Kesehatan

2 Juni 2021

Memahami 5 Penyebab Kelamin Ganda Pada Bayi dan Faktor Risikonya

Dari faktor kehamilan hingga sindrom tertentu.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dresyamaya Fiona
Disunting oleh Carla Octama

Kelamin ganda atau ambiguous genitalia adalah kondisi langka di mana seorang bayi terlahir dengan dua kelamin.

Pada bayi kelamin ganda, alat kelaminnya mungkin tidak berkembang sempurna atau bayi yang bersangkutan memiliki karakteristik dari kedua jenis kelamin yang dimilikinya.

Kelamin ganda bukanlah penyakit, namun lebih kepada gangguan perkembangan organ reproduksi bagian luar.

Biasanya, bayi yang lahir dengan kelamin ganda akan terlebih dahulu diperiksa untuk mencari penyebabnya.

Hal ini dilakukan sebagai panduan bagi tim medis dan orang tua bayi untuk memutuskan jenis kelamin bayi. Lalu, apa saja penyebab kelamin ganda pada bayi?

Penyebab Terjadinya Kelamin Ganda

kelamin ganda pada bayi apa penyebabnya 1

Foto: parenting.firstcry.com

Dilansir dari Mayo Clinic, penyebab paling umum kelamin ganda pada bayi bisa disebabkan karena berbagai hal. Misalnya kelainan kromosom ataupun bawaan genetik.

Untuk lebih jelasnya, berikut beberapa penyebab terjadinya kelamin ganda pada bayi, antara lain:

1. Gangguan Kromosom Seks

Alih-alih memiliki kromosom seks XX atau XY, bayi kelamin ganda mungkin memiliki gabungan atau campuran dari keduanya yang disebut sebagai kromosom ‘mosaik’.

Kemungkinan lain adalah gen spesifik pada kromosom Y tidak aktif atau salah satu dari kromosom X mungkin memiliki beberapa segmen Y yang melekat padanya.

Sebuah penelitian yang dilakukan di Universitas California di Los Angeles (UCLA) menunjukkan bahwa kelamin ganda dapat disebabkan oleh penggandaan gen tertentu bernama WNT-4 pada kromosom seks, seperti dikutip dari Health Economics.

Variasi ini akan mengganggu perkembangan seksual laki-laki sehingga bayi yang secara genetik laki-laki akan tampak seperti perempuan.

2. Kelainan Organ Vital Laki-laki

kelamin ganda pada bayi apa penyebabnya 3

Foto: daily.jstor.org

Androgen insensitivity syndrome (AIS), suatu kondisi genetik yang ditandai dengan ketidakpekaan jaringan janin terhadap hormon pria yang dapat mempengaruhi perkembangan genital.

Misalnya, bayi baru lahir mungkin memiliki beberapa organ reproduksi wanita, tetapi juga memiliki testis.

Hal ini dapat terjadi karena kelainan genetik atau penyebab kelamin ganda yang tidak diketahui.

Berbagai kelainan dapat mengganggu aktivitas testis. Termasuk masalah pada struktural testis, masalah pada produksi hormon testosteron pria, atau masalah pada reseptor seluler yang menanggapi testosteron.

Kelainan enzim yang merusak produksi hormon pria normal.

Baca Juga: Kepala Bayi Peyang? Ketahui Penyebab dan Cara Penanganannya

3. Faktor Internal

Penyebab kelamin ganda lainnya yakni karena riwayat penyakit. Ibu hamil mungkin memiliki tumor yang mensekresi androgen saat hamil dan kelebihan hormon pria ini memengaruhi perkembangan genital bayinya.

Dalam kasus lain, plasenta mungkin kekurangan enzim tertentu sehingga gagal menonaktifkan hormon laki-laki pada bayi.

Sebagai akibatnya, baik sang ibu maupun bayinya yang secara genetis perempuan akan tampak lebih maskulin.

4. Kelainan Organ Vital Perempuan

kelamin ganda pada bayi apa penyebabnya 2

Foto: healthymommy.com

Pada bayi yang lahir dengan organ reproduksi dalam perempuan, beberapa faktor yang menyebabkan kelainan ganda.

Penyebab paling umum kelamin ganda pada bayi dengan organ reproduksi dalam perempuan adalah Hiperplasia adrenal kongenital (CAH).

Mengutip Sari Pediatri, ini menyebabkan kelenjar adrenal memproduksi lebih banyak hormon pria (androgen) dibandingkan hormon perempuan.

Konsumsi suatu zat yang mengandung atau memicu peningkatan hormon pria pada masa kehamilan. Seperti misalnya progesteron yang umumnya dikonsumsi pada awal tahap kehamilan untuk menghentikan pendarahan.

5. Mutasi Gen

Selain beberapa penyebab yang telah disebutkan di atas, beberapa faktor lain yang dapat menjadi penyebab kelamin ganda pada bayi baru lahir adalah mutasi gen.

Adanya mutasi pada gen tertentu juga dapat mempengaruhi perkembangan jenis kelamin janin dan menyebabkan kelamin ganda.

Dalam beberapa kasus, penyebab kelamin ganda pada bayi baru lahir juga dapat tidak diketahui.

Kelamin ganda juga dapat menjadi akibat dari sindrom langka dan kompleks tertentu yang mempengaruhi banyak sistem organ.

Baca Juga: Mengenal Tes Apgar Score untuk Bayi Baru Lahir

Faktor Risiko Kelamin Ganda

penyebab terjadinya kelamin ganda.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Dalam NCH Healthcare System, riwayat keluarga mungkin berperan dalam pemicu ambiguous genitalia, karena banyak kasus kelamin ganda yang diakibatkan oleh kelainan genetik.

Faktor risiko lain penyebab ambiguous genitalia, antara lain:

  • Kematian yang tidak dapat dijelaskan pada masa perkembangan awal bayi
  • Infertilitas
  • Kelainan alat kelamin
  • Perkembangan fisik yang tidak normal ketika masa pubertas
  • Hiperplasia adrenal kongenital, sekelompok kelainan genetik bawaan yang mempengaruhi kelenjar adrenal

Jika salah satu keluarga memiliki riwayat faktor risiko ini, pertimbangkan untuk konsultasi dengan dokter sebelum menjalani program kehamilan.

Mendiagnonis Kelamin Ganda

diagnosis-kelamin-ganda-bayi.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Sering kali mengetahui kelamin ganda atau ambiguous genitalia tidak cukup mudah. Dalam kasus lain, tidak sesederhana itu. Kebanyakan anak didiagnosis ambiguous genitalia saat lahir.

Untuk membuat diagnosis yang tepat, dan menentukan jenis kelamin anak, ada rangkaian tes yang perlu dilakukan, antara lain:

  • Pemeriksaan fisik alat kelamin tampak luar
  • Tes darah untuk menunjukkan kromosom dan kadar hormon anak
  • Tes USG atau MRI untuk melihat organ dalam
  • Genitogram untuk melihat organ seks bagian dalam. Ini termasuk sinar-X dan kateterisasi bukaan antara alat kelamin dan anus. Ini akan menunjukkan uretra dan ukuran vagina. Tes ini berguna untuk prosedur operasi.
  • Biopsi, untuk menguji jaringan gonad di bawah mikroskop

Dalam kasus yang jarang terjadi, studi pemeriksaan gen dapat membantu.

Seringkali, kadar hormon yang sangat tinggi atau rendah ditemukan di dalam darah. Begitu dikenali, kadar hormon seringkali bisa diperbaiki.

Diagnosis yang jelas akan membantu menentukan fungsi seksual dan kesuburan pada bayi. Ketika itu dapat terjadi, maka perawatan dapat dipilih yang terbaik untuk Si Kecil.

Baca Juga: Penyebab dan Cara Mudah Atasi Sakit Tenggorokan Pada Bayi

Perawatan Kelamin Ganda, Apa Saja?

Kelamin Ganda Bayi Perempuan.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Dalam Urology Health, perawatan pada bayi kelamin ganda ditentukan dari mengetahui genetik dominan pada tubuh Si Kecil. Ketika itu telah diketahui dari rangkaian tes, maka ada beberapa opsi perawatan yang bisa dipilih, antara lain:

1. Pengobatan

Langkah pertama dalam pengobatan adalah memahami jenis kelamin anak. Langkah selanjutnya adalah mempertimbangkan perawatan dan dukungan untuk kesejahteraan tumbuh kembang anak.

Pengobatan sering kali melibatkan operasi rekonstruktif. Ini akan menentukan organs seks yang sesuai untuk bayi.

Terapi penggantian hormon (HRT) juga sering menjadi bagian dari rencana pengobatan.

Obat hormon dapat membantu mengobati atau mengimbangi ketidakseimbangan hormon.

Misalnya, pada genetik perempuan dengan klitoris yang sedikit membesar yang disebabkan oleh kasus hiperplasia adrenal kongenital minor hingga sedang, tingkat hormon yang tepat dapat mengurangi ukuran jaringan.

Kasus kelamin ganda lain, mungkin menggunakan hormon pada saat mereka mengalami pubertas.

2. Pembedahan

Tak hanya pengobatan hormon, pembedahan juga dilakukan untuk pengobatan ambiguous genitalia.

Untuk anak perempuan dengan hiperplasia adrenal kongenital ringan, pembedahan mungkin tidak diperlukan. Mungkin hanya terapi hormon yang dia butuhkan.

Ketika ketidakseimbangan berhasil diatasi, dia bisa hidup normal. Jika vagina tersumbat, operasi biasanya dipilih. Ini sering dilakukan dalam 12-18 bulan pertama.

Pembedahan untuk anak laki-laki dengan hipospadia berat seringkali juga dilakukan untuk ambiguous genitalia.

Ini membentuk penis yang lebih panjang yang terlihat normal. Setiap pemisahan kantung skrotum akan diperbaiki pada saat yang bersamaan.

Pembedahan dilakukan dalam satu atau dua tahap antara usia 6 dan 18 bulan. Setelah sembuh, penis tumbuh seiring dengan pertumbuhan fisik normal.

Pembedahan tidak merusak kemampuan anak laki-laki untuk merasakan sensasi atau mengalami ereksi.

Baca Juga: Mengenal Inkubator Bayi, Tempat Tidur untuk Bayi dengan Kondisi Tertentu

Jadi mulai sekarang Moms tak perlu khawatir lagi dengan kasus ambiguous genitalia atau kelamin ganda, ya. Karena semua dapat diatasi dengan baik.

https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/ambiguous-genitalia/symptoms-causes/syc-20369273

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6221042/

https://saripediatri.org/index.php/sari-pediatri/article/view/740

https://www.nchmd.org/education/mayo-health-library/details/CON-20369257

https://www.urologyhealth.org/urology-a-z/a_/ambiguous-(uncertain)-genitalia

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait