12 September 2022

Impaksi Gigi, Kondisi Gigi yang Pertumbuhannya Terjebak dalam Gusi

Impaksi gigi paling sering dialami oleh gigi bungsu

Apakah Moms sering mengalami sakit kepala, demam, sakit gigi dan bau pada mulut? Bisa jadi itu disebabkan karena impaksi gigi.

Kondisi ini kerap memengaruhi gigi bungsu terutama orang dewasa.

Nah, jika tidak ditangani dengan cepat, kerusakan gigi dan gusi akibat impaksi gigi bisa saja terjadi.

Kondisi ini kadang tidak menimbulkan gejala dan kerap ditemukan ketika melakukan konsultasi rutin dan rontgen gigi.

Akibatnya, sering terlambat diagnosis.

Untuk itu, yuk simak lebih lanjut penjelasan mengenai impaksi gigi di bawah ini Moms!

Baca Juga: 13 Olahraga Kardio yang Mudah Dilakukan di Rumah, Ketahui Juga Manfaatnya, Moms!

Apa Itu Impaksi Gigi?

sakit gigi
Foto: sakit gigi (Orami Photo Stocks)

Foto Wanita Sakit Gigi (Orami Photo Stock)

Melansir Annals of Medical and Health Science Research, impaksi gigi adalah gigi yang terjebak di dalam gusi, sehingga perkembangan gigi menjadi terhambat dan tidak sempurna.

Impaksi gigi terjadi saat gigi bungsu tumbuh secara tidak sempurna karena tidak mendapatkan ruang yang cukup untuk tumbuh dan keluar dari gusi.

Kondisi ini bisa menyebabkan gigi bungsu atau gigi geraham terakhir tumbuh menyamping, mengarah atau menjauh dari gigi geraham di sampingnya, terpendam, atau hanya tumbuh sebagian.

Impaksi gigi bungsu juga dapat menyebabkan gigi menjadi lebih rentan terhadap penyakit karena gigi sulit dibersihkan sehingga meninggalkan sisa-sisa makanan.

Baca Juga: 7 Manfaat Jalan Kaki untuk Kesehatan, Bisa Tingkatkan Mood dan Turunkan Berat Badan!

Gejala Impaksi Gigi

penyebab gusi bengkak
Foto: penyebab gusi bengkak (Orami Photo Stock)

Foto Ilustrasi Sakit Gigi (Orami Photo Stock)

Moms dan Dads, ketahui gejala impaksi gigi jika mengalami beberapa gejala hal di bawah ini:

1. Ketidaknyaman Rahang dan Gusi Bengkak

Jika rahang sudah tidak nyaman, terasa kaku, atau sulit dibuka, Moms atau Dads mungkin mengalami gejala impaksi gigi.

Kondisi ini dapat menyebabkan pembengkakan gusi di sisi rahang.

2. Bau Mulut dan Rasa Tidak Enak di Mulut

Gejala impaksi gigi lainnya yang harus diwaspadai adalah saat mengalami bau mulut.

Sebab, ini bisa menjadi pertanda bahwa adanya gigi bungsu yang masuk.

3. Nyeri dan Tekanan Sinus

Salah satu cara untuk mengetahui apakah gigi bungsu tumbuh, terutama di rahang atas adalah rasa sakit di sinus.

Ini disebabkan karena impaksi gigi biasanya mendorong sinus.

4. Gusi Lunak atau Berdarah

Gejala yang tak kalah menyakitkan adalah gusi lunak atau berdarah hingga sakit telinga.

Hal ini bisa menjadi tanda kalau Moms dan Dads mengalami masalah yang disebabkan oleh gigi bungsu.

Baca Juga: Bermain Sepak Bola: Teknik, Posisi dan Tugas Pemain, serta Cara Bermain agar Menang di Pertandingan

Jenis Impaksi Gigi

gigi bungsu geraham.jpg
Foto: gigi bungsu geraham.jpg (highlandoakdental.com)

Foto Ilustrasi Impaksi Gigi (Orami Photo Stock)

Ternyata ada juga jenis-jenis impaksi gigi, yaitu:

1. Impaksi Horizontal

Impaksi horizontal adalah jenis impaksi yang paling menyakitkan.

