Scroll untuk melanjutkan membaca

KESEHATAN UMUM
20 Januari 2022

Ternyata, Alergi Buah Itu Ada, Ini Gejala dan Penanganannya

Walaupun buah itu enak dan menyehatkan, ada juga lho yang alergi buah
Ternyata, Alergi Buah Itu Ada, Ini Gejala dan Penanganannya

Banyak yang tidak tahu jika alergi buah itu bisa terjadi.

Kebanyakan orang memiliki alergi pada makanan laut atau kacang-kacangan, sehingga banyak yang tidak mengetahui alergi ini.

Kenapa alergi ini bisa terjadi? Lantas, bagaimana penderitanya memenuhi kebutuhan vitamin yang biasanya banyak ditemukan pada buah-buahan?

Moms dan Dads penasaran dengan jawabannya? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Apa Itu Alergi Buah?

makanan-penghilang-alergi-kulit.jpg

Foto: makanan-penghilang-alergi-kulit.jpg

Foto: Orami Photo Stock.

Alergi adalah reaksi sistem kekebalan tubuh terhadap zat yang biasanya tidak berbahaya, entah itu bersentuhan atau ketika zat terebut memasuki tubuh.

Zat yang memicu alergi disebut alergen, dan dapat mencakup serbuk sari, bahan kimia, dan makanan.

Salah satu contoh alergi adalah alergi buah, yang umumnya dikaitkan dengan oral allergy syndrome.

Orang dengan kondisi ini tidak bisa mengonsumsi buah-buahan tertentu karena tubuhnya menimbulkan reaksi mengganggu dan bisa juga mengancam jiwa.

Baca juga: Alergi Protein, Reaksi Tubuh Berlebihan Terhadap Protein

Apa Saja Gejala Alergi Buah?

alergi-air.jpg

Foto: alergi-air.jpg

Foto: Orami Photo Stock.

Gejala dari alergi buah-buahan bisa umum ringan tapi menimbulkan ketidaknyamanan hingga mengancam jiwa.

Setiap penderitanya bisa menimbulkan gejala yang berbeda-beda. Bahkan, ada pula yang mengalami gejala tidak disebutkan pada penjelasan di bawah ini.

Ini terjadi karena tubuh merespons zat yang dianggap sebagai ancaman dengan cara yang berbeda-beda.

Gejala Umum

  • Kesemutan dan mulut gatal
  • Pembengkakan lidah, bibir, dan tenggorokan
  • Terus bersin dan hidung tersumbat
  • Pusing
  • Mual
  • Sakit perut
  • Diare

Gejala Serius

  • Tenggorokan bengkak
  • Penyempitan jalan napas (sesak napas)
  • Nadi cepat
  • Hilang kesadaran
  • Tekanan darah rendah (hipotensi)

Kesemua gejala dapat muncul cepat atau dalam beberapa jam.

Jadi, ketika muncul gejala setelah mengonsumsi buah tertentu, bisa jadi buah tersebut adalah pemicunya.

Jika Moms dan Dads mengalami gejala ringan yang tidak kunjung membaik atau menunjukkan gejala serius, segera periksa ke dokter.

Baca juga: Kenali Patch Test, Prosedur Medis untuk Cek Alergi

Apa Penyebab Alergi Buah?

Buah Apel (www.10best.com).jpg

Foto: Buah Apel (www.10best.com).jpg (10best.com)

Foto: Orami Photo Stock.

Reaksi alergi terhadap makanan terjadi dari reaktivitas silang.

Sistem kekebalan mengenali kesamaan antara serbuk sari (alergen umum) dan protein dalam buah-buahan.

Hal tersebut pada akhirnya memicu reaksi alergi pada beberapa orang.

Buah-buahan yang sering menimbulkan alergi adalah apel, pir, persik, dan stroberi.

Alergen yang bertanggung jawab atas alergi buah ini adalah protein transfer lipid (LTP).

LTP adalah alergen dalam makanan nabati yang tahan terhadap pencernaan pepsin.

Jika Moms atau Dads alergi terhadap banyak jenis serbuk sari, kemungkinan juga akan alergi terhadap buah yang tumbuh di dekatnya.

Alergi terhadap lateks juga dapat menyebabkan reaksi alergi terhadap buah, seperti kiwi.

Meskipun buah apel, persik, dan kiwi menyebabkan sebagian besar reaksi alergi, ada banyak buah lain yang harus diwaspadai jika Moms dan Dads memiliki alergi terhadap serbuk sari dan lateks.

Baca juga: Mengenal Alergi Dingin dan Gejala yang Ditimbulkannya

Bagaimana Cara Mengobati Alergi Buah?

Obat Dekongestan(www.anzsog.edu.au).png

Foto: Obat Dekongestan(www.anzsog.edu.au).png (www.anzsog.edu.au)

Foto: Orami Photo Stock.

Menurut situs Healthline, berikut adalah berbagai cara untuk mengobati sekaligus mencegah kekambuhan gejala alergi buah.

1. Menghindari Pemicunya

Perawatan terbaik untuk alergi adalah menghindari makanan yang memicu munculnya gejala.

Moms dan Dads perlu mencatat buah-buahan apa saja yang dimakan dan menimbulkan reaksi.

Daftar buah pemicu yang ditemukan perlu menjadi panduan untuk menghindari konsumsinya di kemudian hari.

Selain buah segar, produk lain yang mengandung sari buah yang memicu alergi juga perlu dihindari, misalnya makanan atau minum kemasan, sabun, sampo, adalah produk perawatan kulit lainnya.

Pada beberapa alergi buah, gejalanya muncul ketika kulit buah menyentuh kulit tubuh atau termakan tidak sengaja.

Jika seperti ini, buah mungkin tetap bisa dimakan tapi perlu dikupas dan dicuci hingga bersih.

Pilih juga buah yang matang, karena kebanyakan kasus alergi muncul karena kondisi buah yang mentah.

Baca juga: 10 Salep Gatal Paling Ampuh untuk Alergi, Bisa Dibeli di Apotek

2. Minum Obat Alergi

Gejala alergi dapat diredakan dengan antihistamin.

Contoh obat lainnya yang bisa diandalkan untuk mengatasi alergi adalah Diphenhydramine (Benadryl) dan fexofenadine (Allegra).

Keduanya dapat digunakan untuk meredakan gatal, mata berair, dan tenggorokan gatal.

Moms dan Dads perlu melakukan konsultasi lebih lanjut pada dokter untuk mendapatkan rekomendasi obat alergi yang tepat.

3. Imunoterapi

Alergi buah punya peluang diobati dengan imunoterapi.

Dalam studi klinis 2004 pada jurnal Allergy, pasien yang mengikuti perawatan dapat menolerir sejumlah kecil paparan serbuk sari setelah imunoterapi.

Itu artinya, kemungkinan besar sensitivitas sistem imun terhadap alergen dapat menurun.

Meski begitu, studi ini masih terus diteliti lebih dalam untuk mengetahui efek samping sekaligus efektivitasnya.

  • https://www.verywellhealth.com/fruit-and-vegetable-allergies-symptoms-and-diagnosis-1323908
  • nyallergy.com/fruit-allergy/
  • https://www.healthline.com/health/fruit-allergy#oral-allergy-syndrome
  • Bucher, X., Pichler, W. J., Dahinden, C. A., & Helbling, A. (2004). Effect of tree pollen specific, subcutaneous immunotherapy on the oral allergy syndrome to Apple and hazelnut. Allergy, 59(12), 1272-1276. doi:10.1111/j.1398-9995.2004.00626.x