KESEHATAN UMUM
08 September 2022

Beda dengan DBD, Kenali Demam Kuning yang Bisa Sebabkan Jaundice

Pahami penjelasannya lebih lanjut!
Beda dengan DBD, Kenali Demam Kuning yang Bisa Sebabkan Jaundice

Selain demam berdarah, ada juga penyakit yang disebut demam kuning.

Penasaran kenapa disebut dengan demam kuning dan apa bedanya dengan demam berdarah?

Mari simak ulasan lengkapnya berikut ini!

Apa Itu Demam Kuning?

Demam kuning yang disebut juga dengan yellow fever adalah infeksi virus yang disebarkan oleh jenis nyamuk tertentu.

Infeksi ini paling umum di daerah Afrika dan Amerika Selatan. Umumnya, penyakit ini menyerang masyarakat setempat dan wisatawan yang berkunjung ke negara dengan risiko penularan.

Pada kasus ringan, demam kuning menyebabkan demam, sakit kepala, mual dan muntah.

Akan tapi, penyakit ini bisa menjadi lebih serius karena bisa menyebabkan masalah jantung, penyakit liver, dan penyakit ginjal bersama dengan perdarahan.

Diketahui sebanyak 50% orang yang terinfeksi mengalami kondisi yang parah.

Tidak ada pengobatan khusus untuk demam kuning.

Kabar baiknya, mendapatkan vaksin untuk penyakit ini sebelum bepergian ke daerah yang berisiko bisa melindungi seseorang dari penularan.

Baca juga: 10 Daftar Minuman Penurun Demam yang Alami

Beda Demam Kuning dengan Demam Berdarah

Beda Demam Kuning dengan Demam Berdarah

Foto: Beda Demam Kuning dengan Demam Berdarah

Foto: wanita sedang mengalami demam (Orami Photo Stock)

Demam kuning kerap kali disamaartikan dengan demam berdarah. Padahal, keduanya merupakan penyakit yang berbeda.

Keduanya sering disamakan karena memiliki persamaan berikut ini.

  • Ditularkan oleh nyamuk.
  • Cenderung terjadi pada daerah tropis dan subtropis.
  • Dalam kebanyakan kasus demam berdarah dan demam kuning, pasien menunjukkan gejala seperti flu, seperti demam, menggigil, nyeri otot dan tubuh, mual, dan atau muntah.

Meskipun terlihat sama, ada perbedaan yang bisa Moms dan Dads amati, yakni demam kuning dapat menyebabkan jaundice (penyakit kuning).

Oleh karena itulah, penyakit ini disebut sebagai demam kuning. Semantara demam berdarah tidak menyebabkan kondisi demikian.

Tanda dan Gejala Demam Kuning

Tanda dan Gejala Demam Kuning

Foto: Tanda dan Gejala Demam Kuning

Foto: wanita sedang mengalami sakit kepala (Orami Photo Stock)

Selama tiga hingga enam hari pertama setelah terinfeksi, Moms atau Dads tidak akan mengalami tanda atau gejala apa pun.

Setelah ini, infeksi memasuki fase akut dan kemudian, dalam beberapa kasus, fase toksik dapat mengancam jiwa.

Lebih jelasnya, berikut gejaala demam kuning yang terbagi dalam dua fase menurut situs Mayo Clinic.

1. Fase Akut

Setelah infeksi memasuki fase akut, Moms dan Dads mungkin mengalami tanda dan gejala, seperti:

  • Demam
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot, terutama di punggung dan lutut
  • Sensitif terhadap cahaya
  • Mual, muntah atau keduanya
  • Kehilangan selera makan
  • Pusing
  • Mata merah, wajah atau lidah

Tanda dan gejala ini biasanya membaik dan hilang dalam beberapa hari.

Baca juga: Rekomendasi Buah untuk BAB Berdarah, Yuk Konsumsi Moms!

2. Fase Toksik

Meskipun tanda dan gejala dapat hilang selama satu atau dua hari setelah fase akut, beberapa orang dengan demam kuning akut kemudian memasuki fase toksik.

Selama fase toksik, tanda dan gejala akut kembali dan yang lebih parah dan mengancam jiwa juga muncul.

Gejala yang umumnya dialami, di antara:

  • Menguningnya kulit dan bagian putih mata (jaundice)
  • Sakit perut dan muntah, terkadang berdarah
  • Buang air kecil berkurang
  • Perdarahan dari hidung, mulut dan mata
  • Detak jantung lambat
  • Gagal hati dan gagal ginjal
  • Disfungsi otak, termasuk delirium, kejang dan koma

Jika Moms atau Dads mengalami gejala yang disebutkan di atas, terutama setelah bepergian ke negara yang berisiko, segera periksa ke dokter.

Setiap orang dapat mengalami gejala yang berbeda-beda. Ada pula yang mengalami gejala yang tidak disebutkan di atas.

Baca juga: 9 Obat Demam Berdarah Alami untuk Bantu Naikan Trombosit, Catat!

Apa Penyebab Demam Kuning?

Apa Penyebab Demam Kuning?

Foto: Apa Penyebab Demam Kuning?

Foto: nyamuk penyebab demam kuning (Orami Photo Stock)

Demam kuning disebabkan oleh virus yang disebarkan oleh nyamuk Aedes aegypti.

Nyamuk ini berkembang biak di sekitar manusia, yakni di genangan air bersih.

Manusia dan monyet paling sering terinfeksi virus demam kuning.

Nyamuk menularkan virus bolak-balik antara monyet, manusia, atau keduanya.

Ketika nyamuk menggigit manusia atau monyet yang terinfeksi demam kuning, virus memasuki aliran darah nyamuk dan beredar sebelum menetap di kelenjar ludah.

Ketika nyamuk yang terinfeksi menggigit monyet atau manusia lain, virus kemudian memasuki aliran darah inang. Akhirnya, terjadilah penyakit.

Baca juga: Ibuprofen vs Paracetamol, Manakah Obat Demam yang Paling Baik?

Pilihan Pengobatan Demam Kuning

Pilihan Pengobatan Demam Kuning

Foto: Pilihan Pengobatan Demam Kuning (Pexels)

Foto: pasien menjalani opname (Orami Photo Stock)

Tidak ada obat antivirus yang terbukti membantu dalam mengobati demam kuning.

Pengobatan akan difokuskan untuk meringankan gejala dan mencegah terjadinya kondisi lebih parah, dengan obat atau prosedur medis tertentu.

Tim medis akan melakukan beberapa tindakan berikut ini.

  • Menyediakan cairan dan oksigen
  • Menjaga tekanan darah selalu stabil
  • Mengganti kehilangan darah
  • Menyediakan dialisis untuk gagal ginjal, dan
  • Mengobati infeksi lain yang berkembang

Beberapa orang menerima transfusi plasma untuk menggantikan protein darah yang meningkatkan pembekuan.

Bila Moms atau Dads mengalami demam kuning, dokter kemungkinan akan menyarankan untuk tetap berada di dalam rumah, jauh dari nyamuk, untuk menghindari penularan penyakit kepada orang lain.

Setelah sembuh dari demam kuning, Moms dan Dads akan kebal terhadap penyakit ini seumur hidup karena tubuh sudah membentuk antibodi.

Baca juga: 8 Penyebab Menggigil Tanpa Demam, Bisa Karena Kedinginan atau Hipotiroidisme

Penting bagi Moms dan Dads mengenali demam kuning, karena gejalanya yang menyerupai demam berdarah.

Dengan lebih waspada terhadap penyakit, memungkinkan Moms dan Dads mendapatkan pengobatan lebih cepat dan tepat.

  • https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/yellow-fever
  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/yellow-fever/symptoms-causes/syc-20353045
  • https://www.healthline.com/health/yellow-fever
  • https://www.passporthealthglobal.com/2022/01/are-dengue-and-yellow-fever-the-same/