Kesehatan

24 Mei 2021

9 Cara Menurunkan Kreatinin Agar Ginjal Tetap Sehat

Kreatinin adalah limbah yang keluar bersama urine sekaligus bertugas memonitor fungsi ginjal.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dresyamaya Fiona
Disunting oleh Intan Aprilia

Tidak banyak orang tahu mengenai Kreatinin, yang merupakan limbah hasil produksi dari metabolisme otot. Kreatinin juga menjadi indikator bahwa fungsi ginjal bekerja dengan baik atau tidak.

Karena, zat ini mengalir melalui pembuluh darah lalu disaring oleh ginjal yang akan mengeluarkannya bersama urine. Jika seseorang memiliki masalah ginjal, kreatinin dapat menumpuk di dalam darah.

Apa saja yang menunjukkan kreatinin dalam keadaan normal? Mari simak penjelasan tentang kreatinin berikut ini.

Mengenal Kreatinin

Bolehkah Hamil Jika Hanya Memiliki Satu Ginjal? 1

Foto: Orami Photo Stocks

Apa itu kreatinin? Kreatinin adalah produk limbah yang dihasilkan oleh otot dari pemecahan senyawa. Kreatinin dikeluarkan dari tubuh oleh ginjal, yang menyaring hampir semuanya dari darah dan melepaskannya ke urin.

Ginjal menjaga kreatinin darah dalam kisaran normal. Kreatinin adalah indikator fungsi ginjal yang cukup baik. Kadar kreatinin yang meningkat menandakan gangguan fungsi ginjal atau penyakit ginjal.

Biasanya, untuk melihat kerusakan pada fungsi ginjal, dibutuhkan tes darah secara rutin memeriksa jumlah kreatinin dalam darah.

National Kidney Foundation memaparkan, kondisi kreatinin yang tinggi ini juga bisa terjadi karena asupan protein yang tinggi, olahraga yang intens dan penggunaan obat atau suplemen tertentu.

Dokter sering menggunakan tes kreatinin untuk menentukan seberapa baik ginjal berfungsi. Kadar kreatinin dalam darah atau urine yang tinggi dapat menjadi tanda bahwa ginjal tidak menyaring darah secara efektif.

Umumnya, kadar kreatinin yang tinggi tidak mengancam jiwa, tetapi bisa mengindikasikan masalah kesehatan yang serius, seperti penyakit ginjal kronis.

Jika seseorang memiliki kadar kreatinin tinggi karena gangguan ginjal, dokter akan merekomendasikan perawatan medis.

Selain itu, perubahan pola makan dan gaya hidup juga bisa membantu mengatasi kondisi tersebut.

Baca Juga: Ini Dia Makanan yang Baik untuk Meningkatkan Fungsi Ginjal Anak

Penyebab Kadar Kreatinin Tinggi

Langkah untuk menurunkan kreatinin dalam tubuh - penyebabnya kadar kreatinin tinggi.jpg

Foto: shutterstock.com

Kreatinin adalah produk limbah yang dibentuk oleh kerusakan normal sel otot. Ginjal yang sehat mengeluarkan kreatinin dari darah dan memasukkannya ke dalam urin untuk keluar dari tubuh.

Ketika ginjal tidak bekerja dengan baik, kreatinin menumpuk di dalam darah.

Penyebab kreatinin tinggi biasanya karena gangguan ginjal, meski tidak menunjukkan gejala apapun. Orang mungkin menderita gagal ginjal tetapi tidak mengetahuinya karena mereka tidak merasa sakit.

Dehidrasi parah juga merupakan faktor risiko cedera ginjal, yang akan memengaruhi kadar kreatinin.

Selain itu seseorang yang makan protein terlalu tinggi juga menambahkan protein ekstra ke makanan melalui suplemen dapat menyebabkan tingkat kreatinin yang tinggi.

Seseorang disarankan melakukan tes darah rutin untuk mengukur kadar kreatinin. Adapun faktor-faktor yang bisa meningkatkan kadar kreatinin dalam tubuh meliputi:

  • Obat-obatan tertentu, termasuk beberapa antibiotik dan obat antiinflamasi nonsteroid atau NSAID
  • Suplemen kreatinin
  • Latihan fisik berat
  • Gangguan fungsi ginjal
  • Aliran darah rendah
  • Dehidrasi
  • Syok, infeksi dan penyakit serius seperti kanker yang bisa menyebabkan peningkatan kadar kreatinin karena kerusakan ginjal

Jika tes darah menunjukkan kadar kreatinin tinggi dalam tubuh, bisa jadi tanda bahwa ginjal tidak bekerja dengan benar.

Baca Juga: 14 Kesalahan Sepele yang Membuat Fungsi Ginjal Bermasalah

Cara Menurunkan Kadar Kreatinin

Langkah untuk menurunkan kreatinin dalam tubuh - cara menurunkan kadar kreatinin.jpg

Foto: shutterstock.com

Moms bisa melakukan konsultasi dengan dokter untuk membantu menurunkan kadar kreatinin. Adapun beberapa cara di bawah ini juga bisa membantu menurunkannya secara alami.

1. Kurangi Olahraga Berat

Olahraga memang memberikan banyak manfaat, tetapi melakukannya secara berlebihan dapat meningkatkan kadar kreatinin dalam tubuh, seperti studi yang disebutkan di The Permanente Journal.

Karena metabolisme otot menghasilkan kreatinin, sehingga menggerakan atau latihan otot secara berlebihan melalui aktivitas fisik berat dapat meningkatkan kadar kreatinin dalam tubuh.

Jika Moms dan Dads penggemar olahraga, bicarakan dengan dokter tentang berapa banyak dan jenis olahraga apa yang harus dilakukan. Alih-alih olahraga angkat beban, cobalah untuk yoga.

2. Jangan Mengonsumsi Suplemen yang Mengandung Kreatinin

Manfaat Konsumsi Suplemen Kreatinin dan Vitamin C.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Dilansir dari Mayo Clinic, kreatinin adalah senyawa alami yang diproduksi oleh hati, lalu diangkut ke otot untuk digunakan sebagai sumber energi. Kreatinin yang tidak digunakan sebagai energi diubah menjadi limbah.

Kreatinin yang diproduksi alami oleh tubuh juga tersedia dalam bentuk suplemen oral. Sejumlah atlet biasanya menggunakan suplemen kreatinin untuk membantu meningkatkan kinerja atletik.

Karena itu, seseorang yang ingin mengurangi kadar kreatinin tidak boleh mengonsumsi suplemen kreatinin.

Terlebih, penelitian mengenai keamanan suplemen kreatinin masih terbatas.

Baca Juga: Gaya Hidup Harus Dijaga, Inilah Kebiasaan Buruk yang Bisa Merusak Fungsi Ginjal

3. Kurangi Asupan Protein

Penelitian menunjukkan, mengonsumsi protein dalam jumlah besar bisa meningkatkan kadar kreatinin, meskipun hanya sementara. Contohnya daging merah yang dimasak secara khusus bisa memengaruhi kreatinin.

Ternyata panas dari masakan bisa menyebabkan daging menghasilkan kreatinin lebih banyak.

Orang dengan diet tinggi daging merah atau sumber protein lain, termasuk produk susu, mungkin memiliki kadar kreatinin lebih tinggi daripada orang yang tidak mengonsumsi protein.

Jika kadar darah Moms tinggi akibat makan daging merah, beralihlah untuk mengonsumsi hidangan berbasis sayuran demi mengontrol kadar kreatinin.

4. Makan Lebih Banyak Serat

Serat dalam buah strawberry baik untuk kesehatan

Foto: Orami Photo Stocks

Penelitian dari European Journal of Clinical Nutrition lebih lanjut diperlukan untuk menentukan efek serat makanan terhadap kadar kreatinin.

Tetapi, satu penelitian menunjukkan penurunan kadar kreatinin yang signifikan pada orang dengan penyakit ginjal kronis dan tinggi asupan seratnya.

Adapun serat yang bisa ditemukan di banyak makanan, termasuk buah-buahan, sayuran, biji-bijian dan polong-polongan.

5. Minum Banyak Air Sesuai Hasil Konsultasi Dokter

Dehidrasi dapat meningkatkan kadar kreatinin dalam tubuh. Jadi, asupan cairan berlebih juga bisa menjadi masalah bagi beberapa orang yang memiliki penyakit ginjal.

Bicaralah dengan dokter Moms tentang berapa banyak air dan cairan lain yang harus diminum setiap hari dan waktu terbaik untuk meminumnya.

Baca Juga: 3 Cara Menjaga Kesehatan Ginjal, Rajin Minum Air!

6. Kurangi Makanan Asin

Tes Kehamilan dengan Garam, Apakah Bisa Akurat?

Foto: Orami Photo Stocks

DalamNational Center for Biotechnology Information, makanan yang mengandung garam berlebih dapat menyebabkan tekanan darah tinggi.

Makanan olahan, khususnya, sering kali mengandung natrium dan fosfor dan berpotensi menyebabkan masalah ginjal dan kreatinin yang tinggi.

Moms, pertimbangkan untuk berfokus pada makanan utuh dan menggunakan rempah-rempah dan herbal untuk membumbui makanan sebagi altenatif garam.

7. Berhenti Merokok

Merokok dapat membahayakan tubuh dan menyebabkan penyakit, termasuk meningkatkan risiko penyakit ginjal kronis secara signifikan.

Berhenti merokok dapat menjadi cara untuk mengurangi masalah pada ginjal yang dapat meningkatkan kadar kreatinin.

Tak hanya untuk mengurangi kadar kreatinin, berhenti merokok juga dapat mengembalikan fungsi paru dan mencegah risiko kanker paru-paru.

8. Batasi Asupan Alkohol

Menghentikan kebiasaan minum alkohol dan merokok untuk kesehatan

Foto: Orami Photo Stocks

Konsumsi alkohol bisa menjadi masalah rumit dalam hal fungsi ginjal. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi alkohol yang jarang dapat membantu mengurangi risiko penyakit ginjal kronis.

Penelitian lain menunjukkan bahwa alkohol yang berlebihan berpotensi merusak ginjal. Ini juga dapat berkontribusi untuk kondisi seperti tekanan darah tinggi dan ketergantungan alkohol.

Baca Juga: Cari Tahu Penyebab Utama Anyang-anyangan pada Anak

9. Pola Makan Sehat

Jika Moms mengidap penyakit ginjal kronis, nutrisi dan pola makan yang baik merupakan komponen penting dalam menurunkan kadar kreatinin dalam darah.

Pola makan yang direkomendasikan, termasuk jumlah protein, kalori dan nutrisi, yang dibutuhkan tubuh. Ini menjadi poin penting yang perlu diingat dalam menghasilkan fungsi ginjal yang baik.

Berikut tips yang bisa menjadi sumber makanan yang sehat, antara lain:

  • Hentikan kalium dan fosfor.
  • Hindari selai kacang, kacang-kacangan, biji-bijian. Meskipun ini tinggi protein, mereka juga tinggi kalium dan fosfor.
  • Gunakan herbal, rempah-rempah, dan penguat rasa rendah garam sebagai pengganti garam.
  • Hindari makanan dari biji-bijian dan serat tinggi seperti roti gandum, sereal dan beras merah untuk membantu membatasi asupan fosfor.
  • Batasi asupan susu, yogurt, dan keju. Ini sangat tinggi fosfor. Membatasi makanan berbahan dasar susu melindungi tulang dan pembuluh darah.
  • Perbanyak makan buah apel dan beri.
  • Untuk sayuran perbanyak makan brokoli dan kubis.

Baca Juga: 4 Resep Smoothie Lezat untuk Diet Keto, Moms Mesti Coba!

Nah, itu dia yang bisa Moms lakukan dalam menurunkan kreatinin agar ginjal tetap berfungsi dengan baik. Selalu jaga pola makan dan hidup dengan sehat, ya!

https://www.kidney.org/atoz/content/what-creatinine

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3383162/

https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements-creatine/art-20347591

https://www.nature.com/articles/ejcn2014237

https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/27867189/

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait