Kesehatan

29 Maret 2021

4 Jenis Jamur Kulit Paling Menyebalkan, Simak Cara Menghindarinya!

Yuk, ketahui cara pencegahannya, Moms!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Anggia Hapsari
Disunting oleh Adeline Wahyu

Daftar isi artikel

Selain tidak sedap dipandang, jamur pada kulit tentu membuat semua orang yang mengalaminya merasa tidak nyaman. Sebut saja rasa gatal, panas, atau pada kasus yang parah jamur kulit bisa menimbulkan sensasi nyeri. Jenis jamur kulit pun beraneka ragam.

“Jamur kulit merupakan istilah yang merujuk pada infeksi jamur pada kulit,” ujar dr. Dewi Maryani, SpKK dari Glowderma saat ditanya oleh Orami.

Memang, normalnya ada jamur jenis tertentu yang ada pada kulit manusia. Namun, jika berlebihan dan daya tahan tubuh seseorang sedang rendah, jamur kulit bisa membuat kulit tampak rentak serta rentan infeksi.

Panu bisa jadi merupakan jenis jamur kulit yang paling sering terjadi. Namun, jenis jamur kulit bukan hanya panu saja, Moms. Untuk menjaga kesehatan kulit keluarga, simak beberapa jenis jamur kulit berikut dan cara menghindarinya:

Baca juga: 7 Penyakit yang Ditandai Kulit Gatal, Salah Satunya Sakit Ginjal!

Jenis Jamur Kulit

Apa saja jenis jamur kulit menyebalkan yang sering 'hinggap' di tubuh kita? Yuk kita lihat, Moms.

1. Panu

Penyakit kulit ini memiliki nama ilmiah tinea vesicoloe dan sering menyerang orang yang tinggal di iklim subtropis dan tropis. Pada sebagian besar kasus, jamur kulit jenis panu ini lebih sering menyerang orang usia muda atau remaja.

Meskipun jenis jamur kulit ini tidak menular atau menyebabkan nyeri, namun panu dapat mengganggu pigmentasi kulit. Area kulit yang terkena panu akan cenderung berwarna gelap atau terang dibandingkan area kulit tubuh lainnya.

“Sebagian besar panu seringkali terjadi di dada, leher, punggung, atau pundak,” jelas dr Dewi lagi.

Lalu apa penyebab panu? Panu disebabkan oleh jamur malassezia. Jamur ini sebenarnya bisa ditemukan pada kulit sehat, namun jamur ini akan bereaksi jika tumbuh secara abnormal.

Baca juga: Penyebab Gatal Setelah Mencukur Bulu Kemaluan dan Cara Mengatasinya

Faktor pemicunya adalah perubahan hormon, sistem kekebalan tubuh yang lemah, keringat berlebih, lingkungan yang beriklim lembap dan hangat, kulit berminyak, hingga mengonsumsi obat-obatan yang menekan sistem imun tubuh.

Cara mencegah panu:

Perkuat sistem kekebalan tubuh dan jaga kebersihan kulit agar tidak lembap untuk mencegah jenis jamur kulit.

Mandilah secara teratur dua kali sehari, terutama ketika cuaca panas dan setelah beraktivitas yang mengeluarkan keringat berlebih.

Selain itu, tak ada salahnya menggunakan busana berbahan katun yang mudah menyerap keringat. Segera ganti baju jika baju yang Anda kenakan lembap karena keringat.

2. Kutu Air

Kutu air menyerang telapak kaki, jari-jari kaki (terutama jari ke 3-4 atau 4-5), dan bagian lateral kaki. Namun, meskipun nama penyakit ini “kutu”, penyebab sebenarnya adalah jamur. Jenis jamur kulit ini memiliki nama medis tinea pedis.

Saat mengalami kutu air, kulit akan timbul sisik halus dan tipis di antara jari kaki, melepuh, serta rasa gatal yang teramat sangat pada area yang terinfeksi.