Sebab, gigi tumbuh ke samping dan gigi sepenuhnya berada di bawah gusi.

Gigi kemudian akan bergerak dan tumbuh secara mendatar, sesuai dengan namanya, mendorong ke depan pada geraham di depannya.

Jenis impaksi ini dapat didiagnosis dengan x-ray dan kemungkinan berisiko kerusakan pada gigi di sekitarnya hingga rasa sakit yang tak tertahankan jika tidak dicabut.

2. Impaksi Vertikal

Impaksi vertikal terjadi ketika gigi tumbuh dan erupsi secara vertikal tetapi jaraknya terlalu dekat dan bergesekan atau mendorong, dari bawah, gigi geraham di sebelahnya.

Sebagian besar kasus tidak memerlukan pembedahan untuk mengangkatnya.

Baca Juga: Waspada Gigi Berlubang, Ketahui Penyebab, Cara Mengatasi, dan Cara Mencegahnya!

3. Impaksi Distal

Impaksi distal juga kerap disebut impaksi sudut.

Namun, jenis ini paling jarang terjadi dari semua jenis impaksi gigi.

Jenis ini terjadi ketika gigi dengan impaksi tumbuh secara miring ke arah belakang mulut secara sebagian atau seluruhnya.

Pengobatan dari impaksi distal tidak selamanya harus dicabut.

Jadi, kondisi ini perlu dikonsultasikan kepada dokter gigi.

4. Impaksi Mesial

Impaksi mesial adalah kebalikan dari distal, baik sudut gigi ke depan ke arah depan mulut.

Ini adalah jenis impaksi gigi yang paling umum terjadi.

Impaksi mesial biasanya menyebabkan erupsi parsial karena bagian belakang gigi erupsi dan bagian depan ditekan terhadap molar anterior.

Baca Juga: Olahraga Lompat Jauh: Sejarah, Teknik Dasar dari Awalan hingga Pendaratan, serta Aturan Lombanya

Penyebab Impaksi Gigi

gigi geraham bungsu.jpg
Foto: gigi geraham bungsu.jpg (collegedrivedental.com)

Foto Ilustrasi Gigi (Orami Photo Stock)

Gigi bungsu (geraham ketiga) menjadi penyebab impaksi gigi karena tidak memiliki cukup ruang untuk tumbuh (erupsi) atau berkembang secara normal.

Sedangkan menurut drg. Richard Thomas Dokter Gigi Umum RS Pondok Indah – Puri Indah, impaksi gigi adalah tanda evolusi manusia.

"Impaksi adalah tanda dari evolusi manusia secara bertahap di mana rahang manusia, baik rahang atas dan rahang bawah menjadi semakin kecil sehingga tidak bisa mengakmodir gigi geraham bungsu yang tumbuh.

Akibatnya gigi tersebut terjebak dalam tulang, tumbuh sebagian, bahkan dapat tumbuh miring," jelas drg. Richard Thomas.

Namun, ada juga penyebab impaksi gigi lainnya, seperti:

1. Trauma Gigi

Trauma gigi bisa menjadi salah satu penyebab impaksi gigi.

Sebab, cedera gigi yang traumatis bisa menghambat ruang gigi untuk bertumbuh secara sempurna.

Trauma gigi paling sering terjadi pada gigi seri dan di rahang atas.

2. Penahanan Gigi Bayi Berlebihan atau Over-Retained Baby Teeth

Kondisi ini mengacu pada gigi yang mengendur, kemudian mengencang kembali ke dalam gusi.

Dokter gigi biasanya mencabut gigi ini untuk memungkinkan erupsi gigi permanen.

Jika gigi tidak dihilangkan, maka akan berisiko gigi berjejal, yang dapat mengakibatkan impaksi gigi.

3. Pertumbuhan Gigi Tidak Teratur

Terkadang, gigi tumbuh miring, dapat mengakibatkan impaksi gigi.

Ini paling sering memengaruhi gigi bungsu (geraham ketiga).

Gigi bungsu yang impaksi bisa muncul sebagian sehingga sebagian mahkota gigi terlihat (impaksi sebagian), atau mungkin tidak menembus gusi (impaksi penuh).

Kondisi impaksi gigi sebagian dan seluruhnya, dapat mengakibatkan kondisi seperti:

  • Tumbuh pada sudut ke arah gigi berikutnya (geraham kedua).
  • Tumbuh miring ke arah belakang mulut.
  • Tumbuh tegak lurus dengan gigi lainnya, seolah-olah gigi bungsu "berbaring" di dalam tulang rahang.
  • Tumbuh lurus ke atas atau ke bawah seperti gigi lain tetapi bisa terperangkap di dalam tulang rahang.

4. Gigi Supernumerary

Kondisi ini mengacu pada orang yang memiliki gigi ekstra.

Memiliki gigi ekstra dapat mengakibatkan gigi seri rahang atas impaksi (gigi depan di rahang atas).

Melansir British Journal of General Practice, gigi bungsu biasanya muncul antara usia 17 dan 25 tahun.

Beberapa orang memiliki gigi bungsu yang muncul tanpa masalah dan berbaris dengan gigi lain di belakang geraham kedua.

Umumnya, mulut terlalu sesak untuk gigi geraham ketiga berkembang secara normal.

Molar ketiga yang berjejal ini menjadi terperangkap dan terjadi impaksi.

Selain itu, gigi bungsu yang tumbuh miring bisa disebabkan oleh rahang manusia yang semakin kecil, sementara jumlah gigi tidak berkurang.

Oleh karena itu, gigi yang terakhir tumbuh cenderung mencari ruang.

"Hal ini menyebabkan gigi tersebut tumbuh mengikuti bentuk anatomi rahang, di mana sedikit elevasi di bagian belakang dengan ruang yang terkadang hampir tidak ada," kata drg. Richard Thomas.

Baca Juga: Hari Olahraga Nasional 2022: Sejarah, Tema, Makna Logo, dan Twibbon untuk Merayakannya

Tanda Gigi Geraham Bungsu akan Tumbuh dan Tertutup Gusi

impaksi gigi
Foto: impaksi gigi

Foto Ilustrasi Pemeriksaan Gigi (Orami Photo Stock)

Gigi geraham bungsu yang tumbuh memiliki tanda-tanda yang berbeda dan bervariasi.

Mulai dari tidak ada gejala sama sekali, hingga makanan yang sering tersangkut di bagian belakang rahang.

Hal ini mengakibatkan gigi depan berlubang, gusi terasa sakit, dan bengkak, sakit kepala sebelah atau migrain, terasa pegal yang menjalar dari rahang sampai punggung, hingga keganasan.

"Gigi bungsu yang gagal tumbuh karena kekurangan ruang dan tertahan oleh gigi di depannya atau sebagian tertahan oleh tulang, maka gusi akan tetap tumbuh di atas gigi bungsu," kata drg. Richard Thomas.

"Namun, biasanya tetap ada kantong di sela-sela gusi yang menyebabkan sisa makanan dapat terjebak.

Hal ini menyebabkan gusi menjadi sakit, radang, serta bengkak yang biasa disebut dengan pericoronitis," tambahnya.

Baca Juga: Punya Masalah Gigi? Ini 5 Rekomendasi Dokter Gigi Surabaya

Komplikasi Impaksi Gigi

Ilustrasi gigi
Foto: Ilustrasi gigi

Foto Ilustrasi Kerusakan Gigi (Orami Photo Stock)

Komplikasi impaksi gigi bisa menjadi beberapa masalah pada mulut:

1. Kerusakan pada Gigi lainnya

Jika gigi bungsu menekan gigi geraham kedua, hal itu dapat merusak gigi geraham kedua atau meningkatkan risiko infeksi di daerah tersebut.

Tekanan ini juga dapat menyebabkan masalah dengan gigi yang berjejal atau memerlukan perawatan ortodontik untuk meluruskan gigi lainnya.

2. Kista

Gigi bungsu berkembang dalam kantung di dalam tulang rahang.

