Scroll untuk melanjutkan membaca

PARENTING ISLAMI
07 Oktober 2022

Kisah Nabi Zakaria, Terdapat Doa Keturunan yang Dikabulkan Allah

Dikaruniai seorang putra berkat kegigihannya dalam berdoa
Kisah Nabi Zakaria, Terdapat Doa Keturunan yang Dikabulkan Allah

Memahami kisah nabi dan rasul bisa menjadi pelajaran bagi orang-orang yang beriman. Hal ini termasuk kisah Nabi Zakaria.

Iman kepada nabi dan rasul merupakan bagian dari enam rukun iman.

Salah satu cara mengimaninya adalah dengan mengetahui kisah serta perjuangan nabi semasa hidupnya.

Sudah tahu kisah Nabi Zakaria? Simak selengkapnya berikut ini, ya Moms!

Baca Juga: Kisah Nabi Harun, Juru Bicara Nabi Musa yang Setia

Sekilas tentang Nabi Zakaria

Kisah Nabi Zakaria

Foto: Kisah Nabi Zakaria (Freepik.com)

Selayaknya kisah dan perjalanan para nabi dan rasul lainnya, kisah Nabi Zakaria pun hadir dengan pelajaran dan hikmah tersendiri yang sangat menginspirasi.

Nabi Zakaria Alaihi Salam (AS) adalah kaum Bani Israil yang hidup di Palestina dan lahir pada tahun 91 Sebelum Masehi.

Beliau merupakan salah satu dari 25 nabi utusan Allah SWT yang menerima wahyu untuk dirinya sendiri.

Nabi Zakaria diangkat menjadi Nabi oleh Allah SWT di usia yang sudah mulai senja, yaitu 90 tahun.

Penjelasan mengenai kisah Nabi Zakaria ketika beliau masih kanak-kanak hingga masa mudanya tidak dijelaskan di dalam Alquran.

Karena itulah, sejarah mengenai beliau dimulai ketika akhir masa dewasa.

Alquran merekam dan menceritakan kisah sejarah perjalanan Nabi Zakaria sebanyak 8 kali, yaitu dalam Surat Ali Imran ayat 3 serta surat Surat Maryam ayat 19 dan ayat 2-11.

Semasa hidupnya, Nabi Zakaria bekerja sebagai tukang kayu untuk menghidupi keluarganya.

Nabi Zakaria adalah nabi termasyhur yang merupakan keturunan dari Nabi Sulaiman AS.

Nama lengkap istri Nabi Zakaria AS adalah Ilyasya binti Faqud bin Qabil, berasal dari keluarga Nabi Harun AS.

Nabi Zakaria dan istrinya yang sama-sama keturunan nabi, lalu memiliki anak yang juga diutus oleh Allah SWT sebagai nabi, yaitu Nabi Yahya AS.

Semasa hidupnya, Nabi Zakaria juga berperan sebagai pelindung dari Maryam (Ibunda Nabi Isa AS).

Baca Juga: Kisah Nabi Daud, Nabi Sekaligus Raja yang Pemberani dan Cerdik

Kisah Nabi Zakaria dengan Keluarga Imran

Kisah Nabi Zakaria

Foto: Kisah Nabi Zakaria (Freepik.com)

Sebenarnya tak banyak literatur yang menjelaskan tentang hubungan Nabi Zakaria dengan Imran.

Meski begitu, dijelaskan bahwa istri Imran merupakan ipar dari Nabi Zakaria.

Suatu ketika, istri Imran melahirkan seorang putri yang kemudian dinamai Maryam.

Namun, Imran selaku ayah Maryam ternyata meninggal di usia yang masih muda sehingga Maryam kecil terpaksa kehilangan sosok ayah.

Peristiwa ini pun memunculkan permasalahan terkait siapa yang harus menggantikan Imran dalam merawat Maryam.

Orang-orang Bani Israil saat itu menginginkan kehormatan untuk bisa mengasuh Maryam.

Supaya adil, dibuatlah undian untuk menentukan siapa yang berhak merawat Maryam.

Setiap orang diminta untuk menuliskan nama mereka dan memasukkannya ke dalam sebuah wadah.

Lalu, di antara nama-nama yang sudah tercampur dalam wadah itu, diambillah satu nama secara acak.

Saat pengambilan pertama, nama Nabi Zakaria muncul.

Akan tetapi, orang-orang Bani Israil rupanya tidak puas dan melakukan pengundian ulang.

Pada pengambilan nama kedua, ternyata nama Nabi Zakaria muncul lagi.

Begitu juga dengan pengambilan nama seterusnya, nama Nabi Zakaria terus saja muncul.

Baca Juga: Kisah Nabi Adam: Manusia dan Nabi Pertama yang Diciptakan oleh Allah SWT

Hal ini membuat orang-orang Bani Israil akhirnya pasrah dan membiarkan Maryam berada dalam pengasuhan Nabi Zakaria.

Walau Maryam bukan anak kandungnya, Nabi Zakaria tetap mengasuh gadis kecil itu dengan sepenuh hati seperti anak kandungannya sendiri.

Ia bahkan membuatkan ruang khusus di Baitul Maqdis untuk Maryam beribadah, yang dinamakan Mihrab.

Perjuangan dan doa sang nabi untuk memiliki keturunan menjadi bagian dari kisah Nabi Zakaria yang paling sering diceritakan.

Ia beserta istrinya tak henti berdoa kepada Allah SWT agar dapat diberikan keturunan.

Nabi Zakaria sangat menginginkan kehadiran seorang anak sehingga kelak akan ada yang meneruskan perjuangannya dalam berdakwah.

Saat itu, dirinya sudah semakin menua dan sang istri juga mengalami kondisi mandul.

Meski begitu, ia bersama istrinya selalu berdoa dan memohon kepada Allah SWT.

Salah satu doa Nabi Zakaria bahkan diabadikan dalam Alquran, yakni pada Surah Maryam ayat 4-6 yang artinya:

Dan sungguh, aku khawatir terhadap kerabatku sepeninggalku, padahal istriku seorang yang mandul, maka anugerahilah aku seorang anak dari sisi-Mu yang akan mewarisi aku dan mewarisi dari keluarga Yakub, dan jadikanlah dia, ya Tuhanku, seorang yang diridhai."

Ada pula doa lainnya yang dipanjatkan Nabi Zakaria pada Surah Ali Imran ayat 38 yang artinya:

Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau maha Pendengar doa."

Baca Juga: Kisah Nabi Ilyas, Utusan Allah untuk Kaum Fenisia

Doa Nabi Zakariya Terkabul

Kisah Nabi Zakaria

Foto: Kisah Nabi Zakaria (Freepik.com)

Setelah berdoa tanpa henti, akhirnya permintaan Nabi Zakariya dikabulkan oleh Allah SWT.

Momen tersebut juga tercatat dalam Alquran Surah Maryam ayat 7-9 yang artinya:

“‘Wahai Zakaria! Kami memberi kabar gembira kepadamu dengan seorang anak laki-laki bernama Yahya, yang Kami belum pernah memberikan nama seperti itu sebelumnya’. Dia (Zakaria) berkata ‘Ya Tuhanku, bagaimana aku akan mempunyai anak, padahal istriku seorang yang mandul dan aku sesungguhnya sudah mencapai usia sangat tua?’.

(Allah) berfirman, ‘Demikianlah, hal itu mudah bagi-Ku; sungguh engkau telah Aku ciptakan sebelum itu, padahal (waktu itu) engkau belum berwujud sama sekali."

Mendapatkan kabar gembira bahwa ia akan memiliki anak, Nabi Zakaria pun begitu senang dan merasa tak sabar.

Ia memohon kepada Allah SWT agar memberikan pertanda jika nanti sudah dekat waktunya ia memiliki anak.

Dia (Zakaria) berkata, ‘Ya Tuhanku, berilah aku suatu tanda.’ Allah berfirman, ‘Tanda bagimu adalah engkau tidak berbicara dengan manusia selama tiga hari kecuali dengan isyarat.

Dan sebutlah (nama Tuhanmu banyak-banyak, dan bertasbihlah memuji-Nya) pada waktu petang dan pagi hari.” (QS. Ali Imran: 34)

Baca Juga: Ini Doa Nabi Zakaria untuk Mendapatkan Keturunan, Yuk Amalkan!

Hikmah Kisah Nabi Zakaria

Kisah Nabi Zakaria

Foto: Kisah Nabi Zakaria (Freepik.com)

Dalam kisah Nabi Zakaria ini, salah satu hikmahnya adalah kita harus percaya dengan rencana Allah SWT dan Dia lah sebaik-baik perencana.

Sebagai orang yang beriman, perlu disadari jika semua manusia hanya mampu berencana sedangkan hasil akhirnya bergantung pada keputusan Allah SWT.

Hikmah selanjutnya yang bisa dipetik dari kisah Nabi Zakaria adalah soal keutamaan istiqomah dalam berdoa kepada Allah.

Hal itu ditunjukkan dari tindakan Nabi Zakaria dan istrinya yang terus-menerus berdoa kepada Allah SWT agar diberikan keturunan, meski harus menunggu dalam waktu lama.

Berkat kegigihannya dalam berdoa, akhirnya Allah pun mengabulkan dengan menganugerahkan dengan seorang putra.

Baca Juga: Istiqomah, Kemampuan untuk Konsisten yang Diganjar Pahala, Yuk Lakukan!

Itu dia kisah Nabi Zakaria yang patut diteladani. Semoga kita bisa mengambil hikmahnya dan mengamalkan ajaran baiknya, ya Moms!

  • https://www.gramedia.com/best-seller/kisah-nabi-zakaria/
  • https://www.islamawareness.net/Prophets/zakariyah.html
  • https://www.islam.ms/en/prophet-zakariya-birth-mary
  • https://quranforkids.com/prophet-zakariya-story/