09 Juli 2023

Jantung Bengkak: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya!

Kondisi ini bisa membahayakan dan perlu diwaspadai!

2. Pembedahan atau Prosedur Lain

Jika obat-obatan tidak cukup untuk mengobati jantung bengkak, prosedur medis atau pembedahan mungkin diperlukan.

  • Perangkat Medis untuk Mengatur Detak Jantung

Untuk jenis pembesaran jantung tertentu (kardiomiopati dilatasi), alat pacu jantung yang mengoordinasikan kontraksi antara ventrikel kiri dan kanan mungkin diperlukan.

Pada orang yang mungkin berisiko mengalami aritmia serius, terapi obat atau implan cardioverter-defibrillator (ICD) dapat menjadi pilihan.

ICD adalah perangkat kecil yang akan ditanamkan di dada untuk terus memantau irama jantung dan memberikan kejutan listrik bila diperlukan untuk mengontrol detak jantung yang abnormal dan cepat.

Perangkat ini juga dapat berfungsi sebagai alat pacu jantung.

Jika penyebab utama pembesaran jantung adalah fibrilasi atrium, maka pasien mungkin memerlukan prosedur untuk mengembalikan jantung ke ritme yang teratur atau untuk menjaga agar jantung tidak berdetak terlalu cepat.

  • Operasi Katup Jantung

Jika pembesaran jantung disebabkan oleh masalah dengan salah satu katup jantung atau jika telah menyebabkan masalah katup jantung, pasien mungkin menjalani operasi untuk memperbaiki atau mengganti katup yang terganggu.

  • Operasi Bypass Koroner

Jika pembengkakan jantung terkait dengan penyakit arteri koroner, dokter mungkin merekomendasikan operasi bypass arteri koroner.

  • Alat Bantu Ventrikel Kiri

Jika pasien mengalami gagal jantung, ia mungkin memerlukan pompa mekanis implan ini untuk membantu pompa jantung yang melemah.

Ia mungkin memiliki akan dipasangkan alat bantu yang ditanamkan saat menunggu transplantasi jantung atau, jika ia bukan kandidat untuk transplantasi jantung, sebagai pengobatan jangka panjang untuk gagal jantung.

  • Transplantasi

Jika obat tidak dapat mengendalikan gejala, transplantasi jantung mungkin menjadi pilihan terakhir.

Karena kekurangan donor jantung, bahkan orang yang sakit kritis mungkin harus menunggu lama sebelum menjalani transplantasi jantung.

Baca Juga: 6 Manfaat Blueberry, Baik untuk Jantung dan Otak

Makanan yang Harus Dihindari Pengidap Jantung Bengkak

Makanan yang Dihindari Penyakit Jantung (Orami Photo Stock)
Foto: Makanan yang Dihindari Penyakit Jantung (Orami Photo Stock) (Orami Photo Stock)

Sebetulnya para ahli hanya menyarankan para pengidap penyakit jantung bengkak untuk makan makanan tinggi garam.

Namun, alangkah lebih baik juga untuk menghindari makanan tinggi kolesterol dan makanan junk food lainnya. Pastikan mereka juga berhenti merokok dan menghindari konsumsi alkohol dan kafein.

Sementara itu, American Heart Association juga memiliki beberapa anjuran gaya hidup sehat lainnya yang bisa dilakukan, seperti:

  • Menurunkan berat badan berlebih
  • Mengendalikan diabetes
  • Selalu memantau tekanan darah
  • Melakukan olahraga ringan yang sudah disetujui dan disarankan dokter
  • Istirahat cukup, delapan jam setiap malam

Itu dia Moms, penjelasan mengenai jantung bengkak dan apa saja hal-hal yang harus Moms perhatikan untuk menghindari kondisi semakin parah.

Namun, untuk mendapatkan perawatan menyeluruh ada baiknya untuk rutin berkonsultasi ke dokter, ya Moms.

  • https://www.heart.org/en/health-topics/heart-failure/treatment-options-for-heart-failure/lifestyle-changes-for-heart-failure#
  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/enlarged-heart/symptoms-causes/syc-20355436
  • https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/conditionsandtreatments/heart-disease-enlarged-heart
  • https://www.rwjbh.org/treatment-care/heart-and-vascular-care/diseases-conditions/cardiac-edema/
  • http://www.webmd.com/heart-disease/guide/enlarged-heart-causes-symptoms-types#1

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.