Kantung tersebut dapat terisi dengan cairan, membentuk kista yang dapat merusak tulang rahang, gigi, dan saraf.

Selain itu, bisa menjadi tumor namun jarang terjadi dan tumor yang tumbuh adalah tumor non kanker, sehingga membutuhkan pengangkatan jaringan dan tulang.

3. Pembusukan

Gigi bungsu yang impaksi sebagian tampaknya berisiko lebih tinggi mengalami kerusakan gigi (karies) dibandingkan gigi lainnya.

Ini mungkin terjadi karena gigi bungsu lebih sulit dibersihkan dan karena makanan dan bakteri mudah terperangkap di antara gusi dan gigi yang erupsi sebagian.

4. Penyakit Gusi

Kesulitan membersihkan gigi bungsu yang impaksi dan erupsi meningkatkan risiko terjadinya gusi inflamasi yang menyakitkan yang disebut perikoronitis di daerah tersebut.

"Gigi bungsu yang impaksi biasanya dilakukan pencabutan atau operasi minor dengan cara membuka gusi dan sedikit tulang serta membelah gigi.

Kondisi ini disebut dengan odontektomi," jelas drg. Richard Thomas.

Baca Juga: Serba-serbi Pura Mangkunegaran, Tempat Wisata yang Berusia 265 Tahun!

Cara Mengatasi Impaksi Gigi

operasi gigi bungsu
Foto: operasi gigi bungsu

Foto Ilustrasi Pemeriksaan Gigi (Orami Photo Stock)

Jika Moms dan Dads menduga memiliki impaksi gigi, temui dokter gigi sesegera mungkin.

Pemeriksaan kondisi ini bisa dilakukan dengan rontgen mulut.

1. Menunggu dan Memantau

Jika impaksi gigi tidak menimbulkan gejala apa pun, dokter gigi biasanya menyarankan untuk menunggu dan melihat kondisi gigi.

Dengan pendekatan ini, alih-alih mencabut gigi melalui pembedahan, dokter gigi akan memantaunya secara teratur sehingga dapat melihat apakah ada masalah yang terjadi.

Ini akan mudah dilakukan jika Moms dan Dads melakukan pemeriksaan gigi secara teratur.

2. Pembedahan

Jika mengalami rasa sakit dan efek samping yang parah, dari gigi impaksi, dokter gigi dapat merekomendasikan operasi ekstraksi, terutama pada kasus gigi bungsu impaksi.

Operasi pencabutan gigi juga umum dilakukan sebagai prosedur rawat jalan di rumah sakit, artinya bisa pulang pada hari yang sama saat menjalani prosedur.

Operasi ini biasanya memakan waktu 45 hingga 60 menit, dan akan dibius lokal atau tergantung kondisi.

Sementara untuk pemulihan memakan waktu kurang lebih 7 hingga 10 hari.

3. Alat Bantu Erupsi

Ketika gigi taring mengalami impaksi, alat bantu erupsi dapat digunakan untuk membuat gigi erupsi dengan benar.

Alat bantu erupsi bisa berupa kawat gigi atau dengan mencabut gigi bayi atau gigi dewasa yang menghalangi gigi taring. Pengobatan ini paling efektif bila dilakukan pada orang muda.

Baca Juga: Daftar Pemain dan Sinopsis Film Countdown yang Bercerita tentang Prediksi Kematian Seseorang

Nah itulah informasi seputar impaksi gigi mulai dari penyebab, gejala, hingga pengobatannya yang perlu diketahui.

Sementara untuk pemulihan memakan waktu kurbang lebih 7 hingga 10 hari.gigi mengidentifikasi impaksi gigi sejak dini dan memberikan rencana pengobatan yang tepat.

  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4512113/
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4979926/
  • https://www.healthline.com/health/dental-and-oral-health/impacted-teeth#treatment
  • https://www.newmouth.com/orthodontics/malocclusion/impacted-tooth/
  • https://knightstreetdentists.com.au/impacted-wisdom-teeth-symptoms/
  • https://www.webmd.com/oral-health/what-to-know-tooth-impaction
  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/wisdom-teeth/diagnosis-treatment/drc-20373813

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.