Kesehatan

21 Oktober 2021

Leukimia: Jenis, Gejala, Penyebab, hingga Pengobatannya

Ada banyak gejala awal leukimia, termasuk berkeringat di malam hari
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dresyamaya Fiona
Disunting oleh Widya Citra Andini

Ada berbagai jenis kanker yang dapat menyerang sel tubuh. Salah satunya yakni leukimia atau dikenal dengan kanker darah.

Diketahui, tanda-tandanya cukup bisa terlihat dan dirasakan sejak stadium awal, lho.

Mari ketahui lebih lanjut tanda-tanda, penyebab, serta ragam jenis dari kanker darah ini, Moms.

Apa Itu Leukimia?

Mengenal Leukimia atau Kanker Darah.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Dikenal juga dengan kanker darah, leukimia adalah sebuah kanker yang menyerang darah akibat produksi sel darah putih yang berlebihan.

Adapun ini menyerang jaringan pembuluh darah, sumsum tulang belakang, dan kelenjar getah bening.

Tidak seperti kanker lainnya, leukemia umumnya tidak membentuk massa atau tumor.

Melainkan, ini menyebabkan gejala-gejala yang datang secara tiba-tiba dalam tubuh.

Dikutip dari National Cancer Institute, jenis kanker ini bisa menyerang anak-anak ataupun orang dewasa.

Perawatan leukemia pun bisa lebih kompleks tergantung pada jenis dan seberapa parah gejala yang dirasakan.

Mengetahui gejala dari kanker darah ini sedini mungkin dapat meningkatkan peluang kesembuhannya, Moms.

Baca Juga: Ketahui, Ini Gejala, Penyebab, dan Langkah Mengatasi Edema Paru

Jenis-Jenis Leukimia

Diketahui, ada sejumlah jenis dan tingkat keparahan gejala dari kanker darah satu ini. Berikut beberapa jenis leukimia yang umum terjadi:

1. Leukemia Limfositik Akut

Jenis-Jenis Leukimia Akut.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Pada jenis ini, leukimia akan terjadi dengan cepat seiring waktu. Lebih sering menyerang usia muda seperti anak-anak dibandingkan orang dewasa.

Ini awal mulanya terjadi di sumsum tulang belakang dan menyebar ke bagian organ lainnya.

Organ yang paling sering 'dihinggapi' adalah kelenjar getah bening, hati, limpa, otak, dan juga testis pada pria.

Gejalanya juga akan memburuk dalam waktu yang singkat.

2. Leukemia Limfostik Kronis

Agak sedikit berbeda, pada jenis ini, sel-sel darah akan berfungsi secara normal untuk jangka waktu tertentu.

Gejalanya juga terbilang tidak terlalu terasa dan bahkan bisa 'luput' dari diagnosis dokter.

Adapun, ini salah satu jenis leukimia yang terjadi pada orang dewasa. Karena gejala sulit terlihat, hal ini membuat pengobatan terbilang sedikit 'terlambat'.

3. Leukemia Miologenous Kronis

Kanker Leukimia dan Jenisnya -2.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Pada orang dewasa tua atau lansia, jenis leukimia yang dialami pun bisa berbeda.

Leukimia jenis ini lebih sering menyerang mereka yang berusia 65 tahun ke atas.

Melansir Cleveland Clinic, sekitar 1,9 per 100.000 pria dan wanita di Amerika Seikat didiagnosis menderita kanker darah jenis ini per tahunnya.

Sangat jarang menemukan kasus ini pada usia anak-anak.

Baca Juga: Ketahui Penyebab Batuk Berdarah dan Tes Pemeriksaannya

4. Leukemia Miologenous Akut

Salah satu jenis yang paling umum terjadi pada anak-anak ataupun orang dewasa adalah leukimia miologenous akut.

Ini mempengaruhi sel darah putih dalam tubuh. Tak jarang, kadar trombosit dalam tubuh pun ikut terpengaruh karena jenis kanker darah ini.

Tanda Awal Leukemia

Diketahui, penyakit ini bisa memburuk dengan cepat jika penderita memiliki tipe leukemia akut.

Ada pula yang berkembang lebih lambat karena memiliki jenis leukemia kronis.

Berikut ini sejumlah tanda atau gejala awal leukimia yang harusnya diwaspadai:

1. Kelelahan

tanda leukemia - kelelahan (shutterstock).jpg

Foto: shutterstock.com

Kelelahan atau tubuh mudah terasa capek adalah gejala leukimia yang paling umum.

Diketahui, penyebab tubuh mudah lelah ini berkaitan erat dengan kondisi anemia.

Anemia terjadi ketika produksi sel darah merah di bawah batas normal.

Akibatnya, tubuh merasa mudah lelah dan juga kurang berenergi.

Melansir American Cancer Society, pada kondisi yang lebih akut dan kronis, penderita mungkin akan mengalami kelelahan fisik ekstrem yang memburuk seiring berjalannya waktu.

2. Sesak Napas

tanda leukemia - sesak napas (shutterstock).jpg

Foto: shutterstock.com

Jenis-jenis leukemia tertentu bisa merusak produksi sel darah merah. Normalnya, sel darah merah berfungsi untuk membawa oksigen ke seluruh tubuh.

Jika sel darah merah dalam tubuh berkurang, ini membuat seseorang mengalami sesak napas.

Gejala sesak napas pada penderita leukimia ini, juga dipicu dari pembengkakan kelenjar getah bening pada bagian dada.

3. Memar Berlebihan

tanda leukemia - memar (shutterstock).jpg

Foto: shutterstock.com

Memar pada tubuh yang tidak dapat dijelaskan atau tanpa cedera fisik bisa menjadi tanda-tanda awal leukimia, lho.

Menurut Pamela Crilley, ketua departemen onkologi medis di Pusat Perawatan Kanker Amerika, memar yang tidak biasa ini akibat jumlah trombosit yang rendah.

Masalah pada pembekuan darah juga salah satu pemicunya. Apakah Moms salah satu yang mengalami ini?

Baca Juga: 12 Masalah Kesehatan Akibat Kurang Olahraga, Bisa Picu Pertumbuhan Kanker!

4. Pendarahan Tak Biasa

tanda leukemia - pendarahan (shutterstock).jpg

Foto: shutterstock.com

Sering mimisan tanpa sebab? Ini salah satu tanda awal dari penyakit kanker darah seterusnya.

Sama halnya dengan memar, mimisan tidak biasa perlu dikhawatirkan dan diketahui penyebabnya.

Ini juga biasanya dibarengi dengan pendarahan pada gusi, usus, atau paru-paru.

Kondisi ini merupakan tanda-tanda awal dari leukemia akut, Moms.

5. Gusi Bengkak dan Membesar

tanda leukemia - gusi bengkak (shutterstock).jpg

Foto: shutterstock.com

Pembengkakan gusi juga dikenal sebagai hiperplasia gingiva. Adapun ini salah satu gejala dari leukimia jenis akut, Moms.

Selain gusi bengkak, rasa tidak nyaman pada mulut juga salah satu kondisi yang sering dialami.

Hal ini meliputi gigi sensitif, mulut bau tidak sedap, serta gusi yang mudah berdarah.

6. Kenyang atau Kembung

tanda leukemia - kenyang atau kembung (shutterstock).jpg

Foto: shutterstock.com

Siapa sangka, ternyata ini salah satu gejala dari leukimia selanjutnya, lho.

Limpa yang membesar pada penderita kanker darah membuat nafsu makan ikut menurun.

Padahal, organ ini salah satu tugasnya untuk membantu tubuh dalam melawan infeksi atau peradangan.

Ketika organ ini telah bengkak, akan membuat kita merasa kenyang atau mudah kembung.

Umumnya, penderita juga akan makan dalam porsi kecil dan kehilangan selera makan.

7. Sakit Perut Bagian Kiri Atas

tanda leukemia - sakit perut (shutterstock).jpg

Foto: shutterstock.com

Moms, gangguan pada organ dalam juga tanda dari kanker darah yang perlu diketahui.

Salah satu gejala yang dialami yakni rasa sakit pada perut bagian kiri atas.

Hal ini dipicu karena limpa yang membesar sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman.

Cobalah untuk mengatur posisi tidur lebih pas untuk mengurangi gejala ini timbul saat malam hari ya, Moms.

8. Berkeringat di Malam Hari

tanda leukemia - berkeringat di malam hari (shutterstock).jpg

Foto: shutterstock.com

Berkeringat di malam hari disebabkan oleh infeksi yang terkait dengan leukimia.

Hal ini membuat tubuh seperti 'basah kuyup' tanpa sebab dan sering terjadi tiba-tiba.

Umumnya, hal ini juga bisa dipicu dari gejala kondisi lainnya seperti tanda menopause.

Segera konsultasi ke dokter apabila mengalami pendarahan tidak terduga hingga demam tinggi, ya.

Penyebab Leukimia

hero pengobatan anak leukimia

Foto: Orami Photo Stocks

Hingga saat ini, belum ada penyebab pasti dari kanker darah.

Mengutip Mayo Clinic, secara umum leukimia terjadi karena adanya perubahan genetik atau DNA dalam tubuh.

Adanya 'sinyal' yang tidak berfungsi dengan baik dalam darah, membuat sel darah putih diproduksi secara berlebihan.

Hingga akhirnya melampaui batas dan menyerang balik organ dalam tubuh itu sendiri.

Seiring waktu, sel-sel abnormal ini menekan sel darah sehat di sumsum tulang dan organ sekitarnya.

Tak heran jika gejala dari leukimia ini cukup terlihat dan bisa dirasakan dari stadium awal.

Baca Juga: Selain Denada, 3 Artis Ini Juga Memiliki Keluarga yang Mengidap Leukemia

Pengobatan untuk Leukimia

Ada sejumlah cara dalam mengatasi kanker darah yang menyerang anak-anak atau orang dewasa.

Berikut sejumlah pengobatan leukimia yang bisa dilakukan:

1. Kemoterapi

Salah satu pengobatan yang sering dipakai adalah kemoterapi.

Kemotapi dilakukan dengan pemberian obat-obatan melalui infus atau obat minum seperti pil.

Obat tersebut fungsinya untuk membunuh sel kanker atau menghentikan perkembangbiakkannya di dalam tubuh.

Adapun sejumlah efek samping kemoterapi yang ditimbulkan, seperti:

Perubahan hormon juga salah satu dampak dari pengobatan kanker jenis ini.

2. Terapi Target

Kemoterapi dan Leukimia.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Targeted therapy juga termasuk dalam cara mengatasi leukimia.

Ini adalah perawatan khusus menargetkan sel-sel kanker secara lebih spesifik.

Dengan memblokir sel kanker ini, perawatan obat akan menyebabkan sel kanker lebih mudah mati.

Biasanya ini juga dibarengi dengan konsumsi obat-obatan kanker lain untuk hasil yang lebih optimal.

3. Radioterapi

Moms, pengobatan leukemia lainnya yakni dengan menggunakan radioterapi.

Perawatan ini menggunakan sinar energi yang kuat untuk membunuh sel-sel kanker atau menghentikan pertumbuhannya.

Radiasi akan diarahkan ke tempat sel kanker itu tumbuh, khususnya pada organ tertentu.

Baca Juga: Ketahui Jenis Karotenoid dalam Makanan dan Manfaatnya untuk Kesehatan

Jika saat ini mendapati telah merasakan salah satu gejala di atas, jangan pernah ragu untuk berkonsultasi dengan dokter ya, Moms.

Semakin segera ditangani, pengobatannya akan semakin mudah untuk dijalani.

  • https://seer.cancer.gov/statfacts/html/leuks.html
  • https://www.cancer.org/cancer/acute-myeloid-leukemia/detection-diagnosis-staging/signs-symptoms.html
  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/leukemia/symptoms-causes/syc-20374373
  • https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/4365-leukemia
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait