Kesehatan

14 Juli 2021

5 Penyebab Perut Buncit dan Keras serta Cara Mengobatinya, Catat!

Perut buncit pertanda kesehatan kurang baik!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Cholif Rahma
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Memiliki perut buncit bukan merupakan sebuah hal bagus. Perut buncit dan keras selalu menjadi pertanda seseorang tidak dalam kondisi sehat.

Bagaimana tidak? Lemak yang menumpuk dan membuat perut menjadi buncit merupakan tanda bahwa seseorang memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena penyakit serius. Terlebih jika lemak perut tersebut sudah berlebih dan sulit disentuh.

Bukan hanya berdampak buruk buat kesehatan, perut buncit juga akan mengurangi rasa percaya diri seseorang. Rasa malu pasti akan menghinggapi seseorang yang memiliki perut buncit.

Jean-Pierre Despres Ph.D, seorang profesor nutrisi di Laval University, Quebec City menganalogikan perut buncit dan keras sebagai bom waktu di dalam tubuh manusia.

Pasalnya, perut buncit dan keras itu bisa meningkatkan risiko seseorang terkena serangan jantung dan diabetes serta lebih menakutkan daripada merokok atau memiliki kolesterol tinggi.

Jadi apa saja penyebab perut bunci dan keras, serta bagaimana cara mengatasinya? Yuk Moms simak artikel berikut!

Baca Juga: 4 Penyebab Perut Buncit Berdasarkan Jenisnya, Salah Satunya Ada 'Perut Ibu' Juga, Lo!

Penyebab Perut Buncit dan Keras

Perut buncit dan keras juga sering membuat seseorang kesulitan dalam mencari pakaian dan celana. Jika ini sudah terjadi maka bisa saja seseorang tersebut akan membenci dirinya sendiri.

Moms tentu tidak mau kan ini terjadi pada diri Moms atau keluarga Moms di rumah?

Oleh sebab itu, hindari segala hal yang bisa menyebabkan perut menjadi buncit sebelum semuanya terlambat. Berikut ini 5 hal yang membuat perut seseorang menjadi buncit dan keras.

1. Adanya Penumpukan Lemak Keras

5 Hal yang Membuat Perut Buncit dan Terasa Keras 1.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Perut buncit dan keras umumnya terjadi karena adanya lemak. Hal ini mungkin sudah banyak diketahui orang.

Namun, yang tidak diketahui adalah ketika lemak itu menumpuk di perut, maka lemak akan mendorong dinding perut ke luar yang memberikan kesan buncit nan keras.

Padahal sejatinya, lemak itu tidaklah keras dan justru yang membuat keras adalah jaringan yang membentuk perut seseorang.

Itulah kemudian yang membuat perut terasa keras dan kaku ketika disentuh.

Sementara itu, perut yang keras dan cenderung menonjol biasanya disebabkan oleh adanya penumpukan lemak visceral.

Di sisi lain, jika perut seseorang tersebut lunak atau empuk maka hal itu dipengaruhi oleh penumpukan lemak subkutan. Penumpukan kedua jenis lemak tersebut biasanya terletak di dekat permukaan kulit perut.

Maka dari itu, ada baiknya untuk mengurangi makanan yang mengandung lemak seperti itu agar perut kita tidak buncit dan keras.

2. Faktor Keturunan

5 Hal yang Membuat Perut Buncit dan Terasa Keras 2.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Bukan hanya dari makanan yang dikonsumsi, penumpukan lemak visceral ini juga terjadi berkat adanya faktor keturunan atau genetik sehingga menyebabkan perut buncit dan keras.

Sebuah studi pada tahun 2014 silam mengidentifikasi ada 3 gen yang terkait dengan rasio pinggang-pinggul atau Waist to Hip Ratio (WHR).

Ketiga gen yang diidentifikasi tersebut juga menentukan berapa banyak lemak visceral yang bisa dimiliki seseorang.

Baca Juga: Perut Terasa Keras, Tanda Hamil atau Sekadar Buncit?

3. Berjenis Kelamin Pria

5 Hal yang Membuat Perut Buncit dan Terasa Keras 3.png

Foto: Orami Photo Stock

Sebuah penelitian pernah menyebutkan bahwa pria akan lebih rentan memiliki perut buncit dan keras. Sementara perempuan tidak.

Mengapa bisa begitu? Perempuan dianggap lebih sadar terhadap bahaya lemak yang menumpuk di perut bagi kesehatan dan juga penampilannya.

Oleh sebab itu, mereka sekuat tenaga melakukan diet dan juga berolahraga.

Di sisi lain, pria dianggap lebih rentan mempertahankan lemak. Hal itu terjadi karena mereka tidak sesadar perempuan dan mungkin tuntutan pekerjaan membuat mereka tidak punya waktu untuk berolahraga.

Baca Juga: Kenapa Perut Buncit dan Berbunyi Ketika Dipukul?

4. Tidak Banyak Bergerak

5 Hal yang Membuat Perut Buncit dan Terasa Keras 4.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Meskipun sibuk, ada baiknya jika kita selalu menyempatkan diri untuk terus berolahraga atau setidaknya bergerak.

Gaya hidup yang tidak pernah berolahraga atau sedikit bergerak akan membuat lemak terus tertahan di perut.

Jika tidak ada gerakan di dalam perut, maka lemak akan menumpuk dan membuat perut buncit dan keras.

Oleh sebab itu, usahakan untuk meluangkan waktu sekitar 10-15 menit per hari melakukan beberapa olahraga sederhana seperti sit-up, push-up, dan plank.

Baca Juga: 7 Kesalahan Ini Buat Lemak di Perut Buncit Susah Hilang

5. Tidak Diet

5 Hal yang Membuat Perut Buncit dan Terasa Keras 5.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Bukan hanya karena lemak, perut buncit dan keras bisa terjadi karena berat badan yang berlebih.

Perut seseorang akan selalu buncit jika tidak mengendalikan porsi makannya dan tidak menerapkan diet sehat.

Sebenarnya, seseorang bisa memakan apa saja yang dia mau. Namun, hal itu mesti diimbangi dengan olahraga yang cukup.

Intinya, menyeimbangkan kalori yang masuk dan kalori yang keluar.

Baca Juga: 6 Kesalahan Belanja Bulanan yang Menggagalkan Diet dan Merusak Kesehatan

Cara Mengobati Perut Buncit dan Keras

asian-women-her-stomach-aches-hard-she-wakes-up-middle-night-while-she-sleeps_46139-678.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Mungkin masalah perut buncit dan keras terlihat sepele. Namun Moms tidak bisa meremehkannya karena hal ini juga dapat memicu berbagai macam penyakit berbahaya.

Yuk Moms, kenali cara mengobatinya agar terhindari dari resiko penyakit.

1. Konsumsi Peppermint

Peppermint dapat membantu untuk gangguan pencernaan, serta masalah perut buncit dan keras terkait. Produk peppermint biasanya dipasarkan sebagai pengobatan untuk gejala sindrom iritasi usus besar (IBS), tetapi orang tanpa IBS juga dapat menggunakannya untuk meredakan kembung.

Melansir Medical News Today, peppermint bekerja dengan mengendurkan otot-otot usus, yang memungkinkan gas dan tinja bergerak lebih efektif. Orang harus selalu mengikuti instruksi pada paket. Siapa pun yang rentan terhadap mulas mungkin perlu menghindari peppermint.

2. Merubah Gaya Hidup

Dalam banyak kasus, perut buncit dan keras dapat dikurangi atau bahkan dicegah dengan melakukan beberapa perubahan gaya hidup sederhana seperti menurunkan berat badan, jika Moms kelebihan berat badan.

Moms juga bisa mulai berolahraga ringan, seperti jalan cepat, jogging, atau yoga di rumah. Ini bisa membuat tubuh tetap aktif serta menghilangkan perut buncit dan keras.

Orang yang mengalami perut buncit dan keras akibat kembung, harus menghindari penggunaan sedotan jika memungkinkan dan mencoba makan secara perlahan untuk menghindari menelan udara saat makan.

Baca Juga: Kolesterol Tinggi? Ini Makanan yang Perlu Dikonsumsi dan Dihindari

3. Makan secara Teratur

Banyak orang mengalami perut buncit dan keras setelah makan besar. Dimungkinkan untuk menghindari hal ini dengan makan beberapa makanan kecil setiap hari, yang dapat membantu menjaga sistem pencernaan tetap bergerak.

Menelan makanan dengan cepat dapat memasukkan udara ke dalam saluran pencernaan. Minum dari sedotan juga dapat menyebabkan orang menelan lebih banyak udara, sehingga menyebabkan gas dan kembung.

Baca Juga: Yuk Atasi Perut Kembung Saat Menstruasi dengan 5 Ramuan Tradisional Ini!

Nah, itulah penyebab perut buncit dan keras serta cara mengobatinya. Yuk, senantiasa kita hindari sebisa kita demi kesehatan dan kecantikan.

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait