Kesehatan

KESEHATAN
25 Februari 2020

Yuk Pahami Langkah Tes Pap Smear, Tidak Perlu Takut!

Jika Moms sudah aktif secara seksual, segera lakukan tes pap smear
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Debora
Disunting oleh Intan Aprilia

Ada banyak skrining kesehatan yang harus dilakukan wanita untuk mencegah berbagai jenis penyakit ganas, seperti kanker.

Salah satunya, Moms harus melakukan tes pap smear ketika sudah berusia 21 tahun atau sudah aktif secara seksual. Tujuannya, untuk mendeteksi dini kanker serviks.

Perlu Moms ketahui, Organisasi Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengungkapkan, kanker serviks menjadi kanker kedua paling ganas yang dapat dialami wanita di seluruh dunia.

Dari studi yang ditulis tahun 2013, WHO menyatakan lebih dari 270.000 wanita meninggal karena kanker serviks, serta lebih dari 85 persen kematian ini berasal dari negara berpenghasilan rendah dan menengah.

Baca Juga: Pentingnya Tes Pap Smear untuk Mendeteksi Kanker Serviks

Manfaat Tes Pap Smear

Tidak Perlu Takut, Ini Langkah Tes Pap Smear-1.jpg

Foto: hellomagazine.com

Secara umum, tes pap smear berguna sebagai langkah deteksi dini terhadap kanker serviks.

Dilansir dari Canadian Cancer Society, lengkapnya manfaat tes pap smear yang perlu Moms pahami, yaitu:

  • Membantu mencegah kanker serviks dengan menemukan perubahan sel serviks di dalam tubuh Moms;
  • Membantu menemukan kanker serviks lebih awal sebelum terjadinya gejala tertentu;
  • Mendeteksi kanker serviks dan mencegah sebelum menyebar sehingga sulit untuk diobati;
  • Deteksi dini artinya akan lebih sedikit perawatan yang harus Moms lakukan. Hal ini berkaitan dengan peluang bertahan hidup seseorang.

Untuk itu, segera lakukan tes pap smear secara rutin setiap 3 tahun sekali. Namun, ketika Moms sudah berusia di atas 65 tahun, maka tes pap smear tidak lagi dibutuhkan.

Pertanyaan selanjutnya, apa saja langkah melakukan tes pap smear? Apakah menakutkan?

Baca Juga: Manfaat Tes Pap Smear yang Perlu Moms Tahu

Begini Langkah Tes Pap Smear

Tidak Perlu Takut, Ini Langkah Tes Pap Smear-2.jpg

Foto: healthline.com

Moms, tidak perlu takut karena tes pap smear tidak menakutkan dan menyakitkan. Hal pertama yang perlu Moms lakukan, temukan dokter kandungan yang sudah cocok.

Selama 24 jam sebelum pemeriksaan, pastikan Moms tidak melakukan hubungan intim dengan pasangan atau sedang tidak memakai tampon.

Saat melakukan tes pap smear, sebaiknya Moms juga sedang tidak menstruasi. Semua ini berkaitan tentang kesuksesan dan keakuratan hasil dari tes tersebut. Langkah yang dilakukan saat tes pap smear pun terbilang cukup sederhana.

“Dokter akan memasukkan alat yang disebut spekulum ke dalam vagina Moms. Spekulum tujuannya membuka area vagina menjadi lebih luas dan memberikan pandangan lebih baik untuk dokter.

Setelahnya, dokter akan menyeka leher rahim dengan sikat atau kapas untuk mengumpulkan sel-sel dari permukaannya,” ungkap Dr. Johnathan Lancaster, direktur pusat onkologi wanita di H. Lee Moffitt Cancer Center and Research Institute.

Selanjutnya, sel-sel yang sudah dikumpulkan akan dianalisis untuk melihat apakah ada sel-sel abnormal yang hadir.

Baca Juga: Seberapa Sering Harus Lakukan Tes Pap Smear?

Jika hasil dinyatakan normal, maka Moms dapat bernapas lega. Namun, ketika hasil tes pap smear positif, maka bukan berarti Moms langsung terkena kanker serviks.

Hasil dari tes pap smear yang positif artinya menyatakan adanya sel-sel abnormal di leher rahim, yang dapat berada pada tingkat paling ringan sampai paling berat. Untuk itu, perlu dilakukan penanganan lebih lanjut.

Nah, itulah yang perlu Moms pahami tentang prosedur tes pap smear. Kalau Moms merasa tidak nyaman sebelum melakukan pemeriksaan, tidak ada salahnya untuk langsung berkonsultasi dengan dokter agar dapat menemukan penanganan yang tepat.

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait