03 Mei 2024

Berapa Ukuran Normal Hasil USG Janin? Yuk, Cek di Sini!

Panjang dan berat janin mungkin akan bervariasi

Saat hamil dan mulai melakukan pemeriksaan USG, pasti Moms bertanya-tanya seperti apa ukuran normal hasil USG janin. Terlebih jika Moms mengandung anak pertama.

Sejak awal kehamilan, janin akan tumbuh dengan kecepatan yang berbeda-beda, sehingga ukuran normal hasil USG ini hanyalah rata-rata, ya, Moms.

Jadi, jangan terlalu khawatir jika ukuran normal hasil USG menunjukkan bayi Moms jauh lebih kecil atau lebih besar.

Menurut Jenny Des Jarlais, penulis kesehatan dari Amerika Serikat, dokter pasti akan menyampaikan kalau memang ukuran normal hasil USG tidak sesuai dengan kurva pertumbuhan janin.

Menurut American Pregnancy Association, ukuran normal hasil USG janin mulai terdeteksi ketika memasuki usia kehamilan 4 minggu.

Sampai usia sekitar 20 minggu, panjang janin akan diukur dari ujung kepala hingga bagian bokong.

Hal ini karena kaki janin masih dalam posisi meringkuk dan sangat sulit diukur.

Lewat 20 minggu, ukuran normal hasil USG panjang janin diukur dari kepala hingga kaki.

Sebagai referensi untuk Moms, inilah perkiraan rata-rata ukuran normal hasil USG janin dari minggu ke minggu dikutip dari Jonathan D. Herman, MD, dokter dari Elite Women’s Health Care, New York, Amerika Serikat.

Simak penjelasannya hingga akhir, ya Moms!

Baca Juga: Normalkah Keputihan setelah Berhubungan Seks? Cari Tahu Yuk!

Ukuran Normal Hasil USG Janin

Hasil USG
Foto: Hasil USG (Freepik.com)

Ukuran normal hasil USG dapat bervariasi tergantung pada jenis USG yang dilakukan dan area tubuh yang diperiksa.

Umumnya ada sejumlah pengukuran standar yang dilakukan oleh sonografer atau teknisi ultrasonografi untuk mengevaluasi ukuran normal hasil USG.

Namun, biasanya Moms akan mengetahui ukuran normal hasil USG yang dilihat dari panjang dan berat janin di dalam perut.

Berikut ini adalah beberapa contoh ukuran normal hasil USG

4 minggu

  • Panjang: 0,1 cm
  • Berat: <1 gram

5 minggu

  • Panjang: 0,12 cm
  • Berat: <1 gram

6 minggu

  • Panjang: 0,3 cm
  • Berat: <1 gram

7 minggu

  • Panjang: 1,27 cm
  • Berat: <1 gram

8 minggu

  • Panjang: 1,6 cm
  • Berat: 1 gram

9 minggu

  • Panjang:2,3 cm
  • Berat: 2 gram

10 minggu

  • Panjang: 3,1 cm
  • Berat: 4 gram

11 minggu

  • Panjang: 4,1 cm
  • Berat: 7 gram

Baca Juga: 5 Perbedaan USG Abdominal dan USG Transvaginal, Moms Wajib Tahu!

12 minggu

  • Panjang: 5,4 cm
  • Berat: 14 gram

13 minggu

  • Panjang: 7,4 cm
  • Berat: 23 gram

14 minggu

  • Panjang: 8,7 cm
  • Berat: 43 gram

15 minggu

  • Panjang: 10,1 cm
  • Berat: 70 gram

16 minggu

  • Panjang: 11,6 cm
  • Berat: 100 gram

17 minggu

  • Panjang: 13 cm
  • Berat: 140 gram

18 minggu

  • Panjang: 14,2 cm
  • Berat: 190 gram

19 minggu

  • Panjang: 15,3 cm
  • Berat: 240 gram

20 minggu

  • Panjang: 16,4 cm
  • Berat: 300 gram

21 minggu

  • Panjang: 26,7 cm
  • Berat: 360 gram

22 minggu

  • Panjang: 27,8 cm
  • Berat: 430 gram

23 minggu

  • Panjang: 28,9 cm
  • Berat: 501 gram

24 minggu

  • Panjang: 30 cm
  • Berat: 600 gram

25 minggu

  • Panjang: 34,6 cm
  • Berat: 660 gram

26 minggu

  • Panjang: 35,6 cm
  • Berat: 760 gram

27 minggu

  • Panjang: 36,6 cm
  • Berat: 875 gram

28 minggu

  • Panjang: 37,6 cm
  • Berat: 1.005 gram

29 minggu

  • Panjang: 38,6 cm
  • Berat: 1.153 gram

Baca Juga: 52 Ayat Alkitab tentang Cinta untuk Pasangan, Penuh Kasih!

30 minggu

  • Panjang: 39,9 cm
  • Berat: 1.319 gram

31 minggu

  • Panjang: 41,1 cm
  • Berat: 1.502 gram

32 minggu

  • Panjang: 42,4 cm
  • Berat: 1.702 gram

33 minggu

  • Panjang: 43,7 cm
  • Berat: 1.918 gram

34 minggu

  • Panjang: 45 cm
  • Berat: 2.146 gram

35 minggu

  • Panjang: 46,2 cm
  • Berat: 2.383 gram

36 minggu

  • Panjang: 47,4 cm
  • Berat: 2.622 gram

37 minggu

  • Panjang: 48,6 cm
  • Berat: 2.859 gram

38 minggu

  • Panjang:49,8 cm
  • Berat: 3.083 gram

39 minggu

  • Panjang: 50,7 cm
  • Berat: 3.288 gram

40 minggu

  • Panjang: 51,2 cm
  • Berat: 3.462 gram

41 minggu

  • Panjang: 51,7 cm
  • Berat: 3.597 gram

42 minggu

  • Panjang: 52,5 cm
  • Berat: 3.685 gram

Perlu diingat bahwa ukuran normal hasil USG dapat bervariasi tergantung pada faktor individu, seperti usia, jenis kelamin, dan keadaan kesehatan seseorang.

Penting untuk membandingkan ukuran normal hasil USG dengan riwayat medis lengkap dan mendiskusikan hasil tersebut dengan dokter yang merawat Moms untuk mendapatkan penjelasan yang tepat dan evaluasi yang sesuai.

Baca Juga: 5 Cara Cetak Kartu BPJS Kesehatan Secara Online dan Offline!

Tahapan Perkembangan Janin dalam Kandungan

USG Janin
Foto: USG Janin (Freepik.com)

Moms, ukuran normal hasil USG janin bukan satu-satunya acuan yang harus diperhatikan.

Moms juga harus memantau perkembangan janin secara keseluruhan.

Banyak Moms mungkin berpikir bahwa perkembangan anak dimulai selama masa bayi, tetapi sebenarnya, periode kehamilan juga merupakan bagian penting dari proses perkembangan tersebut.

Perkembangan selama masa kehamilan adalah masa perubahan luar biasa yang membantu 'mengatur panggung' untuk perkembangan psikologis di masa depan.

Otak janin mulai berkembang selama periode prenatal dan akan terus mengalami banyak perubahan selama tahun-tahun awal kehidupannya.

Melansir Seminars in Reproductive Medicine, proses perkembangan prenatal terjadi dalam tiga tahap utama.

Dua minggu pertama setelah pembuahan dikenal sebagai tahap germinal.

Minggu ketiga hingga minggu kedelapan dikenal sebagai periode embrio. Lalu, dari minggu kesembilan hingga kelahiran dikenal sebagai periode janin.

Selain mengetahui ukuran normal janin hasil USG, Moms juga perlu mengetahui tentang tahapan perkembangan janin ini.

Berikut ini adalah ulasan lengkapnya, seperti yang dirangkum dari Very Well Mind.

1. Tahap Germinal

Selain ukuran normal hasil USG janin, Moms juga perlu memerhatikan perkembangannya.

Tahap perkembangan pertama adalah tahap germinal.

Tahap germinal dimulai saat pembuahan ketika sperma dan sel telur bersatu di salah satu dari dua saluran tuba.

Telur yang telah dibuahi disebut zigot.

Hanya beberapa jam setelah pembuahan, zigot bersel tunggal mulai melakukan perjalanan menuruni tuba falopi menuju rahim.

Pembelahan sel dimulai kira-kira 24 sampai 36 jam setelah pembuahan.

Melalui proses mitosis, zigot pertama-tama membelah menjadi dua sel, lalu menjadi empat, delapan, enam belas, dan seterusnya.

Harus dicatat bahwa banyak zigot tidak bertahan melewati fase awal ini, dengan setengah dari mereka tidak bertahan lebih dari dua minggu.

Setelah titik delapan sel tercapai, sel-sel mulai berdiferensiasi dan mengambil ciri-ciri tertentu yang akan menentukan jenis sel yang akan mereka jadikan.

Saat sel berkembang biak, mereka juga akan terpisah menjadi dua massa yang berbeda.

Sel luar pada akhirnya akan menjadi plasenta, sedangkan sel dalam membentuk embrio.

Pembelahan sel berlanjut dengan kecepatan tinggi selama sekitar satu minggu saat melakukan perjalanan dari saluran tuba ke dinding rahim.

Sel-sel ini berkembang menjadi struktur yang disebut blastokista.

Blastokista terdiri dari tiga lapisan, yang masing-masing berkembang menjadi struktur yang berbeda di dalam tubuh

  • Ectoderm: Kulit dan sistem saraf
  • Endoderm: Sistem pencernaan dan pernapasan
  • Mesoderm: Sistem otot dan rangka

Blastokista ini kemudian sampai di rahim dan menempel pada dinding rahim dalam proses yang disebut implantasi.

Implantasi terjadi ketika sel-sel melekat pada lapisan rahim dan memicu perusakan pada pembuluh darah kecil.

Jaringan ikat pembuluh darah dan selaput yang terbentuk di antara keduanya, akan memberi makanan bagi janin yang sedang berkembang selama sembilan bulan ke depan.

Implantasi bukanlah proses yang pasti.

Penelitian menunjukkan bahwa sekitar 60% dari semua konsepsi alami, tidak berhasil mengimplantasikan diri pada dinding rahim.

Akhirnya mengakibatkan kehidupan baru berakhir sebelum ibu menyadari bahwa dia hamil.

Ketika implantasi berhasil, perubahan hormonal menghentikan siklus menstruasi normal dan menyebabkan banyak perubahan fisik.

Bagi sebagian orang, aktivitas yang sebelumnya mereka nikmati seperti merokok dan minum alkohol atau kopi mungkin menjadi kurang enak.

Hal ini mungkin bagian dari cara alam untuk melindungi kehidupan yang berkembang di dalamnya seperti dikutip dari The University of Chicago Press Journals.

Baca Juga: 17+ Rekomendasi Ramen Jakarta Paling Enak, Penasaran?

Selain ukuran normal hasil USG janin, Moms juga perlu memerhatikan perkembangannya.

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.