for Disease Control and Prevention, kandidiasis adalah infeksi jamur yang disebabkan oleh jamur spesies Candida.

Candida biasanya hidup di kulit dan di dalam tubuh, seperti mulut, tenggorokan, usus, dan vagina, tanpa menimbulkan masalah.

Candida dapat menyebabkan infeksi saat tumbuh di luar kendali atau jika masuk ke dalam aliran darah atau organ dalam seperti ginjal, jantung, atau otak.

Baca juga: 12 Jenis Jamur Kulit Paling Menyebalkan, Rentan Menular!

Penyakit yang Disebabkan oleh Jamur Candida Albicans

infeksi-jamur.jpg
Foto: infeksi-jamur.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Gejala yang muncul akibat infeksi jamur Candida albicans akan tergantung pada jenis penyakit yang dialami.

Melansir dari Medical News Today berikut ini 4 jenis penyakit yang disebabkan oleh jamur Candida albicans:

1. Infeksi Jamur pada Saluran Kemih

Spesies Candida adalah penyebab paling umum dari infeksi saluran kemih jamur (ISK).

Candida penyebab ISK dapat terjadi di bagian bawah saluran kemih. Dalam beberapa kasus infeksi dapat naik ke organ ginjal.

Berikut ini beberapa risikonya:

  • Menggunakan obat antibiotik
  • Memakai kateter urine
  • Menderita diabetes
  • Memiliki sistem kekebalan yang melemah

Kebanyakan penderita Candida ISK tidak memiliki gejala. Gejala yang umum dialami, termasuk:

  • Peningkatan frekuensi buang air kecil
  • Sensasi nyeri atau terbakar saat buang air kecil
  • Sakit perut atau panggul
  • Adanya darah dalam urine

Pengobatan hanya direkomendasikan bagi penderita yang bergejala. Pengobatan umumnya dilakukan dengan pemberian obat antijamur flukonazol.

Pada seseorang yang menggunakan kateter, langkah penanganan dilakukan dengan melepasnya.

2. Infeksi Jamur Genital

Jamur Candida albicans adalah penyebab paling umum dari infeksi jamur genital.

Faktanya, bakteri Lactobacillus menjaga jumlah Candida di area genital tetap terkendali.

Namun, ketika tingkat Lactobacillus terganggu, Candida dapat tumbuh secara berlebihan dan menyebabkan infeksi.

Moms juga mengalami peningkatan risiko jika melakukan hubungan intim yang tidak aman, termasuk seks oral.

Berikut ini beberapa kelompok yang berisiko tinggi terkena penyakit:

  • Mengonsumsi obat antibiotik
  • Penderita diabetes yang tidak terkontrol
  • Orang yang mengalami imunosupresi
  • Wanita hamil
  • orang yang menggunakan kontrasepsi oral
  • Orang yang tengah menjalani terapi hormon

Gejala infeksi Candida genital dapat meliputi:

  • Perasaan terbakar saat berhubungan seks atau saat buang air kecil
  • Perasaan gatal atau nyeri di dalam atau di sekitar vagina
  • Kemerahan, iritasi, atau bengkak di sekitar vagina
  • Keputihan abnormal dengan tekstur encer, kental, atau putih
  • Ruam di sekitar vagina
  • Ruam pada penis

Spesies Candida juga dapat menginfeksi alat kelamin pria, jika pasangan mengalami infeksi Candida vagina.

Infeksi mungkin tidak menunjukkan gejala, tetapi dapat menyebabkan ruam gatal atau terbakar di sekitar kepala penis.

Untuk mengatasinya, Moms bisa menggunakan krim antijamur, pil, atau supositoria yang dijual bebas di pasaran.

Dalam intensitas parah, Moms mungkin akan diberi resep pengobatan dalam jangka waktu yang lebih lama, baik dalam bentuk krim, pil, atau salep.

Baca juga: Infeksi Jamur: Cari Tahu Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

3. Sariawan pada Mulut

sariawan
Foto: sariawan (Orami Photo Stock)

Foto: Orami Photo Stock

Meskipun merupakan bagian normal dari mikroflora mulut, Candida albicans dapat menyebabkan infeksi jika tumbuh secara berlebihan.

Infeksi tidak terbatas hanya pada mulut saja, tetapi dapat menyebar ke amandel dan bagian belakang tenggorokan dalam kasus yang parah.

Berikut ini beberapa golongan yang berisiko tinggi terkena penyakit:

  • Menggunakan obat antibiotik atau kortikosteroid
  • Penderita diabetes yang tidak terdiagnosis atau tidak terkontrol
  • Orang yang mengalami imunosupresi
  • Orang yang memakai gigi palsu, terutama di bagian atas

Gejala jamur Candida albicans yang menginfeksi mulut, meliputi:

  • Muncul bintik-bintik putih di mulut yang terlihat seperti keju cottage dan berdarah saat disentuh
  • Sensasi terbakar atau nyeri di mulut
  • Kemerahan di dalam mulut atau di sudut mulut
  • Kesulitan makan atau menelan
  • Kehilangan rasa
  • Perasaan seperti ada kapas di dalam mulut

Jika infeksi tidak diobati, kondisi dapat berubah menjadi infeksi Candida sistemik, terutama pada orang dengan sistem kekebalan yang lemah.

Untuk mengatasinya, sariawan dapat diatasi dengan obat antijamur berbentuk pil, cairan, atau permen.

Dalam kasus yang lebih parah, dokter biasanya akan meresepkan flukonazol oral untuk mengatasi penyakit

4. Kandidiasis Mukokutaneus

Spesies Candida juga dapat menginfeksi kulit dan selaput lendir seseorang dan menyebabkan infeksi kulit jamur.

Area yang hangat, lembab, atau berkeringat adalah lingkungan sehat bagi jamur untuk berkembang.

Contoh area tersebut termasuk ketiak, selangkangan, kulit di antara jari tangan dan kaki, sudut mulut, serta area di bawah payudara.

Berikut ini beberapa faktor risiko yang perlu diwaspadai:

  • Mengenakan pakaian dalam yang ketat atau sintetis
  • Jarang mengganti pakaian dalam
  • Jarang mengganti popok untuk bayi
  • Mengonsumsi obat antibiotik atau kortikosteroid
  • Menderita diabetes
  • Memiliki sistem kekebalan yang lemah

Gejala umum dari infeksi kulit Candida adalah ruam merah yang terbentuk di area yang terkena.

Dalam beberapa kasus, lesi seperti lepuh dapat terbentuk. Kulit juga bisa menjadi menebal atau menghasilkan zat putih.

Untuk mengatasinya, kamu bisa menggunakan krim anti jamur, seperti klotrimazol, mikonazol, dan ekonazol.

Krim steroid juga dapat diberikan untuk membantu meringankan rasa gatal atau bengkak. Kulit juga harus tetap kering selama pemulihan.

Saat infeksi meluas sudah meluas, dokter biasanya akan merekomendasikan flukonazol untuk mengatasinya.

Baca juga: Alergi Jamur, Intip Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya di Sini!

Pada orang dewasa dengan kesehatan yang baik, jamur Candida albicans seringkali muncul dalam intensitas ringan dan mudah diobati.

Infeksi bisa saja bermasalah jika dialami oleh lansia dan anak kecil, serta kelompok orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Kondisi tersebut dapat menyebabkan penyebaran infeksi ke bagian tubuh lain, seperti:

Tindakan pencegahan dan pengobatan dini sangat membantu dalam mencegah perkembangan jamur Candida albicans.

Semakin cepat mencari pengobatan, semakin tinggi peluang kesembuhan yang didapatkan.

Segera cari perawatan darurat jika ruam disertai dengan sakit perut atau demam tinggi.

  • https://www.cdc.gov/fungal/diseases/candidiasis/index.html
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/322722
  • https://www.healthline.com/health/skin/candida-fungus#symptoms

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.