Dilansir dari ejournal.poltekkes-denpasar.ac.id, penyebab utama jenis jamur kulit kutu air adalah seluruh genus dermatofita. Umumnya, dokter kulit akan memberikan obat oles seperti miconazole atau clotrimazole untuk mengatasi masalah jamur dengan cakupan luasan yang tidak terlalu luas.

Baca juga: Malas Membersihkan Makeup Memicu Timbulnya Kutu Bulu Mata?

Buku Ajar Parasitologi Kedokteran FKUI, Edisi 4 pun menyebutkan bahwa penyebab utama jenis jamur kutu air tersering yaitu, trichophyton rubrum, trichophyton mentagrophytes, dan trichophyton epidermophyton floccosum.

Kutu air atau kurap kaki atau athele’s foot berisiko pada orang yang memiliki kebiasaan berjalan tanpa alas kaki. Kebiasaan untuk menggaruk kaki, berjalan di area kolam renang tanpa alas kaki, berganti handuk dengan orang yang terinfeksi kutu air bisa meningkatkan risiko terkena kutu air.

Hati-hati terhadap orang yang mengidap penyakit diabetes, sistem imun rendah, hingga hyperhidrosis. Hyperhidrosis adalah orang yang memiliki kondisi produksi keringat berlebih tanpa beraktivitas. Kondisi keringat berlebih ini juga tidak berkaitan dengan suhu udara.

Kecepatan penyembuhan kutu air bagi mereka yang mengalami masalah kesehatan tersebut di atas cenderung lebih lama.

Cara mencegah kutu air:

Jenis jamur kulit kutu air lebih cenderung menyerang area kaki, Mom dan Dads disarankan untuk selalu menggunakan alas kaki saat berada di sarana publik. Contohnya tempat permandian umum. Hal ini juga berlaku untuk Si Kecil.

Saat beraktivitas, lebih baik menggunakan busana berbahan katun yang mudah menyerap keringat. Gantilah busana yang Anda kenakan saat tubuh berkeringat.

Jangan lupa untuk menggunakan kaus kaki yang bersih. Segera cuci kaus kaki setiap habis digunakan. Hindari menggunakan kaus kaki yang sama yang Moms atau Dads gunakan sehari sebelumnya.

Selain itu sebelum menggunakan kaus kaki, pastikan telapak kaki dan jari kaki sudah dalam keadaan kering. Jangan pernah menggunakan kaus kaki lembap atau menggunakan kaus kaki saat telapak dan jari kaki dalam keadaan lembap.

Hal ini akan membuat jamur kaki hingga dan “betah” untuk tinggal di kulit.

Baca juga: Obat PK untuk Bayi, Bolehkah Dipakai untuk Mandi Saat Si Kecil Ruam dan Gatal-gatal?

3. Jamur di Selangkangan

gatal d selangkangan hero banner magz (1510x849)

Photo: Orami Photo Stock

Jenis jamur kulit yang tak kalah menyebalkan selanjutnya adalah jamur di selangkangan. Di dunia kedokteran jenis jamur kulit ini dikenal dengan tinea cruris. Biasanya, masalah kulit tersebut sering dialami oleh pria dan atlet.

Gejala yang ditimbulkan dari tinea cruris antara lain tekstur kulit pecah-pecah, kulit mengelupas, perih seperti terbakar di area selangkangan, dan timbulnya bercak kulit berbatas tegas, Bagian pinggir jamur cenderung berwarna kemerahan dan bersisik ketimbang di bagian tengahnya.

“Jika jamur area selangkangan dibiarkan tanpa pengobatan, bercak tersebut akan berubah menjadi kehitaman,” jelas dr. Dewi.

Ada beberapa penyebab timbulnya jamu selangkangan. Sebut saja mulai dari sering menggunakan celana dalam terlalu ketat, berat badan berlebihan sehingga sering mengalami gesekan antara kulit selangkangan dan busana yang dikenakan, keringat berlebih di area selangkangan, kutu air yang menyebar ke area selangkangan, hingga kontak fisik dengan kulit penderita jamur selangkangan.

Baca juga: Ketahui 5 Penyebab Gatal pada Selangkangan yang Mengganggu Aktivitas

Cara mencegah jamur selangkangan:

Jenis jamur kulit yang hinggap di area selangkangan ini bisa dihindari dengan beberapa cara. Cuci tangan dengan sabun hingga bersih merupakan cara termudah dan bisa dilakukan oleh siapa saja.

Selain itu, Moms dan Dads juga perlu mengeringkan setiap anggota tubuh, termasuk selangkangan, setiap selesai mandi. Pastikan area selangkangan kering dan tidak lembap.

Hindari celana dalam yang terlalu sempit. Selain tidak nyaman digunakan, celana dalam tersebut pastinya bisa “menyimpan” keringat. Kulit pun akan lebih rentan bergesekan dengan celana dalam yang kesempitan.

Psst…Moms dan Dads pun juga perlu menggunakan busana berbahan longgar dan jangan terlalu sering menggunakan denim yang ketat.

4. Fungal Acne

Tubuh Menjadi Gatal Setelah Lakukan Diet Keto? Mungkin Moms Terkena Ruam Keto!

Photo: Orami Photo Stock

Jenis jamur fungal acne atau jerawat jamur atau pityrosporum folikulitis atau malassezia folliculitis cenderung mirip seperti jerawat pada punggung, lengan atas, dada, bahu, leher, atau bokong. Namun ternyata, meski terlihat mirip, kondisi kulit yang tampak berjerawat tersebut bukanlah jerawat biasa.

Dilansir dari perdoski.id, fungal acne adalah masalah kulit yang disebabkan oleh jamur malassezia folliculitis. Layaknya bakteri, jamur malassezia sebenarnya hidup normal di kulit. Namun, jika terjadi ketidakseimbangan populasi jamur malassezia pada kulit, timbullah infeksi folikel rambut sehingga menimbulkan gejala mirip jerawat.

Bagaimana Moms bisa mengetahui dan tidak salah mengenali jenis jamur malassezia yang hadir di kulit? Mudah saja. Malassezia akan menimbulkan reaksi gatal. Hal ini tentu tidak terjadi pada kulit tubuh yang cenderung berjerawat.

Selain itu, jika diperhatikan dari ukuran benjolan, fungal acne cenderung memiliki benjolan kecil berukuran sama berisi nanah. Sangat berbeda pada jerawat yang memiliki ukuran benjolan yang lebih variatif: kecil, sedang, dan besar.

Fungal acne pun muncul dalam bentuk komedo putih berukuran kecil dan berkelompok. Sedangkan jerawat kecil atau jerawat beruntusan cenderung lebih sedikit dan berjarak di area kulit yang bermasalah.

Baca juga: Apa Penyebab Jerawat pada Bayi dan Bagaimana Cara Mengatasinya?

Cara mencegah fungal acne:

Beberapa cara mencegah jenis jamur kulit fungal acne adalah mandi lebih teratur untuk mengangkat kotoran, debu, hingga keringat yang menempel di kulit.

Moms dan Dads juga perlu menggunakan busana yang bisa membantu kulit tubuh lebih leluasa untuk bernapas.

Apakah Moms dan Dads sedang mengalami fungal acne? Cobalah untuk menggunakan sampo antiketombe sebagai pengganti sabun mandi untuk sementara waktu.

Kandungan aktif zinc pyrithione dan selenium sulfida yang terdapat pada sampo antiketombe diyakini mampu membantu mengatasi jenis jamur kulit fungal acne.

Kunjungi dokter spesialis kulit jika masalah fungal acne tidak kunjung membuahkan hasil. Biasanya dokter akan memberikan obat oral dan obat oles mengandung clotrimazole, butenafine, atau ketoconazole.

Ingat, jangan pernah sekalipun mengaplikasikan obat jerawat atau perawatan kulit yang mengandung benzoil peroksida, asam lemak, asam linoleat, minyak kelapa, dan asam laurat pada fungal acne.

Itulah beberapa jenis jamur kulit yang paling sering mengganggu kulit kita yang tinggal di area tropis. Hindari dengan lebih teratur menjaga kebersihan kulit, ya Moms!

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait